Jurnal ProNers
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN TIMBANG TERIMA KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Latar Belakang: Tingginya angka kejadian tidak diinginkan disebabkan oleh komunikasiyang tidak akurat antar perawat. Komunikasi efektif antar perawat dapat dilakukan saatpergantian shift jaga atau timbang terima pasien. Perawat harus memiliki motivasi yangtinggi dalam bekerja karena berhadapan selama 24 jam bersama pasien. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan motivasi kerja terhadap pelaksanaan timbangterima keperawatan di RSP UntanMetode: Penelitian kuantitatif yang berdasarkan waktu termasuk dalam penelitian crosssectional dimana pengambilan data dilakukan dalam satu waktu yang sama. Jumlahsampel 36 responden menggunakan teknik probability sampling dengan metodepengambilan sampel stratified random sampling. Analisa data menggunakan ujiKolmogor ov Smirnov.Hasil: Sebagian besar responden adalah perempuan dengan presentase 77,8%. Jumlahkeseluruhan responden yang berusia 26-32 tahun 55,5%, sebanyak 36,1% respondenadalah PNS dan jumlah responden yang masa kerja 1-5 tahun sebesar 88,9%.Berdasarkan hasil analisis bivariate antara Motivasi Kerja Perawat dan PelaksanaanTimbang Terima Keperawatan diperoleh hasil p=0,634 (>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara motivasi kerja perawat terhadappelaksanaan timbang terima keperawatan di ruang rawat inap Penyakit Dalam dan Anak,Nifas, Bedah dan ICU di RSP Universitas Tanjungpura.Kata Kunci : Motivasi Kerja, Timbang Terim
HUBUNGAN AKTIVITAS SEHARI-HARI (ACTIVITY OF DAILY LIVING) TERHADAP KADAR GULA DARAH PUASA PADA PENDERITA DIABETES TIPE 2
Latar belakang : Aktivitas sehari-hari merupakan aktivitas fisik yangmenggerakan otot untuk mengeluarkan energi. Pada saat melakukanaktivitas fisik, kebutuhan otot terhadap glukosa sebagai bahan bakar akanmeningkat, sehingga terjadi peningkatan dalam pemakaian glukosa olehotot. Aktivitas terbukti memiliki peran penting dalam mengendalikan kadargula darah.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas sehari-hari dengankadar gula darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2 di PoliPenyakit Dalam RSUD Sultan Syarief Mohamad Alkadrie Pontianak Kota.Metode : Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional.Sampel 79responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner. Analisa uji chi square dengan nilai p = >0,05. Hasil : Responden wanita lebih banyak 63%, usia terbanyak 60-80 tahun(53,2%), Suku Melayu sebanyak 41,82%, Pekerja Ibu Rumah Tanggasebanyak 34,4%, Indeks Massa Tubu (IMT) pada overweight sebanyak54,4%, Gula Darah Puasa pada kadar buruk sebanuak 74,7%, tidak adariwayat keluarga 67,1% serta hasil Activities Daily Living dalam kondisiburuk sebnayak 50,6%. Uji chi-square didapatkan nilai p = 0, 560 (p>0,05).Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara aktivitas sehari-hari dengan kadargula darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Poli PenyakitDalam RSUD Sultan Syarief Mohamad Alkadrie Pontianak Kota.Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Aktivitas Sehari-hari, Gula darahpuasa.Referensi : (2005-2017
EFEKTIVITAS BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA KELOMPOK RESIKO HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK KOTA
Latar Belakang : Hipertensi menyebabkan komplikasi yang dapat mengancam kehidupan individu. Meningkatnya kejadian hipertensi dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup sehat seperti berolahraga. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dalam mencegah faktor resiko hipertensi dapat dilakukan latihan brisk walking exercise.Tujuan : Mengetahui Efektivitas Brisk Walking Exercise terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Kelompok Resiko Hipertensi.Metode : Rancangan quasi eksperimen pendekatan pre test and post test with control group. Jumlah sampel 36 responden menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon pada tiap kelompok dan uji Mann Whitney antara dua kelompok.Hasil : Tekanan darah sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi, didapatkan nilai p = 0,038 pada sistolik dan p = 0,020 pada diastolik. Tekanan darah sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol, didapatkan nilai p = 0,083 pada sistolik, sedangkan nilai p = 0,362 pada diastolik. Perbedaan tekanan darah sesudah pada kelompok intervensi dan kontrol, sistolik didapatkan nilai p = 0,678 dan diastolikp = 0,285.Kesimpulan : Ada pengaruh brisk walking exercise terhadap perubahan tekanan darah pada kelompok resiko hipertensi di Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota, dan tidak terdapat perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi dan kontrol
