Jurnal ProNers
Not a member yet
    328 research outputs found

    Pengaruh Peregangan Statis dan Dinamis Terhadap Perubahan Nyeri Pada Lansia Dengan Osteoatritis Lutut di UPTD Puskesmas Kampung Bangka Pontianak Tenggara

    Get PDF
    Latar Belakang : Osteoartrits adalah penyakit tidak menular menyerang lansia menempati posisi kedua setelah hipertensi, yang menyebabkan disabilitas ataukecacatan. Tanda dan gejala osteoartritis paling umum dan dianggap menganggu adalah nyeri, sehingga memerlukan terapi yang tepat untuk mengatasi masalahtersebut. Peregangan yang melibatkan sendi dan otot dipercaya mampumengurangi nyeri yang disebabkan oleh osteoartritis.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh latihan peregangan statis dan dinamisterhadap perubahan nyeri pada lansia dengan osteoartritis pada lutut. Metode : Penelitian kuantitatif quasi experimental pretest-posttest terhadap 18responden kelompok kontrol dan 18 responden kelompok intervensi yangdiambil secara purposive non probability sampling dilakukan analisis UjiWilcoxon untuk perubahan nyeri pada masing-masing kelompok dan Uji MannWhitneyuntuk perbandingan nilai posttest pada kedua kelompok, dengan nilaip<0,05dinyatakan signifikan. Intervensi dilakukan selama 15 menit sebanyak 3kali dalam seminggu selama 4 minggu.Hasil : Hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi didapatkan hasil yangsignifikan dengan nilai (p<0,05) yaitu p=0,000, hasil uji Wilcoxon padakelompok kontrol didapatkan nilai yang tidak signifikan dengan nilaip=0,157.Hasil uji Mann-Whitney didapatkan nilai signifikan dengan nilaip=0,000 (p<0,05).Kesimpulan : Terdapat pengaruh peregangan statis dan dinamis dalampenurunan skor nyeri pada lansia dengan osteoartritis lutut.Kata Kunci : Osteoartritis, Lansia, Peregangan Statis, Peregangan Dinami

    PENGARUH TERAPI BERMAIN LILIN TERHADAP PELAKSANAAN REGIMEN TERAPI OBAT ORAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) DI RUANG RAWAT INAP ANAK RSUD dr. ABDUL AZIZ SINGKAWANG

    Get PDF
    Latar Belakang: Hospitalisasi membuat anak menjadi cemas takut, sehingga anak tidak mudah untuk menerima tindakan keperawatan sehingga beresiko pada tertundanya regimen terapi obatoral. Terapi bermain lilin bertujuan untuk meningkatkan pemberian obat oral pada anak usiaprasekolah dengan stress hospitalisasi, memfasilitasi perawat dalam berkomunikasi verbal maupunnon verbal kepada anak, untuk memberikan pelepasan stress dan ketegangan, memungkinkanekspresi emosi dan pelepasan impuls yang dapat diterima secara sosial bagi anakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain lilin terhadappelaksanaan regimen terapi obat oral di ruang Rawat Inap Anak RSUD dr. Abdul AzizSingkawang.Metodologi Penelitian: Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan metode pendekatanPretest-Posttest Control Group Design. Sampel pada penelitian ini 28 responden terbagi menjadi14 responden pada kelompok intervensi dan 14 responden pada kelompok kontrol. Uji statistikyang digunakan T-test berpasangan.Hasil: Hasil menunjukkan dengan nilai significancy (p<0,05). Nilai ini menyatakan bahwa adapengaruh terapi bermain lilin terhadap pelaksanaan regimen terapi obat oral di ruang Rawat InapAnak RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang.Kesimpulan: Ada perbedaan pelaksanaan pemberian obat oral, sebelum dan setelah pelaksanaanterapi bermain lilin. Direkomendasikan bagi perawat, terapi bermain lilin dapat diterapkan untukmemudahkan dalam pemberian tindakan keperawatan khususnya pemberian obat oral agar lebihefektif.Kata Kunci : Terapi Bermain, Lilin, Pelaksanaan Regimen Terapi, Anak Usia Prasekolah, ObatOralDaftar Pustaka : 10 (2003, 2014

