Jurnal ProNers
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PASCA STROKE NONHEMORAGIK DI RSUD SULTAN SYARIEF MOHAMMAD ALQADRIE
Latar Belakang: Stroke membuat kualitas hidup pasien menurun karena stroke tidak hanya mempengaruhi fisik tetapi kognitif, bahasa, emosi dan juga fungsi sosial. Dukungan keluarga diperkirakan akan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien pasca stroke nonhemoragik di RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadri. Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode korelasi dengan rancangan retrospective pada 65 responden menggunakan teknik simple purposive sampling di poli saraf instalasi jalan di RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadri. Menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan SS-QOL (Stroke Specific Quality of Life Scale). Analisa data menggunakan uji pearson. Hasil: Uji pearson didapatkan nilai p value = 0,001 (p < 0,05) artinya terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien pasca stroke nonhemoragik di RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadri. Kesimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien pasca stroke nonhemoragik di RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadri. Perawat diharapkan mampu memberdayakan dukungan - dukungan dari orang terdekat pasien stroke. Kata kunci: Stroke, Dukungan keluarga, Kualitas hidup. Daftar Pustaka 44 (1993 - 2014
PENGARUH AROMA TERAPI JASMINE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI DISMENORE DI SMAN 2 PONTIANAK TAHUN 2015
Latar Belakang : Dismenore adalah suatu keadaan yang mengganggu kenyamanan pada remaja putri yang disebabkan oleh nyeri pada perut saat menstruasi. Remaja putri yang mengalami dismenore dapat mengganggu aktivitas dan konsentrasi belajar sehingga membutuhkan pengobatan untuk mengatasi nyeri menstruasi, salah satu cara pengobatan non-farmakologi yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri menstruasi adalah dengan aroma terapi jasmine. Aroma terapi jasmine merupakan salah satu terapi dengan aroma harum dimana aroma jasmine ini mengandung anti depresif yang bermanfaat untuk menurunkan nyeri menstruasi. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh aroma terapi jasmine terhadap penurunan skala nyeri pada remaja putri yang mengalami dismenore di SMAN 2 Pontianak. Metodologi Penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperiment dengan one group pretest posttest design. Penelitian dilakukan kepada 16 remaja putri yang mengalami dismenore di SMAN 2 Pontianak dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa menggunakan uji T berpasangan, dengan nilai p=0,000. Hasil : Hasil sebelum dilakukan aroma terapi jasmine didapatkan nyeri sedang 62,5% dan nyeri berat 37,5%. Setelah dilakukan aroma terapi jasmine didapatkan tidak nyeri 31,2%, nyeri ringan 56,2% dan nyeri sedang 12,5%. Pada uji t-tes paired didapatkan hasil bahwa nilai p=0,000, dimana p<0,05. Kesimpulan : Ada pengaruh aroma terapi jasmine terhadap penurunan skala nyeri menstruasi pada remaja putri di SMAN 2 Pontianak tahun 2015. Implikasinya bahwa aroma terapi jasmine dapat menjadi salah satu terapi non-farmakologi untuk menurunkan nyeri menstruasi. Kata kunci : Dismenore, Aroma Terapi Jasmine, Remaja Putr
EFEKTIFITAS METODE PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN SIMULASI PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP PERUBAHAN SIKAP TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 03 SINGKAWANG TENGAH
Latar belakang : Masa usia sekolah adalah masa dimana terjadi pergantian gigi susu menjadi gigi permanen. Kurangnya pemahaman tentang perawatan gigi dan mulut akan beresiko terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut, sehingga perlu dilakukan pendidikan kesehatan sebagai upaya pencegahan dengan menanamkan perilaku baik sejak dini. Satu diantara metode pendidikan yang dapat digunakan adalah metode pendidikan kesehatan dengan simulasi permainan ular tangga. Tujuan : Mengetahui efektivitas metode pendidikan kesehatan dengan simulasi permainan ular tangga terhadap perubahan sikap tentang kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah di SDN 03 Singkawang Tengah. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan true experiment design dengan rancangan pretest-postest with control group, subjek 48 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Metode pemilihan sampel menggunakan random sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner. Data di analisis menggunakan uji wilcoxon dan uji mann-whitney. Hasil : Pada uji Wilcoxon skor pengetahuan pada kelompok perlakuan menunjukkan nilai p value 0,000 dan kelompok kontrol nilai p value 0,002. Skor sikap pada kelompok perlakuan nilai p value 0,000 dan pada kelompok kontrol nilai p value 0,001. Perbedaan mean kedua kelompok di uji dengan Uji Mann-Whitney dengan nilai skor pengetahuan dan sikap pada kelompok perlakuan dan kontrol dengan nilai p value > 0.05. Kesimpulan : Terdapat perbedaan skor pengetahuan dan sikap antara kelompok perlakuan yang diberikan pendidikan kesehatan melalui permainan ular tangga dan kelompok kontrol, sehingga metode pendidikan kesehatan dengan permainan ular tangga dapat direkomendasikan sebagai metode alternatif baru yang menarik sebagai metode penyuluhan kesehatan dalam praktik keperawatan berbasis komunitas. Kata kunci : Permainan ular tangga, Perubahan sikap, Kesehatan gigi dan Mulu
ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ANTON SOEDJARWO PONTIANAK, PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT 2016
Latar Belakang: Perawat memiliki peranan penting di pelayanan rumah sakit dalam menunjang pemberianasuhan keperawatan pada pasien. Salah satu aspek yang mendukung kesembuhan pasien yaitu aspekspiritual, terpenuhinya aspek spiritual membantu meningkatkan kepuasan pelayanan keperawatan. Sehinggaperan perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual klien menjadi prioritas yang tidak hanya dilakukansesekali saja, karena dapat mempercepat proses penyembuhan klien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian asuhan keperawatan spritual perawat di RumahSakit Anton Soejarwo Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif denganmenggunakan desain penelitian survei analitik, dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 44orang. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil: Ada pengaruh antara pengetahuan,kemampuan dan sikap dengan pemberian asuhan keperawatan spritual oleh perawat di Rumah Sakit AntonSoedjarwo Pontianak, untuk variabel pengetahuan (p<0,05), variabel kemampuan (p<0,05) dan variabelsikap (p<0,05), semua variabel berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan spiritualKesimpulan: Pengetahuan, kemampuan dan sikap terbukti berpengaruh pemberian asuhan keperawatanspritual oleh perawat di Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak. Sehingga asuhan kebutuhan spiritualpenting untuk dilaksanakan guna membantu mempercepat penyembuhan pasien.Kata Kunci: Pengetahuan, Kemampuan, Sikap dan Kebutuhan Spiritua
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN POLA PEMBERIAN MAKAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH BINA PUSKESMAS SIANTAN TENGAH PONTIANAK
Latar belakang : Status gizi merupakan keseimbangan antara jumlah asupan zat gizi dengan kebutuhan zat gizi tubuh.Pengetahuan ibu mengenai gizi dan kesehatan sangat memengaruhi status gizi balita. Pemberian makanan pada anakdipengaruhi oleh pengetahuan, sikap ibu, dukungan keluarga dan lingkungan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pola pemberian makanterhadap status gizi balita di wilayah bina Puskesmas Siantan Tengah Pontianak.Metodologi Penelitian : penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain survey analitik dengan pendekatan surveycross sectional dengan menggunakan analisis chisquare-Fisher.Hasil : pada variabel tingkat pengetahuan didapatkan nilai p = 0,059 (0>0,059), maka tidak terdapat hubungan antaratingkat pengetahuan dan status gizi balita di wilayah bina Puskesmas Siantan Tengah Pontianak. pada variabel polapemberian makan didapatkan nilai p = 0,008 (p<0,05), maka terdapat hubungan antara pola pemberian makan yang sehatterhadap status gizi pada balita.Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan status gizi pada balita di wilayah binaPuskesmas Siantan Tengah Pontianak. Terdapat hubungan antara pola pemberian makan dan status gizi balita diwilayah bina Puskesmas Siantan Tengah Pontianak
HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMASI PERAWAT PADA PENERIMAAN PASIEN BARU TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA ANAK DI RUANG RAWAT INAP ANAK RUMAH SAKIT UMUM YARSI PONTIANAK 2015
Sakit merupakan kondisi yang mempengaruhi psikologi anak dan orang tua. Dampak hospitalisasi pada anak yang dirawat memberikan reaksi kecemasan orang tua terhadap kondisi anak, beberapa kecemasan yang dialami orang tua dapat di minimalisir dengan pemberian informasi yang akurat dan komprehensif di awal perawatan mengenai proses pelayanan perawatan dan pengobatan anak. Penelitian yang bertujuan mengetahui hubungan pemberian informasi perawat pada penerimaan pasien baru terhadap tingkat kecemasan orang tua anakdi ruang rawat inap anak rumah sakitumum Yarsi Pontianak 2015 dengan metodologi penelitian survey analitikmenggunakan desain rancangan cross sectional terhadap 46 sampel orang tua dengan anak yang di rawat, analisauji chi square menunjukkan ada hubungan hubungan pemberian informasi perawat pada penerimaan pasien baru terhadap tingkat kecemasan orang tua anakdi ruang rawat inap anak rumah sakit umum yarsi pontianak dengan nilai signifikansi uji p< 0,025, berkaitan dengan hasil penelitian tersebut maka dipandang perlu peran perawat dalam pemberian keterbukaan informasi pada orang tua dengan anak diawat di ruang rawat inap sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan orang tua
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA MENGENAI HIV AIDS DI SMP PGRI 02 SINGKAWANG
Latar Belakang prevalensi angka kejadian HIV/AIDS menunjukkan adanya peningkatan jumlah penderita HIV dengan total 150.296 jiwa dan penderita AIDS sebanyak 55.799 jiwa, dengan total 57,8% kasus AIDS berasal dari kelompok usia 15-29 tahun. Kenakalan remaja seperti perilaku seks bebas dan minimnya pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS menjadi pemicu tingginya resiko tertular HIV pada remaja. Tingkat pengetahuan yang adekuat merupakan salah satu faktor yang sangat untuk mencegah semakin meningkatnya penderita HIV/AIDS. Oleh sebab itu, maka salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah semakin banyak penderita HIV/AIDS adalah dengan cara pemberian pendidikan kesehatan seperti cara pencegahan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan mengenai HIV/AIDS di SMP PGRI 02 Singkawang. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan desain penelitian pre-ekperimental dengan one-group prettes-posttest design tanpa kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, jumlah sampel 19 orang siswa. Pemberian pendidikan kesehatan diberikan selama 60 menit. Pengukuran tingkat pengetahuan yang kedua kalinya dilakukan setelah 2 minggu pemberian pendidikan kesehatan. Hasil Uji data bivariate menggunakan ui Wilcoxon dengan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 artinya ada peningkatan pengetahuan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan tingkat pengetahuan sesudah diberikan pendidikan kesehatan mengenai HIV/AIDS, sehingga teori Ha diterima. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa mengenai HIV AIDS di SMP PGRI 02 Singkawang tahun 2015. Saran perawat agar lebih aktif meningkatkan aktivitas yang dapat meningkatkan kesadaran sekolah maupun masyarakat, dengan menyebar luaskan informasi yang berhubungan dengan HIV/AIDS dengan tujuan meminimalisir dampak peningkatan prevaensi HIV/AIDS khususnya pada remaja. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan, HIV AIDS, Remaja, Siswa Referensi : 36 (2004-2014
PENGARUH PENERAPAN PELAYANAN PRIMA (SERVICE EXCELLENCE)PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA KOTA PONTIANAK
