Jurnal ProNers
Not a member yet
    328 research outputs found

    KESESUAIAN ANTARA SPIRITUAL ASSESSMENT SCALE DAN SPIRITUALITY WELLBEING SCALE SEBAGAI INSTRUMEN PENGUKURAN SPIRITUALITAS PASIEN RAWAT INAP YARSI PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Dalam praktiknya pemnuhan kebutuhan spiritual pada klien masing kurang dansering tidak menjadi fokus perhatian perawat, salah satunya karena faktor kurangnya pengetahuan danpelatihan mengenai asuhan keperawatan. Sebagian besar rencana perawatan didasarkan pada alatpenilaian standar, berupa instrumen pengkajian. Spirituality Well-Being Scale (SWBS) merupakaninstrumen yang telah banyak digunakan secara luas dalam berbagai penelitian mengenai spiritualitas,sedangkan instrumen Spiritual Assessment Scale (SAS) belum pernah diadaptasikan di Indonesia.Tujuan : Mengidentifikasi kesesuaian antara Spiritual Assessment Scale dan Spirituality Well-BeingScale sebagai instrumen pengukuran spiritualitas pasien rawat inap.Metode : Penelitian kuantitatif dengan jumlah responden 108 pasien rawat inap. Uji yang dilakukanadalah uji content dan construct untuk validitas dengan metode pearson product moment dan internalconsistency untuk reliabilitas dengan metode cronbach’s alpha. Hasil : Didapatkan persentase kesesuaian antara SAS dan SWBS adalah 72,2% yang memilikikesesuaian atau persamaan pada tingkat spiritual dikedua instrumen. Uji validitas menunjukkan semuaitem pertanyaan pada kedua instrumen valid, dikarenakan r hitung > r tabel. Nilai koefisiensi cronbach’salpha instrumen SAS bernilai 0,899 dan instrumen SWBS 0,953 yang bermakna kedua instrumenreliabel.Kesimpulan : Kesesuaian antara SAS dan SWBS sebagai instrumen pengukuran spiritualitas pasienrawat inap bermakna kesesuaian sedang.Kata Kunci : Spiritual Assessment Scale (SAS), Spirituality Well-Being Scale (SWBS), instrumen,spiritualita

    PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA MUDA HIJAU TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Epidemi hipertensi terus meningkat di negara maju dan berkembang. Hipertensimerupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Pravelensi hipertensi di KotaPontianak meningkat drastis pada tahun 2017 dengan jumlah 154.338 kasus. Pengobatanhipertensi salah satunya dengan pengobatan herbal minum air kelapa muda hijau. Air kelapa mudahijau mengandung kalium dan magnesium yang diduga dapat menurunkan tekanan darah.Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian air kelapa muda hijau terhadap tekanan darah padapenderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas Perumnas II Pontianak.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Quasy Experiment denganrancangan pre test and post test nonequivalent control group. Sampel 20 kelompok intervensi dan20 kelompok kontrol. Uji t berpasangan digunakan untuk melihat pengaruh intervensi. Analisauntuk mengetahui perbedaan menggunakan uji t tidak berpasangan dan Mann Whitney.Hasil : Hasil analisis didapatkan nilai p untuk sistolik dan diastolik kelompok intervensi yaitu0,001 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian air kelapa muda hijauterhadap tekanan darah pada penderita hipertensiKesimpulan : Air kelapa muda hijau dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik padapenderita hipertensi.Kata Kunci : Tekanan Darah, Hipertensi, Air Kelapa muda Hijau Referensi : 66 (2009-2017

    HUBUNGAN PERILAKU AGRESIF PASIEN GANGGUAN JIWA DENGAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Latar belakang: Perilaku agresif merupakan suatu respon terhadap kemarahan, kekecewaan,perasaan dendam atau sebuah ancaman yang menyebabkan amarah yang dapat membangkitkansuatu perilaku kekerasan. Perilaku agresif sering dilakukan oleh pasien dengan gangguan kejiwaandan perawat merupakan target yang sering menjadi sasaran dalam peristiwa perilaku agresif diRumah Sakit Jiwa. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan perawat dapat mengalami streskerja di Rumah sakit Jiwa.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perilaku agresif pasien gangguan jiwa dengan tingkatstres kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat.Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik denganpendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive samplingdengan jumlah responden sebanyak 120 perawat. Pengumpulan data menggunakan dua buahkuesioner yaitu kuesioner (POPAS) dan (PNJSS) dan penelitian ini menggunakan uji analisisstatistik Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa semua responden pernah mendapatkan perilaku agresifdari pasien dengan intensitas jarang sebanyak 53 responden (44,2%) dan dengan intensitas seringsebanyak 67 responden (55,8%). Perawat yang mengalami stres kerja ringan sebanyak 28responden (23,3%), stres kerja sedang sebanyak 66 responden (55%) dan stres kerja beratsebanyak 26 responden (21,7). Hasil analisis statistik bivariat menggunakan uji Chi-Square padainterval kepercayaan 95% dengan nilai α = 0,05 menunjukan p value 0,003 sehingga hipotesispenelitian diterima yang berarti terdapat hubungan antara perilaku agresif pasien gangguan jiwadengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi KalimantanBarat.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku agresif pasien gangguan jiwadengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi KalimantanBarat. Kata kunci: Perilaku Agresif Pasien Gangguan Jiwa, Stres Kerja Perawat, Ruang Rawat Ina

