Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
تأثير استخدام طريقة الإملاء الاستماعي في درس اللغة العربية على مهارة الكتابة لطلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية المعارف تولونج أجونج للعام الدراسى 2024/2025 م
بحث العلمي تحت العنوان " تأثير استخدام طريقة الإملاء الاستماعي في درس اللغة العربية على مهارة الكتابة لطلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية المعارف تولونج اجونج للعام الدراسى 2024/2025 م " كتبها نور الفياني وحده ، رقم القيد 126202212061،قسم تعليم اللغة العربية ، كلية التربية والعلوم التعليمية ، الجامعة الإسلامية الحكومية سيد علي رحمة الله تولونج أجونج. تحت الإشراف الأستاذ الدكتور محمد خبير سراج الماجستير.
الكلمات الرئسية: درس اللغة العربية، وطريقة الإملاء الإستماعي، ومهارة الكتابة.
درس اللغة العربية هي إحدى المواد المطبقة على مستوى المدرسة. في التعلم اللغة العربية ، هناك أربع مهارات ، إحدى منهم يعني مهارة الكتابة. في دروس اللغة العربية وخاصة في مهارة الكتابة في عالم التعليم هناك كثير من السعوبات منها يشعر الطلاب أن كتابة اللغة العربية صعبة والعامل المسبب هو الاختلاف في الخلفيات التعليمية للطلاب. الجهود المبذولة لحل هذه المشكلات من خلال تطبيق أساليب التعلم. يمكن استخدام طريقة الإملاء الاستماعي كحل في حل مشكلة تعلم اللغة العربية. يمكن لطريقة الإملاء الاستماعي أن تحسن مهارة الذاكرة لطلاب حول ما يسمعونه مقابل مهارة كتابة المفردات والجمل باللغة العربية.
أن صياغة المشكلة في هذا البحث هي 1( ما مدى تأثير الإستخدام طريقة الإملاء الإستماعي في درس اللغة العربية على مهارة الكتابة لطلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية المعارف تولونج اجونج للعام الدراسى 2024/2025؟ 2(كم حجم تأثير الإستخدام طريقة الإملاء الإستماعي في درس اللغة العربية على مهارة الكتابة لطلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية المعارف تولونج اجونج للعام الدراسى 2024/2025؟
تستخدم هذا البحث نهجا كميا بنوع من البحث ، وهو التصميم شبه التجريبي مع نموذج تصميم مجموعة تحكم غير مكافئة. ويشمل عدد الطلاب في هذه الدراسة جميع طلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية المعارف تولونج أجونج مع عينة البحث المستخدمة، وهم طلاب الصف الثامن أ والثامن ب. يتكون مجتمع البحث من 52 طلاب مقسمين إلى 23 طلاب للصف التجريبي و29 طلاب للصف التحكم. اختبار الفرضية المستخدم هو اختبار باستخدام اختبار t عينة مستقلة.
نتائج اختبار الفرضيات باستخدام اختبار t العينة المستقلة أن قيمة الدلالة كانت 0.002< 0.05 ، بقيمة thitung3.253<ttabel 2.009. لذلك تم Ho رفض وتم Ha مقبول، بمعنى أن هناك تأثير لطريقة الإملاء الاستماعي على مهارة الكتابة. وفي الاختبار حجم تأثير كوهينcohens'd 11.471، وذكرت التداخل في جدول كوهين cohens أن نسبة التأثير كانت 91.150٪، مما أظهر أن التأثير مرتفعا جدا. لذلك هناك تأثير الإستخدام طريقة الإملاء الإستماعي في درس اللغة العربية على مهارة الكتابة لطلاب الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية المعارف تولونج أجونج
PENGARUH KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI GENERASI Z DI JAWA TIMUR TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA ULASAN PRODUK DI SHOPEE
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Literasi Informasi Terhadap Pengambilan
Keputusan Pembelian pada Ulasan Produk di Shopee: Studi pada Pengguna di Jawa
Timur” ini ditulis oleh Erfina Dwi Anggraini, NIM. 126310212043, dengan
pembimbing Nurul Setyawati Handayani, M.A.