Latar Belakang: Pelayanan prima perawat merupakan sikap kepedulian perawat kepada pasien dalammemberikan pelayanan yang terbaik untuk memfasilitasi kemudahan pemenuhan kebutuhan pasien sehinggadapat digunakan untuk mewujudkan kepuasan bagi pasien agar terciptanya pelayanan yang berkualitas sertamenciptakan kesetiaan dari pengguna pelayanan kesehatan di rumah sakit.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pelayanan prima perawat terhadaptingkat kepuasan pasien di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak.Metodologi Penelitian: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian preeksprimentaldengan rancangan Posttest Only Design. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 26 respondendengan menggunakan teknik sampling Accidental Sampling. Analisa menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil: Uji statistik menggunakan Spearman Rho menunjukan nilai significancy 0,000 (p<0,05). Nilai inimenyatakan bahwa ada pengaruh penerapan pelayanan prima perawat terhadap tingkat kepuasan pasien.Kesimpulan: Ada pengaruh penerapan pelayanan prima perawat terhadap tingkat kepuasan pasien di RumahSakit Universitas Tanjungpura Kota Pontianak. Perawat diharapkan dapat menerapkan pelayanan prima dirumah sakit agar dapat terciptanya kepuasan pasien dan fungsi profesionalisme perawat.Kata Kunci: Pelayanan Prima, Kepuasan Pasien, Perawa
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Penderita HIV yang Menjalani Rawat Jalan di Care Supportand Treatment (CST)Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Kota Pontianak
Latar Belakang : Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)telah menimbulkanmasalah yang cukup luas pada individu yang teinfeksi. Beberapa masalah yang timbuladalah stigma dan diskriminasi sehingga pasien HIV menunjukan perasaan yang malu,sedih, takut, cemas akan penyakitnya dan pasien cenderung mengabaikan perawatanyang berdampak pada penurunan kualitas hidup baik secara psikologis maupun sosial.Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup penderitaHIV yang menjalani rawat jalan di Care Support and Treatment (CST)Rumah SakitJiwa Daerah Sungai BangkongMetode Penelitian: Desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatancrossectional. Tehnik pengambilan sampel yaitu porpusive sampling dan untuk mengujihubungan antara variabel independen dan dependen menggunakan analisis chi-squeredan t-test independen.Hasil Penelitian : Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,02), lamamenderita penyakit (p=0,00) dengan kualitas hidup pasien HIV. Tidak terdapathubungan antara usia (p=0,55), jenis kelamin (p=1), dan status perkawinan (p=0,54)dengan kualitas hidup pasien HIV yang menjalani rawat jalan di CST Rumah SakitJiwa Daerah Sungai Bangkong Kota Pontianak.Kesimpulan : Tingkat pendidikan dan lama menderita penyakit merupakan faktor yangmempengaruhi kualitas hidup penderita HIV. Semakin tinggi tingkat pendidikan makasemakin mudah seseorang menerima informasi tentang perawatan dan pengobatan sertapasien dapat beradaptasi dengan pengobatan yang diberikan.Kata kunci: HIV, usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, lama terinfeksi,kualitas hidu
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS LINGGA KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT TAHUN 2014
Mother mortality is one of serious problems faced by many countries, including Indonesia. Therefore,government of Indonesia made a health program that one of its pillars is antenatal care, whichpurposed to reduce mortality and complication during pregnancy.The aim of this study is toinvestigate the correlation between knowledge level, husband’s support, and health practitioner’sattitude with frequency of visits for antenatal care (ANC) in Lingga Health Center, District of KubuRaya in 2014.Method: This is a quantitative study with cross-sectional approach. Sampel involved in this study is32 mothers through total sampling technique. Fisher’s test was used for bivariate data analysis. Bivariate analysis shows that there is no significant correlation between knowledge level (p = 1.00),husband’s support (p = 1.00), and health practitioner’s attitude (p = 0.44) with frequency of visits forANC.There is no significant correlation between knowledge level, husband’s support, and healthhealth practitioner’s attitudewith frequency of visits for ANC in Lingga Health Center, Distr ict ofKubu Raya in 2014.Keywords: Antenatal care, factors, knowledge level, husband’s support, health practitioner’s attitude, correlatio