Jurnal ProNers
Not a member yet
    328 research outputs found

    Penggunaan Aplikasi Permainan di Smartphone dalam Pemberian Promosi Kesehatan Mengenai Diet Sehat Pada Anak : Tinjauan Literatur

    Get PDF
    The Using of Game Application in Smartphone for Giving Health Promotion about Healthy Diet In Children : Literature Review. Obesity is a phenomenon which has increased prevalence in children. In 2016, There are 340 million children in age 5-19 years old have obesity in worldwide and 8 from 10 children in Indonesia have obesity as well. Obesity in children leads to some health problems such as Hipertention, High Cholesterol, and Diabetes Mellitus Type II. These cases can be happen if children  have no good diet. Healthy diet is influenced by parents and children’s knowledge about nutrition and healthy diet. A way to prevent obesity is health promotion. Using of game application in smartphone can be a effective way to give health promotion about nutrition in children. Game application such as My Plate Match, Mission Nutrition, Awesome Eats, and Healthy Hero have various characteristics and interesting in present knowledge about nutrition for children

    PERBEDAAN EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK KLASIK (MOZART) DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMA NEGERI 4 PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Salah satu masalah yang sering terjadi pada remaja saatmenstruasi berupa nyeri pada bagian perut sehingga menganggu aktivitasnya.Manajemen nyeri dilakukan Penatalaksankan non farmakologi yaitu terapi musikklasik (Mozart) dan kompres hangat untuk menurunkan nyeri menstruasi.Tujuan: Penelitian mengetahui perbedaan efektivitas terapi musik klasik (mozart)dan kompres hangat terhadap intensitas nyeri menstruasi. Metode: Jenis penelitian Quasi eksperimen dengan pre and post test withoutcontrol dengan dua intervensi perbandingan pada 60 responden. Menggunakan ujianalisis uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney karena distribusi data tidak normalHasil: Hasil uji wilcoxon pada nyeri menstruasi responden terapi musik klasik(Mozart) menunjukan nilai p= 0,000 (p < 0,05) pada nyeri menstruasi sebelumdan sesudah intervensi dan nilai P = 0,000 (p < 0,05). Pada nyeri menstruasi responden kompres hangat menunjukan nilai p = 0,000 (p < 0,05) pada nyerimenstruasi sebelum dan sesudah intervensi dan nilai p < 0,000 (p < 0,05).Sedangakan hasil uji mann Whitney sesudah terapi musik klasik (Mozart)menunjukan nilai mean rank 35,00 dan sesudah kompres hangat 26,00 dengannilai p = 0,012 (p < 0,05)Kesimpulan: Kompres hangat lebih efektik dibandingkan terapi musik klasik(Mozart) dalam menurunkan nyeri menstruasi.Kata Kunci : Remaja, Nyeri Menstruasi, Musik Klasik (Mozart), Kompres Hanga

    HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGANKEPUASAN PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUMKABUPATEN BENGKAYANG TAHUN 2018

    Get PDF
    Latar Belakang : Masyarakat selalu mengharapkan agar pelayanan rumah sakit terutama keperawatanmemberikan pelayanan yang baik dan memuaskan bagi setiap penggunan yang memanfaatkannya. Dengandemikian pihak rumah sakit selalu berusaha meningkatkan layanan kepada pasien. Mutu pelayanan yangsempurna dapat menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Kepuasan pasien muncul akibat dari kinerjalayanan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkan. Berdasarkan studipendahuluan di RSUD Bengkayang pasien menyatakan perawat tidak ramah kepada pasien, perawat hanyasebatas melakukan intervensi tanpa ada komunikasi kepada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan mutu pelayanan keperawatan terhadap kepuasan pasien rawat inap RSUD Bengkayang Tujuan : Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan pelayanan keperawatan terhadap kepuasanpasien rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bengkayang Tahun 2018Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitif. Desain penelitian yaitu analitik korelasi denganpendekatan survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang dengan teknik pengambilan sampling yaituaccidental sampling. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji chi-square.Hasil : Hasil analisa yang menyatakan mutu pelayanan keperawatan baik 18%, cukup baik 36% dan tidak baik46%. Sedangkan kepuasan 17% merasa puas dan 66% menyatakan tidak puas. Berdasarkan uji chi-squaredidapatkan hasil r sebesar 0,049 p value = 0,001 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikanantara mutu pelayanan keperawatan terhadap kepuasan pasienKesimpulan : Terdapat hubungan mutu pelayanan keperawatan terhadap kepuasan pasien rawat inap RumahSakit Umum Daerah Kabupaten Bengkayang Tahun 2018. Bagi Rumah Sakit diharapkan dapat lebihmeningkatkan mutu pelayanan keperawatan dengan melakukan survei kepuasan kepada pasien dan melakukanevaluasi secara berkala.Kata Kunci : Mutu Pelayanan keperawatan, Kepuasan pasie

