Jurnal ProNers
Not a member yet
    328 research outputs found

    ANALISIS PERSEPSI PEMBIMBING KLINIK TERHADAP PENERAPAN PRAKTIK KLINIK PROFESI KEPERAWATAN MAHASISWA PSIK UNTAN

    Get PDF
    LatarBelakang: Pendidikan tinggi keperawatan terdiri atas pendidikan vokasi,pendidikan akademik dan pendidikan profesi. Pendidikan Ners harus melewati dua tahappendidikan yaitu tahap pendidikan akademik dan pendidikan profesi. Pendidikan Profesimerupakan tahap pendidikan yang sepenuhnya dilaksanakan di lapangan atau lahan praktik yang memiliki standar praktik klinik yang terdiri dari wahana praktik klinik yangmemiliki kasus untuk pencapaian kompetensi, pembimbing klinik yang bersertifikatpreseptor, tersedianya pedoman praktik. Namun, dalam pelaksanaan praktik klnik profesimahasiswa PSIK UNTAN belum terpenuhi. Maka penting untuk diteliti bagaimanapersepsi pembimbing klinik terhadap penerapan praktik klinik profesi keperawatanmahasiswa PSIK UNTAN.Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis persepsi pembimbing klinik di lahan praktikklinik mahasiswa keperawatan Universitas Tanjungpura terhadap penerapan praktikklinik profesi keperawtanMetodologi: Penelitian ini dengan desain kualitatif deskriptif pendekatan fenomenologi,diambil dengan purposive sampling pada enam informan pembimbing klinik yangdilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview). Hasil wawancara dianalisismenggunakan metode Miles dan Huberman.Hasil: Ditemukan analisis 3 tema yaitu: standar kompetensi mahasiswa yang terdiri darikognitif, afektif dan psikomotor. Standar pembimbing klinik yang terdiri dari standarpelaksanaan praktik klinik, capaian kompetensi dan metode pembelajaran praktik klinik.Standar praktik klinik yang terdiri dari faktor pendukung praktik klinik dan faktorpenghambat praktik klinik.Kesimpulan: Penerapan praktik klinik profesi keperawatan harus memenuhi standarpendidikan Ners. Sehingga dalam pelaksanaannya praktik klinik dapat menigkatkan mutululusan dan mengembangkan Pendidikan Ners.Kata Kunci: Persepsi, Pembimbing Klinik, Praktik Klini

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT TERHADAP PENGGUNAAN SARUNG TANGAN DI UGD RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Satu diantara standar keselamatan pasien dan Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI) adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) diantaranya adalah penggunaan sarung tangan. Penggunaan APD ini tidak keseluruhan langsung bersentuhan dengan pasien secara rutin. Tingkat Kepatuhan ini sangatlah mempengaruhi keselamatan dan pengendalian infeksi di rumah sakit, hal ini penting di analisis bagaimana faktor-faktor mempengaruhi tingkat kepatuhan perawat terhadap penggunaan sarung tangan di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Kota Pontianak.Tujuan: Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat terhadap penggunaan sarung tangan di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Kota Pontianak sebagai pencegahan pengendalian infeksi. Metode: Penelitian jenis kuantitatif dengan desain penelitian analitic observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Pada 15 responden perawat di ruangan UGD Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Kota Pontianak. Yang diambil sampel secara total sampling, instrumen kuesioner pengetahuan dan sikap serta dilakukan observasi terhadap tingkat kepatuhan.Hasil: Analisis Fisher pada semua variabel tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat kepatuhan perawat saat menggunakan sarung tangan yang dibuktikan hasil analisa p > 0,05 tidak memiliki hubungan antara masa bekerja (p=1,000), pendidikan (p=0,200), pengetahuan (p=1,000) dan sikap (p=1,000).Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor seperti masa bekerja, pendidikan, pengetahuan dan sikap tidak memiliki hubungan dengan tingkat kepatuhan perawat terhadap penggunaan sarung tangan. Kata Kunci      :tingkat kepatuhan, penggunaan sarung tanganReferensi         : 45 (2006-2015)