Kata kunci: literasi informasi, pengambilan keputusan, ulasan
Era teknologi saat ini masih banyak konsumen yang kurang memperhatikan
ulasan produk sebelum membeli suatu barang. Literasi informasi merupakan
kemampuan dalam menganalisis informasi dan hal tersebut sangat penting dalam
menentukan keputusan. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui
pengaruh literasi informasi terhadap pengambilan keputusan karena tidak jarang
ditemukan beberapa ulasan yang kurang sesuai dengan deksripsi penjual dan hal
tersebut menunjukkan kurangnya pembeli dalam menerapkan literasi informasi.
Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data
dikumpulkan melalui kuesioner yang melibatkan 97 responden dengan perhitungan
sampel menggunakan rumus Lemeshow karena ukuran populasi yang tidak
diketahui. Data dianalisis dengan bantuan SPSS v21 yang meliputi pengujian yaitu
uji normalitas, uji linearitas, uji regresi sederhana, dan uji hipotesis. Uji normalitas
menunjukkan data bersifat normal, uji linearitas menunjukkan adanya hubungan
linear, uji regresi sederhana bernilai postif, dan uji hipotesis menunjukkan nilai
sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis
nol ditolak.. Kesimpulan penelitian ini yaitu adanya pengaruh literasi informasi
terhadap keputusan pembelian pada ulasan produk di shopee yang diuji
menggunakan teori the seven pillars of information melalui 7 indikator yaitu
identify, scope, plan, gather, evaluate, manage, dan present. Penelitian selanjutnya
diharapkan dapat menjangkau wilayah dan menambahkan variabel yang
berhubungan dengan topik
PENGARUH PROMOSI, KUALITAS PELAYANAN, DISPLAY PRODUK, DAN STORE LAYOUT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA KONSUMEN DIVA SWALAYAN KRAKSAAN
Skripsi dengan judul “Pengaruh Promosi, Kualitas Pelayanan, Display Produk dan Store Layout terhadap Keputusan Pembelian Pada Konsumen DIVA Swalayan Kraksaan” ini ditulis oleh Nur Sitti Aisyah, NIM. 126405213243, Dosen Pembimbing Rendra Erdkhadifa, M.Si.
Kata Kunci: Promosi, Kualitas Pelayanan, Display Produk, Store Layout, dan Keputusan Pembelian
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketatnya persaingan bisnis ritel di Indonesia, terutama dengan semakin banyaknya bermunculan ritel modern yang lebih mudah dijangkau di kawasan pedesaan, yang menawarkan pengalaman belanja serupa dengan ritel besar di pusat kota. Salah satu ritel berskala besar yang masih bertahan dan berkembang di tengah persaingan ini adalah DIVA Swalayan Kraksaan. Untuk itu, dalam tingkat persaingan bisnis ritel yang tinggi, penting untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk (1) Menguji pengaruh promosi, kualitas pelayanan, Display produk dan store layout terhadap keputusan pembelian pada konsumen DIVA Swalayan Kraksaan. (2) Menguji pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian pada konsumen DIVA Swalayan Kraksaan. (3) Menguji pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada konsumen DIVA Swalayan Kraksaan. (4) Menguji pengaruh Display produk terhadap keputusan pembelian pada konsumen DIVA Swalayan Kraksaan. (5) Menguji pengaruh store layout terhadap keputusan pembelian pada konsumen DIVA Swalayan Kraksaan.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan teknik quota sampling. Jumlah sampel sebanyak 150 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji multikolinearitas, uji regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, uji hipotesis dan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Promosi, kualitas pelayanan, Display produk dan store layout secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen DIVA Swalayan Kraksaan. (2) Promosi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen DIVA Swalayan Kraksaan. (3) Kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen DIVA Swalayan Kraksaan. (4) Display produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen DIVA Swalayan Kraksaan. (5) Store layout secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen DIVA Swalayan Kraksaan
IMPLEMENTASI PASAL 14E PERMA NO.1 TAHUN 2016 TENTANG METODE KAUKUS DALAM PROSES MEDIASI UNTUK MENYELESAIKAN PERKARA PERCERAIAN (Studi Kasus di Pengadilan Agama 1A Kabupaten Blitar)
Skripsi dengan judul “Implementasi Pasal 14E Perma No.1 Tahun 2016 Tentang Metode Kaukus Dalam Proses Mediasi Untuk Menyelesaikan Perkara Perceraian (Studi Kasus Di Pengadilan Agama 1A Kabupaten Blitar)” ini ditulis oleh Mochammad ‘Arif Faizin Daroini, NIM. 126102211056, dengan pembimbing Drs. Mashuri, M.H.I.,
Kata Kunci: Mediasi, Metode Kaukus, PERMA No. 1 Tahun 2016, Perceraian, Pengadilan Agama.
