Jurnal ProNers
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DM TIPE 2: LITERATURE REVIEW
Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit yang diderita seumur hidup dimana penderita akan melaksanakan manajemen perawatan diri untuk mencegah komplikasi yang akan mengganggu kualitas hidupnya. Efikasi diri adalah keyakinan diri dalam melaksanakan suatu tugas. Efikasi diri dibutuhkan dalam melaksanakan manajemen perawatan diri untuk menjaga kualitas hidup penderita DM tipe 2. Metode: Literature review ini menggunakan metode literature review dengan framework SPIDER. Penelusuran artikel yang digunakan yaitu Ebsco, ScienceDirect, Pubmed, Google Scholar, CiteSeerX, Research Gate, Proques, dan Medline Databases. Hasil: Literatur review ini menggunakan 9 artikel yang telah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan dari 9 artikel didapatkan 4 artikel yang mengatakan mayoritas efikasi diri pasien DM tipe 2 baik, 4 artikel mengatakan sebagian besar efikasi diri buruk dan 1 artikel mengatakan sebagian besar efikasi diri sedang. Dari 9 artikel juga didapatkan 5 artikel mengatakan sebagian besar kualitas hidup pasien DM tipe 2 baik, 3 artikel mengatakan sebagian besar kualitas hidup buruk, dan 1 artikel mengatakan sebagian besar kualitas hidup sedang. Literature review ini juga menunjukkan bahwa efikasi diri pasien DM tipe 2 berhubungan dengan kualitas hidup. Kesimpulan: Efikasi diri pada pasien DM tipe 2 dipengaruhi fakor seperti pendidikan, dukungan keluarga, usia, dan edukasi yang diperoleh dari tenaga kesehatan. Sedangkan pada kualitas hidup pasien DM tipe 2 faktor yang mempengaruhi yaitu, dukungan keluarga, usia, pendidikan, dan keadaan kadar gula didalam darah. Efikasi diri pada pasien DM tipe 2 diperlukan dalam melaksanakan perawatan dan pengelolaan penyakit. Efikasi diri pasien DM tipe 2 tinggi atau rendahnya dapat diciptakan oleh penderita tersebut, adanya keyakinan diri seseorang akan membentuk perilaku tertentu dalam mengelola penyakitnya yang mempengaruhi kualitas hidupnya
PENGARUH PEMBERIAN KIE TENTANG GASTRITIS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN PADA REMAJA DI SMA SANTO FRANSISKUS ASISI PONTIANAK
Latar belakang : Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung yang menyerang pada semua jenis usia termasuk remaja. Angka kejadian dari tahun ketahun penyakit gastritis terus menempati peringkat ke 3 dari 10 masalah terbesar kesehatan di Kalimantan Barat. Dampak yang ditimbulkan gastritis khusus pada remaja mengakibatkan aktivitas belajar terganggu, menurunya prestasi belajar, dan penambahan biaya berobat. Sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan dengan melakukan promosi kesehatan melalui strategi KIE tentang gastritis sehingga timbul perilaku positif pencegahan gastritis. Tujuan : Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan pada remaja sebelum dan setelah diberikan KIE tentang gastritis pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Metode : Penelitian Kuantitatif quasy experintment Pre and Post Test dengan nonequivalent control group design. Teknik sampling menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling dengan 34 responden di bagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner online dengan 20 pertanyaan untuk tingkat pengetahuan 18 pertanyaan untuk perilaku pencegahan. Analisis pada studi ini menggunakan uji Marginal Homogeneity dan Fisher Exact Test dengan nilai P < 0,05. Hasil : Uji Marginal Homogeneity di dapatkan nilai P tingkat pengetahuan remaja sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok kontrol P= 0,317 sedangkan kelompok intervensi P= 0,025. Nilai P pada perilaku pencegahan remaja sebelum dan setelah perlakuan kelompok kontrol P = 0,008 sedangan kelompok intervensi P = 0,317. Hasil Uji Fisher Exact Test KIE tentang gastritis pada kedua kelompok menunjukan nilai P tingkat pengetahuan P= 0,882 sedangkan perilaku pencegahan P = 0,581. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan pada tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan setelah diberikan KIE tentang gastritis pada remaja
HUBUNGAN PENGETAHUAN MAHASISWI PROGRAM STUDI KEPERAWATAN TENTANG FIBROADENOMA MAMAE (FAM) TERHADAP PERILAKU SADARI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
FAM (Fibroadenoma mamae) merupakan tumor jinak yang paling umum terjadi pada gadis remaja ataupun perempuan muda dengan usia sekitar 15-25 tahun. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendeteksi FAM secara dini adalah melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Mahasiswi keperawatan dalam mendeteksi resiko terjadinya FAM masih memiliki perilaku negatif walaupun telah mendapatkan pengetahuan tentang FAM dan upaya pencegahannya dari berbagai sumber informasi yang tersedia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan mahasiswi program studi keperawatan tentang FAM (Fibroadenoma mamae) terhadap perilaku SADARI di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui rancangan cross sectional study. Teknik sampling yang digunakan adalah statified random sampling dengan jumlah 80 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan FAM dan perilaku SADARI. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan chi-square menunjukkan bahwa p-value 0.001 (p<0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan mahasiswi program studi keperawatan tentang FAM (Fibroadenoma mamae) terhadap perilaku SADARI di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak. Kata Kunci: Pengetahuan FAM, Perilaku SADARI, Mahasiswa Keperawatan Referensi: 112 (2010 – 2019