PENGARUH BERMAIN ORIGAMI TERHADAP TINGKAT KOOPERATIF ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUANG RAWAT INAP ANAK RSUD M.TH.DJAMAN SANGGAU
Latar Belakang : Pada anak yang dihospitalisasi masih banyak yang menunjukkan sikapyang tidak kooperatif dalam menerima perawatan. Hospitalisasi merupakan krisis bagi anak,terutama karena adanya stres, ketakutan dan kecemasan sehingga bila tidak ditangani segeramaka anak akan melakukan penolakan terhadap perawatan dan pengobatan yang diberikan.Intervensi yang dapat diberikan pada anak yang kurang kooperatif untuk dilakukan tindakankeperawatan yaitu dengan memberikan permainan terapeutik, seperti bermain origami.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh bermain origami terhadap tingkat kooperatif anakusiaprasekolah di ruang rawat inap anak RSUD M.Th.Djaman Sanggau.Metode :Kuantitatifdengan menggunakan desain penelitian pre-eksperimental rancangan onegroup pretest postest, tanpa ada kelompok pembanding (control).Sampel menggunakanrumus analitis kategorik berpasangandengan jumlah sampel sebanyak 25 responden. Ujistatistik yang digunakan adalah wilcoxon dengan nilai p < 0,05.Hasil :Hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p value0,005 (P<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada perubahan yang signifikan pada tingkatkooperatif anak usia praskolah sebelum dan setelah diberikan bermain origami.Kesimpulan :Ada pengaruh antara bermain origami terhadap tingkat kooperatif anak usiaprasekolah di Ruang Rawat Inap Anak RSUD M. Th. Djaman Sanggau
PENGARUH TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PERUBAHAN SKOR DEPRESI PADA ORANG DENGAN HIV-AIDS (ODHA) DI RUMAH SAKIT JIWA SUNGAI BANGKONG
Latar Belakang : Human Imunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yangmenyerang sel-sel darah putih yang berperan pada sistem kekebalan tubuhmanusia. Permasalahan yang cenderung terjadi pada Orang dengan HIV-AIDS(ODHA) salah satunya adalah depresi. Secara tidak langsung depresi pada ODHAberdampak pada fungsi kekebalan tubuhnya dimana ditandai dengan penurunanjumlah sel T-Helper (CD4) dan kepatuhan terhadap pengobatan ARV sertamengakibatkan tekanan emosional (energi negatif) dalam tubuh. Depresi dapatdiatasi salah satunya dengan melakukan terapi SEFT. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi SEFT terhadap perubahan skor depresipada ODHA di Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan time seriesdesign. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive samplingdengan sampel sebanyak 22 responden. Instrumen penelitian menggunakankuesioner Beck Depression Inventory (BDI)-II. Analisa data menggunakan pairedt-test.Hasil : Analisa bivariat menggunakan paired t-test didapatkan nilai mean padapre test 17,32 dan post test 6,32 serta nilai p value sebesar 0.000 (< 0,05). Hasilini menunjukkan terdapat pengaruh terapi SEFT terhadap perubahan skor depresipada orang dengan HIV-AIDS (ODHA).Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha)dalam penelitian ini diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh terapiSEFT terhadap perubahan skor depresi pada ODHA di Rumah Sakit Jiwa SungaiBangkong. Terapi SEFT dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapikomplementer dalam memberikan asuhan keperawatan pada ODHA yangmengalami depresi.Kata Kunci : ODHA, SEFT, Depresi
PENGARUH KOMPRES ALOE VERA TERHADAP SUHU TUBUH ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN DEMAM DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR
Latar Belakang: Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah kasus demam padaanak mencapai 62%. Penatalaksanaan pada demam dapat berupa terapi non farmakologi.Salah satu terapi non farmakologi dari demam adalah pemberian kompres menggunakanlidah buaya. Lidah buaya mengandung lignin dan saponin yang dapat memvasodilatasi kulitdan menurunkan suhu tubuh. Tujuan: Mengetahui pengaruh kompres lidah buaya terhadap perubahan suhu tubuhpenderita demam usia pra sekolah di wilayah kerja puskesmas siantan hilir. Metode: Penelitian ini menggunakan one group pretest posttest dengan subjek 16 oranganak berusia 3 – 6 tahun yang mengalami demam dan tinggal di wilayah kerja PuskesmasSiantan Hilir. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability samplingdengan metode purposive sampling. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian kompreslidah buaya pada dahi selama 15 menit. Pengukuran suhu menggunakan termometer digital.Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxon menyatakan bahwa pemberiankompres lidah buaya berpengaruh terhadap perubahan suhu tubuh pada penderita demamdengan nilai p value = 0,001 (α < 0,05) dengan penurunan suhu sebesar 0,488 ºC. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan pada suhu tubuh penderita demam sebelum dansetelah pemberian kompres lidah buaya di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Hilir. Kata Kunci : Demam, Kompres aloe vera, Penurunan suhu tubuh. Reverensi : 78 (2006 – 2017
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TINGKAT DEPRESI ANAK DIDIK DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II B KABUPATEN KUBU RAYA
Latar Belakang : Anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) akan merasakan cemas akibatproses hukum yang dijalani, yang apabila tidak diatasi dapat menimbulkan depresi. Depresimerupakan suatu kondisi dimana manusia mengalami gangguan alam perasaan (mood) yangditandai dengan kemurungan, kelesuan, tidak adanya gairah hidup, sampai perasaan putus asa.Depresi yang terjadi pada ABH yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) belummendapatkan penanganan khusus. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membantumengatasi depresi adalah dengan terapi tertawa. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada anak didik diLembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Kabupaten Kubu Raya.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi eksperiment dengan metode pretest andposttest without control group, yang dilakukan pada 14 anak didik yang mengalami depresi.Tingkat depresi diketahui dengan mengisi kuesioner Beck Depression Inventory II (BDI-II).Hasil : Sebelum diberikan terapi diketahui tingkat depresi paling tinggi adalah depresi sedangsebanyak 57,1% dan paling rendah pada tingkat depresi berat sebanyak 7,1%, kemudian setelahdiberikan terapi diketahui tingkat depresi paling tinggi adalah depresi ringan dan normal denganmasing-masing 42,9% dan paling rendah pada tingkat depresi sedang yaitu 14,3%. Hasil ujimarginal homogeneity menunjukkan nilai p = 0,006 (<0,05).Kesimpulan : Terdapat pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada anak didik diLembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Kabupaten Kubu Raya. Sehinggadirekomendasikan menggunakan terapi tertawa sebagai terapi rutin.Kata Kunci : Depresi, tertawa, remaj
PENGARUH PEMBERIAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) PADA AREA TERTEKAN UNTUK MENCEGAH LUKA TEKAN PADA PASIEN TIRAH BARING
Latar Belakang: Tirah baring dalam waktu yang lama menyebabkan perubahanfisiologis pada sistem tubuh pasien, salah satunya perubahan pada sistem integumen yaitumunculnya luka tekan. Luka tekan dapat berefek terhadap penurunan kualitas hidup,nyeri, peningkatan angka mortalitas dan morbiditas, perpanjangan waktu perawatan sertapeningkatan biaya pengobatan. Luka tekan dapat dicegah dengan menjaga integritas kulitmelalui penggunaan pelembab, salah satunya dengan menggunakan virgin coconut oil(VCO).Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian virgin coconut oil (VCO) pada areatertekan untuk mencegah terjadinya luka tekan pada pasien tirah baring di ICU.Metode: Kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian quasi eksperimen,pendekatan pre and post control group design. Pengambilan sampel dengan metode nonprobability sampling dengan cara accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 22responden yang terbagi atas 11 orang kelompok intervensi dan 11 orang kelompokkontrol. Hasil: Penelitian ini tidak dapat dilakukan analisa bivariat dengan uji statistikMcNemar/chi square karena hanya didapatkan 1 kategori pada hasil pretest dan posttestyakni tidak terjadi luka tekan. Namun, berdasarkan hasil observasi yang didapatkanselama penelitian peneliti berpendapat bahwa ada pengaruh antara pemberian VCO(Virgin Coconut Oil) terhadap kejadian luka tekan.Kesimpulan: Tidak ada kejadian luka tekan pada saat dilakukan pretest dan posttest padakelompok intevensi dan kelompok control.Kata Kunci: Tirah Baring, Luka tekan, VCO (Virgin Coconut Oil
