Jurnal ProNers
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN SUPERVISI DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT TK II KARTIKA HUSADA KUBU RAYA
Latar Belakang : Dokumentasi asuhan keperawatan adalah catatan keperawatan yang memberiinformasi mengenai keadaan klien. Dokumentasi dapat menjadi bukti tanggung jawab dantanggung gugat seorang perawat. Dalam memastikan dokumentasi yang baik supervisi berperandalam proses pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dalam memastikan apakah sudahberjalan sesuai tujuan dan standar yang telah dibuat.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan supervisi dengan pendokumentasian asuhan keperawatandi ruang rawat inap rumah sakit tingkat II Kartika Husada Kubu Raya.Metode : Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel menggunakan metode dari TaroYamane. Jumlah sampel 40 responden. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dengannilai p < 0,05.Hasil : Responden terbanyak berjenis kelamin perempuan dengan 77,5%, responden terbanyakberdasarkan tingkat pendidikan adalah lulusan D3 keperawatan dengan 87,5%, usia respondenyang paling banyak adalah 21-30 tahun dengan 87,5%, masa kerja responden yang banyak adalah1-5 tahun dengan 77,55, dan uji statistik didapatkan nilai p = 0,027.Kesimpulan : Ada hubungan supervisi dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. Supervisiyang baik memiliki hubungan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan yang baik.Kata Kunci : Perawat, supervisi, dokumentasi asuhan keperawatan
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN PERIKSA PAYUDARA SENDIRI DENGAN METODE SMALL GROUP DISSCUSSION TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA DI SMP NEGERI 2 PONTIANAK
Latar Belakang : Tahun 2014 sampai 2017 terdapat 1.564 orang menderita kanker payudara dan 92diantaranya meninggal akibat penyakit ini. Semua perempuan perlu diinformasikan cara mendeteksidini kanker payudara, salah satu nya adalah SADARI yaitu metode yang paling efektif dan efesienuntuk mendeteksi kanker payudara pada stadium dini. Informasi yang diberikan dapat melaluipromosi kesehatan dengan metode SGD.Tujuan : Mengetahui apakah ada Pengaruh Promosi Kesehatan Periksa Payudara Sendiri (SADARI)Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Metode Small Group Disscussion (SGD) terhadapTingkat Pengetahuan Remaja Tentang “SADARI “Di SMP Negeri 2 Kota Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy experimentmenggunakan pre and post test nonequivalent control group. Teknik sampel yang digunakan adalahprobability sampling. Penelitian di lakukan selama 14 hari dengan 78 responden. Analisis datamenggunakan paired t-test dan Independent simple t-test.Hasil : Karakteristik responden sebagian besar adalah berumur 13 tahun (43,4%). Sebagian besartidak pernah mendapat informasi tentang SADARI (81,5%). Analisa Bivariat dengan Uji Independentsample t-test skor pengetahuan pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi didapatkan nilaip=0,000 (<0,0,05).Kesimpulan : Terdapat Pengaruh Promosi Kesehatan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) SebagaiDeteksi Dini Kanker Payudara Dengan Metode Small Group Disscussion (SGD) terhadap TingkatPengetahuan Remaja Tentang “SADARI “Di SMP Negeri 2 Kota Pontianak.Kata Kunci : SADARI, SGD, Pengetahua
ANALISA PELAKSANAAN ASESMEN PENCEGAHAN RISIKO JATUH PASIEN OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
Latar belakang: Perawat sebagai pemberi asuhan dan berperan dalam asesmen awalpelayanan pasien untuk menghindari kejadian jatuh di rumah sakit. Salah satu dampakyang dapat terjadi ketika pelaksanaan patient safety tidak diberlakukan secara optimaladalah kejadian jatuh dan merugikan pasien serta keluarga. Pelaksanaan asesmenpencegahan resiko jatuh yang sesuai dengan standar akan dapat membantumeningkatkan mutu serta akreditasi rumah sakit itu sendiri.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan asesmen pencegahan risiko jatuhpasien oleh perawat di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak.Metode: Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yangdianalisis dengan menggunakan metode Collaizi. Penelitian pada 5 informan, perawatdengan lama kerja minimal 3 tahun, jenjang Pendidikan terakhir D3 – S1 Ners. Hasil: Dari hasil analisis didapat empat tema. Empat tema tersebut adalah: pelaksanaanasesmen umum secara komprehensif, regulasi manajemen patient safety tidak tersedia,inisiatif kepala ruangan yang merata terkait manajemen patient safety dan dampakregulasi manajemen patient safety yang tidak memadai.Kesimpulan: Pelaksanaan asesmen pencegahan jatuh belum dilakukan dikarenakankebijakan yang belum disediakan oleh pihak manajemen patient safety rumah sakitUniversitas Tanjungpura.Kata kunci: Asemen, Risiko Jatuh, Keselamatan Pasie
