Jurnal ProNers
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
MEDIA EDUKASI KESEHATAN TENTANG MEROKOK YANG TEPAT UNTUK REMAJA : LITERATURE REVIEW
Latar belakang : faktor yang mempengaruhi keinginan remaja untuk merokok adalah faktor orang tua, faktor teman dan faktor lingkungan. Apabila faktor tersebut diberikan edukasi dengan menggunakan media edukasi kesehatan yang tepat maka remaja akan mendapatkan pengetahuan yang baik untuk mencegah (preventif) prilaku yang tidak sehat dari merokok tersebut. Tujuan : mengetahui media edukasi kesehatan tentang merokok yang tepat untuk remaja. Metode : jenis penelitian ini adalah penelitian literature review yaitu menganalisi berbagai artikel-artikel yang valid dan relevan dengan topik yang akan di review dan di identifikasi dan diklasifikasi berdasarkan elemen-elemen dari beberapa artikel yang membahas topik yang hampir sama. Hasil : media edukasi kesehatan yang tepat untuk remaja dengan urutan diantaranya yaitu media booklet, media leaflet, media poster, media video, dan media facebook. Kesimpulan : media edukasi kesehatan tentang merokok yang tepat untuk remaja ialah media booklet Kata Kunci : media edukasi kesehatan, merokok, remaja ABSTRACT Background : The factors that affect adolescent's initiation to smoke are from parents, friends, and social around. If those factors are given an education using an appropriate media of health education, then the adolescents will get good knowledge to prevent unhealthy behaviors from smoking. Methods : The type of this research is literature review. It analyzes a variety of valid and relevant articles on the topics that will be reviewed, identified and disqualified based on the elements of some articles that discuss almost the same topics. Result : The media of health Education for teens in sequence are booklet,leaflet, poster, video and facebook. Conclusion : The appropriate media of health education about smoking for teens is booklet media. Key Word: Health Education, Smoking , Adolescent
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PELAKSANAAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT: LITERATUR REVIEW
Latar belakang: Keselamatan Pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesment risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan, analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya, implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko serta mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil. Tujuan: Mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi sasaran keselamatan pasien di rumah sakit karena patient safety. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian literature review, metode yang digunakan adalah penelusuran database pada PubMed, Google Scholar, dan Science Direct dengan rentang periode publikasi tahun 2014 -2020. Hasil: meningkatkan patient safety dirumah sakit agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Kesimpulan: tingkat pengetahuan, sikap, dan fasilitas memengaruhi keselamatan dirumah sakit maka perawat harus mampu mencegah terjadinya insiden keselamatan. Kata kunci: implementasi keselamatan pasien, pengetahuan tentang keselamatan pasien
THE QUALITY OF LIFE CHILDREN WITH STUNTING AGE 2-4 YEARS AT PARIT MAYOR HEALTH CENTER, EAST PONTIANAK
Background: Stunting is a form of malnutrition defined as low height-for-age, it is the result of chronic or recurrent undernutrition. Based on WHO in 2019, globally 21.3% or 144 million children under the age of 5 years of age were stunted. In 2019, for West Kalimantan at Pontianak City, East Pontianak has the highest prevalence of stunting at 20.62% with an estimated 1610 children. Stunted children experience a decrease in quality of life, especially in physiological conditions such as cognitive development and also decreased emotions. Purpose: To know the quality of life children with stunting age 2-4 years at Parit Mayor Health Center, East Pontinak. Method: This was an observational descriptive quantitative study. A sample of 50 children under five was selected for this study by total sampling. Result: the study describe children under five who suffered stunting of life using the measurement of PedsQl questionnaire. The result of analysed, from 50 children under five who answered 18 items question show 33 children (66%) having the quality of their life at risk and 11 children under five who answered the 21 items questions show 7 children (63.6%) were also quality of life at risk. Conclusion: In this study could describe that most of children who is suffered stunting have the quality of their life at risk. At health center
TINGGI BADAN IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA: LITERATURE REVIEW
