Jurnal ProNers
Not a member yet
    328 research outputs found

    PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI 6-12 BULAN DI DESA SUNGAI JAGA A KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN BENGKAYANG

    Get PDF
    Masa emas pertumbuhan dan perkembangan terjadi pada masa bayi, dimana 75% hormon pertumbuhan dihasilkan saat bayi tidur, namun tidak semua bayi memiliki kualitas tidur yang baik. Kurangnya durasi tidur, kesulitan memulai danmempertahankan tidur adalah masalah yang paling sering ditemukan. Salah satu asuhan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan dasar bayi akan istirahat dan tidur adalah dengan intervensi pijat bayi. Pijat bayi akan meningkatkan kadar serotonin sehingga mempengaruhi kualitas tidur bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi yang berusia 612 bulan di Desa Sungai Jaga A Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang. Penelitian Kuasi eksperimen dengan kualitatif pre test and post test without control design, menggunakan analisis uji wilcoxon pada 31 bayi.Hasil analisis pada 31 bayi yang berusia 6-12 bulan di Desa Sungai Jaga A Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang, dengan uji wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi dengan nilai signifikansi p=<0,001.Kata kunci: pijat bayi, kualitas tidur, bay

    PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DAN AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI

    Get PDF
    Hipertensi menyebabkan 9,4% kematian di dunia. Di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sambas terdapat 16.225 kejadian hipertensi dan di Kecamatan Selakau terdapat 985 kejadian pada tahun 2016. Penanganan hipertensi selain farmakologi antara lain terapi rendam kaki air hangat dan aroma terapi lavender. Air hangat dan aroma lavender dapat menyebabkan terjadinya vasodilatasi sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan pre test and post test design with two comparison treatments pada 30 responden. Uji analisis yang digunakan adalah Uji T dan Uji Wilcoxon. Hasil pada penelitian ini didapatkan rata-rata responden berusia 50,17 tahun, jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, responden terbanyak memiliki riwayat hipertensi dan tidak mengonsumsi obat-obatan antihipertensi. Hasil pre-post test terapi rendam kaki air hangat adalah p value= 0,000 untuk sistolik dan p value= 0,001 untuk diastolik. Hasil pre-post test aroma terapi lavender adalah p value= 0,000 untuk sistolik dan p value= 0,000 untuk diastolik. Hasil perbandingan kedua intervensi tersebut setelah diberikan terapi rendam kaki air hangat dan aroma terapi lavender didapatkan p value= 0,591 untuk sistolik dan p value= 0,075 untuk diastolik. Simpulan penelitian menunjukkan terapi rendam kaki air hangat dan aroma terapi lavender efektif menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua intervensi tersebut. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai terapi alternatif yang mudah diterapkan pada penderita hipertensi di lingkungan masyarakat ataupun di puskesmas

    Pengaruh Posisi Tidur Semi Fowler 45˚ Terhadap Kualitas Tidur Pasien Gagal Jantung Di Ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak

    Get PDF
    Latar Belakang: Penderita gagal jantung sering terbangun pada malam harikarena sesak nafas yang menyebabkan kualitas tidur pasien menurun. Hal ini akanmemperlambat pemulihan kondisi klien yang memperpanjang masa long of stay(LOS) di rumah sakit. Posisi tidur semi fowler dengan sudut 45˚ merupakan salahsatu tindakan positioning yang dipercaya dapat menekan sesak nafas, sehinggapasien dapat tidur lebih nyaman dan tidak terbangun pada malam hari. Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh posisi tidur semi fowler 45˚ terhadapkualitas tidur pasien gagal jantung di ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak.Metodologi: Menggunakan rancangan quasy-experimen dengan pre-post testcontrolled grup. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive samplingdengan sampel berjumlah 16 pada masing-masing kelompok. Analisis datadengan uji paired sampel t-test dan independent sampel t-test dengan nilai p ≤0,05Hasil: Karateristik responden rata-rata berusia 45-59 tahun (37,5%) dan berjeniskelamin laki-laki (81,3%). Tingkat kualitas tidur pada kelompok intervensididapatkan nilai p = 0,000 dan kelompok kontrol didapatkan nilai p = 0,184. Padaperbandingan kualitas tidur antara kelompok intervensi dan kontrol bernilai p =0,050.Kesimpulan: Terdapat perubahan kualitas tidur pasien gagal jantung setelah diberikan posisi semi fowler 45˚ pada kelompok intervensi dan tidak terdapat perubahan kualitas tidur pasien gagal jantung pada kelompok kontrol. Terdapatperbedaan antara kualitas tidur kedua kelompok yang telah diberikan posisi semifowler 45˚ sehingga posisi semi fowler 45˚ dapat dipertimbangkan untuk menjadiintervensi mandiri keperawatan dalam menangani masalah tidur pada pasien gagaljantung.Kata kunci : Semi Fowler, Kualitas Tidur Referensi : 59 (2002-2016