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KURANG MINATNYA PEREMPUAN USIA SUBUR TERHADAP PEMERIKSAAN IVA: Literature Review
Kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papiloma Virus) menyerang wania usia subur dan juga merupakan kankerdengan kejadian kasus terbesar. Untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi kurang minat perempuan usiasubur terhadap pemeriksaan IVA.Jenis penelitian ini menggunakan literature review dengan teknik analisa menggunakan PiCoT dan artikel diperoleh dari databaseGoogle Schoolar, Pubmed dan Sciencedirect dengan menggunakan kata kunci dalam bahasa inggris “the factors that affecting,women of childbearing age, visual inspection with acetic acid, VIA examination” dan bahasa indonesia “ faktor-faktor yangmemengaruhi, perempuan usia subur, inspeksi visual asam asetat, pemeriksaan IV”. Kemudian dilakukan esktraksi databerdasarkan nama pengarang, tahun, negara, tujuan, reponden, desain, temuan
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI REMINDER TERHADAP KEPATUHAN DIET DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II
Latar Belakang: Diet diabetes merupakan salah satu faktor yang dapat membantu pengendalian kadar gula darah yang tidak terkontrol. Penerapan media edukasi berupa aplikasi reminder yang berbasis android, dapat membantu dalam mempertahankan kepatuhan diet dan pengolahan kadar gula darah pasien diabetes melitus (DM) tipe II. Aplikasi ini juga dapat menyediakan informasi terkait diet DM yang dapat membantu pasien dalam melakukan perawatan secara mandiri dan berkelanjutan melalui media elektronik. Metode: Desain quasi eksperimen dengan jenis penelitian pre and post-test without control dengan menggunakan teknik non-probability purposive sampling yang menghasilkan jumlah sampel sebanyak 10 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran nilai kepatuhan diet dan kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa aplikasi reminder. Uji statistik yang digunakan adalah uji paired t-test. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah penggunaan aplikasi reminder pada kepatuhan diet (p=0,000) dan kadar gula darah puasa (p=0,015). Kesimpulan: Aplikasi reminder memberikan umpan positif yang mendorong pengguna untuk setiap hari melakukan program diet dan kontrol darah secara rutin. Penggunaan media aplikasi reminder ini berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan diet penderita serta terdapat perubahan nilai GDP yang mengalami penurunan dari sebelumnya.Kata Kunci: Aplikasi Reminder, Kepatuhan Diet, Kadar Gula Darah Puas
LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPONSE TIME PERAWAT PADA PENANGANAN IGD
Latar Belakang: Penanganan IGD memerlukan response time yang cepat sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien. Ada banyak faktor yang mempengaruhi response time yaitu ketersediaan alat dan obat, sarana prasarana, fasilitas, dan stretcher, kondisi gawat darurat, pelatihan gawat darurat, dan pendidikan, kehadiran petugas, dan beban kerja.Tujuan: Menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Response Time Perawat pada Penanganan IGD.Metode: Tinjauan literature mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi response time perawat. Adapun sumbernya melalui pencaharian menggunakan Google Scholar, Researchget.Net, dan Science Direct. Analisis menggunakan teknik PICO.Hasil: Ditermukan 7 artikel ditemukan dua faktor yang mempengaruhi response time yaitu faktor eksternal lebih mempengaruhi response time dengan didukung faktor internal. Faktor eksternal terdiri dari ketersediaan alat dan obat, sarana prasarana, fasilitas, stretcher, kehadiran petugas, dan beban kerja. Faktor internal terdiri dari kondisi gawat darurat, pelatihan gawat darurat, masa kerja dan pendidikan.Kesimpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi response time yaitu ketersediaan alat dan obat, sarana prasarana, fasilitas, stretcher, masa kerja, kondisi gawat darurat, pelatihan gawat darurat, pendidikan, kehadiran petugas, dan beban kerja. Kata kunci: Response Time Perawat, Waktu Tanggap Perawat, Faktor-Faktor Response Time.Referensi: 56 (2004-2020
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS RELAPS (KAMBUH) DI RSUD DOKTER SOEDARSO KOTA PONTIANAK