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNAWERDHA MULIA DHARMA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Latar Belakang : Lanjut usia sangat rentan terhadap konsekuensi fisiologis dan psikologis dariimobilitas salah satunya ialah depresi. Depresi merupakan masalah kesehatan dan gangguanmental yang paling sering terjadi pada lansia akibat kegagalan dalam menghadapi perubahankehidupan.Tingginya angka depresi pada lansia, disebabkan regangannya kekerabatan antaralansia dan keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Sehingga diperlukannya suatu dukungansosial/emosional yang dapat meringankan beban seseorang atau sekelompok orang yangmenghadapi masalah yang dirasakan cukup berat.Tujuan :Mengetahui Hubungan Dukungan Sosial dengan Tingkat Depresi Pada Lansia di UPTPanti Sosial Tresna werdha Mulia Dharma Provinsi Kalimantan Barat.Metode : Penelitian ini analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional kuantitatif. Sampelpenelitian berjumlah 23 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuisoner dari Panduan Social Support Assessment(SSA) dan Geriatric Scale Depression Scale (GDS).Uji statistik yang digunakan uji Fisher. Hasil : Analisa univariat berdasarkan pada usia terbanyak adalah rentang usia 64-74 sebesar 16 orang (69,6%).Jenis kelamin yang terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah 12 orang (52,2%).Lama dipanti yang terbanyak adalah 1-5 tahun sebesar 13 orang (56,6%). Dukungan social yangterbanyak adalah dukungan social tinggi sebesar 20 orang (87,0%).Tingkat depresi yangterbanyak adalah yang depresi ringan sebanyak 15 orang (65,2%).Uji bivariat uji statisticdukungan social dengan tingkat depresi didapatkan nilai p= 1.000 Kesimpulan : Tidak ada hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada lansia Kata Kunci :Dukungan Social, Lansia di Panti, Tingkat Depres

    HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN STATUS GIZI BERDASARKAN BB/U PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA SINGKAWANG

    Get PDF
    Latar Belakang :Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki masalahkesehatan anak yaitu masalah gizi padaanak balita. Dari 35 Provinsi di Indonesia, KalimantanBarat merupakan salah satu Provinsi yang termasuk dalam lima peringkat tertinggi pada anakbalita yang berstatus gizi buruk dan sepuluh peringkat terendah pada anak balita yangberstatus gizi baik. Masalah gizi pada anak balita dipengaruhi oleh beberapa faktordiantaranya yaitu sikap dan pengetahuan ibu tentang gizi anak.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara sikap dan pengetahuan ibu dengan status giziberdasarkan BB/U pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Singkawang. Metode :Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif dengan desain analitikobservasional menggunakan pendekatan potong lintang. Tehnik pengambilan sampel dalampenelitian ini menggunakan tehnik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52responden. Uji statistik yang digunakan adalah fisher.Hasil :Hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji fisher didapatkan nilai p value P<0,05,yaitu nilai P 0,04 dan 0,23.Kesimpulan : Ada hubungan antara sikap dan pengetahuan ibu dengan status giziberdasarkan BB/U pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Singkawang. Kata Kunci :Status Gizi Anak Balita, Sikap Ibu, Pengetahuan Ib

    EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PADA SISWI-SISWI DI KELAS X SMA NEGERI 5 PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Rata-rata siswi yang mengalami dismenore mengeluh sakit perut disertai pusing,lemas dan bahkan ada beberapa siswi yang sampai pingsan ketika benar-benar tidak kuat menahanrasa sakit tersebut, ada pula yang terpaksa izin untuk pulang karena dismenorea.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efektifitas teknikrelaksasi nafas dalam terhadap penurunan Dismenorea pada siswi-siswi di XI SMA Negeri 5Pontianak. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah eskperimen. Populasi dalam penelitian iniadalah siswi-siswi kelas X SMA Negeri 5 Pontianak sebanyak 81 orang siswi yang mengalamidisminorea, sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 29 orang siswi kelas X SMA Negeri 5Pontianak yang mengalami disminorea (nyeri haid ringan dan sedang). Analisa data di lakukandengan perangkat lunak atau software analysis (SPSS versi 16.0). Hasil: Tingkat dismenorea sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam, diketahuibahwa nyeri haid responden sebelum dilakukan teknik relaksasi nafas dalam sebagian besar(86,2%) adalah nyeri sedang, sedangkan nyeri haid responden setelah dilakukan teknik relaksasinafas dalam diketahui sebagian besar (82,8%) responden merasakan nyeri ringan. Efektifitasteknik relaksasi nafas dalam pada remaja yang mengalami dismenorea, diketahui bahwa adapengaruh pemberian teknik relaksasi nafas dalam terhadap nyeri haid pada pada siswa kelas XSMA Negeri 5 Pontianak yang artinya teknik relaksasi nafas dalam efektif menurunkandismenorea ringan dan sedang. Kesimpulan: Teknik relaksasi nafas dalam efektif menurunkan dismenorea ringan dan sedang danefektifitas teknik relaksasi nafas dalam pada remaja yang mengalami dismenorea diketahui bahwasesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam skala nyeri haid responden mengalami penurunan.Kata Kunci: Teknik Relaksasi Nafas Dalam, Desminore