Tingginya angka perceraian di Indonesia mencerminkan kompleksitas permasalahan rumah tangga yang tidak selalu dapat diselesaikan melalui jalur hukum formal. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme penyelesaian sengketa yang tidak hanya mengedepankan kecepatan dan efisiensi, tetapi juga mampu menjaga hubungan baik antar pihak yang bersengketa, terutama dalam konteks keluarga. Salah satu alternatif yang dinilai relevan dan humanis adalah mediasi, yakni suatu proses penyelesaian sengketa secara non-litigasi yang bertujuan mencapai kesepakatan damai melalui dialog yang difasilitasi oleh pihak ketiga yang netral, yaitu mediator. Dalam praktiknya, terdapat berbagai teknik mediasi yang digunakan untuk menciptakan ruang dialog yang efektif, salah satunya adalah metode kaukus yaitu pertemuan terpisah antara mediator dengan salah satu pihak yang bertujuan untuk menggali informasi secara lebih mendalam, membangun kepercayaan, serta mengidentifikasi kepentingan tersembunyi dari masing-masing pihak. Dasar hukum pelaksanaan metode ini secara eksplisit diatur dalam Pasal 14E PERMA No. 1 Tahun 2016, yang memberikan legitimasi yuridis terhadap penerapannya dalam proses mediasi perkara perceraian, termasuk di lingkungan peradilan agama.
Berangkat dari pentingnya metode kaukus dalam konteks mediasi perkara perceraian, penelitian ini merumuskan dua fokus utama: Pertama, bagaimana implementasi hukum Pasal 14E PERMA No. 1 Tahun 2016 terkait metode kaukus dalam proses mediasi; dan Kedua, bagaimana prosedur pelaksanaan metode kaukus di Pengadilan Agama Kelas 1A Kabupaten Blitar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik pelaksanaan metode kaukus dalam penyelesaian sengketa perceraian, serta mengevaluasi efektivitas metode tersebut dalam menjembatani konflik dan membangun kesepakatan yang berkeadilan bagi kedua belah pihak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yuridis empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mediator non-hakim yang terlibat langsung dalam proses mediasi, observasi terhadap jalannya mediasi di Pengadilan Agama Kelas 1A Kabupaten Blitar, serta dokumentasi terhadap regulasi, dokumen perkara, dan laporan mediasi yang relevan. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa Pengadilan Agama Blitar termasuk aktif dalam menerapkan metode kaukus sebagai strategi dalam proses mediasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kaukus telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 14E PERMA No. 1 Tahun 2016 dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperlancar proses komunikasi antara pihak yang bersengketa, khususnya dalam perkara perceraian yang sarat dengan muatan emosional. Melalui pertemuan terpisah, mediator dapat menggali informasi secara lebih mendalam, mengurangi ketegangan, serta menjembatani ketidakseimbangan relasi antara pihak. Meskipun demikian, efektivitas metode ini masih menghadapi beberapa kendala, seperti kurangnya pemahaman para pihak terhadap fungsi mediasi, sikap tertutup pihak yang bersengketa, keterbatasan sarana prasarana, dan minimnya pelatihan teknis bagi mediator. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan kapasitas mediator melalui pelatihan berkelanjutan, serta dukungan kelembagaan dalam bentuk kebijakan dan fasilitas pendukung guna mengoptimalkan penerapan metode kaukus. Dengan demikian, implementasi Pasal 14E PERMA No. 1 Tahun 2016 tidak hanya menjadi instrumen formal, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi sistem penyelesaian sengketa yang lebih responsif, partisipatif, dan berkeadilan
PANDANGAN PENGHULU DI KABUPATEN KEDIRI TERHADAP HUKUM PENGGUNAAN ASET DIGITAL SEBAGAI MAHAR
Dian Fitriani, NIM 126102212134, “Pandangan Penghulu di Kabupaten Kediri Terhadap Hukum Penggunaan Aset digital Sebagai Mahar”, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing: Muhammad Mufti Al Anam, M.HI.
