Jurnal ProNers
Not a member yet
    328 research outputs found

    PENGARUH TERAPI MUROTTAL SURAH AR-RAHMAN TERHADAP SKOR PENGKAJIAN LUKA (MUNGS) DAN PENGKAJIAN STRES (DASS) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI KLINIK KITAMURA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Stres memiliki dampak negatif pada penyembuhan luka karena stres mempengaruhi imunitas seluler. Imunitas seluler memiliki peranan penting dalam regulasi penyembuhan luka melalui produksi dan regulasi sitokin pro-inflamasi dan antiinflamasi. Terapi murottal dipercaya dapat menurunkan tingkat stres yang dapat menurunkan skor luka.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi murottal surah Ar-Rahman terhadap skor pengkajian luka dengan MUNGS dan pengkajian stress dengan DASS pada pasien diabetes mellitus.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan pre eksperiment pre test and post test without control pada 16 resonden yang mengalami stres dan luka kaki diabetik.Instrumen murottal yang digunakan dalam penelitian ini yaitu surah Ar-Rahman. Pengkajian skor stres menggunakan DASS dengan menggunakan uji wilxocon. Pengkajian skor luka menggunakan MUNGS dengan menggunakan uji t berpasangan. Dengan nilai p < 0,05.Hasil : Rata-rata median skor stres dengan DASS pretest 11,50  posttest 8,00 ditunjukan oleh uji wilcoxon yang memberikan nilai signifikan p = 0,000. Mean dari skor pengkajian luka MUNGS 7,75 pada tindakan ke-1 dengan standar deviasi 2,90 nilai mean dari skor pengkajian luka 7,43 pada tindakan ke-4 dengan standar deviasi 3,28 yang di tunjukan oleh uji t berpasangan yang memberikan nilai p = 0, 683.Kesimpulan : Adanya pengaruh terapi murottal surah Ar-Rahman terhadap skor stres dan tidak ada pengaruh terapi murottal surah Ar-Rahman terhadap skor luka. Kata Kunci : Stres, Diabetes Mellitus, Murottal Referensi : ( 2007-2017)

    PENGARUH TERAPI WUDHU SEBELUM TIDUR TERHADAP SKOR KECEMASAN PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    Latar Belakang : Orang yang telah memasuki usia lanjut mengalami perubahan pada psikologis. Pada umumnya masalah psikologis yang paling banyak terjadi pada lansia adalah kecemasan.Kecemasan adalah perasaan takut pada situasi tertentu dan perasaan khawatir yang tidak jelas. Kecemasan dapat dikurangi dengan terapi farmakologi dan non-farmakologi, terapi nonfarmakologi salah satunya terapi wudhu. Terapi wudhu sebelum tidur dipercaya dapat menurunkan kecemasan yang terjadi pada lansia.Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi wudhu sebelum tidur terhadap skor kecemasan pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment, menggunakan metode pendekatan pre-test and post-test without control group. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 16 responden lansia yang mengalami kecemasan. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner HARS dan prosedur terapi wudhu. Setiap responden diberi terapi wudhu selama 7 hari sebelum tidur. Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon.  Hasil : Sebagian besar responden adalah laki-laki dengan persentase 62,5%. Jumlah keseluruhan responden yang termasuk kategaori elderly yaitu 75,0%, dan lama lansia tinggal di panti kurang dari 5 tahun adalah 81,3%. Analisis bivariat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi didapatkan nilai p = 0,000 (< 0.05).Kesimpulan : Ada pengaruh terapi wudhu sebelum tidur terhadap penurunan skor kecemasan pada lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya. Kata Kunci          : Kecemasan, Lansia, Terapi Wudhu Referensi              : 2006-2016

    HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar belakang : Mahasiswa  keperawatan sering kali menghadapi stres selama proses pendidikan. Stres memengaruhi kinerja dan kesehatan mahasiswa. Bila terpapar stres secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama tanpa adanya pengendalian dikhawatirkan memengaruhi kinerja ketika mahasiswa menjalankan asuhan keperawatan saat praktik klinik atau ketika menjadi perawat nantinya. Kemampuan untuk mengambil keputusan terbaik, berpikir kritis, dan perilaku caring akan melemah. Untuk itu diperlukan suatu strategi koping yang adaptif agar stres tersebut dapat dikendalikan dan berdampak positif. Satu diantara faktor yang dianggap mampu mengendalikan stres adalah kecerdasan spiritual.  Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan spiritual dengan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan Universitas Tanjungpura PontianakMetode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar kuesioner Student Nurse Stress Index (SNSI) dan The Spiritual Intelligence Self Report Inventory (SISRI). Analisa data menggunakan Uji Pearson. Hasil : Analisa bivariat data menggunakan uji Pearson didapatkan p value sebesar 0,001. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan Universitas Tanjungpura Pontianak. Koefisien r Pearson sebesar -0,405 menunjukkan arah korelasi negatif dengan kekuatan korelasi sedang, sehingga disimpulkan bahwa semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin ringan tingkat stres mahasiswa keperawatan Universitas Tanjungpura Pontianak.  Saran : Peningkatan kecerdasan spiritual diperlukan dalam proses akademik mahasiswa untuk mengkoping stresor sehingga respon stres mahasiswa menjadi positif. Maka, disarankan kepada mahasiswa untuk meningkatkan aktivitas spiritualnya sementara perawat sebagai pendidik dapat memasukan asuhan spiritual dalam proses belajar mengajar.  Kata Kunci : Stres, Kecerdasan Spiritual, Mahasiswa Keperawata

    PENGARUH TERAPI MUROTTAL TERHADAP PENURUNAN TINGKAT GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIANTAN HULU KECAMATAN PONTIANAK UTARA

    Get PDF
    Latar Belakang : Diabetes adalah penyakit yang dtandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang dapat menyebabkan komplikasi. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk merelaksasi tubuh adalah Terapi Murottal.Tujuan : mengetahui terapi murottal terhadap penurunan tingkat gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Siantan Hulu. Metode : Desain penelitian dengan metode quasi eksperiment Pre and Post Test dengan nonequivalent control group design.  Terapi murottal dilakukan selama 1 minggu. Jumlah sampel 34 responden yang terdiri dari 17 responden pada kelompok intervensi dan 17 responden pada kelompok kontrol dengan teknik consecutive sampling. Uji wilcoxon dan uji t tidak berpasangan digunakan dalam menganalis data penelitian.Hasil : uji statistik dengan uji wilcoxon pada kelompok intervensi pretest dan posttest didapatkan nilai p 0,234 dan kelompok kontrol 0,687. Hasil uji t tidak berpasangan pada kelompok intervensi dan kontrol pretest adalah 0,888 dan posttest adalah 0,134.Kesimpulan : Tidak ada pengaruh terapi murottal terhadap tingkat gula darah puasa pretest dan posttest pada kelompok intervensi dan kontrol, serta tidak ada pengaruh terapi murottal pada kelompok intervensi terhadap penurunan tingkat gula darah puasa yang dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kata Kunci : Terapi Murottal, Diabetes Melitus Tipe 2, Gula Darah Puasa1Mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura2Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpur

    HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 4 SAMPAI 5 TAHUN DI PAUD KASIH BUNDA PONTIANAK

    Get PDF
    Perkembangan anak sangat kompleks terdiri dari proses biologis, sosioemosional dan kognitif. Perkembangan kognitif adalah perkembangan yang menunjukkan perubahan struktur atau proses mental yang terjadi sebagai hasil individu menerima informasi dan membangun pemahaman secara mental. Orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam mencipakan lingkungan guna merangsang potensi yang dimiliki oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh yang digunakan orang tua terhadap perkembangan kognitif anak usia 4-5 Tahun di Paud Kasih Bunda Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian crossectional. Sampel berjumlah 35 responden. Analisa bivariate menggunakan uji fisher dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pola asuh orang  tua terhadap perkembangan kognitif anak usia 4-5 tahun di Paud Kasih Bunda Pontianak. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistic fisher yang didapat hasil p=1,000 (p>0,05)