    PENGARUH PERAWATAN PAYUDARA DENGAN TEKNIK MASSAGE ROLLING PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP KELANCARAN PENGELUARAN ASI POSTPARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK BARAT

    Get PDF
    Latar belakang: ASI merupakan nutrisi yang paling baik bagi bayi baru lahir hingga menginjak usia 2 tahun. Perawatan payudara berupa massage rolling (punggung) merangsang reflek oksitosin atau reflek let down. Pijat ini dilakukan dengan cara memijat daerah punggung sepanjang kedua sisi tulang belakang. Perawatan payudara selama kehamilan merupakan salah satu hal yang penting yang harus diperhatikan pada saat kehamilan sebagai persiapan untuk produksi kelancaran pengeluaran ASI.Tujuan: Mengetahui pengaruh perawatan payudara dengan teknik massage rolling pada ibu hamil trimester III terhadap kelancaran pengeluaran ASI postpartum di wilayah kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak Barat.Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan quasy eksperimen dengan post test  only design with control grup. Metode pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Sampel berjumlah 32 responden yang dibagi menjadi 16 responden kelompok intervensi dan 16 responden kelompok kontrol. Analisa menggunakan uji T-Test Independent.Hasil : Analisa bivariat kelancaran pengeluaran ASI sesudah diberikan intervensi, didapatkan nilai p < 0,000. Kelancaran pengeluaran ASI pada kelompok intervensi (87,5%) sedangkan pada kelompok kontrol (31,3%).Kesimpulan : Terdapat pengaruh perawatan payudara dengan teknik massage rolling pada ibu hamil trimester III terhadap kelancaran pengeluaran ASI postpartum di wilayah kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak Barat

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENERIMAAN DIRI PASIEN STROKE DI RAWAT JALAN POLI SARAF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Stroke mempengaruhi aspek aspek kehidupan baik personal, sosial, pekerjaan,fisik, psikologis, dan sangat ketergantungan pada orang lain secara ekonomi serta gangguanafektif lainnya. Penerimaan diri didasarkan pada kepuasan individu atau kebahagiaan individumengenai dirinya serta berfikir mengenai kebutuhannya untuk memiliki mental yang sehat.Dukungan keluarga terhadap pasien stroke memberikan manfaat dalam diri pasien untukmengontrol dan menyesuaikan diri terhadap penyakit yang dialaminya.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan penerimaan diri pasien strokedi Rawat Jalan Poli Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie kotaPontianak.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional.Sampel sebanyak 61 Responden di Rawat Jalan Poli Saraf Rumah Sakit Umum Daerah SultanSyarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. Sampel dipilih dengan cara non probability sampling.Instrumen menggunakan kuesioner. Analisa statistik uji chi square dengan nilai p= <0,05Hasil : Responden dengan dukungan keluarga yang baik sebanyak 41,0 % dan dukungankeluarga kurang baik sebanyak 59,0 % sedangkan penerimaan diri yang baik sebanyak 54,1 %dan penerimaan diri kurang baik sebanyak 45,9 %. Hasil uji statistik chi square didapatkan nilaisignifikan p = 0,018 (p< 0,05).Kesimpulan :Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan penerimaandiri pada pasien dengan penyakit stroke (p=0,018)Kata Kunci : Dukungan keluarga, penerimaan diri, strokeReferensi : 66 (2000-2016