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT TERHADAP PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN SPIRITUAL PADA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RST KARTIKA HUSADA KUBU RAYA
Latar Belakang : Asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat dituntut memperhatikan individu sebagai makhluk bio-psiko-sosio-spiritual. Asuhan keperawatan spiritual penting agar dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Motivasi yang baik dapat memampukan perawat untuk memberikan asuhan keperawatan spiritualTujuan : Mengetahui hubungan motivasi perawat terhadap pemberian asuhan keperawatan spiritual pada pasien di ruang rawat inap RST Kartika Husada Kubu Raya.Metodologi Penelitian : Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik menggunakan design cross-sectional pada 52 perawat yang diukur menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi spearmen.Hasil : Mayoritas responden memiliki motivasi yang tinggi (55,8%) dan mayoritas responden memberikan asuhan keperawatan spiritual dengan baik (63,5%). Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi sedang antara motivasi perawat terhadap pemberian asuhan keperawatan spiritual pada pasien di ruang rawat inap RST Kartika Husada Kubu Raya dengan nilai p= 0,000 (<0,05) dan r= 0,509Kesimpulan : Terdapat hubungan antara motivasi perawat terhadap pemberian asuhan keperawatan spiritual pada pasien di ruang rawat inap Dahlia, Sambiloto, Melati, Paviliun, dan Kenanga RST Kartika Husada Kubu Raya sehingga hendaknya perawat meningkatkan motivasi kerja untuk memberikan asuhan keperawatan spiritual pada pasien Kata kunci : Motivasi Perawat, Asuhan Keperawatan Spiritua
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP IBU HAMIL TRIMESTER III MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKADANA
Latar belakang: Melakukan Antenatal Care (ANC) merupakan salah satu faktorpenunjang untuk menurunkan angka kematian ibu. Angka kematian ibu di Indonesia yangmencapai 228/100.000 dan target yang ingin dicapai pada Millenium Development Goals(MDGs), yaitu sebesar 110 per 100.000 kelahiran hidup. Sekarang MDG’s telah digantidengan SDG’s, SDGs adalah (a) sebuah kesepakatan pembangunan baru penggantiMDGs. Masa berlakunya 2015–2030; (b) sebuah dokumen setebal 35 halaman yangdisepakati oleh lebih dari 190 negara; (c) berisikan 17 goals dan 169 sasaranpembangunan. Antenatal Care (ANC) yang baik dan sedini mungkin akan mencegahkematian ibu dan bayi serta dapat meningkatkan kualitas ibu hamil. Pengetahuanmerupakan indikator seseorang dalam melakukan suatu tindakan, orang tersebut akanmemahami pentingnya menjaga kesehatan dan memotivasi diri untuk diaplikasikan dalamkehidupannya. Motivasi ibu hamil untuk melakukan kunjungan kehamilan perluditingkatkan mengingat pentingnya hal tersebut dan memenuhi kebutuhan ibu hamilsebaik mungkin dan sedini mungkin melalui promosi dan preventif misalnya pemeriksaankehamilan sebaiknya dilakukan minimal 4 kali selama kehamilan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor-faktor yangberpengaruh terhadap ibu hamil trimester III melakukan kunjungan antenatal care diWilayah Kerja Puskesmas Sukadana.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desainobeservasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 39ibu hamil trimester III. Pada penelitian ini sampel dipilih dengan cara Total Sampling.Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Analisa statistik yang digunakan untukmenguji hipotesa adalah uji chi-square.Hasil: Responden dengan pengetahuan baik sebanyak 56,4%, responden denganmotivasi tinggi sebanyak 61,5% dan ibu yang tidak melakukan kunjungan antenatal carelengkap sebanyak 59%. Hasil uji chi-square pengetahuan diperoleh nilai signifikan p =0,001 (p<0,05) dan hasil uji chi-square motivasi diperoleh nilai signifikan p = 0,005(p<0,05). Pada analisis multivariate didapatkan faktor penyebab paling dominan yaitupengalaman.Kesimpulan: Terdapat hubungan pengalaman, pengetahuan dan motivasi terhadapkunjungan antenatal care di Wilayah Kerja Puskesmas Sukadana. Kata Kunci: Motivasi, Ibu Hamil, Kunjungan Antenatal Care