Stunting adalah keadaan tubuh yang pendek atau sangat pendek yang terjadi karena kondisi tumbuh dan kembang. Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah tinggi badan ibu. Tinggi badan ibu berhubungan dengan pertumbuhan fisik anak. Ibu yang pendek merupakan salah satu satu faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Tujuan : mengidentifikasi hubungan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Metode : Jenis penelitian ini adalah literature review. Literature review dilakukan dengan cara pengidentifikasian dari narasumber dan sumber daya terakreditasi yang relevan dengan tema pembahasan. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan kerangka SPIDER. Pemilihan narasumber dan sumber dilakukan dengan menggunakan kriterian inklusi dan eksklusi. Sumber yang terpilih kemudian dilakukan review. Hasil : Tinggi badan ibu mempunyai pengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Genetik pendek pada ibu, akan mempengaruhi tinggi badan balita. Karakteristik ibu yang memiliki tinggi badan pendek membawa faktor genetika yang menyebabkan stunted, karena gen pembawa kromosom pendek kemungkinan besar akan menurunkan sifat pendek tersebut terhadap anaknya. Tinggi badan merupakan salah satu bentuk dari ekspresi genetik, dan merupakan faktor yang diturunkan kepada anak serta berkaitan dengan kejadian stunting. Kesimpulan : Tinggi badan ibu berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Secara genetik orang tua memiliki gen pewaris dalam kromosom dengan tinggi badan pendek akan menurunkan sifat pendek kepada anaknya, karena genetik seseorang diwariskan dari orang tua melalui gen. Kata Kunci : tinggi badan ibu, stunting, balit
Media Edukasi Yang Tepat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Kepatuhan Diet: Literature Review
ABSTRAK Latar belakang: Edukasi adalah kegiatan penyampaian pesan kesehatan kepada kelompok atau individu dengan tujuan dapat memperoleh pengetahuan yang lebih baik. Media edukasi merupakan alat bantu yang berfungsi dalam menjelaskan sebagian ataupun keseluruhan program pembelajaran yang sulit dijelaskan secara verbal. Media yang dipilih dalam penelusuran literature ini adalah buku saku, leaflet, audiovisual (video), dan media sosial. Tujuan: Mengetahui penggunaan media edukasi yang tepat terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian literature review, metode yang digunakan adalah penelusuran database pada PubMed, Google Scholar, dan Science Direct dengan rentang periode publikasi tahun 2015-2020. Hasil: Media edukasi kesehatan yang tepat untuk penderita diabetes melitus tipe 2 terhadap kepatuhan diet yaitu leaflet. Kesimpulan: Media edukasi yang tepat untuk penderita diabetes melitus tipe 2 yaitu menggunakan media leaflet terhadap kepatuhan diet. Kata Kunci : diabetes melitus tipe 2, kepatuhan diet, media edukasi, pengetahuan
LITERATURE REVIEW: KUALITAS HIDUP PASIEN ASMA
Seseorang dengan asma akan mengalami penurunan kondisi fisik diakibatkan gejala asma yang sering datang, perubahan emosional seperti frustasi, ketakutan, gelisah, cemas, perubahan aktivitas seperti sering terbangun dimalam hari, ketidakhadiran dalam bekerja atau sekolah, faktor lingkungan seperti udara dingin dan kering dapat memicu atau memperburuk gejala sehingga memengaruhi kualitas hidup pasien asma. Metode: Jenis penelitian Narrative review dengan teknik analisa isi data, artikel diperoleh dari database Google Schoolar, ProQuest, sciendirect, ResearchGate dan Ebsco. Hasil: Dari 7 artikel yang dianalisis diperoleh domain gejala-gejala merupakan domain yang sangat memengaruhi kualitas hidup daripada domain lainnya, sedangkan domain rangsangan lingkungan merupakan domain yang sedikit memengaruhi kualitas hidup daripada domain lainnya. Kesimpulan: Domain gejala-gejala dan domain rangsangan lingkungan merupakan domain yang memengaruhi kualitas hidup pasien asma. Kata Kunci: kualitas hidup, asm
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN TERHADAP PENDOKUMENTASIAN DISCHARGE PLANNING DI RUMAH SAKIT TK. II KARTIKA HUSADA
Latar Belakang: Discharge planning adalah proses dimana tim rumah sakit yang berhubungan dengan pasien mengatur pengembalian pasien ke rumah mereka atau pindah ke tempat perawatan lain. Adapun yang mempengaruhi pelaksanaan discharge planning yaitu motivasi perawat dan supervisi kepala ruangan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara motivasi perawat dan supervisi kepala ruangan dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian discharge planning. Metode: Ada hubungan kuantitatif dengan menggunakan cross sectional Instrumen penelitian meliputi angket skala likert dan checklist untuk observasi. Analisis data univariat dan bivariat.Hasil: Dari hasil uji analitik, kinerja perawat dalam pencatatan discharge plan dipengaruhi oleh motivasi dan supervisi yang dilakukan oleh kepala ruangan. Kesimpulan: Terdapat korelasi antara motivasi perawat dan supervisi kepala ruangan terhadap pendokumentasian discharge planning, akan tetapi korelasinya berlawanan arah
