Jurnal ProNers
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENDERITA HIPERTENSI DENGAN TINGKAT STRES DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS KAMPUNG DALAM PONTIANAK TIMUR
ABSTRAKLatar Belakang : Stres menghasilkan berbagai respon diantaranya respon fisiologis, kognitif, emosi dan tingkah laku. Pada saat stres, hormon adrenalin akan meningkat yang menyebabkan peningkatan tekanan darah dengan adanya kontraksi arteri (vasokontriksi) dan menyebabkan peningkatan denyut jantung. Tujuan : Mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi derajat 1 dengan usia 35-45 tahun di wilayah kerja UPK Puskesmas Kampung Dalam Pontianak Timur. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain cross sectional, responden 57 orang. Metode pemilihan sample menggunakan teknik sampling accidental sampling. instrumen penelitian menggunakan Sphygnomanometer, Stetoskop dan lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji kruskal wallis. Hasil : Pada uji kruskal wallis didapatkan hasil p-value sistolik didapatkan nilai p Value 0,151 (nilai P value lebih dari 0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara Stres dan Hipertensi derajat 1 pada usia dewasa akhir 35-45 tahun dan Tekanan darah diastolik didapatkan nilai p Value 0,76 (nilai P value lebih dari 0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara Stres dan Hiperteni derajat 1 pada usia dewasa akhir 35-45 tahun. Kesimpulan : hasil dari penelitian yang didapatkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi dewasa awal
PENGARUH PURSED LIP BREATHING EXERCISE TERHADAP INTENSITAS SESAK NAPAS PADA PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK
PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) sebagai penyakit yang ditandai oleh keterbatasan jalan udara yang progesif dan terasosiasi dengan respon inflamasi abnormal paru-paru terhadap partikel asing atau gas. PPOK menimbulkan berbagai tingkat gangguan antara lain sesak nafas dan perubahan pola nafas, perubahan postur tubuh. Sesak napas dapat di kurangi dengan pursed lip breathing karena dapat melatih kembali otot pernafasan berfungsi dengan baik serta mencegah disstress pernafasan, meningkatkan fungsi ventilasi pada paru. Tujuan : Mengetahui Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercise Terhadap Intensitas Sesak Napas Pada Penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Di Rsud Dr. Soedarso Pontianak Metode : Penelitian kuantitatif dengan desaian quasi experiment berupa pre and post test without control. Penelitian ini menggunakan consecutive sampling dengan sampel 16 responden yang mengalami sesak napas pada penderita PPOK. Instrumen yang digunakan skala sesak napas skala BORG dan prosedur pursed lip breathing. Hasil : Sebagian besar responden berusia eldrly dengan presentase 93,8%. Laki-laki merupakan jenis kelamin tertinggi 93,8%, dan pendidikan terbanyak adalah SD 43,8%. Analisis bivariat intensitas sesak napas sebelum dan sesudah intervensi didaptkan nilai median sebelum intervensi 4,00 dan sesudah intervensi nilai median 2,00 dan nilai p = 0,000 (p< 0,05) Kesimpulan : Ada Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercise Terhadap Intensitas Sesak Napas Pada Penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Di Rsud Dr. Soedarso Pontianak Kata Kunci : Sesak Napas, PPOK, Pursed Lip Breathing Exerci
ADMINISTRASI OBAT OLEH PERAWAT TERHADAP RISIKO KESELAMATAN PASIEN : LITERATUR REVIEW
Latar Belakang: Pelaksanaan administrasi obat yang dilakukan oleh tenaga kesehatan memiliki risiko keselamatan pasien. Perawat melakukan administrasi obat dengan prinsip 7 benar dalam memberikan obat akan tetapi, pada saat pelaksanaannya masih terdapat medikasi error yang disebabkan karena faktor- faktor seperti komunikasi dokter-perawat, proses farmasi, transkip, lingkungan sosial atau organisasi, faktor staff, tidak mematuhi standar operasional prosedur dan pengetahuan terkait obat. Tujuan: Mendeskripsikan administrasi obat oleh perawat terhadap risiko keselamatan pasien Metode: Penelitian systematic review menggunakan 7 artikel yang diperoleh dari database Google Schoolar, pubmed dan ProQuest dengan teknik SPIDER yang dilakukan esktraksi data berdasarkan nama pengarang, tahun, negara, tujuan, responden, desain, temuan dan implikasi. Hasil: Penelitian ini mendeskripsikan administrasi obat oleh perawat yang masih mengalami kesalahan dalam pemberian obat seperti kesalahan karena obat yang sama, rupa yang sama, nama yang sama, kesalahan dosis, kesalahan waktu, alergi, kesalahan teknik, kelalaian, kesalahan dokumentasi dan kesalahan pasien yang akan berdampak pada keselamatan pasien seperti kerugian bagi pasien berupa perpanjangan hari rawat, ektravasasi dan ketidakcocokan obat atau obat yang inkompatibel mengakibatkan risiko ketidakefektifan, efek samping yang fatal bahkan kematian Kesimpulan: Administrasi obat seperti prinsip pemberian obat masih sering terjadi kesalahan dan akan berdampak pada keselamatan pasien
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK
Latar Belakang: Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi ginjal yang tidak dapat pulih kembali dan bersifat progresif serta irrveversibel, tubuh tidak mampu memelihara metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolitnya akan berakibat pada peningkatan ureum. Penyebab utama terjadinya gagal ginjal kronik yaitu diabetes mellitus dan hipertensi. Masalah yang sering terjadi pada pasien gagal ginjal kronik yaitu kepatuhan pasien. Penyakit ini sangat fatal jika tidak segera ditangani dengan cara yang baik misalnya dengan mematuhi diet karena jika pasien tidak patuh maka menyebabkan kenaikan berat badan 5%, edema, ronchi basah diparu-paru, sesak napas karena kelebihan cairan. Kepatuhan diet harus didukung oleh orang lain serta kesadaran sendiri atau penerimaan diri dengan perubahan saat ini. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik non probability sampling dengan jumlah sampel 57 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner penerimaan diri dan kuesioner kepatuhan diet. Uji statistic yang digunakan adalah uji spearman. Hasil: Berdasarkan uji spearman menunjukkan bahwa tingkat penerimaan diri terhadap kepatuhan diet, P value 0,244 (>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan penerimaan diri dengan kepatuhan diet pasien gagal ginjal kronik yang menajlani hemodialisis.Kata Kunci: Gagal ginjal kronik, penerimaan diri, kepatuhan diet
5 TUGAS KESEHATAN KELUARGA PADA BALITA DENGAN DIARE : LITERATUR REVIEW
Latar belakang : Balita merupakan kelompok yang paling sering mengalami diare. Diare merupakan penyebab kematian terbesar kedua pada balita. Peran keluarga sangat penting dalam upaya penanganan diare meliputi mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan, merawat keluarga yang sakit, memodifikasi lingkungan dan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan : Mengetahui gambaran pelaksanaan 5 tugas kesehatan keluarga berdasarkan literature review. Metode : Menggunakan literature review yaitu proses ringkasan dan penilaian kritis dari sejumlah penelitian dengan topik yang sesuai. Penelitian ini menggunakan 9 jurnal sebagai literatur utama. Hasil : Mayoritas keluarga cukup mampu mengenali masalah kesehatan dan mengambil keputusan, keluarga belum mampu memodifikasi lingkungan untuk mempertahankan status kesehatan, dan keluarga sudah cukup baik dalam pemanfaatan layanan kesehatan ketika balita mengalami diare. Tugas kesehatan keluarga yang memiliki hubungan paling kuat dengan kejadian diare adalah kemampuan memodifikasi lingkungan dan yang paling lemah adalah merawat anggota keluarga yang sakit Kesimpulan : Pelaksanaan 5 tugas kesehatan keluarga pada balita dengan diare sebagian sudah cukup baik.
IMPLEMENTASI INTERPROFESSIONAL COLLABORATION ANTAR TENAGA KESEHATAN YANG ADA DI RUMAH SAKIT INDONESIA ; LITERATURE REVIEW
ABSTRAKLatar Belakang : Kolaborasi Interprofesi atau Interprofessional Collaboration (IPC) merupakan hubungan dari berbagai tenaga kesehatan yang saling berkolaborasi dan bekerjasama untuk memberikan perawatan untuk pasien serta berbagi informasi terkait dengan catatan perkembangan terintegrasi pasien yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Metode : Jenis penelitian literature review dengan teknik analisis data menggunakan content analisys, artikel diperoleh dari database neliti.com, google scholar, PubMED, ResearchGate dan Portal Garuda, dengan menggunakan kata kunci : kolaborasi antar tenaga kesehatan, rumah sakit, interprofesional collaboration, hospital. Hasil : Dari hasil pencarian ditemukan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria. Analisis menunjukkan bahwa Interprofessional Collaboration antar tenaga kesehatan memiliki beberapa dampak seperti dampak pada keselamatan pasien, kepuasan pasien dan kualitas pelayanan rumah sakit, adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan interprofessional collaboration adalah komunikasi, latar belakang tingkat pendidikan yang berbeda dan keterbatasan memahami peran masing-masing. Kesimpulan :Interprofessional Collaboration (IPC) dapat meningkatkan tingkat keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit. Kata Kunci : Kolaborasi antar tenaga kesehatan, Interprofesional collaboration, Rumah sakit
PENGARUH OLAHRAGA SENAM AEROBIK TERHADAP SKOR STRESS PADA REMAJA YANG BERMASALAH DENGAN HUKUM DI PUSAT LAYANAN ANAK TERPADU (PLAT) PONTIANAK
ABSTRAKLatar Belakang: Remaja yang bermasalah dengan hukum memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja yang tidak terlibat proses hukum. Mereka tidak lagi memiliki kebebasan untuk bersikap dan beraktifitas, memikirkan proses hukum, serta jauh dengan keluarga. Salah satu penanganan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan olahraga senam aerobik. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh olahraga senam aerobik terhadap skor stres pada remaja yang bermasalah dengan hukum di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Pontianak. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian quasy eksperiment dengan jenis pre and post test without control pada 20 responden dengan rentang usia 14 – 17 tahun selama 5 kali dalam seminggu. Instrumen menggunakan kuesioner Perceived Stres Scale (PSS) dan jenis analisis menggunakan uji Paired Samples Test. Hasil: Hasil uji Paired Samples Test menunjukkan nilai p = 0,004 (p < 0,05) dengan nilai rata-rata pretest 18,40 dan posttest 17,35, yang berarti terdapat pengaruh olahraga senam aerobik terhadap skor stres pada remaja yang bermasalah dengan hukum di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Pontianak. Kesimpulan: Ada pengaruh olahraga senam aerobik terhadap skor stres remaja yang bermasalah dengan hukum sehingga bisa dijadikan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi atau menurunkan skor stres pada remaja.Kata Kunci : Remaja, Stres, Aerobi