    PENGARUH EDUKASI DETEKSI DINI STROKE DENGAN METODE AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP INDIVIDU DENGAN RISIKO TINGGI STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar belakang: Edukasi adalah kegiatan menyampaikan pesan, menanamkankeyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tetapi juga mau dan dapatmelakukan suatu anjuran. Audiovisual merupakan menyalurkan pesan daripengirim pesan ke penerima pesan melalui indra pandang dan dengar. Deteksidini yaitu pemeriksaan yang dilakukan pada orang yang belum menunjukkanadanya gejala penyakit untuk menemukan penyakit yang belum terlihat ataumasih pada stadium praklinikTujuan: Mengetahui Pengaruh Edukasi Deteksi Dini Stroke Dengan MetodeAudiovisual Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Individu Dengan ResikoTinggi Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Kota Pontianak.Metode: metode kuantitatif dengan disain quasi experiment berupa pre test andpost test nonequivalent control group. Penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan sampel 34 responden. Instrumen yang digunakanadalah kuesioner tingkat pengetahuan dan sikap serta media audiovisual selama 6hari. Hasil: didapatkan usia terbanyak adalah rentang usia 45-59 tahun (55,9%), Jeniskelamin terbanyak adalah perempuan ( 70,6%), dan pada tingkat pendidikan SDmerupakan (35,3%). Uji bivariat tingkat pengetahuan pretest-posttest yaitu nilaip = 0,000 (>0,05). Sedangkan hasil rata-rata pada pengukuran sikap nilai p =0,000.Kesimpulan: ada pengaruh edukasi deteksi dini stroke dengan metodeaudiovisual pada individu dengan risiko tinggi stroke terhadap tingkatpengetahuan dan sikap pemberian.Kata kunci: Edukasi, deteksi dini, stroke, audiovisual, risiko tinggi stroke,tingkat pengetahuan, sikap.Referensi: 56 (2006-2018

    Pengaruh Mirror Therapy Diintegrasikan Dengan Dukungan Religius Koping Terhadap Performa Fisik Dan Penerimaan Diri Pada Pasien Pasca Stroke

    Get PDF
    Latar Belakang: Stroke merupakan penyakit yang menjadi penyebab kematian dan kecacatandiseluruh dunia. Stroke meninggalkan gejala sisa secara fisik dan psikologis. Hemipharase dandepresi merupakan gejala sisa yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien pasca stroke. Terapiyang dapat diberikan adalah mirror therapy dan dukungan religius koping. Tujuan: Mengetahuipengaruh mirror therapy diintegrasikan dengan dukungan religius koping terhadap performa fisikdan penerimaan diri pada pasien pasca stroke di RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang. Metode:Jenis penelitian kuantitatif dengan desain peneilitian eksperimen murni dengan rancangan pretestpostestdesignwithcontrolgroup.Metodepengambilansampelnonprobabilitysamplingdenganteknikconsecutive sampling. Sampel penelitian berjumlah 36 responden. Data diuji denganmenggunakan uji T berpasangan, uji wilcoxon, uji T tidak berpasangan, dan mann whitney. Hasil:Responden penelitian dengan karakteristik berjenis kelamin laki-laki 58,3%, tipe stroke iskemik86,1%, fase kronik pasca stroke 50% dan rata-rata usia penderita stroke 55,2 tahun. Hasil bivariatskor performa fisik kelompok intervensi menunjukkan pengaruh yang signifikan (p 0,05). Skor penerimaandiri pada kelompok intervensi menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan (p < 0,05) danadanya perbedaan yang signifikan post-test kelompok kontrol (p < 0,05). Kesimpulan: Mirrortherapy dapat meningkatkan performa fisik pada pasien pasca stroke sama baiknya dengan latihanROM. Mirror therapy yang diintegrasikan dengan dukungan religius koping akan meningkatkanpenerimaan diri pada pasien pasca stroke.Kata Kunci: Mirror Therapy, Religius Koping, Ekstremitas ata

    PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP SKOR DEPRESI PADA LANJUT USIA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PANTI SOSIAL REHABILITASI LANJUT USIA MULIA DHARMA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Latar Belakang : Depresi merupakan gangguan mental yang paling seringditemukan pada lansia, akan tetapi masalah depresi pada lansia sering kali tidakdiperhatikan akibat kurang nya perhatian dari keluarga mau pun masyarakatterdekatnya, sehingga sering kali depresi pada lansia tidak terdeteksi, salahdidiagnosis, atau tidak ditangani dengan baik. Prevalensi gangguan tingkat depresipada lansia cukup tinggi yaitu sekitar 11,6% atau 17,4 juta jiwa. Terapi relaksasiotot progresif dipercaya dapat menurunkan tingkat depresi pada lansia di UnitPelaksana Teknis (UPT) Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia DharmaProvinsi Kalimantan Barat. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi ototprogresif terhadap skor depresi pada lanjut usia di Unit Pelaksana Teknis (UPT)Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma Provinsi Kalimantan Barat.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif menggunakan PreExperiment Design dengan rancangan Pre and Post Test Without Control (controldiri sendiri) pada 30 orang lansia yang mengalami depresi. Instrumen untukmengukur depresi menggunakan Geriatric Depression Scale (GDS), terapirelaksasi otot progresif dan jenis analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif pada lansia menunjukkanadanya penurunan skor Geriatric Depression Scale yang telah ditunjukkan olehuji Wilcoxon dengan nilai signifikan p <0,00 . Kesimpulan : Terapat pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap skordepresi pada lanjut usia di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti Sosial RehabilitasiLanjut Usia Mulia Dharma Provinsi Kalimantan Barat. Sehinggadirekomendasikan bahwa terapi relaksasi otot progresif dapat membantumengurangi skor depresi pada lanjut usia.Kata Kunci : Depresi, Lansia, Terapi Relaksasi Otot Progresif Referensi : 43 (2006-2018

    PENGARUH SENAM KAKI DIABETES PADA PASIEN DM TIPE 2 TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAL TIGA KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Kadar gula darah yang tinggi akan menjadikan viskositas ataukekentalan darah tinggi, sehingga akan menghambat sirkulasi darah dan persyarafanterutama daerah atau ujung kaki sebagai tumpuan tubuh utama. Salah satu intervensiyang diperkirakan dapat mengatasi masalah sirkulasi perifer adalah denganmelakukan latihan aktivitas fisik senam kaki diabetes berupa senam kaki. Senam kakidiabetes dapat memperkuat otot-otot kecil kaki dan memperbaiki sirkulasi darahTujuan: Untuk menganalisis pengaruh senam kaki diabetes pada pasien DM tipe 2terhadap nilai ankle brachial indexMetode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimendengan pendekatan pre test and post test Non Equivalent Control Group. Tekniksampling yang digunakan adalah nonprobality dengan metode consecutive samplingdengan jumlah sampel 40 yang terbagi menjadi 20 kelompok perlakuan dan 20kelompok kontrol. Uji statistik menggunakan uji t berpasangan dan uji t tidakberpasanganHasil: Uji t berpasangan pada ABI kelompok perlakuan pada kaki kanan dan kirididapatkan nilai p=0,000 (p value <0,05), dan pada kelompok kontrol pada kakikanan dan kiri didapatkan nilai p=0,000. Uji t tidak berpasangan kelompok perlakuandan kontrol didapatkan p value 0,000 pada kaki kanan dan kiriKesimpulan: Senam kaki diabetes dapat memerbaiki sirkulasi kaki pada pasien DMtipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pal Tiga Kota PontianakKata Kunci: Senam Kaki Diabetes, Ankle Brachial Index, DM tipe

    PENGEMBANGAN PANDUAN MANAJEMEN RISIKO DIABETIC FOOT ULCER PADA PASIEN DIABETES MELITUS: LITERATURE REVIEWS DAN CONTENT VALIDITY

