Jurnal ProNers
Not a member yet
    328 research outputs found

    HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN SELAMA BERKUNJUNG DI PUSKESMAS SUNGAI DURIAN KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2014

    Get PDF
    AbstrakPuskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan pemerintah yang sering digunakan masyarakat bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. Pelayanan kesehatan yang berkualitas sendiriharuslah dapat memberikan kepuasan pada masyarakat sehingga kepuasan itu sendiri dapat mengukur keberhasilan sistempenyelenggaraan pelayanan kesehatan yang dibuat oleh pemerintah bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien selama berkunjung di PuskesmasSungai Durian Kecamatan Sungai Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan CrossSectional. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling  yaitu sebanyak 340 responden yang berkunjung ke puskesmasbaik kunjungan rawat jalan maupun rawat inap. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu kuesioner dengan teknikpengolahan dan analisis data  menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yangsignifikan antara mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien selama berkunjung di Puskesmas SungaiDurian, dimana hasil analisis menunjukkan nilai p sebesar 0.000 (p < 0.05). Penelitian ini menyaranakan agar puskesmasdapat menambah jumlah sarana dan parasarana kesehatan seperti penyediaaan obat-obatan, peralatan medis dan jumlahtenaga medis yang bekerja di puskesmas. Selain itu perlu diperhatikan kebersihan lingkungan di puskesmas agar pasiendapat merasa nyaman saat berkunjung di puskesmas.Kata kunci : Mutu pelayanan kesehatan, kepuasan pasien.   Referensi : 35 (2001-2013

    PENGARUH HIPNOTERAPI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN SKALA NYERI SEDANG-BERAT DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA POLDA KALBAR TAHUN 2015

    Get PDF
    Latar Belakang: Nyeri merupakan masalah utama yang terjadi pada pasien post operasi.Penanganan nyeri yang baik akan meningkatkan dan mempercepat penyembuhan. Hipnoterapimerupakan tindakaan non farmakologi yang diyakini dapat menurunkan tingkat nyeri. Denganmemberikan tindakan hipnoterapi diharapkan dapat menurunkan tingkat nyeri pada pasien postoperasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh hipnoterapi terhadap penurunanintensitas nyeri pada pasien post operasi dengan skala nyeri sedang-berat di Rumah SakitBhayangkara Polda Kalbar Tahun 2015.Metodologi Penelitian: Desain penelitian ini pre-eksperimental dengan rancangan one grouppretest-posstest design. Sampel berjumlah 16 responden, dengan teknik purposive sampling. Alatukur yang digunakan adalah Numerical Rating Scale (NRS). Analisis menggunakan Uji TBerpasangan.Hasil: Hasil uji Test Berpasangan menunjukkan dengan nilai significan 0,05) artinyahipnoterapi berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri post operasi. Direkomendasikanuntuk Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar agar menerapkan hipnoterapi sebagai salah satuterapi nonfarmakologi untuk menurunkan intensitas nyeri post operasi.Kesimpulan: Hipnoterapi berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri pasien post operasi.Disarankan agar perawat dapat mengaplikasikan hipnoterapi pada pasien dengan nyeri postoperasi.Kata Kunci: Pembedahan, Nyeri, Hipnoterap

    EFEKTIVITAS SUPERVISED BREAST CARE TERHADAP PENCEGAHAN PEMBENGKAKAN PAYUDARA PADA IBU NIFAS DI RUMAH SAKIT WILAYAH KECAMATAN PONTIANAK SELATAN

    Get PDF
    Latar belakang : ASI mengandung zat antibodi yang melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi.Namun, besarnya manfaat ASI tidak diimbangi oleh peningkatan pemberian ASI sehingga bayi tidakmendapatkan ASI dengan baik dikarenakan terjadinya masalah dalam menyusui seperti pembengkakanpayudara. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya yaitu dengan supervised breast care.Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya efektivitas dari supervised breast careterhadap pencegahan pembengkakan payudara pada ibu nifas.Metode : Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan post test only non equivalent control group.Jumlah sampel yaitu 26 ibu nifas yang dilakukan dengan consecutive sampling. Analisa penelitian menggunakan uji statistik Mann Whitney. Hasil : Berdasarkan analisa data terdapat perbedaan skala pembengkakan payudara setelah dilakukanperawatan payudara, dengan menggunakan uji Mann Whitney didapatkan hasil nilai p = 0,000 dimananilai p < 0,05.Kesimpulan : Pada penelitian ini ada perbedaan terjadinya pembengkakan payudara pada ibu nifasantara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah dilakukan supervised breast care terhadapkelompok intervensi.Kata Kunci : Pembengkakan payudara, ibu nifas, supervised breast car

    GAMBARAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIRUANG RAWAT INAP RSUD SULTANSYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Komunikasi merupakan proses kompleks yang melibatkan perilaku yangdigunakan untuk berhubungan dengan orang lain dan dunia sekitarnya. Komunikasi yangdigunakan oleh perawat bersifat terapeutik yaitu komunikasi yang direncanakan dan dilakukanbertujuan untuk membantu menyembuhkan dan pemulihan pasien. Seorang perawat yang memilikikomunikasi yang baik dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatandan meningkatkan citra diri profesi keperawatan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawatterhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie KotaPontianak Tahun 2015.Metodologi Penelitian : Desain penelitian ini survey analitik dengan rancangan cross sectional.Sampel penelitian ini berjumlah 43 responden pasien dan 30 responden perawat. Alat ukur yangdigunakan adalah kuisioner. Analisis statistik yang digunakan analisis univariat.Hasil : Hasil penelitian menunjukan penerapan komunikasi terapeutik perawat dan tingkatkepuasan pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Kota Pontianaksudah baik. Komunikasi terapeutik didapatkan hasil 83,3% dan kepuasan pasien 81,4%.Kesimpulan : Gambaran komunikasi terapeutik dan tingkat kepuasan pasien sudah baik. Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Kepuasan pasie

    PERBANDINGAN RESPON NYERI PADA PROSEDUR KATETERISASI URIN PRIA DENGAN TEKNIK PENGOLESAN JELLY PADA KATETER DAN PENYEMPROTAN JELLY LANGSUNG KE DALAM URETHRA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD DR. SOEDARSO

    Get PDF
    Latar belakang: Eliminasi merupakan salah satu pemenuhan kebutuhan fisologis manusia. Terganggunya eliminasi menandakan terjadinya gangguan pada bagian sistem perkemihan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari – hari dan dapat mengganggu aktivitas. Pemasangan kateter urin merupakan suatu tindakan invasif dengan memasukkan selang ke dalam kandung kemih yang mana bertujuan untuk membantu dalam mengeluarkan urin. Tindakan ini dapat menyelamatkan kehidupan, khususnya bila saluran kemih tersumbat atau pasien tidak dapat melakukan pengeluaran urin. Objektif: penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan respon nyeri pada prosedur kateterisasi urin pria dengan teknik pengolesan jelly pada kateter dan penyemprotan jelly langsung ke dalam urethra. Metode: jenis penelitian ini adalah eksperimen menggunakan desain quasi eksperimen. Jumlah sampel 20 responden yang dilakukan dengan accidental sampling. Analisa penelitian ini menggunakan uji independent t test. Hasil: dari analisa mengetahui perbandingan respon nyeri pada prosedur kateterisasi urin pria dengan teknik pengolesan jelly pada kateter dan penyemprotan jelly langsung ke dalam urethra dengan menggunakan uji independen t test didapatkan hasil nilai p = 0,001 dimana nilai p < 0,05. Kesimpulan: ada perbandingan respon nyeri pada prosedur kateterisasi urin pria dengan teknik pengolesan jelly pada kateter dan penyemprotan jelly langsung ke dalam urethra yang dimana kateterisasi urin dengan teknik penyemprotan jelly langsung ke dalam urethra menunjukan hasil yang lebih baik dalam mengurangi nyeri dibandingkan dengan teknik pengolesan jelly pada kateter. Kata kunci: kateterisasi, jelly, respon nyeri Referensi:  31 (1999-2014

