Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
ISLAM DAN UTANG PIUTANG: FENOMENA BANK THITIL PADA PASANGAN MUDA DI DESA NGREJO KECAMATAN TANGGUNGGUNUNG KABUPATEN TULUNGAGUNG DALAM PERSPEKTIF PILIHAN RASIONAL JAMES S. COLEMAN
Penelitian ini membahas fenomena sosial pasangan muda di Desa Ngrejo yang terjerat hutang kepada Bank Thitil, sebuah lembaga keuangan informal dengan bunga tinggi. Permasalahan utama yang diangkat adalah konflik antara kebutuhan ekonomi mendesak dan kepercayaan terhadap ajaran agama, terutama larangan riba dalam Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan, wawancara mendalam, dan observasi langsung terhadap warga dan pelaku Bank Thitil. Teori yang digunakan adalah pilihan rasional James S. Coleman untuk menganalisis peran sistem sosial dan nilai agama dalam mengatur perilaku ekonomi pasangan muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mayoritas masyarakat memiliki kesadaran religius yang tinggi, kondisi ekonomi memaksa mereka untuk mengabaikan prinsip-prinsip tersebut demi memenuhi kebutuhan hidup. Bank Thitil dipilih karena kemudahan akses dan fleksibilitasnya, walaupun disadari memiliki bunga tinggi dan berisiko jangka panjang. Studi ini menyimpulkan bahwa kombinasi gaya hidup konsumtif, rendahnya literasi finansial, dan lemahnya akses terhadap lembaga keuangan formal menjadi faktor utama yang mendorong ketergantungan terhadap hutang, yang pada akhirnya
memengaruhi stabilitas rumah tangga dan nilai-nilai sosial keagamaan
IMPLIKASI KARNAVAL SOUND SYSTEM TERHADAP STRUKTUR SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT DESA JUNJUNG, KECAMATAN SUMBERGEMPOL, TULUNGAGUNG
Fenomena karnaval sound system di Tulungagung khsususnya di Desa Junjung telah menjadi bentuk ekspresi budaya populer yang berkembang pesat. Akan tetapi, karnaval tersebut dapt menimbulkan dinamika baru dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Karnaval sound system tidak hanya sekadar hiburan semata, tetapi menjadi arena pertarungan nilai antara ekspresi budaya modern dan norma-norma keagamaan tradisional masyarakat. Karnaval sound system sendir bertujuan untuk melestarikan, mempromosikan, serta mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat. Peserta karnaval biasanya berasal dari masyarakat dan berbagai komunitas budaya yang menunjukkan identitas kultural mereka melalui penampilan seni dalam karnaval. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti meggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam serta dokumentasi. Lokasi penelitian berfokus pada desa yang rutin menyelenggarakan karnaval sound system. Salah satunya yang berada di Desa Junjung. peneliti akan menerangkan apa saja yang dilihat, didengar dan dipertanyakan, penelitian ini juga digunakan untuk menganalisis keadaaan objek yang natural dengan menjadikan peneliti sebagai instrumen dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran karnaval sound system di Desa Junjung telah memberikan dampak yang beragam. Di satu sisi, acara tersebut mempererat hubungan sosial melalui partisipasi kolektif masyarakat, tetapi di sisi lain, juga memicu terjadinya gesekan antara nilai dan ajaran agama, terutama dalam hal gaya berbusana, perilaku remaja, dan waktu pelaksanaannya yang sering kali bersamaan dengan acara keagamaan. Peran tokoh agama bergeser dari sebagai pusat otoritas moral menjadi mediator yang berupaya menjembatani antara nilai-nilai tradisional dan ekspresi budaya baru
THE EFFECTIVENESS OF USING ROLEPLAY METHOD ON SPEAKING ABILITY OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMPN 1 SANANKULON BLITAR
Speaking ability is a fundamental skill in language acquisition,
facilitating successful communication and the fluent expression of concepts.