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PERAWAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Pelayanan keperawatan yang berkualitas diperlukan perawat yang profesional. Hal ini didapat melalui pelatihan dan pendidikan. Untuk melanjutkan pendidikan dipengaruhi oleh motivasi. Banyak faktor yang memengaruhi motivasi seseorang seperti usia, status kepegawaian, beban kerja, lama kerja, dan pengembangan karir.Tujuan : Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak.Metode : Desain yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah 60 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi Square dengan nilai p < 0,05.Hasil : Responden berusia 24-35 tahun (60%), berstatus honorer (71,7%), pengembangan karir tinggi (53,35%), memiliki beban kerja yang tinggi (58,3%), dan lama rerata kerja 3,86 tahun, serta tingkat motivasi tinggi sebanyak 33 responden (55%). Hasil uji Chi Square pada variabel usia (p=0,545), status kepegawaian (p=0,342), lama kerja (p=0,527) dan beban kerja (p=0,693), sedangkan pada variabel pengembangan karir dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05).Kesimpulan :. Ada hubungan antara pengembangan karir dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.   Kata Kunci : Faktor-faktor motivasi, perawa

    ANALISIS PENGHAMBAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) PADA PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT BERSALIN JEUMPA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan hal penting yang harus dialami antara ibu dan bayi setelah persalinan yang bermanfaat untuk meningkatkan ikatan kasih sayang diantara keduanya. Namun pada kenyataannya IMD masih sangat jarang dilaksanakan pada jenis persalinan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak dikarenakan sebagian besar ibu menolak untuk melaksanakannya.Tujuan : Menganalisis hubungan pengetahuan ibu, peranan tenaga kesehatan, dukungan keluarga dan kecemasan ibu terhadap hambatan dalam pelaksanaan IMD pada persalinan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak.  Metode : Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional pada 49 ibu post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak yang diambil secara consecutive sampling. Data diperoleh dengan metode wawancara berdasarkan kuisioner penelitian.Hasil : Analisis uji Fisher, didapatkan hasil variabel pengetahuan ibu dengan nilai p=1,000, peranan tenaga kesehatan p=0,102, dukungan keluarga p=0,050, kecemasan ibu p=0,667.Kesimpulan : Berdasarkan uji analisis disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap hambatan dalam pelaksanaan IMD, serta tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu, peranan tenaga kesehatan dan kecemasan ibu terhadap hambatan dalam pelaksanaan IMD di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak. Sehingga dari hal di atas pentingnya peranan perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan untuk melaksanakan IMD dengan melibatkan dukungan keluarga. Kata Kunci : IMD, Sectio Caesarea, Penghambat, Ibu, Tenaga Kesehatan, Keluarga