    HUBUNGAN PENGETAHUAN, STATUS PEKERJAAN, DAN PAPARAN SUSU FORMULA DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAIGON PONTIANAK TIMUR TAHUN 2014

    Get PDF
    Latar belakang : Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan intervensi yang paling efektif dan murah untuk mencegah kematiananak. Meskipun manfaat-manfaat ASI eksklusif telah direkomendasikan di seluruh dunia, namun hanya sedikit bayi dibawahenam bulan di seluruh dunia mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2012. Salah satu faktor yang mempengaruhi cakupanpemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan, status pekerjaan ibu dan paparan susu formula terhadap ibu. Wilayah kerjaPuskesmas Saigon merupakan daerah dengan cakupan pemberian ASI eksklusif terendah di Kota Pontianak.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan pengetahuan ibu, status pekerjaan ibu, dan paparansusu formula dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Saigon Pontianak Timurtahun 2014.Metode : Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian survei analitik denganpendekatan case control. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 74 ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di wilayahkerja Puskesmas Saigon diambil secara purposive sampling. Variabel terikat adalah pemberian ASI eksklusif sedangkan variabelbebas adalah pengetahuan, status pekerjaan, dan paparan susu formula. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman danuji korelasi Lambda dengan menggunakan program SPSS 19.Hasil : Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna (p=<0,005) antara pengetahuan (r=0,623, p=0,000),  statuspekerjaan (r=0,378, p=0,026), dan paparan susu formula (r=0,325, p=0,040) dengan pemberian ASI eksklusif.Kesimpulan : Ada korelasi yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif dengan hubungan kuat,ada korelasi yang bermakna antara status pekerjaan dan paparan susu formula dengan pemberian ASI eksklusif dengan hubunganlemah di wilayah kerja Puskesmas Saigon Pontianak Timur Tahun 2014.Kata kunci: ASI eksklusif, Pengetahuan, Status pekerjaan, Paparan susu formul

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PREVALENSI PENGGUNA INTRAUTERINE DEVICE (IUD) PADA PENGGUNA AKTIF NON IUD DI KELURAHAN SIANTAN HULU PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Penggunaan IUD merupakan suatu upaya yang bertujuan untuk mengontrol Laju PertumbuhanPenduduk (LPP). Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan angka pengguna akseptor IUD tertulis dalam RPJMN2010-2014. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menemukan bahwa pemanfaatan kontrasepsi non MKJPtertinggi, yaitu terdapat di provinsi Kalimantan Barat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahuifaktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya prevalensi pengguna IUD pada pengguna aktif non IUD di KelurahanSiantan Hulu Pontianak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian berjenis deskriptif kuantitatif dengan crosssectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan akan dilakukan analisisunivariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Hasilnya menunjukkan 84.2% responden tidak memiliki keinginan untukmenggunakan IUD dan 15.8% responden ada keinginan. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor yangmempengaruhi pemilihan IUD adalah sosial budaya (p = 0.012) dan rasa aman (p = 0.022). Uji regresi logistikmenunjukkan faktor dominan mempengaruhi pemilihan IUD ialah rasa aman dengan nilai p = 0.009 (OR = 3.905dan 1.373). Kesimpulan: Faktor sosial budaya dan rasa aman merupakan faktor yang ditemukan mempengaruhipemilihan IUD pada pengguna aktif non IUD di Kelurahan Siantan Hulu Pontianak. Bagi petugas pelayanan KBbaiknya lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang IUD yang dapat dilakukan dengan memberikaninformasi secara lengkap dan jelas demi membangun pemahaman positif bagi masyarakat.Kata kunci : Kontrasepsi, Intrauterine Device, Pemilihan IU