HUBUNGAN PENGETAHUAN PENDERITA HIPERTENSI DENGAN PENGENDALIAN FAKTOR RESIKO DI PUSKESMAS KHATULISTIWA PONTIANAK
Pengetahuan atau kognitif merupakan faktor dominan yang sangat penting dalampembentukan tindakan seseorang. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akanlebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Apabilapenderita hipertensi telah memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik terhadappengendalian faktor resiko dan komplikasi dari hipertensi, diharapkan tekanandarahnya tetap dalam batas normal. Peneilitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan pengetahuan penderita hipertensi dengan pengendalian faktor resiko diPuskesmas Khatulistiwa Pontianak. Jenis penelitian kuantitatif dengan desainobservasional analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional.Teknik pengambilan data sampel menggunakan consecutive sampling dengansampel sebanyak 56 responden sesuai dengan criteria inklusi. Setiap respondendiberi kuesioner tentang pengetahuan dan pengendalian faktor resiko hipertensi.Uji yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Hasil uji hipotesis denganmenggunakan uji Spearman Rank, menunjukan hubungan yang signifikan antarapengetahuan penderita hipertensi dengan pengendalian faktor resiko hipertensi (p = 0,000). Terdapat hubungan pengetahuan penderita hipertensi denganpengendalian faktor resiko. Hal ini menunjukan bahwa dengan meningkatkanpengetahuan pasien mengenai hipertensi, dapat mempengaruhi perilaku pasiendalam mengendalikan faktor resiko hipertensi.Kata Kunci :Pengetahuan, Pengendalian Faktor Resiko, Hipertens
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA PENGHUNI ASRAMA MAHASISWA KABUPATEN KUBU RAYA
Latar Belakang: Kalimantan Barat khususnya Kota Pontianak data dari Dinas Kesehatan KotaPontianak menunjukkan jumlah penyakit skabies periode Januari - Juni tahun 2016 jumlahpenderita skabies keseluruhan mencapai 294 orang. Usia 10 – 19 tahun merupakan salah satu usiadengan angka kejadian skabies tinggi. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 13 Januaritentang penderita skabies di Asrama Mahasiswa 13 kabupaten dan kota yang ada di Pontianak,Asrama Kabupaten Kubu Raya merupakan Asrama Mahasiswa dengan angka kejadian skabiestinggi yakni 91,07 %. Personal hygiene atau kebersihan pribadi adalah perawatan diri yangdilakukan untuk mempertahankan kesehatan secara fisik. Personal hygiene ini juga dipengaruhioleh faktor - faktor seperti nilai individu, kebiasaan, kebudayaan, sosial ekonomi, pendidikan,keluarga, tingkat perkembangan dan persepsi seseorang terhadap kesehatanTujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku personal hygiene dengan kejadianskabies pada penghuni Asrama Mahasiswa Kabupaten Kubu Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Sampel yang digunakan sebesar 31 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakantotal sampling. Intrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan danperilaku. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden yang memiliki pengetahuan skabies yang kurang sebanyak 14 responden(45,2 %), Responden yang memiliki perilaku personal hygiene yang kurang sebanyak 16 orang(51,6 %). Hasil analisis X diperoleh nilai signifikan pengetahuan nilai p<0,002 dan perilaku nilaip<0,001.Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dan perilaku personal hygiene dengan kejadianskabies pada penghuni Asrama Mahasiswa Kabupaten Kubu Raya.Kata Kunci 2: Pengetahuan skabies, perilaku personal hygien