    PENGARUH TERAPI OKUPASI AKTIVITAS MENGGAMBAR TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    Latar Belakang : Depresi adalah gangguan kejiwaan yang paling umum pada lansia yang dapat bermanifestasi sebagai depresi berat atau depresi ringan ditandai dengan kumpulan gejala depresi.13 Depresi merupakan penyebab penderitaan emosional tersering dan mengakibatkan penurunan kualitas hidup pada lansia. Salah satu cara untuk mengoptimalkan fungsi kognitif lansia adalah dengan menggunakan terapi okupasi. Dari hasil observasi bahwa sebagian lansia mengatakan kehidupan mereka tidak ada gunanya lagi dan sudah tidak ada harapan hidup lagi, dan ada sebagian lansia banyak yang menyendiri tidak mau bergaul dengan lansia lainnya. Mereka mengatakan sudah tidak betah tinggal di Panti Werdha.Tujuan :  Mengetahui pengaruh terapi okupasi aktivitas menggambar terhadap tingkat depresi pada lansia di UPT Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian desain penelitian eksperimen semu quasiexperiment dengan pre test and post test nonequivalent control group. Dengan menggunakan tehnik nonprobability sampling dengan purposive sampling dimana dilakukan pemberian intervensi berupa terapi okupasi aktivitas menggambar kepada sebagian sampel. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 32 orang. Hasil : Setelah dianalisis dengan uji t berpasangan terdapat pengaruh terapi okupasi aktivitas menggambar terhadap tingkat depresi pada lansia di UPT Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma. Hasil uji statistik t berpasangan yang didapat hasil p value = 0.000 (p< 0,05) menunjukkan terjadi pengaruh tingkat depresi pada responden setelah dilakukan terapi okupasi aktivitas menggambar.Kesimpulan : Terapi okupasi aktivitas menggambar berpengaruh terhadap tingkat depresi pada lansia dan dapat digunakan sebagai tindakan preventif dan promotive untuk depresi pada lansia.  Kata Kunci : Depresi, Lansia, Terapi Okupasi Aktivitas Menggambar  Referensi : ( 2005-2015

    HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar belakang : Organizational citizenship behavior (OCB) merupakan perilaku kerja perawat yang tidak tertulis dalam deskripsi kerja namun memiliki dampak positif seperti memfasilitasi pencapaian kinerja yang diharapkan rumah sakit, meningkatkan kualitas kerja, efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien. Dari beberapa penelitian sebelumnya, diketahui bahwa OCB berhubungan dengan kepuasan kerja.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kepuasan kerja dengan OCB perawat instalasi rawat inap RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. 37 perawat terpilih melalui teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data antara lain kuesioner demografi, Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) Short-Form dan kuesioner OCB.Hasil : Hasil uji Chi-Square dengan p value = 0,031 (p < 0,05) menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan OCB di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Kesimpulan : Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa pihak rumah sakit dapat meningkatkan OCB perawat dengan meningkatkan kepuasan kerja perawat. Kata Kunci : Kepuasan kerja, organizational citizenship behavior, OCB, perawa

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KANKER SERVIKS TERHADAP KEIKUTSERTAAN PEMERIKSAAN IVA (INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT) PADA WUS (WANITA USIA SUBUR) DI PUSKESMAS KARYA MULIA KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar belakang: Kanker serviks merupakan kejadian kanker tertinggi di Kota Pontianak yang terjadi pada WUS. Kurangnya pengetahuan WUS tentang kanker serviks dan pemeriksaan IVA menyebabkan rendahnya keikutsertaan pemeriksaan IVA. Upaya pencegahan primer untuk mencegah kanker serviks di masyarakat adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang kanker serviks. Puskesmas Karya Mulia merupakan puskesmas dengan jumlah WUS kedua terendah yang melakukan pemeriksaan IVA, yaitu sebesar 0,3%. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang kanker serviks terhadap keikutsertaan pemeriksaan IVA pada WUS di Puskesmas Karya Mulia Kota Pontianak. Metode: Penelitian merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest posttest non equivalent control grup, dengan sampel 100 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data di analisis menggunakan uji McNemar dan Chi Square. Hasil: Pada uji McNemar, pengetahuan pada kelompok intervensi memiliki p value 0,027 sedangkan pada kelompok kontrol 0,500. Pada uji McNemar, keikutsertaan pemeriksaan IVA pada kelompok intervensi memiliki p value 0,004 sedangkan pada kelompok kontrol 0,250. Uji Chi Square untuk perbandingan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol memiliki p value 0,021. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang kanker serviks terhadap pengetahuan dan keikutsertaan pemeriksaan IVA pada WUS. Terdapat perbedaan keikutsertaan pemeriksaan IVA antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang kanker serviks pada WUS

    310

    full texts

    328

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ProNers
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