    EFEKTIVITAS TERAPI KOMBINASI JUS BAYAM-JERUK SUNKIS-MADU TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK SELATAN

    Get PDF
    Latar belakang: Anemia pada kehamilan menjadi kasus yang sangat menarik perhatian karena sebagian besar kasus komplikasi seperti abortus, perdarahan sampai kematian dapat disebabkan olehkeadaan anemia pada saat kehamilan. Penatalaksanaan anemia pada kehamilan dapat berupa terapinonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi kombinasi jusbayam-jeruk sunkis-madu.Objektif: Untuk mengetahui efektifitas terapi kombinasi jus bayam-jeruk sunkis-madu terhadap kadarhemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode Quasy exsperiment model nonequivalent controlgroup.Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan metodeTotal Sampling. Instrumen dalam penelitian ini mengguankan alat pengukur kadar hemoglobin digital.Data kemudian di analisis melalui dua tahapan yaitu analisa univariat dan bivariat dengan menggunakanuji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan.Hasil: Terapi kombinasi jus bayam-jeruk sunkis-madu efektif untuk meningkatkan kadar hemoglobinpada ibu hamil dengan anemia dengan (p : 0.018 < 0.05). Pada kelompok kontrol yang mengonsumsitablet suplemen besi juga efektif untuk meningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemiadengan (p : 0.005 < 0.05).Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pada kadar hemoglobin pada kelompok eksperimendan kelompok kontrol sebelum dan sesudah diberikan terapi kombinasi jus bayam-jeruk sunkis-madupada ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan.Kata Kunci : anemia, kadar hemoglobin, ibu hamil, jus bayam-jeruk sunkis-mad

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI PRIA (VASEKTOMI) DI UPTD PUSKESMAS KAMPUNG BALI KECAMATAN PONTIANAK KOTA TAHUN 2015

    Get PDF
    Latar Belakang : Pengunaan kontrasepsi pada pria masih sangat rendah terutama vasektomi. Halini disebabkan karena pengetahuan serta persepsi yang salah tentang penggunaan kontrasepsivasektomi. Pengetahuan didapat dari informasi, pengalaman masa lalu serta dukungan darisekitarnya. Pengetahuan yang kurang mengakibatkan pria tidak mau memilih kontrasepsivasektomi.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan kontrasepsi pria (Vasektomi) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kampung Bali Kecamatan Pontianak Kota 2015.Metodologi Penelitian : Jenis penelitian  kuantitatif desain penelitiannya survey analitik denganpendekatan cross sectional terhadap 75 pria berumur 30-55 tahun. Hasil : Analisa chi square menunjukan hubungan antara pengetahuan dengan pemilihankontrasepsi pria (vasektomi) didapatkan nilai signifikan p<0,001.Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan dengan  pemilihan kontrasepsi pria (vasektomi)di wilayah kerja Puskesmas Kampung Bali Kecamatan Pontianak Kota 2015, bedasarkan datatersebut perlu dilakukan penyuluhan kesehatan terkait pemilihan dan penggunaan kontrasepsivasektomi.Kata Kunci : Pengetahuan, Kontrasepsi Pria, Vasektom

    HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KONTROL GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KLINIK SPESIALIS PERAWATAN LUKA, STOMA, DAN INKONTINENSIA “KITAMURA”PONTIANAK TAHUN 2015

    Get PDF
    Latar Belakang Pasien diabetes mellitus tipe 2 mempunyai kualitas tidur buruk yang diakibatkanoleh poliurin dan nokturia. Hal ini akan mempengaruhi kontrol glukosa darah sehingga kadarglukosa darah tidak dalam rentang  normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungankualitas tidur dan kontrol glukosa darah pasien diabetes mellitus tipe 2.Metode Desain penelitian menggunakan studi korelasi dengan rancangan penelitian crosssectional. Responden berjumlah 62 pasien rawat jalan di Klinik Spesialis Perawatan Luka, Stomadan Inkontinensia “KITAMURA” Pontianak, teknik sampel menggunakan incidental sampling.Intrumen penelitian untuk mengukur kulitas tidur menggunakan kuisoner Piitburgh Sleep QualityIndex sedangkan kontrol glukosa darah dilihat dari glukosa darah sewaktu yang pengecekannyamenggunakan glukotest device.Hasil Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square dengan nilai p= 0,000 (p<0,05). Nilai inimenunjukan H0 ditolak sehingga adanya hubungan kualitas tidur dengan kontrol glukosa darahpasien diabetes mellitus tipe 2

    310

    full texts

    328

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ProNers
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