    ANALISA HUBUNGAN LANGKAH-LANGKAH TEKNIK MENYUSUI DENGAN RISIKO TERJADINYA NIPPLE TRAUMA PADA IBU NIFAS DI RUMAH SAKIT BERSALIN JEUMPA KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang:Proses menyusui akan dialami oleh ibu terutama dalam masa nifas untuk menjalin ikatan kuat pada bayi,. Ibu harus memperhatikan langkah-langkah dalam teknik menyusui. Teknik menyusui sangat penting dalam keberhasilan memberikan ASI secara ekslusif. Teknik menyusui yang tidak tepat pada ibu akan meningkatkan risiko luka pada puting ibu yang menyebabkan nipple trauma.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeanalisa hubungan langkah-langkah teknik menyusui dengan terjadinya nipple trauma pada ibu nifas di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Kota Pontianak.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan teknik pengambilan accidental sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 86 ibu nifas. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar kuesioner teknik menyusui dan nipple trauma.Hasil: Analisa univariat menunjukkan bahwa umur paling banyak pada ibu nifas adalah 30 tahun (17,4%), tingkat pendidikan paling tinggi ibu nifas adalah akademik (45,3%), teknik menyusui yang benar 2 orang (2,3%), teknik menyusui yang salah 84 orang (97,7%), ibu yang mengalami nipple trauma 41 orang (47,7%) dan yang tidak mengalami nipple trauma 45 orang (52,3%). Analisa bivariat menggunakan uji Fisher diperoleh nilai p=0,495 (p>0,05)Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara ketepatan penggunaan langkah-langkah teknik menyusui dengan risiko kejadian nipple trauma di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak. Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor perancu yaitu frekuensi menyusui ibu. Kata kunci : Teknik menyusui, nipple trauma, ibu nifa

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP NYERI BERULANG PADA PASIEN LANSIA DENGAN OSTEOARTHTRITIS DIWILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS ALIANYANG

    Get PDF
    Latar Belakang : Osteoarthtritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitandengan kerusakan kartilago sendi, vertebra, panggul, lutut dan pergelangan kaki. Pasienbiasanya mengeluh nyeri pada waktu melakukan aktivitas atau jika ada pembebanan padasendi yang terkena. Pada derajat yang lebih berat nyeri dapat dirasakan terus menerussehingga sangat mengganggu mobilitas pasien. Di Wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyangmasih banyak penderita yang belum mengetahui tentang peran dukungan keluarga terhadapkesehatannya, dukungan keluarga memainkan peran penting dalam moderat efek nyeri danketerbatasan fungsional. Padahal dalam proses penyembuhan dukungan keluarga sangatpenting. Tujuan : tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadaplansia dengan nyeri berulang di wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyang Kota Pontianak.Metode : Kuantitatif dengan Desain yang digunakan desain Cross Sectional. Jumlahresponden 37 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuisioner dukungankeluarga dan kuisioner nyeri berulang. Uji statistik dilakukan secara bivariat menggunakanUji Chi Square. Hasil : Hasil yang didapatkan adalah tidak terdapatnya hubungan yang signifikan antaradukungan keluarga terhadap nyeri berulang pada lansia dengan osteoarthtritis dengan p =0,823. Kesimpulan : Tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan nyeri berulang pada lansiadengan nyeri osteoarthtritis di wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyang.Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Osteoarthtritis, Nyeri Berulang. Referensi : 95 (2007-2018). *Mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpur

    PENGARUH PERAN PERAWAT SEBAGAI KONSELOR TERHADAP RESPON BERDUKA PASIEN HIV/AIDS DI RSJD SUNGAI BANGKONG PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Angka kejadian kasus HIV/AIDS di Kota Pontianak menduduki posisi pertama SeKalimantanBarat sebanyak 2759 orang positif HIV dan yang dinyatakan menderita AIDS sebanyak1422 orang. Belum ada obat yang mampu menyembuhkan HIV/AIDS. Hal tersebut mengakibatkanterjadinya perubahan fisik serta stigma yang masih ada di masyarakat menyebabkan tekanan psikologispada pasien HIV/AIDS berupa respon berduka terhadap penyakitnya. Peran perawat membantumencari jalan keluar atau membantu menentukan keputusan, dalam hal ini tentang HIV/AIDS. Tujuan: Mengetahui peran perawat sebagai konselor terhadap respon berduka pasien HIV/AIDS diRSJD Sungai Bangkong Pontianak.Metode: Menggunakan rancangan quasy eksperiment dengan pre test and post test without controlgroup. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling berjumlah 15 responden. Analisamenggunakan uji Wilcoxon. Responden dalam penelitian ini merupakan pasien HIV/AIDS yangmenjalani terapi pengobatan ARV ≤1 tahun.Hasil: Analisa bivariat respon berduka HIV/AIDS sebelum dan sesudah intervensi, didapatkan nilaidenial (p=0,038), anger (p=0,026), bargaining (p=0,026), dan depression (p=0,014). Tidak terdapatpengaruh pada acceptace (p=0,440).Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh peran perawat sebagai konselor terhadap respon berduka pasienHIV/AIDS fase acceptace di RSJD Sungai Bangkong Pontianak.Kata Kunci : HIV/AIDS, Respon berduka, Perawat Konselo

    PENGARUH PEMBERIAN MADU TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS KHATULISTIWA KECAMATAN PONTIANAK UTARA

    Get PDF
    Latar belakang: Peningkatan tekanan darah yang terjadi secara terus menerusdan pola pengobatan yang kurang baik menyebabkan hipertensi yang tidakterkontrol yang akhirnya mengakibatkan dampak buruk seperti serangan jantung,stroke, dan gangguan ginjal serta kebutaan sehingga meningkatkan angkamortalitas akibat hipertensi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian maduterhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja UPKPuskesmas Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Utara.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasiexperiment design dengan menggunakan kelompok kontrol. Jumlah sampel 40orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tekanan darah sebelumdan sesudah pemberian madu putussibau disertai kontrol diet hipertensi dan obatantihipertensi pada responden. Penelitian ini dilakukan selama 14 hari padamasing – masing responden. Uji statistik dilakukan secara bivariat menggunakanuji Wilcoxon.Hasil: Rata – rata tekanan darah sistolik dan diastolik setelah dilakukanpemberian madu yaitu 122,50 mmHg dan 82,50 mmHg pada kelompok intervensi.Rata – rata tekanan darah sistolik dan diastolik yaitu 141,50 mmHg dan 90,00mmHg pada kelompok kontrol. Tekanan darah sistolik dan diastolik pretest danposttest didapatkan nilai p yaitu 0,00096 dan 0,00017 (p<0,05) pada kelompokintervensi. Tekanan darah sistolik dan diastolik pretest dan posttest didapatkannilai p yaitu 0,005 dan 0,021 (p<0,05) pada kelompok kontrol. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara pemberian madu terhadappenurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja UPKPuskesmas Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Utara.Kata Kunci: Madu, Tekanan darah, Hipertensi, Diet.Referensi: 24 (2001-2017

    Pengaruh Edukasi Tentang Skrining (IVA Dan Pap Smear) Terhadap Perilaku Skrining Pada Wanita Usia Subur Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota

    Get PDF
    Latar Belakang: Tingginya angka kejadian gangguan reproduksi pada wanita menyebabkanwanita harus lebih sadar terhadap ksesehatan. Adapun cara untuk melakukan pendeteksian dinipada organ reproduksinya dapat dilakukan dengan pemeriksaan IVA dan Pap Smear.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang skrining(IVA dan Pap Smear) terhadap perilaku skrining pada wanita usia subur di wilayah kerja UPTDPuskesmas Kecamatan Pontianak Kota. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah WUS yang pernah menikah yang datang ke UPTD PuskesmasKecamatan Pontianak Kota diketahui tahun 2016 sebanyak 8.070 orang wanita usia subur. Sampelpada penelitian sebanyak 53 orang pasangan usia subur di Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota(Puskesmas Kampung Bali), teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisadata di lakukan dengan perangkat lunak atau software analysis. Hasil: Sebelum dilakukan edukasi sebanyak 51 orang responden dengan presentase (96,2%) tidakmelakukan skrining IVA dan Pap Smear dan 2 orang responden dengan presentase (3,8%)melakukan melakukan skrining IVA dan Pap Smear dan setelah dilakukan edukasi sebanyak 4orang responden dengan presentase (7,59%) melakukan skrining IVA dan Pap Smear dan sebanyak49 orang responden dengan presentase (92,5%) tidak melakukan skrining IVA dan Pap Smear.Kesimpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah eduksi tentang Skrining (IVA dan PapSmear) terhadap perilaku skrining pada Wanita Usia Subur di wilayah kerja UPTD PuskesmasKecamatan Pontianak Kota.Kata Kunci: Skrining, IVA and Pap Smear, Perilaku SkriningDaftar Pustaka: 65 (2007-2015

    PENGARUH TERAPI AIUEO TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI PADA AFASIA MOTORIK PASIEN PASCA STROKE DI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Stroke meninggalkan gejala sisa atau dampak lanjut salahsatunya gangguan komunikasi. Afasia merupakan salah satu jenis gangguankomunikasi. Afasia motorik atau afasia broca merupakan bentuk afasia yangpaling sering dijumpai. Terapi AIUEO merupakan terapi bicara yang dipercayadapat meningkatkan kemampuan komunikasi pasien afasia motorik.Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi AIUEO terhadap kemampuan komunikasipasien afasia motorik pasca stroke di Kota Pontianak.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan quasy eksperiment dengan preand post with control group. Responden dipilih dengan purposive samplingberjumlah total 14 responden, masing-masing 7 orang di kelompok kontrol danintervensi. Analisa Data digunakan Uji T berpasangan dan Uji T tidakberpasangan.Hasil: Karakteristik responden memiliki rata-rata usia rentang 60-74 tahun57,1%, jenis kelamin laki-laki 85,7 % , lama menderita stroke < 5 tahun 71,4 %.Analisa bivariat pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah intervensididapatkan nilai p 0,035 sedangkan kelompok kontrol memiliki nilai p 0,356 dananalisa bivariat antara kelompok intevensi dan kontrol melalui selisih reratakemampuan komunikasi didapatkan nilai p 0,030.Kesimpulan: Ada pengaruh terapi AIUEO terhadap kemampuan komunikasipasien afasia motorik pasca stroke di Kota Pontianak.Kata Kunci : Afasia Motorik, Terapi AIUEO, Pasca Strok

    EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER (Lavendula Angustifoila) TERHADAP NYERI KALA I PERSALINAN DI RUMAH SAKIT BERSALIN JEUMPA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Nyeri persalinan merupakan sensasi yang tidak menyenangkan danbersifat subjektif dan objektif. Secara objektif nyeri dapat diukur dengan pemantauantanda-tanda vital (Tekanan darah, nadi dan pernapasan). Manajemen nyeri secara nonfarmakologi untuk menurunkan sensasi nyeri salah satunya adalah aromaterapi lavender,dimana manajemen ini belum pernah dilakukan di Rumah Sakit Bersalin JeumpaPontianak. Tujuan : Mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi lavender terhadap nyeri kala Ipersalinan di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan pra-eksperimen dengan rancangan pre dan post satukelompok terhadap tanda-tanda vital pada 10 responden penelitian, yang dianalisismenggunakan 2 uji yaitu, Wilcoxon pada data tidak normal, dan metode T berpasanganpada didtribusi data normal.Hasil : Berdasarkan hasil uji analisis menunjukkan pada nilai tekanan darah sistolik dandiastolik didapatkan nilai p = 0,039 dan p = 0,014 (p value 0,05).Kesimpulan : Aromaterapi Lavender efektif terhadap perubahan nilai tekanan darahsistolik dan diastolik, dan tidak efektif terhadap perubahan jumlah nadi dan pernapasan.Kata Kunci : Aromaterapi, nyeri persalinan, ibu primigravida, kala

    310

    full texts

    328

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ProNers
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