    Get PDF
    Latar Belakang : DM merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak dapatmenggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Pada tahun 2013 terdapat 387 juta orang hidupdengan diagnosis DM di dunia dan di perkirakan akan meningkat sebanyak 642 juta orang pada tahun2040. DFU menempati urutan ke 5 komplikasi dari DM yaitu sebesar 8.7%, tetapi panduan manajemenrisiko DFU belum ada makanya penting untuk mengembangkan panduan manajemen risiko DFU padapasien DM.Tujuan : Mengembangkan panduan faktor risiko DFU pada pasien DM dengan literature reviews dancontent validity.Metodologi Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakanliterature reviews dan content validity. Pengembangan panduan ini di uji content validitymenggunakan 4 expert (ahli) dengan mengambil nilai I-CVI adalah 1. Metode penelitian menggunakan2 metode yaitu literature reviews dengan jurnal-jurnal yang sudah terindeks dan content validitydengan nilai I-CVI 1.Hasil : Hasil literature reviews didapatkan 12 faktor risiko DFU yaitu durasi diabetes, usia, sensasi,penyakit arteri perifer, perawatan kaki, riwayat ulkus, aktivitas fisik, hipertensi, merokok, penggunaanalas kaki, berat badan (Indeks Massa Tubuh) dan kontrol glikemik yang buruk. Hasil content validitydidapatkan nilai I-CVI 1 yaitu usia, penyakit arteri perifer, perawatan kaki tidak teratur, merokok,penggunaan alas kaki dan kontrol glikemik.Kesimpulan : Faktor risiko DFU pada pasien DM terdiri atas usia, penyakit arteri perifer, perawatankaki tidak teratur, merokok, penggunaan alas kaki dan kontrol glikemik.Kata Kunci : Panduan Manajemen Risiko Diabetic Foot Ulcer, Literature Reviews, Content Validity,Diabetes Melitus. Referensi : 70 (1981-2018

    PENGARUH TERAPI SELF HEALINGMETODE DOA TERHADAP SKOR KECEMASAN PADA LANSIA DI PANTI JOMPO GRAHA KASIH BAPA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    Latar Belakang: Ansietas (kecemasan) adalah perasaan yang tidak jelas atau perasaangelisah yang sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui individu yangmengalaminya, berupa perilaku, emosi, kognitif, dan gejala fisik. Kecemasan merupakanmasalah yang paling umum yang terjadi pada lansia. Kecemasan dapat berdampak burukbagi lansia, seperti penurunan fisik, kepuasan hidup yang buruk, biaya medis yang lebihtinggi, gangguan fungsional kelelahan bahkan kematian. Salah satu penanganan kecemasanyang dapat dilakukan untuk membuat kondisi rileks adalah dengan terapi self healing metodedoa. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi self healing metode doa terhadap skor kecemasan di Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan quasi eksperiment pre post withoutcontrol (control diri sendiri) pada 16 lansia yang mengalami kecemasan. Beberapa instrumenyang digunakan dalam penelitian ini yaitu alkitab, kuesioner HARS, dan alat tulis lainnya. Hasil: Setelah diberikan terapi self healing metode doa pada lansia menunjukan adanyapenurunan skor Hamilton Anxiety Rating Scale yang ditunjukan oleh uji wilcoxon yangmemberikan nilai signifikan p < 0,000 dengan nilai mean skor kecemasan pretest 24,31 dannilai mean skor kecemasan posttest 20,68. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi self healing metode doa terhadap skor kecemasan padalansia di Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.Sehingga direkomendasikan menggunakan terapi self healing metode doa. Kata Kunci : Kecemasan, Lansia, Self Healing

    FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI USIA DEWASA MUDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Hipertensi merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia yangprevalensinya terus meningkat. Dimana terjadi peningkatan tekanan darah diatasnormal dengan tekanan sistolik diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90mmHg. Prevalensi hipertensi pada Negara berkembang sebesar 40%, pada usiadewasa 6-15%, sedangkan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 30,9%.Penderita hipertensi tidak menyadari penyakitnya sehingga tidak menghindarifaktor risiko yang dapat menyebabkan komplikasi lain jika tidak mendapatkanpengobatan.Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensiusia dewasa muda di wilayah kerja Puskesmas Perumnas II Kota Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metodeobservasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Penentuansampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan ConsecutiveSampling. Uji statistik menggunakan chi square dengan program komputer.Sampel dalam penelitian ini adalah 74 responden. Pengumpulan data denganmenggunakan kuesioner dan pemeriksaan tekanan darah untuk mengidentifikasikejadian penyakit hipertensi. Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengankejadian hipertensi adalah aktivitas fisik (p=0,001) dan obesitas (p=0,012),Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin (p=0,916), usia(p=0,501), perilaku merokok (p=0,686).Kesimpulan : Aktivitas fisik dan obesitas berhubungan dengan kejadianhipertensi usia dewasa muda di wilayah kerja Puskesmas Perumnas II KotaPontianak.Kata Kunci : Hipertensi, faktor hipertensi, usia dewasa mud

    310

    full texts

    328

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ProNers
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