The Role Play Method is an effective approach to improve students' scores
of speaking abilities, offering a dynamic and engaging learning
environment. This study is to evaluate the effectiveness of using Role Play
Method on the speaking ability of eighth-grade students at SMPN 1
Sanankulon Blitar during the Academic Year 2024/2025.
This study utilized a quantitative approach with a pre-experimental
design consisting of a one-group pre-test and post-test. The sample
comprised 26 students from class VIII-B that obtained from selected by
using purposive sampling and recommendation from a teacher who oversaw
that the class have an equal distribution of speaking abilities, which is suits
with the study. The instrument employed was an oral speaking exam,
conducted before (pre-test) and after (post-test) the role-play intervention.
The data, which included the students' speaking scores, were obtained from
the pre-test and post-test. A T-test was conducted with the help of SPSS 27
to determine the statistical calculations.
The results of the statistical calculations showed the average score of
the pre-test was 49.23, but the average score of the post-test rose to 74.15.
The paired sample T-test findings revealed a significance value (Sig. 2-
tailed) of 0.000, which is below 0.05. This indicates the rejection of the null
hypothesis (H0) and the acceptance of the alternative hypothesis (Ha). The
findings indicate that the Role Play Method markedly enhances students'
speaking proficiency.
The data indicate that the Role Play Method is an effective strategy
for improving students' speaking ability. This approach is advisable for
English educators as an interactive strategy to foster active student
engagement and enhance fluency, pronunciation, and confidence in
speaking. Future researchers are advised to enhance the study by using a
bigger sample size, a control group, and an extended treatment duration to
better substantiate these findings
THE EFFECTIVENESS BAAMBOOZLE IN TEACHING SIMPLE PAST TENSE AT THE EIGHT GRADE MTs MIFTAAHUL ULUUM SUTOJAYAN BLITAR
This research aims to determine the effectiveness of using Baamboozle as a digital
learning medium in teaching the simple past tense to eighth-grade students at MTs
Miftaahul Uluum Sutojayan Blitar. The method used is quasi-experimental with a
nonequivalent control group design. The sample consists of two classes, namely the
experimental group taught using Baamboozle and the control group taught using
conventional methods. Data collection was conducted through pre-tests and post�tests, and then analyzed using descriptive statistics, N-Gain scores, and independent
sample t-tests.The research results show that the experimental group achieved an
average post-test score and N-Gain score of 53.08%, which falls into the moderate
category, while the control group only reached an N-Gain score of 29.37%,
classified as low. The t-test results showed a significance value of 0.001 < 0.05,
which means there is a significant difference in grammar mastery between the two
groups. Thus, it can be concluded that there is a significant difference in grammar
means between the experimental and control groups
PENGARUH MODEL CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MI NURUL HUDA MINGGIRSARI
Skripsi dengan judul “Pengaruh Model CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Peserta Didik Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI Nurul Huda Minggirsari” yang ditulis oleh Khusnul Endisa Dwi N, NIM 126205213221 Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Dosen Pembimbing Dr. Susanto, M.Or.
Kata Kunci: Model Pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition), Membaca Pemahaman
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu penyebab rendahnya kemampuan membaca pemahaman peserta didik yaitu ada beberapa guru yang masih mengajar dengan media konvensional. Salah satu model pembelajaran inovatif untuk pengajaran di tingkat dasar adalah model CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) Model Pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) ini merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan anggota tiap kelompok 4-5 orang peserta didik secara heterogen.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Peserta Didik Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI Nurul Huda Minggirsari.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan jenis penelitian quasi eksperimen. Penelitian dilaksanakan di MI Nurul Huda Minggirsari dengan sampel kelas A dan kelas B. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa tes (pretest dan posttest). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu uji instrumen (uji validitas dan reliabilitas), uji prasyarat (uji homogenitas, uji normalitas) dan uji hipotesis menggunakan uji T.