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE GENETALIA DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA AKHIR DI INDEKOST TEHEL BIRU PONTIANAK TAHUN 2016

    Get PDF
    Latar belakang : Salah satu masalah kesehatan reproduksi wanita yang sering ditemukan adalah keputihan.Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2012, menyatakan bahwa di Indonesia sebanyak 75% wanita pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan 45% diantaranya biasanya mengalami keputihan dua kali atau lebih. Kurangnya pengetahuan tentang personal hygiene genetalia dapat menjadi satu diantara faktor penyebab terjadinya keputihan.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara Pengetahuan Personal Hygiene Genetalia dengan kejadian keputihan pada remaja akhir yang tinggal di Indekost Tehel Biru Pontianak Tahun 2016.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh diolah secara statistik menggunakan uji Fisher.Hasil : Hasil analisa dari 40 responden penelitian menunjukkan bahwa umur  responden terbanyak adalah 17 tahun dengan persentase 27,5%, 21 responden dengan persentase 52,5% memiliki pengetahuan baik tentang personal hygiene, dan 17 responden dengan persentase 42,5% mengalami keputihan.Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja puteri di Indekost Tehel Biru Kota Pontianak Kalimantan Barat dengan p value 0,000.   Kata kunci                 : Pengetahuan personal hygiene genetalia, kejadian keputiha

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Penanganan Non Farmakologi Dismenore Primer Pada Mahasiswi Program Studi Keperawatan Angkatan 2015 Universitas Tanjungpura

    Get PDF
    Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri haid yang timbul pada 24 jam sebelum menstruasi dan bertahan hingga 24-36 jam menstruasi. Dismenore dapat mengganggu aktivitas dan memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan aktivitas rutin selama beberapa jam atau beberapa hari. Penanganan dismenore dapat dilakukan dengan cara non farmakologi, yaitu istirahat, terapi panas dan dingin, senam dismenore, masase, distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing, dan mengatur posisi knee chest.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penanganan non farmakologi dismenore primer pada mahasiswi Program Studi Keperawatan angkatan 2015 Universitas Tanjungpura.Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional pada sampel sebanyak 38 responden menggunakan teknik total sampling pada mahasiswi Program Studi Keperawatan angkatan 2015 Universitas Tanjungpura. Analisa menggunakan uji fisher. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan penanganan non farmakologi dismenore primer.Hasil: Uji statistik dengan uji fisher didapatkan bahwa nilai p=0,303 (p>0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dengan penanganan non farmakologi dismenore primer pada mahasiswi Program Studi Keperawatan angkatan 2015 Universitas Tanjungpura.Kata kunci: Mahasiswi, Tingkat Pengetahuan, Penanganan Non Farmakologi Dismenore Prime

    HUBUNGAN CARA MENGGOSOK GIGI TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGRI 06 KECAMATAN PONTIANAK UTARA

    Get PDF
    Latar Belakang: Di Indonesia penyakit gigi dan mulut terutama karies, masih banyak diderita oleh anak-anak. Penyakit karies gigi menempati peringkat ke 6 dari penyakit yang sering diderita. Hal ini ditunjukan oleh data bahwa, 91,1% penduduk Indonesia sudan menyikat gigi namun hanya 7,3% yang berprilaku benar dalam menyikat gigi. Cara menggosok gigi yang tidak benar dapat mengakibatkan terjadinya karies gigi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cara menggosok gigi terhadap kejadian karies gigi pada anak usia sekolah.Metode: Desain yang digunakan adalah desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total Sampling. Jumlah responden 48 orang. Uji statistik yang digunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan cara menggosok gigi terhadap kejadian karies gigi pada anak usia sekolah (p<0,05).Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini, terdapat hubungan cara menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SD Negeri 06 kecamatan Pontianak Utara. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam upaya pencegahan terjadianya karies gigi. Kata Kunci: Karies Gigi ,menggosok gigi, anak usia sekolah. Referensi : 49 (2006-2015)

    PENGARUH DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA USIA PERTENGAHAN DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS KAMPUNG DALAM KECAMATAN PONTIANAK TIMUR