Kata Kunci: Mahar, Aset digital, Penghulu
Pemberian mahar merupakan kewajiban dalam pernikahan Islam sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan dan simbol keseriusan pihak laki-laki. Seiring perkembangan zaman, bentuk mahar mengalami transformasi, salah satunya dalam bentuk aset digital. Fenomena ini menjadi tren di masyarakat Indonesia yang menyadari eksistensi perekonomian digital dapat digunakan dalam jangka panjang. Pada masa sekarang banyak individu mulai menyadari pentingnya mempersiapkan jaminan ekonomi untuk masa depan mereka salah satunya dengan menggunakan aset digital sebagai mahar.Meskipun dianggap inovatif, namun penggunaan aset digital sebagai mahar ini menimbulkan perdebatan hukum karena belum ada regulasi yang jelas mengatur tentang hukum aset digital sebagai mahar.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pandangan penghulu di Kabupaten Kediri terhadap hukum penggunaan aset digital sebagai mahar?, 2) Bagaimana dasar hukum yang dirujuk penghulu di Kabupaten Kediri dalam menyatakan boleh dan tidak boleh aset digital digunakan sebagai mahar?. Yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pandangan penghulu di Kabupaten Kediri terhadap hukum penggunaan aset digital sebagai mahar, 2) Untuk mengetahui dasar hukum yang dijadikan rujukan penghulu di Kabupaten Kediri dalam menyatakan boleh dan tidak boleh aset digital digunakan sebagai mahar.
Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, dan dokumentasi, dengan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: 1) pandangan penghulu KUA di Kabupaten Kediri terbagi menjadi 2 yaitu, 4 penghulu menyatakan aset digital boleh digunakan sebagai mahar karena pada dasarnya jenis, jumlah, dan bentuk mahar disepakati kedua belah pihak dan memenuhi syarat-syarat mahar. sedangkan 3 penghulu lain menyatakan aset digital tidak boleh digunakan sebagai mahar karena aset digital bersifat fluktuatif dan spekulatif yang mengandung unsur gharar. 2) Dasar hukum yang digunakan penghulu di Kabupaten Kediri dalam menyatakan boleh dan tidak boleh aset digital digunakan seagai mahar merujuk pada kompilasi hukum Islam (KHI) tentang mahar, dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang cryptocurrency
PEMBERIAN PROMOSI DISKON PADA PLATFORM BELANJA ONLINE TIKTOK PERSPEKTIF PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 31 TAHUN 2023 DAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
Noviana Siami, NIM 126101211062, Pemberian Promosi Diskon pada Platform Belanja Online TikTok Perspektif Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 dan Hukum Ekonomi Syariah, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing: Ashima Faidati, S.H.I., M.Sy.