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DISMENORE TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI SMP NEGERI 2 SUNGAI AMBAWANG
Latar Belakang : Pendidikan kesehatan dibutuhkan untuk memberikan informasi yang dapatmempengaruhi pengetahuan remaja putri agar remaja yang mengalami dismenore dapatmenanganinya dengan baik sehingga aktivitas mereka tidak terganggu saat menstruasi dan dapatmeningkatkan kesehatan reproduksi.Tujuan : Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang dismenore terhadap pengetahuanremaja putri SMP Negeri 2 Sungai Ambawang.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian semu eksperimen dengan rancanganpenelitian pre and post test nonequivalent control group. Teknik sampling yang digunakan adalahtotal sampling dengan jumlah responden 60 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 30 orangkelompok intervensi dan 30 orang kelompok kontrol.Hasil : Uji Hipotesis dengan Uji t berpasangan menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antarapretest dan posttest pengetahuan pada kelompok intervensi (p= 0,0001), Uji t berpasanganmenunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna pengetahuan pada kelompok kontrol (p = 0,157 ).Uji t tidak berpasangan menunjukkan ada perbedaan yang bermakna pada pengetahuan posttestdiantara kedua kelompok dengan p-value sebesar 0,0001 (<0,05).Kesimpulan : Pendidikan kesehatan tentang dismenore memberikan pengaruh terhadappeningkatan pengetahuan pada remaja putri SMP Negeri 2 Sungai Ambawang.Hasil penelitiandiharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan promosi kesehatan khususnyaedukasi kesehatan reproduksi remaja perempuan.Kata kunci : Pendidikan kesehatan, Dismenore, PengetahuanReferensi:54 (2005-2016
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP KEMAMPUAN PENGKAJIAN RISIKO JATUH PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
Latar Belakang: Salah satu indikator mutu keselamatan pasien dirumah sakit adalahketepatan indetifikasi, khususnya indentifikasi pasien risiko jatuh. Ketepatan indentifikasi ini dapat dilakukan dengan baik apabila perawat mempunyai pengetahuandan kemampun yang baik.Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan kemampuanpengkajian risiko jatuh pada pasien di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura PontianakMetode: Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental bersifat analitik denganpendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 30 responden denganmenggunakan tehnik total sampling. Data tersebut dianalisa dengan menggunakan ujiFisher Exacts. Hasil: 12 perawat yang memiliki tingkat pengetahuan baik, 2 perawat mampu melakukanpengkajian risiko jatuh. Kemudian dari 13 perawat yang memiliki tingkat pengetahuancukup, 7 perawat mampu melakukan pengkajian risiko jatuh. Dan dari 5 perawat yangmemiliki tingkat pengetahuan kurang, 4 perawat mampu melakukan pengkajian risikojatuh menggunakan skala Morse dan Humpty Dumpty. Hasil uji Fisher Exact = 0,036 (P<0,005)Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengankemampuan pengkajian risiko jatuh skala Morse dan Humpty Dumpty. Kata Kunci: Pengkajian Resiko Jatuh, Skala Morse dan Humpty Dumpty, Tingkatpengetahua
PENGARUH TEPID SPONGE TERHADAP PERUBAHAN SUHU TUBUH ANAK USIA PRA SEKOLAH DAN SEKOLAH YANG MENGALAMI DEMAM DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTANAK
Latar belakang : Demam merupakan peningkatan suhu tubuh di atas normal yang sering ditemui pada anak. Hal ini menandakan adanya indikasi infeksi virus, bakteri atau penyakit serius lainnya. Setiap tahun terdapat 100 bayi yang berusia kurang dari 12 bulan meninggal karena infeksi. Jumlah tersebut dapat dikurangi jika dilakukan peningkatan pengetahuan dalam penanganan demam. Penanganan demam pada anak dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Salah satu intervensi non farmakologi adalah tepid sponge yang menggabungkan teknik blok dan seka.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh tepid sponge terhadap perubahan suhu tubuh pada anak usia pra sekolah dan sekolah yang mengalami demam di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment dengan rancangan pre and post test without control group. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 16 responden. Data dianalisis menggunakan uji T berpasangan.Hasil : Responden penelitian terbanyak berjenis kelamin perempuan dengan 68,8%, usia responden adalah usia pra sekolah yang berjumlah 25% dan usia sekolah sebanyak 75%. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik yaitu uji T berpasangan yang menunjukkan terjadi perubahan suhu tubuh sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,001 (p<0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh tepid sponge terhadap perubahan suhu tubuh anak usia pra sekolah dan sekolah yang mengalami demam di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP SKOR DEPRESI PADA PENYALAHGUNAAN ZAT PSIKOAKTIF REHABILITASI DI WISMA SIRIH RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SUNGAI BANGKONG DAN REHABILITASI SOSIAL BERBASIS MASYARAKAT RBM BUMI KHATULISTIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Latar Belakang : Depresi merupakan gangguan mental yang bisa terjadi oleh siapapun, termasuk pada orang pengguna zat psikoaktif. Pengaruh zat-zat seperti obat psikoaktif mempengaruhi kerja neurotransmitter sehingga menyebabkan seseorang mengalami gangguan mood atau depresi. Akibatnya mereka sulit mengontrol emosi dan perasaan serta kurangnya minat dalam beraktivitas. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menciptakan kondisi yang rileks dan dapat mengatasi depresi adalah dengan terapi tertawa.Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap skor depresi pada penyalahgunaan zat psikoaktif di Wisma Sirih Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong dan Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat Bumi Khatulistiwa Provinsi Kalimantan Barat Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan pre experiment dalam kategori satu kelompok (one group pretest-posttest design) pada 18 orang penyalahgunaan zat psikoaktif rehabilitasi tanpa kelompok kontrol yang mengalami depresi. Skor depresi diketahui dengan kuisoner BDI-IIHasil : Setelah diberikan terapi tertawa menunjukan adanya penurunan skor Beck Depression Inventory yang ditunjukan oleh uji wilcoxon yang memberikan nilai signifikan p 0,001, nilai mean saat pretest 21,61 dan posttest 13,06Kesimpulan : Kesimpulan pada penelitian ini terdapat pengaruh terapi tertawa terhadap skor depresi pada penyalahgunaan zat psikoaktif di Wisma Sirih Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong dan Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat RBM Bumi Khatulistiwa provinsi Kalimantan Barat. Sehingga direkomendasikan menggunakan terapi tertawa sebagai terapi komplementer dalam mengurangi depresi pada penyalahgunaan zat psikoaktif Kata Kunci : Depresi, Penyalahgunaan Zat Psikoaktif, Terapi Tertaw
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI DESA NANGA KEMANGAI KECAMATAN AMBALAU KABUPATEN SINTANG
Latar Belakang : Periode penting dalam tumbuh kembang anak terjadi pada masa anak dibawahumur 3 Tahun (batita), karena pada masa ini akan mempengaruhi dan menentukan pertumbuhandan perkembangan selanjutnya. Agar anak dapat mencapai pertumbuhan yang optimal, makadiperlukan perawatan yang lebih intensif diantaranya berupa melakukan pijat bayi. Pijat bayimerupakan upaya pemenuhan kebutuhan anak baik secara fisik, kasih sayang . perlu pengetahuanyang baik untuk melakukan pijat bayi tersebut. Tujuan :Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi di Desa NangaKemangai Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang. Metodologi Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan rancangancross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 72 responden. Alat ukur yang digunakan adalahkuisioner. Analisis statistik yang digunakan analisis chi square dengan nilai P< 0,005 Hasil : Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi paling banyak pada kategori baik sebanyak 37responden (51.4%), kategori cukup baik sebanyak 24 responden (33.3%). Sedangkan pada kategorikurang baik sebanyak 11 responden (15.3%).Kesimpulan :Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat pada kategori baik sebanyak (51.4%), kategori cukup baik sebanyak (33.3%) dan pada kategori kurang baik sebanyak (15.3%).Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Pijat Bay