Hasil dari penelitian ini yaitu; (1) Model pembelajaran masih menggunakan model konvensional. 2) Penerapan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) pada kelas eksperimen siswa merespon dengan baik dan sangat aktif dalam proses pembelajaran. 3) Terdapat pengaruh model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik. Di interpretasikan sesuai kriteria 0,000 < 0,05. Maka dapat dinyatakan Ha diterima dan Ho ditolak
DINAMIKA KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DALAM PERNIKAHAN MASSAL TANPA PERKENALAN PRESPEKTIF KONSEP KELUARGA MASLAHAH (Studi Kasus di Pesantren Darul Falah Pusat Sidoarjo)
“Dinamika Keharmonisan Rumah Tangga Dalam Pernikahan Massal Tanpa Perkenalan Prespektif Konsep Keluarga Maslahah (Studi Kasus Di Pesantren Darul Falah Pusat Sidoarjo)”, ini ditulis oleh Ilma Amalia Fitria, NIM. 126102213266, dengan pembimbing Ashima Faidati, S.H.I., M.Sy.
Kata kunci : Keharmonisan Rumah Tangga, Pernikahan Massal Tanpa Perkenalan, Konsep Keluarga Maslahah
Praktik perjodohan yang mengalami ketidak sesuaian tanpa melihat calon pasangan dalam nikah massal ini seolah-olah diibaratkan seperti membeli kucing dalam karung dapat dianggap sebagai pemaksaan dan juga ditakutkan akan mempengaruhi terhadap keharmonisan rumah tangga dalam praktik perjodohan tanpa melihat calon pasangan sebelum nikah massal.
Maka dalam hal ini peneliti akan menjabarkan mengenai 1) Bagaimana dinamika keharmonisan rumah tangga pada pasangan pernikahan massal tanpa perkenalan di Pesantren Darul Falah Pusat Sidoarjo? 2) Bagaimana prespektif Konsep Keluarga Maslahah terhadap dinamika keharmonisan rumah tangga dalam pernikahan massal tanpa perkenalan di Pesantren Darul Falah Pusat Sidoarjo?
Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dan metode yuridis empiris yang memperlihatkan fakta yang terjadi di lapangan. Dengan Teknik wawancara dan observasi kepada narasumber untuk memperoleh data. Maka peneliti hadir dilapangan untuk menggali data baik data primer dan skunder untuk nantinya data tersebut akan di olah dengan cara reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan konklusi data.
Hasil dari penelitian ini adalah 1) Beraneka tantangan dan dinamika para santri pasangan nikah masal dalam menjaga keharmonisan rumah tangga yang dimulai dari masa awal mencari calon pasangan hingga menjalani kehidupan rumah tangga di pondok pesantren. 2) Dalam prespektif Konsep Keluarga Maslahah, keharmonisan rumah tangga dalam pernikahan massal tanpa perkenalan memiliki banyak sisi pembahasan yaitu mulai dari dasar pembentukan keluarga masalahah, unsur pembentukan keluarga maslahah, dan prinsip pembentukan keluarga maslahah, serta dampak dari bimbingan khusus pasca pernikahan yang mana empat hal tadi menjadi pokok untuk terwujudnya sebuah keluarga yang harmonis dalam rumah tangga para santri pasangan nikah masal Pondok Pesantreen Darul Falah Sidoarjo
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN LEAFLET TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VII MTS NEGERI 10 BLITAR PADA MATERI BANGUN RUANG
Skripsi yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share Berbantuan Leaflet Terhadap Motivasi Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII MTs Negeri 10 Blitar Pada Materi Bangun Ruang”, ini ditulis oleh Dini Yustia Rini, NIM 126204212089, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Tadris Matematika, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Ibu Farid Imroatus Sholihah, S.Si., M.Pd. Kata kunci: Think Pair Share, Leaflet, motivasi, kemampuan pemecahan masalah matematisPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa khususnya pada materi bangun ruang dapat menghambat standar proses yang termuat dalam pembelajaran matematika. Hal ini diakibatkan oleh proses pembelajaran yang didesain guru cenderung deduktif. Model pembelajaran Think Pair Share berbantuan Leaflet digunakan sebagai solusi dari permasalahan ini. Kelebihan yang dimiliki model Think Pair Share dapat memberikan variasi dalam melakukan proses pembelajaran, siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, dan dapat meningkatkan jiwa sosial siswa, seperti berempati, toleransi, dan sportif. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) Berbantuan Leaflet terhadap motivasi belajar siswa kelas VII MTs Negeri 10 Blitar pada materi bangun ruang (2) Mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) Berbantuan Leaflet terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII MTs Negeri 10 Blitar pada materi bangun ruang (3) Mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) Berbantuan Leaflet terhadap motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII MTs Negeri 10 Blitar pada materi bangun ruang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian QuasiEksperimental Desaign dengan desain penelitian tipe Posttest Only. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII MTs Negeri 10 Blitar yang berjumlah 103 siswa dengan seluruh kelas berjumlah 4 kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kelas VII C sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 25 siswa dan kelas VII A sebagai kelas kontrol dengan jumlah 23 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan tes tulis. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Mann-Whitney dan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) ada pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) Berbantuan Leaflet terhadap motivasi belajar siswa kelas VII MTs Negeri 10 Blitar pada materi bangun ruang. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis uji mann-whitney diperoleh nilai sig. (2-tailed)/2 = 0,002/2 = xviii0,001
EFEKTIVITAS METODE MIND MAPPING DENGAN MEDIA CANVA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG
Ummah, Anik Faidatul. 2025. Efektivitas Metode Mind Mapping
dengan Media Canva pada Materi Teorema Pythagoras Terhadap
Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sumbergempol
Tulungagung. Skripsi, Program Studi Tadris Matematika, Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Skripsi: Dr. Musrikah,
S.Pd.I., M.Pd.
Kata Kunci: Mind Mapping, Canva, Hasil Belajar.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar
siswa di SMP Negeri 1 Sumbergempol Tulungagung. Pemilihan
metode pembelajaran dan kurangnya variasi dalam metode
pembelajaran, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hasil
belajar siswa tidak optimal dan perkembangan keterampilan kritis
serta kreativitas siswa juga terbatas. Metode pembelajaran yang
dipilih baiknya yang lebih inovatif dan menarik sehingga dapat
meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa secara
keseluruhan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan
adalah metode Mind Mapping. Metode Mind Mapping merupakan
suatu metode pendekatan visual yang memanfaatkan diagram untuk
mempresentasikan informasi sehingga dapat meningkatkan kreativitas
siswa.
Adapun tujuan dari penelitian ini yakni 1) untuk mengetahui
efektivitas metode Mind Mapping dengan media canva pada materi
Teorema Pythagoras terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP
Negeri 1 Sumbergempol Tulungagung. 2) untuk mengetahui besarnya
efektivitas metode Mind Mapping dengan media canva pada materi
Teorema Pythagoras terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP
Negeri 1 Sumbergempol Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
jenis quasi experimental. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh
siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Sumbergempol Tulungagung.
Sampel yang digunakan yakni kelas VII C sebagai kelas eksperimen
dan VII D sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data
menggunakan tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu uji-T dan uji cohen’s d untuk menghitung besarnya efektivitas
yang diberikan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)
Penerapan metode Mind Mapping dengan media canva pada materi
Teorema Pythagoras efektif terhadap hasil belajar siswa kelas VII
SMP Negeri 1 Sumbergempol Tulungagung. 2) Besar efektivitas
metode Mind Mapping dengan media canva pada materi Teorema
Pythagoras terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1
Sumbergempol Tulungagung sebesar 0,56 atau 56% yang berarti
penggunaan metode Mind Mapping memiliki efektivitas dengan
kategori sedang
STRATEGI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN SOFT SKILL PESERTA DIDIK DI MAN 4 KEDIRI
Skripsi dengan judul “Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Soft Skill Peserta Didik di MAN 4 Kediri” ini ditulis oleh Risma Rahayuningsih, NIM. 126207212078, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Dr. H. Masduki, M.Ag.