    Get PDF
    Latar Belakang : Hipertensi merupakan silent killer yang menyebakan 9,4% kematian di dunia, di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak terdapat 33,1% kejadian hipertensi. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan nonfarmakologi diantaranya relaksasi seperti  dzikir. Kalimat atau kata yang berirama dapat menimbulkan tubuh menjadi rileks. Tujuan : Mengetahui Pengaruh dzikir terhadap penurunan darah pada usia pertengahan di wilayah kerja UPK Puskesmas Kampung Dalam Kecamatan Pontianak Timur. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan quasy eksperimen dengan pre test and post test nonequivalent control group. Metode pengambilan sampel yang digunakan puposive sampling. Sampel berjumlah 36 rsponden. Analisa menggunakan uji t t berpasangan pada kelompok intervensi, uji wilcoxon dan uji t berpasangan pada kelompok kontrol, mengetahui pengaruh dan membandingkan nilai tekanan darah sesudah intervensi antara 2 kelompok menggunakan uji mannwhitney dan uji t tidak berpasangan. Hasil : Analisa bivariat tekanan darah sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi, didapatkan nilai p < 0,001 pada sistolik dan diastolik. Tekanan darah darah sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol, didapatkan nilai p = 0,130 pada sistolik, sedangkan nilai p < 0,001 pada diastolik. Perbedaan tekanan darah sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, sistolik didapatkan nilai p = 0,862 dan diastolik p = 0,286. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian terapi dzikir terhadap penurunan tekanan tekanan darah pada usia pertengahan diwilayah kerja UPK Puskesmas Kampung Dalam Kecamatan Pontianak Timur, dan tidak ada perbedaan tekanan darah sesudah pada kelompok intervensi dan kontrol. Rekomendasi : Terapi dzikir agar dapat dijadikan terapi nonfarmakologis pendamping terapi farmakologi dalam mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi.   Kata Kunci : Dzikir, tekanan darah, usia pertengahan. Referensi : 51 (2005 – 2015

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF EFFICACY PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT STROKE DI RUANG RAWAT JALAN POLI SARAF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Stroke merupakan penyebab umum kematian urutan ketiga di negara maju dan paling banyak menyebabkan cacat pada kelompok usia diatas 45 tahun setelah penyakit kardiovaskular dan kanker. Banyak penderitanya yang menjadi cacat, menjadi invalid, tidak mampu lagi mencari nafkah seperti sediakala, bergantung pada orang lain, dan tidak jarang menjadi beban bagi keluarganya. Stroke bukan hanya dapat menyebabkan kematian tetapi juga menurunkan self efficacy terhadap penderitanya. Dukungan keluarga bagi pasien stroke sangat diperlukan selama pasien masih mampu memahami makna dukungan tersebut sebagai penyokong kehidupannya.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self efficacy pada pasien dengan penyakit stroke di Ruang Rawat Jalan Poli Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie kota Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 70 orang dan jumlah sampel sebanyak 41 orang pasien stroke di Ruang Rawat Rawat Jalan Poli Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak yang menjalani rawat jalan di ruang poli saraf. Pemilihan sampel dipilih dengan cara non probability sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Analisa statistik yang digunakan untuk menguji hipotesa adalah uji spearman.Hasil : Responden dengan dukungan keluarga yang baik sebanyak 21 orang dengan presentase 51.2% dan self efficacy yang baik sebanyak 23 orang dengan presentase 56.1%. Hasil uji statistik spearman didapatkan nilai signifikan p = 0.000 (p< 0.05).Kesimpulan :Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan self efficacy pada pasien dengan penyakit stroke (p=0.000

