Jurnal ProNers
Not a member yet
    328 research outputs found

    HUBUNGAN HEALTH BELIEF MODEL DENGAN KEPATUHAN PERAWATAN KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG POLI PENYAKIT DALAM RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Penyakit diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yangmenjadi masalah global, dimana banyak menimbulkan komplikasi. Luka kaki diabetes adalahsatu diantara komplikasi dan yang paling sering terjadi dan ditakuti. Penatalaksanaan untukmencegah terjadinya luka kaki diabetes ini adalah dengan perawatan kaki. Health belief modeladalah model yang menspesifikasikan bagaimana individu secara kognitif menunjukkan perilakusehat maupun usaha untuk menuju sehat atau penyembuhan suatu penyakit. Health belief modeldiasumsikan dapat menjelaskan alasan perilaku ketidakpatuhan penderita diabetes melitus dalammelakukan penalaksanaan, termasuk perawatan kaki. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan health belief model dengankepatuhan perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUDSultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain descriptive correlational melalui rancangancross sectional study. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling denganjumlah 93 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Health Belief Model (HBM)dan kuesioner Standard kuesioner Nottingham Assesment of Functional Footcare (NAFF) sertalembar observasi Diabetic Functional Care Behaviour (DFCB).Hasil: Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square dengan P value 0.000 (< 0.05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara health belief model dengan kepatuhan perawatan kakipada pasien diabetes melitus tipe 2 di Ruang Poli Penyakit Dalam RSUD Sultan SyarifMohamad Alkadrie PontianakKata Kunci: Health Belief Model, Kepatuhan Perawatan Kaki.Referensi: 50 (1984 – 2018)

    HUBUNGAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL PERAWAT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan penyakit yang akan menyertai seumur hidup dan membutuhkanperawatan jangka panjang sehingga sangat mempengaruhi kualitas hidup penderita. Dukungan psikososialperawat menjadi hal yang penting dalam proses perawatan. Dukungan psikososial perawat akan sangatmembantu pasien untuk meningkatkan kualitas hidup.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan dukungan psikososial perawat terhadap kualitas hidup pasien diabetesmellitus tipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknikpengambilan sampel yang digunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 36 responden. Pengumpulandata menggunakan kuesioner dukungan psikososial perawat dan kuesioner DQOL (Diabetes Quality of Life).Uji bivariat dilakukan dengan uji chi square dengan nilai p < 0,05.Hasil : Berdasarkan karakteristik responden didapatkan 61,1% responden berusia 46-55 tahun, berjenis kelaminperempuan (61,1%), pendidikan terakhir SMA (47,2%), status pernikahan menikah (83,3%), status pekerjaantidak bekerja (47,2%), dan lama menderita 1-5 tahun (58,3%). Analisis bivariat dengan uji chi squaredidapatkan p = 0,031 (p < 0,05).Kesimpulan : Ada hubungan dukungan psikososial perawat terhadap kualitas hidup pasien diabetes mellitustipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Kata kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2, Kualitas Hidup, Dukungan Psikososial PerawatReferensi : 36 (2006-2018

    HUBUNGAN GEJALA KLINIS PADA FASE MENOPAUSE TERHADAP KUALITAS HIDUP WANITA MENOPAUSE DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK BARAT

    Get PDF
    Latar belakang: Banyak wanita menganggap bahwa menopause merupakan hal yang menakutkan, keluhan danrasa khawatir yang berlebihan menyebabkan mereka sulit melalui masa ini. Hal ini sangat mempengaruhikualitas hidup wanita menopause. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan gejala klinis pada fase menopauseterhadap kualitas hidup wanita menopause di Puskesmas Perumnas II Pontianak Barat.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yaitu analitikkorelasional denganpendekatancross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling yang melibatkan88orang wanita sebagai responden. Hasil penelitiandianalisa menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil ujiChi-Square menunjukkan bahwa pada kesehatan dan kualitas hidup secara umum didapatkanhasil nilai p = 0,345 (p>0,05) tidak ada hubungan. Domain fisik didapatkan hasil nilai p = 0,007 (p0,05) tidak ada hubungan. Domain sosialdidapatkan hasil nilai p = 0,927 (p>0,05) tidak ada hubungan. Domain lingkungan didapatkan hasil p = 0,133 (p> 0,05) tidak ada hubungan. Kesimpulan: Tidak ada hubungangejala klinis pada fase menopause terhadap kesehatan dan kualitas hidupsecara umum, domain psikologis, domain sosial, domain lingkungan. Terdapat hubungan gejala klinis pada fasemenopause terhadap domain fisik.Kata kunci: Gejala Menopause, Kualitas Hidup, MenopauseReferensi: 83 (1998-2018