    PENGARUH EDUKASI PERILAKU HYGIENE IBU TERHADAP PERILAKU IBU (CUCI TANGAN & MEMBERSIHKAN BOTOL SUSU FORMULA) DAN TINGKAT PENGETAHUAN PENYAKIT DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Diare merupakan satu diantara masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat pada umumnyasehingga menyebabkan peningkatan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita yang dapat dikendalikan melaluiupaya promotif dengan memberikan edukasi perilaku hygiene ibu, sehingga dapat mengubah perilaku hygiene ibu (cucitangan dan membersihkan botol susu formula) ke arah yang lebih baik dan meningkatkan pengetahuan penyakit diare padaanak balita.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh edukasi perilaku hygiene ibu terhadap perilaku ibu (cuci tangan dan membersihkanbotol susu formula) dan tingkat pengetahuan penyakit diare pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Perumnas IIPontianak.Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pre test and post test without controldengan jumlah sampel 16 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran nilai perilaku dan tingkatpengetahuan sebelum dan setelah diberikan intervensi berupa edukasi perilaku hygiene.Hasil : Setelah diberikan edukasi perilaku hygiene ibu menunjukkan adanya peningkatan nilai perilaku dan pengetahuanyang dilakukan dengan uji Mcnemar p value= 0,031 pada perilaku ibu dan uji Marginal Homogeneity p value= 0,005 padatingkat pengetahuan. Kesimpulan : Ada pengaruh edukasi perilaku hygiene ibu terhadap perilaku ibu (cuci tangan dan membersihkan botol susuformula) dan tingkat pengetahuan penyakit diare pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak.Kata Kunci : Diare, Edukasi, Perilaku Hygiene, PengetahuanReferensi : 40 (2010-2018

    ANALISIS PENERAPAN PROSES ASUHAN KEPERAWATAN TERKAIT MANAJEMEN NYERI TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA

    Get PDF
    Nyeri merupakan masalah yang paling sering dialami pasien. Penanganan untuknyeri itu sendiri yaitu dengan dilakukannya pelayanan asuhan keperawatan yangdilakukan secara akurat dan sistematis. Sehingga, akan memberikan penanganannyeri yang efektif dan memberikan efek pada kepuasan pasien. Di rumah sakitUniversitas Tanjungpura terdapat beberapa pasien dengan nyeri namun untukproses asuhan tidak dilakukan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui penerapan proses asuhan keperawatan terkait manajemen nyeriterhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura. Denganmenggunakan kuantitatif deskriptif menggunakan pendekatan Cross Sectional.Dengan melakukan observasi atau pengumpulan data secara bersamaan pada 76pasien yang mempunyai diagnosa keperawatan nyeri. Instrumen yang digunakanberupa studi dokumentasi rekam medis dan kuisioner kepuasan pasien. Jenisanalisis yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ChiSquaretidak terdapat hubungan antara dua variabel tersebut dengan nilai PValue=0,534 (>0,05). Sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antarapenerapan proses asuhan keperawatan terkait manajemen nyeri terhadap kepuasanpasien di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura.Kata kunci : Asuhan Keperawatan, Nyeri, Kepuasan Pasie

    PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA DIWLAYAH KERJA UPK PUSKESMAS ALIANYANG

    Get PDF
    Latar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan keadaan ketika kadar kolesterol dalam darah ≥ 200mg/dl. Di Wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyang masih banyak penderita hiperkoleterolemia yangmasih belum mengetahui tentang pengobatan komplementer untuk menurunkan kadar koleterol yangtinggi. Pengobatan komplementer hiperkoleterolemia adalah terapi bekam basah. Kandungan darahyang dikeluarkan pada saat proses pembekaman mengadung darah kotor, plak-plak, zat toksik yangmenempel pada pembuluh darah yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh termasuk kolesterol.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol padapenderita hiperkoleterolemia di wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyang Kota Pontianak.Metode : Kuantitatif dengan desain Pre Eksperimen dengan rancangan One Group Pre-Test andPost-Test. Sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlahresponden 14 orang. Analisis statistik penelitian ini menggunakan Uji T berpasangan dan ujiWilcoxon, dengan tingkat signifikan kolesterol total p 0,05.Hasil : Diketahui bahwa rerata usia responden yaitu 47,29 tahun, dengan usia termuda 45 tahun danusia tertua responden 57 tahun. Rerata IMT responden yaitu 23,86 dengan IMT terendah 17 dan IMTtertinggi responden 33. Berdasarkan uji statistik uji T berpasangan Koletesrol total, triglyserida danLDL didapatkan nilai p kolesterol total p = 0,612, triglyserida p = 0,242, LDL = 0,396. Berdasarkanuji Wilcoxon HDL didapatkan hasil p = 0,71.Kata kunci : Hiperkolesterolemia, Terapi Bekam, Penurunan Kadar Kolesterol

    GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP HIV/AIDS DI SMKN 7 PONTIANAK TIMUR

    Get PDF
    Latar belakang: Menurut Dinkes Kota Pontianak prevalensi HIV/AIDS diKalbar pada tahun 2015 mencapai 156 kasung dan tahun 2016 mencapai 120kasus. HIV bersumber dari pola hidup yang kurang baik dan tidak sehat. MenurutUnicef Indonesi, pengetahuan remaja tentang HIVAIDS mengalami peningkatanakan tetapi masih terbatas. Hal tersebut dikarenakan sumber dan prosespenyampaian informasi masih kurang baik dan benar, sehingga pengetahuan dansikap sampai perilaku terhadap HIV/AIDS masih dikategorikan kurang.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja terhadapHIV/AIDS di SMKN 7 Pontianak Timur.Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif denganpendekatan Cross Sectional. Teknik pemilihan populasi menggunakan populasiterjangkau dan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive samplingberjumlah 115 orang serta ada beberapa responden yang mengundurkan dirisehingga subjek dalam penelitian berjuamlah 104 orang. Instrumen penelitianyang digunakan adalah lembar kuesioner pengetahuan dan sikap terhadapHIV/AIDS.Hasil: Nilai rata-rata dan nilai tengah pada gambaran pengetahuan tentangHIV/AIDS adalah 4,45 dan 5,00. Sedangkan nilai rata-rata dan nilai tengah padasikap terhadap HIV/AIDS adalah 4,66 dan 5,00Kesimpulan: Gambaran pengetahuan dan sikap remaja terhadap HIV/AIDS diSMKN 7 Pontianak Timur dikategorikan kurang. Karena nilai rata-rata kurangsama dengan nilai tengahKata kunci: pengetahuan, sikap, remaja dan HIV/AID

    PERSEPSI IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI MEASLES-RUBELLA (MR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RASAU JAYA STUDI KUALITATIF: FENOMENOLOGI TRANSENDEN

    Get PDF
    Latar Belakang: Ibu-ibu berpersepsi bahwa imunisasi Measles-Rubella (MR) tidak bolehdiberikan kepada anak mereka karena mendengar isu bahwa imunisasi MR haram. Persepsitersebut dapat menghambat target pencapaian keberhasilan pemberian imunisasi MeaslesRubella(MR).Tujuan:MengeksplorasipersepsiibuterhadappemberianimunisasiMeasles-Rubella(MR)Metode:Penelitiankualitatifdeskriptifmenggunakanmetodewawancarain-depthinterview(wawancaramendalam) dengan pendekatan fenomenologi transenden. Penelitian dilakukandengan 5 orang partisipan yang memiliki anak usia 9 bulan hingga < 15 tahun di Desa RasauJaya yang diambil menggunakan purposive sampling (variasi maksimal). Triangulasidilakukan pada 5 orang partisipan, 1 orang Kepala Kader Paysandú, dan 1 orang KepalaProgram Imunisasi Puskesmas Rasau Jaya. Pernyataan partisipan dicatat denganmenggunakan perekam suara, dan kemudian dirangkapkan, ditafsirkan, dan dikategorikan,sehingga dapat membentuk tema.Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan tiga tema, yaitu faktor-faktor yang menghambatpemberian imunisasi Measles-Rubella (MR), faktor-faktor yang mendukung pemberianimunisasi Measles-Rubella (MR), dan penanganan pasca imunisasi.Kesimpulan: Persepsi keluarga mempengaruhi keputusan ibu dalam memberikan imunisasiMeasles-Rubella (MR). Salah satu yang dapat menghambat pemberian imunisasi MR adalahpersepsi negatif mengenai imunisasi MR. Sedangkan faktor yang dapat mendukungpemberian imunisasi MR salah satu diantaranya adalah adanya kemauan anak untukimunisasi meskipun ada yang terpaksa karena takut terhadap jarum suntik. Keluhan pascaimunisasi yang dialami anak seperti demam dan bengkak di area penyuntikan diobatimenggunakan bawang merah dan obat herbal