    PENGARUH JUS LIDAH BUAYA (ALOE VERA CHINENSIS) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

    Get PDF
    Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan meningkatnya kontraksi pembuluh darah arteri. Senyawa aktif seperti flavonoid, arginin, dan kalium dapat mengurangi terjadinya hipertensi. Lidah buaya (Aloe vera) merupakan salah satu tanaman herbal yang mengandung senyawa aktif tersebut, sehingga lidah buaya (Aloe vera) diduga dapat dijadikan pengobatan non-farmakologi berbasis herbal.Tujuan: Mengetahui pengaruh jus lidah buaya (Aloe vera chinensis) terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja UPK Puskesmas Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Utara.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan desain penelitian quasy experiment dengan rancangan non equivalent control group. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 36 orang.Hasil: Hasil analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon, menunjukkan nilai median tekanan darah sistolik sebelum diberikan terapi jus lidah buaya (Aloe vera chinensis) sebesar 148.00 dan sesudah diberikan terapi sebesar 134.50 dengan p < 0.05. Sedangkan nilai median tekanan darah diastolik sebelum pemberian terapi sebesar 99.00 dan sesudah pemberian terapi sebesar 90.00 dengan p < 0.05, sehingga Ha diterima.Kesimpulan: Ada pengaruh jus lidah buaya (Aloe vera chinensis) terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada hipertensi di wilayah kerja UPK Puskesmas Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Utara. Terapi jus lidah buaya (Aloe vera chinensis) direkomendasikan sebagai terapi untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi.Kata Kunci     : Minuman Jus, Sistolik, Diastoli

    PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SADARI DI SMP ISLAM HARUNIYAH KOTA PONTIANAK TAHUN 2016

    Get PDF
    Latar Belakang : Salah satu penyebab utama kematian yang diakibatkan oleh kanker pada wanita adalah kanker payudara.  Pemeriksaan dini yang biasa dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara adalah dengan memeriksa payudara sendiri (SADARI). Tingkat pendidikan SMP merupakan pendidikan dasar dimana SADARI belum masuk dalam kurikulum pembelajaran di sekolah sehingga informasi tentang prosedur SADARI belum didapatkan oleh remaja wanita di tingkat SMP.Tujuan : Mengidentifikasi pengaruh penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) terhadap tingkat pengetahuan SADARI di SMP Islam Haruniyah Kota Pontianak Tahun 2016.Metodologi Penelitian : Desain penelitian quasi experiment dengan metode pre-test and post-test without control. Pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan jumlah populasi sebanyak 92 siswi. Pengambilan data tingkat pengetahuan siswi menggunakan kuesioner. Dilakukan pretest terhadap sampel untuk menentukan tingkat pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan. Sehari setelah pretest, dilakukan penyuluhan tentang SADARI kepada sampel. Satu bulan setelahnya, dilakukan posttest untuk melihat tingkat pengetahuan setelah dilakukan SADARI. Data dihitung menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui adanya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap sampel.Hasil : Tingkat pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan dengan kategori baik hanya sebesar 3.66%, sedangkan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan kategori baik meningkat menjadi 56.10%. Hasil yang didapatkan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai Z hitung -7.686, dengan nilai p=0.000 (p<0.05) yang menunjukkan bahwa terdapat perubahan tingkat pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang SADARI.Kesimpulan : Penyuluhan kesehatan berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMP Islam Haruniyah. Kata Kunci    : penyuluhan kesehatan, SADARI, tingkat pengetahuanReferensi        : 28 (2002-2015

    PENGARUH TERAPI PUASA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS GANG SEHAT KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang paling sering dialami masyarakat. Pengelolaan hipertensi dapat bersifat farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu intervensi nonfarmakologi untuk hipertensi adalah terapi puasa. Berkurangnya asupan cairan dan makanan pada saat puasa dapat menurunkan volume cairan di dalam pembuluh darah yang dapat menurunkan tekanan darah.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh terapi puasa terhadap tekanan darah pada hipertensi di wilayah kerja uptd puskesmas gang sehat kota ponianak.Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan quasi eksperimen design dengan rancangan non equivalent control group, subjek 32 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Metode pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan   spignomanometer air raksa dan stetoskop. Terapi puasa diberikan ±13 jam selama 1 hari. Data analisis menggunakan uji wilcoxon.Hasil : Pada uji wilcoxon tekanan darah sistolik kelompok intervensi menunjukkan p value 0,001 dan kelompok kontrol atau p value 0,480. Tekanan darah diastolik kelompok intervensi menunjukkan p value 0,003  dan pada kelompok kontrol p value 0,222

    310

    full texts

    328

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ProNers
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