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT DAN STATUS HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI RAYA DALAM KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    Latar belakang: Hipertensi memimpin sebagai penyebab kematian nomor satu didunia.Oleh karena itu penderita harus selalu patuh dengan aturan pengobatan hipertensikepatuhan mengkonsumsi obat hipertensi dan mengontrol tekanan darah secara rutin padapasien hipertensi merupakan sesuatu yang menjenuhkan sehingga dukungan keluargaharus diberikan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi tingkat hipertensi yangmeningkat setiap tahun.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan dukungan keluargaterhadap kepatuhan minum obat dan status hipertensi pada penderita hipertensi di wilayahkerja Puskesmas Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Crosssectional.Jumlah sampel 77 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikankuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan minum obat. Serta lembar statushipertensi. Uji statistik dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-SquareHasil: Hasil yang didapatkan adalah terdapat hubungan yang signifikan antara dukungankeluarga terhadap kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi dengan p=0,012 dantidak ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap status hipertensi di wilayah kerjaPuskesmas Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya dengan p=0,345Kesimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat padapenderita hipertensi dan tidak ada hubungan dukungan keluarga terhadap status hipertensipada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sungai Raya Dalam KabupatenKubu Raya.Kata Kunci: Dukungan keluarga, Hipertensi, Kepatuhan minum obat, Status hipertensi

    TERAPI MUROTTAL TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL REHABILITASI LANJUT USIA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    Latar Belakang : Lansia pasti mengalami perubahan fisik dan mental. Maka dari berbagai perubahan kondisi lansia akan lebih rentan mengalami masalah hipertensi karena seiring bertambahnya usia. Pencegahan hipertensi, umumnya dilakukan dengan mengubah gaya hidup dan terapi murottal yaitu merupakan salah satu terapi komplementer yang bisa menurunkan tekanan darah.Tujuan : Untuk mengetahui Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Darma Kabupaten Kubu Raya.Metode : Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan pre eksperiment dalam kategori satu kelompok (one group pretest- posttest design). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah pemberian intervensi berupa terapi murottal. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dan penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon.Hasil : Setelah dianalisis dengan uji Wilcoxon terdapat Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Tekanan Darah Pada Lanjut Usia Di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma Kabupaten Kubu raya. Hasil  p value sistole pre dan post = 0.000 (p<0,05) dan juga didapat hasil p value diastole pre dan post = 0.001 (p< 0,05).Kesimpulan : Terdapat perubahan tekanan darah setelah diberikan terapi murottal pada lansia dengan hipertensi di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya. Terapi murottal dapat digunakan dalam mengatasi tekanan darah tinggi sebagai bentuk terapi komplementer yang mudah untuk dilakukan secara mandiri. Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Terapi Murotta

    ANALISA PERSEPSI PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN PADA ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DI RSUD dr ABDUL AZIZ SINGKAWANG : STUDI FENOMENOLOGI

    Get PDF
    Latar Belakang: Peran perawat dalam asuhan keperawatan adalah mencegah terjadinyakesalahan dalam pemberian terapi, mengurangi stressor dan perasaan takut akibat perlakuanintervensi medis. Intervensi keperawatan dalam mengatasi dampak hospitalisasi pada anakadalah dengan terapi bermain, dan untuk dapat terlaksananya terapi bermain yang dilakukanoleh perawat diruang rawat inap harus didasari adanya pengetahuan dan pandangan perawattentang kegiatan bermain yang akan dilakukan. Tujuan: Menganalisis persepsi perawat tentang pelaksanaan terapi bermain pada anakyang dihospitalisasi di RSUD dr Abdul Aziz Singkawang.Metode: Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dianalisisdengan menggunakan metode Miles dan Huberman. Penelitian pada 6 informan, perawatruang rawat inap anak. Hasil: didapatkan lima tema tentang pelaksanaan terapi bermain, yaitu (1) persepsi negatifterhadap anak sakit, (2) pelaksanaan asuhan keperawat anak, (3) hambatan dalampelaksanaan terapi bermain, (4) pentingnya perawatan anak saat dihospitalisasi, (5) alatpermainan edukatif dalam terapi bermain.Kesimpulan: Didapatkan lima tema dalam pembahasan analisa persepsi perawat tentangpelaksanaan terapi bermain pada anak yang mengalami hospitalisasi.Implikasi: Rumah sakit diharapkan dapat mempertimbangkan penelitian ini untuk dijadikanbahan sebagai standar kebijakan perawatan anak sakit.Kata Kunci : Persepsi, Terapi Bermain, HospitalisasiReferensi : 59 (2008-2016

    310

    full texts

    328

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ProNers
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