ABSTRAKLatar Belakang : Tingginya kasus tuberkulosis (TB) dan rendahnya angka capaian pengobatan yang salah satunya diakibatkan oleh kurangnya kepatuhan penderita tuberculosis dalam mengkonsumsi obat, sehingga menyebabkan pengobatan memakan waktu yang lebih lama. Selain itu, dapat menyebabkan terjadinya tuberculosis relaps (kambuh) yang dimana pasien tuberkulosis yang sudah dinyatakan sembuh, kembali di diagnosis tuberculosis. Dalam proses pengobatan pasien dengan tuberkulosis, dukungan keluarga memegang peran penting dalam kehidupan penderita tuberkulosis, karena dukungan keluarga dapat membuat penderita tuberkulosis berjuang untuk hidup, berfikir kedepan, dan menjadikan hidup lebih bermakna. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis relaps (kambuh). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini ialah total sampling, dengan jumlah sempel 53 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan lembar kuisioner yang terdiri dari kuisioner dukungan keluarga dan kuisioner kepatuhan minum obat. Uji statistik menggunakan uji Chi square. Hasil : Hasil uji Chi square didapatkan dengan persentase sebesar 28,3% diindikasikan memliki tingkat kepatuhan kurang baik dalam menjalani pengobatan. Berdasarkan hasil uji tersebut, didapatkan hasil akhir p value = 0,012 (<0,05) Kesimpulan : Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis relaps di RSUD Dokter Soedarso Pontianak
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Dalam Melakukan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Sagatani
Latar Belakang : Covid-19 saat ini menjadi wabah terbesar yang terjadi di seluruh dunia hal ini membuat ibu hamil merasakan kecemasan, salah satunya dalam melakukan kunjungan antenatal care. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada ibu hamil, dengan adanya dukungan keluarga mempengaruhi psikologi dan motivasi ibu dalam melakukan perilaku kesehatan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah responden 41 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. uji yang digunakan yaitu uji Spearman rank. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC) pada masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Sagatani dengan nilai p value < 0,05 yaitu 0,00 dan nilai r yaitu -0,562 Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC) pada masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Sagatani.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA KELAS II MADRASAH IBTIDAIYAHDARUL FALAH
ABSTRAK Latar Belakang :Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang mempraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasilpembelajaran, yang menjadikan suatu individu, keluarga, kelompok atau masyarakat mandiri dalam sektor kesehatan dan memiliki peran dalam kesehatan masyarakat. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas menunjukan bahwa masih banyak anak – anak usia sekolah yang sering terserang penyakitakibat kurangnya pengetahuan tentang PHBS.Tujuan :Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap tingkat pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa kelas II madrasah ibtidaiyah darul falah. Metode :Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pre test and post test without control dengan jumlah sampel 39responden. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan setelah diberikan intervensi berupa pendidikankesehatan dengan media video animasi.Hasil :Setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan pada siswamenunjukkan adanya peningkatan nilai pengetahuan yang dilakukan dengan uji Marginal Homogeneity p value= 0,003 pada tingkat pengetahuan. Kesimpulan :Ada pengaruh pendidikan dengan media video animasi terhadap tingkat pengetahuan pada siswakelas II Madrasah Ibtidaiyah Darul Falah
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT : Literature Review
Latar Belakang: Tingkat kepuasan pasien akan sangat dipengaruhi oleh mutu pelayanan keperawatan. Masyarakat selalu mengharapkan agar pelayanan rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta dapat memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan bagi setiap pengguna yang memanfaatkannya. Dengan demikian pihak rumah sakit dituntut untuk selalu berusaha meningkatkan layanan kepada pasien. Mutu pelayanan yang sempurna dapat menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Kepuasan muncul akibat dari kinerja layanan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkan. Tujuan: Mengetahui hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien rawat inap rumah sakit. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian literatur review dengan metode pencarian artikel menggunakan SPIDER. Database yang digunakan yaitu Google Scholar, PubMed, dan Science Direct dengan artikel penelitian yang diterbitkan mulai dari tahun 2014-2020. Jumlah artikel jurnal sebanyak 8 artikel yang dianalisis. Hasil: Menunjukkan bahwa responden merasa sangat puas dengan aspek daya tanggap dengan ketanggapan memberikan layanan keperawatan terhadap pasien. Dengan demikian daya tanggap yang tinggi dari pihak pengelola rumah sakit akan memberikan rasa kepercayaan pada pasien bahwa mereka akan selalu tertolong. Kesimpulan: Kepuasan merupakan suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan yang di perolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Jika pasien tidak puas terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan, dia tidak akan mencari layanan itu atau menerimanya, walaupun layanan tersebut tersedia, mudah di dapat dan di jangkau