STIMULASI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN: LITERATURE REVIEW
Latar Belakang : Stimulasi pada anak sangatlah penting terutama pada perkembangan bahasa anak. Panca indra dan sistim reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap, sehingga anak mampu belajar dengan baik serta keterlambatan perkembangan awal yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari dapat dihindari. Tujuan : Meninjau metode pemberian stimulasi terhadap perkembangan bahasa pada anak usia 1-5 tahun. Metode : Metode penelitian Literature Review, menggunakan framework SPIDER, dengan analisa content analysis. Hasil : Stimulasi perkembangan bahasa anak usia 1-3 tahun dapat dilakukan dengan 1) Parentese dan baby talk, 2) Demonstrasi (meniru dan memperagakan) 3) Label learning. Stimulasi perkembangan bahasa anak usia 3-5 tahun dapat dilakukan dengan 1) Membaca nyaring 2) Melibatkan anak dalam bercerita atau storytelling, 3) Bermain berbasis pembelajaran. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara stimulasi terhadap perkembangan anak dengan menggunakan berbagai metode
APPROPRIATE AND EFFECTIVE METHODS IN PROVIDING HEALTH EDUCATION ABOUT HYPERTENSION FOR THE ELDERLY: LITERATURE REVIEW
Background: Hypertension is still a problem in of health that is often found in various parts of the world. One of the causes that make hypertension cases increase is the lack of public knowledge. The way that can be done to improve one's knowledge is health education by providing appropriate and effective methods so that the information conveyed can be applied properly. Methods: This type of research was is a literature review. Articles were obtained using a database with online searches downloaded on Google Scholar, Research Gate, Pubmed, Proquest, Science Direct, Garuda Portal and Neliti with analysis of the articles used the PICO technique. Results: Using 15 articles that have been analyzed with methods that can be used including the lecture method, guidance and counseling method, group discussion method and interview method. In addition, the combined methods include counseling and interview methods, lecture methods and group discussions, as well as counseling and counseling methods. Conclusion: Appropriate and effective methods in providing health education about hypertension for the elderly are very diverse and need to increasing public knowledge as early as possible to reduce the incidence of hypertension, especially in the elderly
Kemandirian Aktivitas Hidup Sehari-hari Bagi Pasien Pasca Stroke : Studi Literatur
Stroke menimbulkan ketidakmampuan dan kelemahan yang berakibat pada penurunan kemampuan fungsional yang membuat pasien bergantung pada orang. Kemandirian aktivitas hidup sehari-hari pasien pasca stroke sangat penting karena dapat membuat pasien merasa berguna dan bersemangat yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup pada penderita stroke. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemandirian aktivitas hidup sehari-hari bagi pasien pasca stroke. Jenis penelitian ini narrative review, artikel diperoleh dari mesin pencari Google Scholar dan pangkalan data (database) Pubmed, Proquest, PORTAL GARUDA, dan DOAJ. Teknik analisis data menggunakan content analyis. Dari hasil literature review ditemukan 12 artikel yang sesuai dengan kriteria. Analisis menunjukkan bahwa rata-rata pasien pasca stroke mandiri dalam aktivitas hidup sehari-hari seperti makan, mandi, perawatan diri, berpakaian, mengontrol buang air besar/toileting, transfer, mobilitas serta naik dan turun tangga. Pasien pasca stroke membutuhkan dukungan keluarga, motivasi, rehabilitasi, sikap positif, dan informasi/pengetahuan terkait aktivitas sehari-hari. Faktor yang mempengaruhi kemandirian aktivitas sehari-hari pasien pasca stroke yaitu usia, lama menderita stroke, depresi pasca stroke, gangguan kognitif dan defisit propriosepsi. Kesimpulannya aktivitas mandiri yang dapat dilakukan pasca stroke yaitu makan, mobilitas, dan perawatan diri. Pasien pasca stroke membutuhkan dukungan keluarga, motivasi, rehabilitasi, dan pengetahuan terkait aktivitas hidup sehari-hari. Faktor yang signifikan yaitu usia, lama stroke, depresi, dan gangguan kognitif. Kata Kunci: Aktivitas Hidup Sehari-Hari, Kemandirian, Pasca StrokeSoft File Naspub