PERAN KOPING DAN ADAPTASI TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI PUSAT KESEHATAN : A LITERATURE REVIEW
Background: Tuberculosis patients have a process of controlling stimuli such as emotional distress due to disease diagnosis, anger, and self-isolation, this behavior can lead to non-compliance in the treatment. Patients with tuberculosis can have a disability in adaptation both at home and the environment in which they live. So that tuberculosis patients need the right coping assistance and the adjustment or adaptation in tuberculosis patients. Objective: To find out the role of coping and adaptation to the compliance of the treatment of pulmonary tuberculosis patients in the Health Service Center. Methods: Literature review of the role of coping and adaptation to the treatment compliance of tuberculosis patients. The sources obtained through search using Google Scholar, Researchget, Pubmed, and Garuda Portal, using theanalysis method SPIDER. Results: There were 9 articles related to the role of coping and adaptation to the treatment compliance of tuberculosis patients. A good coping process can trigger a response in the face of stimulus so that it will produce an adaptation function. Coping and adaptation are a unity so that the creation of adherence to the treatment of tuberculosis. Conclusion: There is a coping and adaptation assessment of the treatment compliance of tuberculosis patients in the health care center. The better the coping, the better the adaptation in tuberculosis patients so that the higher the rate of treatment adherence. Keywords: Coping, adaptation, compliance and tuberculosis
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA KABUPATEN KUBU RAYA
Latar Belakang: Lanjut usia dianggap sebagai seseorang yang mengalami berbagai macam penurunan fungsi kehidupan salah satunya adalah kualitas tidur yang buruk. Masalah kualitas tidur dapat diatasi melalui aromaterapi. Jenis aromaterapi lavender dipilih karena mengandung linalool dan linalyl asetat yang berfungsi sebagai sedatif untuk mengatasi kualitas tidur.Metode: Jenis penelitian ini pre test and post test with control group pada 34 responden. Instrumen penelitian menggunakan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) untuk menilai kualitas tidur. Pemberian aromaterapi lavender dilakukan 7 hari berturut-turut. Uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon dan Paired T test.Hasil: Pada kelompok intervensi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (52,9%) sedangkan pada kelompok kontrol adalah laki-laki (64,7%). Usia terbanyak pada kedua kelompok adalah usia manula, sebanyak 41,2% di kelompok intervensi dan 76,5% di kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi didapatkan nilai p value = 0,000414, sedangkan pada kelompok kontrol nilai p=0,120. Pada uji Mann Whitney didapatkan nilai p value = 0,001.Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lavender membantu meningkatkan kualitas tidur lansia yang memiliki kualitas tidur buruk
PENERAPAN METODE SERVICE EXELLENT DAN SERVICE QUALITY UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW
Pelayanan keperawatan yang berkualitas menjadi salah faktor penentu tingkat kepuasan pasien. Pelayanan keperawatan yang diberikan semakin baik maka akan meningkatkan kepuasan pasien. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian literatur review dengan metode pencarian artikel menggunakan SPIDER. Database yang digunakan yaitu PubMed, Science Direct, Neliti, Portal Garuda dan Google Scholar dengan artikel penelitian yang diterbitkan mulai dari tahun 2014 - 2020. Hasil: Tujuh artikel dipakai dalam review. Seluruhnya menunjukkan hasil yang efektif di sebagian besar rumah sakit penerapan metode service excellent dan service quality untuk meningkatkan kepuasan pasien terhapat pelayanan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit. Kesimpulan: Pelayanan prima atau Service Exellent dan pelayanan jasa atau Service Quality adalah pelayanan yang sangat baik dan melampaui harapan pasien. Bagi rumah sakit terutama di pelayanan keperawatan, Service Exellent dan Service Quality penting untuk mempertahankan tingkat kepuasan pasien dan dapat membantu perkembangan rumah sakit sehingga pasien akan loyalitas terhadap rumah sakit karena pelayanan yang diberikan sangat baik. Kata Kunci: Kepuasan pasien, mutu pelayanan kesehatan, pelayanan prima, pelayanan jasa