    HUBUNGAN PERAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIT H. HUSIN II KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu kondisi peningkatan tekanan dipembuluh darah yang terjadi secara terus-menerus dan tergolong penyakit yangtidak dapat disembuhkan namun harus selalu dikontrol dengan mengonsumsi obatantihipertensi secara teratur. Prevalensi hipertensi diperkirakan pada tahun 2025meningkat sebanyak 60%. Penggunaan terapi antihipertensi saja tidak cukupapabila tidak didukung dengan kepatuhan. Dalam pengobatan penyakit kronisseperti hipertensi yang memerlukan pengobatan jangka panjang umumnyaditemukan masalah ketidakpatuhan. Diperkirakan bahwa 50-70% orang tidakmenggunakan obat antihipertensi seperti yang telah ditentukan. Hubungan yangkurang baik antara pasien dengan petugas kesehatan dapat menjadi satu diantarafaktor penghalang yang mempengaruhi kepatuhan. Hal ini dikarenakan peran atausikap seorang petugas kesehatan berkontribusi sebanyak 50% terhadap kualitaspenerimaan perawatan oleh pasien.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran petugas kesehatan terhadapkepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi di Wilayah KerjaPuskesmas Parit H. Husin II Kota Pontianak.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desainpenelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan metode purposivesampling dengan jumlah sampel 44 responden. Pengumpulan data dilakukandengan melakukan pengukuran nilai peran petugas kesehatan dan kepatuhanminum obat antihipertensi kepada responden.Hasil: Berdasarkan karakteristik responden diperoleh 31,8% responden berusia>65 tahun, berjenis kelamin perempuan (56,8%), pendidikan terakhir SMA(34,1%), status pekerjaan pensiunan (40,9%), peran petugas kesehatan baik(77,3%), dan kepatuhan minum obat rendah (84,1%). Analisis bivariat dengan ujiFisher didapatkan nilai p=0,649 (p>0,05).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan peran petugas kesehatan terhadapkepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi di Wilayah KerjaPuskesmas Parit H. Husin II Kota Pontianak.Kata Kunci : Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Peran Petugas Kesehata

    EFEKTIVITAS ANTARA PEMBERIAN JUS MENTIMUN DAN REBUSAN SELEDRI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PERUMNAS II KECAMATAN PONTIANAK BARAT

    Get PDF
    Latar Belakang : Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang abnormal, seseorang dikatakan mengalamihipertensi apabila tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Terdapat sekitar 9,4% kematian di seluruh duniadisebabkan oleh timbulnya komplikasi dari hipertensi tak terkontrol seperti penyakit iskemik jantung dan stroke.Hipertensi dapat diatasi dengan pemberian terapi komplementer yang dapat menurunkan tekanan darah adalahpenggunaan jus mentimun dan rebusan seledri yang memiliki kandungan kalium dan pthalides.Tujuan : Untuk mengetahui keefektifan antara pemberian jus mentimun dan rebusan daun seledri untukmenurunkan tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Perumnas II Kecamatan Pontianak Barat.Metode : quasi eksperimen design dengan rancangan pre test and post test nonequivalent control group design.Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dengan cara memilih sampel sesuai dengan kriteria inklusidan eksklusi. Dengan jumlah sampel 32 responden. Teknik analisa data menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil : Analisa Univariat rentang usia responden adalah 34-59 tahun dengan lansia awal sebanyak 17 orang.Jumlah responden terbanyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 orang (87,5%). Pekerjaan terbanyakyaitu ibu rumah tangga (84,4%). Analisa bivariat dengan menggunakan Uji Wilcoxon didapatkan nilai p value adalah <0,05 didapatkan hasil bahwa terdapat penurunan setelah diberikan intervensi pada kedua kelompok.Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan efektivitas antara jus mentimun dan rebusan daun seledri terhadappenurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Perumnas II Kecamatan Pontianak Barat.Kata Kunci : Hipertensi, rebusan seledri, jus mentimunReferensi : 38 ( 2006-2018

    310

    full texts

    328

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ProNers
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