Kata Kunci: Promosi Diskon, Platform TikTok, Belanja Online
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya sistem informasi yang menjadikan teknologi membawa perubahan besar dalam dunia perdagangan. Ini telah membuat platform belanja online terutama TikTok menjadi populer untuk pembelian. Namun, terdapat praktik-praktik promosi diskon yang tidak sesuai seperti ketidakadilan dalam promosi dan juga praktik manipulasi harga contohnya harga coret.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana potret pemberian promosi diskon pada platform belanja online TikTok?; (2) Bagaimana tinjauan Permendag RI nomor 31 tahun 2023 terhadap promosi diskon pada platform belanja online TikTok?; (3) Bagaimana tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap promosi diskon pada platform belanja online TikTok?. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan gambaran potret pemberian promosi diskon pada platform belanja online TikTok; (2) Untuk menganalisis tinjauan Permendag RI nomor 31 tahun 2023 terhadap promosi diskon pada platform belanja online TikTok; (3) Untuk menganalisis tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap promosi diskon pada platform belanja online TikTok.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dengan mengumpulkan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif.
Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Dari sekian banyak promosi diskon pada TikTok Shop, terdapat praktik menyimpang yakni manipulasi harga atau harga coret dalam pemberian diskon pada platform belanja online TikTok. (2) Di TikTok Shop terdapat praktik manipulasi, seperti harga yang ditampilkan tidak mencerminkan harga sebenarnya atau diskon yang diberikan tidak valid, selain itu adanya ketidakjelasan informasi produk yang di diskon yang mana ini jelas jelas melanggar Permendag No. 31 Tahun 2023. (3) Penerapan promosi diskon pada TikTok shop belum sepenuhnya mematuhi aturan Hukum Ekonomi Syariah. Promosi diskon di TikTok dilakukan dengan cara manipulatif dan tidak transparan
DESA DALAM PARADIGMA HUKUM (Kajian Fenomenologis Implementasi UU/No. 6/2014 Terkait Upaya Desa Mewujudkan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat)
Abstrak: DESA DALAM PARADIGMA HUKUM (Kajian Fenomenologis
Implementasi UU/No. 6/2014 Terkait Upaya Desa Mewujudkan Peningkatan
Kesejahteraan Masyarakat). Yaoma Tertibi. NIM 129502203028; Prof. Dr. Hj.
Iffatin Nur, M. Ag. selaku Promotor 1: Prof. Dr. Ahmad Muhtadi Anshor, M. Ag.
selaku Co-Promotor 2.
Kata Kunci: Desa, Hukum, Paradigma, UU 6/2014
Desa memiliki peran krusial dalam pembangunan nasional. UndangUndang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa mengatur struktur serta tata kelola desa,
dan menegaskan otonomi serta kemandirian masyarakat desa. Penelitian ini
bertujuan untuk memahami hubungan antara hukum, etika, dan keadilan sosial
dalam konteks desa serta bagaimana masyarakat berpartisipasi dalam pengambilan
keputusan. Kajian ini tidak hanya terbatas pada hukum formal, tetapi juga mengkaji
nilai-nilai seperti keadilan, solidaritas, dan pemberdayaan. Penelitian ini berusaha
memberikan kontribusi baru dalam bidang hukum dan studi pembangunan melalui
pendekatan fenomenologis dan data empiris terkait implementasi UU No. 6 Tahun
2014 di desa. Fokusnya terletak pada tiga rumusan masalah: (1) kinerja aparatur
desa dalam mengimplementasikan undang-undang No. 6 Tahun 2014, (2)
penerapan prinsip-prinsip partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam
pengelolaan dana desa di Kabupaten Blitar, dan (3) implementasi UU Desa
mendorong pemerintah desa lebih responsif terhadap kebutuhan prioritas untuk
peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus untuk menyelidiki
pengelolaan dana desa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara
mendalam, dan analisis dokumen dari aparat desa, pejabat terkait, dan masyarakat
yang terlibat, serta data sekunder dari literatur dan dokumen resmi. Informan dipilih
secara purposif, dan validasi dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan,
ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan sejawat, serta member-check. Data
dianalisis menggunakan metode Miles dan Hiberman melalui pengumpulan,
reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, kinerja aparatur
desa dalam pengelolaan dana desa dipengaruhi oleh interaksi antara norma hukum,
praktik administratif, dan dinamika sosial yang membentuk teori Kinerja
Kolaboratif. Dalam implementasi UU No. 6 Tahun 2014 di Desa Maron,
Minggirsari, Modangan, dan Kemloko, terdapat tantangan yang mencakup
partisipasi masyarakat dan kinerja aparatur desa. Masyarakat cukup aktif dalam
proyek pembangunan fisik, namun partisipasi mereka dalam perencanaan dan
pengambilan keputusan masih rendah. Hambatan utamanya adalah keterbatasan
waktu, kurangnya pemahaman regulasi, serta dominasi pemerintah desa dalam
pengambilan keputusan tanpa konsultasi yang memadai. Selain itu, keterbatasan
sumber daya manusia dan seringnya perubahan regulasi memengaruhi administrasi
serta pengelolaan Dana Desa
MANAJEMEN STRATEGIK LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN DI SMAN 1 CAMPURDARAT
Skripsi dengan judul “Manajemen Strategik Lembaga Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Lulusan di SMAN 1 Campurdarat”, ini ditulis oleh Yumnatus Sa’diyah, NIM 126207213148, Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Tulungagung, di bimbing oleh Dr. Moh. Rois Abin, S.Pd., M.Pd.I.
Kata Kunci : Manajemen, Strategik, Kualitas Lulusan
Manajemen strategik adalah rancangan yang dibuat dengan dasar pertimbangan yang kuat yang melahirkan sebuah keputusan terbaik dalam menuju sebuah tujuan yang diingingkan. Mengingat pentingnya kualitas bagi lembaga pendidikan, diharapkan sebuah lembaga pendidikan dapat merencanakan tujuan lembaganya dengan efektif dan efesien, sehingga dapat menghasilkan kualitas lulusan yang terbaik. Dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas memerlukan rencana-rencana strategi. SMAN 1 Campurdarat merupakan sekolah yang menyiapkan manajemen strategi untuk meningkatkan kualitas lulusan peserta didiknya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen strategik lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas lulusan di SMAN 1 Campurdarat dengan fokus penelitian: 1) Bagaimana formulasi strategik dalam meningkatkan mutu di SMAN 1 Campurdarat?; 2) Bagaimana implementasi strategik dalam meningkatkan mutu di SMAN 1 Campurdarat?; 3) Bagaimana evaluasi strategik dalam meningkatkan mutu di SMAN 1 Campurdarat?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang diperoleh dari sumber data diantaranya kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kurikulum, guru. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data melalui perpanjangan pengamatan, triangulasi, dan menggunakan referensi.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Dalam tahap formulasi strategik sekolah melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal melalui pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Kekuatan sekolah terletak pada kualitas tenaga pendidik, kedisiplinan siswa, serta dukungan dari komite sekolah. Kelemahan mencakup keterbatasan dalam integrasi teknologi pembelajaran dan variasi metode pengajaran. 2) Implementasi strategik SMAN 1 Campurdarat mengarahkan strategi melalui peningkatan kompetensi guru, penguatan kurikulum berbasis karakter, serta pemanfaatan program ekstrakurikuler untuk pengembangan soft skills siswa. 3) Evaluasi strategik, pihak sekolah melakukan monitoring dan evaluasi berkala melalui rapor mutu pendidikan, umpan balik dari alumni, serta analisis capaian akademik dan non-akademik siswa. Evaluasi ini menjadi dasar dalam perumusan strategi lanjutan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan pendidikan
KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEREMPUAN PELAKU KEKERASAN BERBASIS GENDER DI LAPAS KELAS IIB TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Komunikasi Interpersonal Perempuan Pelaku Kekerasan Berbasis Gender di Lapas Kelas IIB Tulungagung” ini ditulis oleh Siti Shofiatur Rohmawati Din Putri, NIM. 126304212107, dengan pembimbing Ucik Ana Fardilla, S.Si., M.I.Kom.
Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Perempuan Pelaku Kekerasan Berbasis Gender, Pesan Emosional, Hubungan Interpersonal, Kekuasaan Interpersonal.
Peningkatan keterlibatan perempuan dalam tindakan kriminal seringkali dilatarbelakangi oleh kekerasan dalam hubungan intim akibat ketimpangan relasi kuasa gender. Dalam konteks ini, komunikasi interpersonal menjadi salah satu pendekatan relevan untuk memahami dinamika kekerasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komunikasi interpersonal perempuan pelaku kekerasan berbasis gender dan menelaah hasil temuan melalui pendekatan psikologi klinis. Penelitian menggunakan mix methods dengan menampilkan diagram pie sebagai data kuantitatif dan deskripsi naratif serta hasil psikometri pada setiap diagram sebagai data kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 14 warga binaan perempuan dengan latar belakang dan pengalaman kekerasan yang beragam. Hasil penelitian dianalisis berdasarkan tiga kajian komunikasi interpersonal menurut DeVito (2016), yaitu: (1) Kekerasan interpersonal, mencerminkan relasi kuasa timpang yang mendorong perempuan mereplikasi kekerasan pasangan sebagai pertahanan dan kontrol terhadap pasangan; (2) Hubungan interpersonal, memperlihatkan pola relasi dan komunikasi yang disfungsional, sehingga mendorong pelaku bersikap agresif untuk mempertahankan kendali dalam hubungan; (3) Pesan emosional mayoritas pelaku berada pada tahap penyangkalan yang ditandai dengan upaya pembenaran, pengalihan tanggung jawab atau klaim tidak mengetahui konsekuensi tindakan. Hal ini menurut psikologi klinis mencerminkan ketidakmampuan pelaku dalam menge-lola emosi secara sehat, sehingga komunikasi interpersonal bersifat defensif dan minim refleksi diri. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis komunikasi dan psikologi dalam rehabilitasi serta pencegahan kekerasan di masa depan
BENTUK - BENTUK HUKUMAN SIMBOLIK DI PONDOK PESANTREN (Studi di PPHM Sunan Gunung Jati Ngunut Tulungagung)
Penelitian ini diatar belakangi karena adanya rekonstruksi Bahasa dalam interaksi sosial sebagai ungkapan untuk menyindir atau melakukan kekerasan verbal sebagai bentuk respon masyarakat sekitar akibat dari tindakan yang dilakukan oleh pelaku pelanggaran atau pelaku penyimpangan sosial yang mengakibatkan goyahnya rasa harmonisasi serta kerukunan dalam ruang lingkup pesantren dan bisa juga pada ranah ruang lingkup masyarakat, pada penelitian ini dalam cara penyusunanya mengunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk mengurakian serta menjelaskan bagaimana cara santri menanggapi teman pelaku penyimpangan dan serta tindakan yang menjadikanya diberi label atau hukuman simbolik atau julukan.
Temuan penelitian ini menggunakan Teori Interaksionisme simbolik milik George Herbert Mead untuk menganalisis Interaksi dari tindakan yang dianggap mencemari nama pesantren serta tindakan penyimpangan pada santri, selain itu bentuk dari hukuman simbolik ini seperti labelling ataupun bulliying kepada santri pelaku penyimpanag dan hal ini bertujuan sebagai bentuk teguran untuk mengurangi perilaku yang sama, selain itu dampak dari hukuman simbolik ini agar penyimpangan yang dilakukan tidak menjadi kebiasaan pada santri dan juga sebagai bentuk teguran, dalam ranah sosial hukuman ini bertujuan sebagai hukuman verbal baik berguna untuk menyindir atau penyerupaan untuk menggunjing orang lain dengan nama kiasan yang serupa.
Kata Kunci: Interaksionisme Simbolik, Santri, Penyimpanga