    Analisis Rencana Penerapan Sistem Informasi Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura

    Get PDF
    Latar belakang: Sistem informasi dalam keperawatan merupakan komponen kuncidalam pemberian asuhan keperawatan modern dan sebagai kunci untuk meningkatkankualitas pelayanan keperawatan. Rumah Sakit Universitas Tanjungpura memilikifasilitas dan sumber daya manusia dalam yang mendukung dalam menggunakan sisteminformasi dalam proses asuhan keperawatan berbasis komputer.Tujuan: Untuk menganalisis proses penerapan sistem informasi dalampendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura.Metode: Desain kualitatif deskriptif pendekatan fenomenologi, diambil denganwawancara mendalam. Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode Miles danHuberman. Hasil: Penelitian ini teridenfikasi empat tema yaitu Pelaksanaan pendokumentasianterintegrasi dengan dua kategori yaitu orientasi terhadap dokumentasi dan kelemahanpaper base, Pemahaman tentang pendokumentasian berbasis komputerisasi dengan duakategori yaitu kemudahan terhadap komputerisasi dan pengetahuan, Persiapan perawatdalam proses penerapan SIMRS dengan tiga kategori yaitu persepsi perawat terhadappenerapan SIMRS, wacana publik dan pengembangan perawat, dan Penghambat dalampenerapan sistem informasi dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dengan tigakategori yaitu sumber daya manusia tenaga ahli IT, fasilitas dan ketidaksamaan visi dalam birokrasi. Kesimpulan: Rencana penerapam sistem informasi dalam pendokumentasiankeperawatan Rumah Sakit Universitas Tanjungpura dipengaruhi oleh perawat, manfaatdalam peningkatkan kinerja dan mutu pelayanan dan pengetahuan perawat, selanjutnyadidukung dengan tenaga infomatika, fasilitas dan manajemen rumah sakit.Kata Kunci: Pendokumentasian, sistem informasi, keperawata

    PENGARUH PEER EDUCATOR TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA MENGENAI HIV AIDS DI PONTIANAK BARAT

    Get PDF
    Latar Belakang: Pengetahuan komprehensif remaja mengenai HIV AIDS saat ini masih kurang.Kurangnya informasi dapat menyebabkan remaja dapat mengalami resiko HIV AIDS dan jugaberbagai pemikiran serta sikap negatif terhadap orang dengan HIV AIDS. Pendidikan kesehatanakan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai HIV AIDS. Peer educatormerupakan pendidik yang dapat memberikan pendidikan kesehatan dan memberi pengaruh bagiteman sebayanya karena memiliki karakteristik yang sama.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh peer educator terhadap tingkat pengetahuan dan sikapremaja di SMAN 2 Pontianak Barat.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yaitu quasi eksperimen.Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pre test-post test design. Sampel dalampenelitian ini berjumlah 158 orang dengan teknik pengambilan sampling yaitu metode purposivesampling. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji marginal homogeinityHasil: Berdasarkan uji marginal homogeneity didapatkan hasil nilai p = 0,000 (p < 0,05) yangmenunjukkan bahwa ada pengaruh peer educator terhadap peningkatan pengetahuan dan sikapremaja mengenai HIV AIDS di Pontianak Barat.Kesimpulan :Ada pengaruh peer educator terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remajamengenai HIV AIDS di Pontianak Barat.Kata Kunci : Peer educator, pengetahuan, sikap, remaja, HIV AID

    HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT TERHADAP PENERAPAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN PADA TAHAP ADMINISTRASI OBAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar belakang: Perawat paling sering terlibat dalam tahap administrasi obat danmemainkan peran kunci dalam mencegah kesalahan dalam kolaborasi pemberianobat dengan menerapkan sasaran keselamatan pasien pada tahap adminstrasi obatsesuai dengan prinsip enam benar dalam pemberian obat. Salah satu faktor yangdapat mempengaruhi penerapan sasaran keselamatan pasien pada tahapadministrasi obat adalah motivasi kerja. Motivasi kerja perawat dapat dipengaruhifaktor internal dan eksternal. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan motivasi kerja perawat terhadappenerapan sasaran keselamatan pasien pada tahap administrasi obat di ruang rawatinap rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.Teknik pengambilan sampel total sampling dengan sampel 48. Instrumen yangdigunakan lembar kuesioner dan observasi. Hasil penelitian dianalisamenggunakan uji Chi-Square.Hasil: Mayoritas responden memiliki motivasi kerja rendah (56,3%) dan sasarankeselamatan pasien pada tahap administrasi obat baik (54,2%). Hasil uji ChiSquaredidapatkan nilai p = 0,715 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak adahubungan motivasi kerja perawat terhadap penerapan sasasaran keselamatanpasien pada tahap administrasi obat di ruang rawat inap rumah sakit UniversitasTanjungpura Pontianak.Kesimpulan: Tidak ada hubungan motivasi kerja perawat terhadap penerapansasasaran keselamatan pasien pada tahap administrasi obat di ruang rawat inaprumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Disarankan untuk meningkatkansupervisi oleh kepala ruangan dan perlu ditetapkannya SPO pemberian obat.Kata kunci: Motivasi, perawat, sasaran keselamatan pasien, pemberian obatReferensi: 129 (2009-2018

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP HYGIENE PEMBERIAN ASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II KECAMATAN PONTIANAK BARAT

    Get PDF
    Latar Belakang : Hygiene perlu dilakukan oleh ibu sebelum memberikan ASIkepada bayi usia 0-6 bulan yang terdiri dari 2 langkah penting yaitu mencucitangan menggunakan sabun dan perawatan payudara. Perilaku hygiene bertujuanuntuk menjaga kebersihan diri. Hygiene yang tidak dilakukan secara baik danbenar dapat menyebabkan bayi 0-6 bulan mudah terserang penyakit.Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap hygienepemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas IIKecamatan Pontianak Barat.Metode : Penelitian kuantitatif non eksperimen dengan desain penelitian analitik -observasional pendekatan cross sectional. Teknik sampling yaitu non probabilitysampling: convinience atau accidental sampling dengan sampel 107 orang.Instrumen menggunakan lembar kuesioner.Hasil : Adanya hubungan antara pengetahuan ibu (p 0,006 < 0,05) dengan mean5,47 dan sikap ibu (p 0,015 < 0,05) dengan mean 27,99 terhadap hygienepemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas IIKecamatan Pontianak Barat.Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap hygienepemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas IIKecamatan Pontianak Barat.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Hygiene, Cuci Tangan, Perawatan PayudaraReferensi : 113 (2009-2018

    Hubungan Penerapan Cuci Tangan Dengan Kepuasan Pasien Diruang Rawat Inap Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak

    Get PDF
    Latar Belakang: Mencuci tangan adalah bagian dari pencegahan dan pengendalian infeksidan salah satu indikator kualitas layanan rumah sakit. Kualitas layanan rumah sakit sangatterkait dengan kepuasan pasien, sebagai penerima layanan kesehatan. Namun tindakanmencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan masih jarang dilakukan karena kurangnyapengetahuan dan kesadaran dari diri petugas kesehatan khususnyaa perawat itu sendiri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerapan cuci tangandan kepuasan pasienMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, meneliti 35 pasien dan 35perawat yang dipilih dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalahlembar observasi cuci tangan dan kuesioner kepuasan pasien yang telah diuji validsebelumnya. Penelitian ini berlangsung di Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak tepatnyadiruang rawat inap Tri Brata, VIP dan Esty.Hasil: Analisis korelasi menggunakan uji Chi Square antara penerapan cuci tangan dankepuasan pasien menunjukkan p = 1,000 (> 0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara penerapan cuci tangan dankepuasan pasien di antara pasien yang dirawat di ruang rawat inap di Rumah Sakit AntonSoedjarwo Pontianak. Diharapkan Komite PPI dapat memberikan penjelasan tentangpelaksanaan cuci tangan menggunakan sabun dan air atau handrubKata Kunci: Cuci Tangan, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Kepuasan Pasien, MutuPelayanan Rumah Sakit

    HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK PENYAKIT DALAM RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Kualitas hidup penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2 menjadi suatu hal yang sangat penting.Adanya penyakit DM dengan penatalaksanaan yang tidak tepat berdampak pada berbagai komplikasi danpenurunan kualitas hidup. Untuk meningkatkan kualitas hidup maka diperlukan efikasi diri dan dukungankeluarga yang baik sehingga dapat berpengaruh pada pembentukan perilaku penatalaksanaan DM yang positif.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita DMtipe 2.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 73responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan pendekatan consecutivesampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner efikasi diri, kuesioner dukungan keluarga dan kuesionerkualitas hidup DM. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square.Hasil: Usia 61-65 tahun (31,5%), jenis kelamin terbanyak perempuan (53,4%), pendidikan SLTA (32,9%),status pernikahan terbanyak yaitu menikah (74,0%), lama menderita DM 1-10 tahun (87,7%), ada komplikasi(58,9%), dan keluarga yang merawat yaitu terbanyak pada keluarga inti (91,8%). Nilai uji Chi-Square untukefikasi diri adalah 0,001 (p < 0,05) dan dukungan keluarga 0,026 (p < 0,05).Kesimpulan: Ada hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita DM tipe 2 diKlinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Soedarso Pontianak.Rekomendasi: efikasi diri dan dukungan keluarga dapat dijadikan sebagai promosi kesehatan gunameningkatkan kualitas hidup penderita DM tipe 2.Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2, efikasi diri, dukungan keluarga, kualitas hidu

    PERBEDAAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN HIPERTENSI YANG AKTIF DAN YANG TIDAK AKTIF MENGIKUTI POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang terus mengalami peningkatan setiap tahunseiring bertambahnya usia. Hipertensi dapat mengganggu kualitas hidup seseorang karena proses patologis yangberdampak pada penurunan kemampuan fisik, psikologis, dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan upayapeningkatan kualitas hidup pada lansia melalui posyandu lansia. Partisipan posyandu lansia hingga saat inimasih sangat rendah karena kurangnya minat dan pengetahuan. Lansia yang tidak aktif di posyandu lansiakecenderungan mengalami kondisi kesehatan yang tidak terkontrol disertai keterbatasan interaksi sosial. Tujuan: Mengetahui perbedaan kualitas hidup lansia dengan hipertensi yang aktif dan yang tidak aktif dalammengikuti posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross sectional pada 76responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan instrumen penelitian yaitukuesioner WHOQOL – OLD. Teknik analisa data dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil: Berdasarkan uji Chi Square didapatkan hasil p = 0,028 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa adaperbedaan kualitas hidup lansia dengan hipertensi yang aktif dan yang tidak aktif mengikuti posyandu lansia diWilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak. Kesimpulan: Ada perbedaan kualitas hidup lansia dengan hipertensi yang aktif dan yang tidak aktif mengikutiposyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak.Kata kunci: Kualitas Hidup, Lansia, PosyanduReferensi: 49 (2008-2017

    310

    full texts

    328

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ProNers
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