Kata Kunci: Strategi Kepala Madrasah, Soft Skill, Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan soft skill peserta didik di MAN 4 Kediri, jenis-jenis soft skill yang dimiliki oleh peserta didik, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses peningkatannya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguasaan soft skill sebagai kecakapan abad 21 yang dibutuhkan dalam kehidupan pribadi, sosial, dan dunia kerja. Diperlukan strategi kepala madrasah dalam meningkatkan soft skill untuk menyiapkan peserta didik berani bersaing di dunia kerja maupun ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Fokus penelitian dalam penelitian skripsi ini adalah (1) Bagaimana soft skill peserta didik di MAN 4 Kediri? (2) Bagaimana strategi kepala madrasah dalam meningkatkan soft skill peserta didik di MAN 4 Kediri? (3) Apa faktor pendukung dan penghambat strategi kepala madrasah dalam meningkatkan soft skill peserta didik di MAN 4 Kediri?
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk memaparkan soft skill peserta didik di MAN 4 Kediri. (2) untuk memaparkan strategi kepala madrasah dalam meningkatkan soft skill peserta didik di MAN 4 Kediri. (3) untuk memaparkan faktor pendukung dan penghambat strategi kepala madrasah dalam meningkatkan soft skill peserta didik di MAN 4 Kediri.
Penulisan skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunnakan Teknik analisis data secara induktif yang mencakup tiga tahap, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik MAN 4 Kediri memiliki berbagai soft skill seperti kolaborasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, public speaking, dan kreativitas. Strategi kepala madrasah dalam meningkatkan soft skill tersebut meliputi pemberian teladan dalam kepemimpinan, motivasi dan apresiasi, penegakan disiplin melalui sanksi, pemberian fasilitas yang mendukung, peran aktif guru BK, pelatihan seperti LDK dan seminar, kerja sama dengan stakeholder eksternal, serta evaluasi rutin secara berkala. Faktor pendukung berasal dari kemampuan dan motivasi internal peserta didik serta lingkungan madrasah yang kondusif, sementara faktor penghambat antara lain adalah pengaruh media sosial yang negatif, serta latar belakang sosial budaya peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan strategi peningkatan soft skill sangat ditentukan oleh sinergi antara kepemimpinan kepala madrasah, peran guru, serta keterlibatan peserta didik secara aktif
NILAI BUDAYA DALAM LEGENDA “NYAI RORO KEMBANG SORE” ASAL-USUL DESA KALANGBRET SEBAGAI ALTERNATIF MATERI AJAR CERITA SEJARAH BERMUATAN LOKAL BAGI SISWA FASE F KELAS 12 MAN 2 TULUNGAGUNG
Pemanfaatan kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menambahkan nilai-nilai luhur bangsa. Legenda “Nyai Roro Kembang Sore” berasal dari budaya lokal yang dapat ditransformasikan menjadi materi ajar sastra yang tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan kritis siswa. Legenda ini belum dimanfaatkan secara maksimal terutama sebagai sumber penguatan nilai budaya di kelas. Materi ajar berbasis muatan lokal penting dilakukan untuk mewujudkan peserta didik yang menghargai sesama serta menjunjung tinggi nilai-nilai sosial budaya kedalam kehidupan sehari-hari.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis fenomenologis serta menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian berupa deskripsi atau narasi legenda “Nyai Roro Kembang Sore”. Sumber data primer berupa informasi lisan legenda “Nyai Roro Kembang Sore”. Analisis data menggunakan pendekatan antropologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini dengan cara triangulasi sumber dan teknik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai budaya dalam legenda “Nyai Roro Kembang Sore” serta pemanfaatannya dalam pembelajaran bahasa Indonesia materi cerita sejarah fase F kelas 12 tingkat SMA/MA.
Hasil dari penelitian ini adalah nilai budaya yang terkandung dalam cerita “Nyai Roro Kembang Sore” yaitu, 1) nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan yang meliputi kepasrahan, percaya pada takdir, dan suka berdoa. 2) nilai budaya manusia dengan alam meliputi pemanfaatan lingkungan serta menyatu dengan alam. 3) nilai budaya manusia dengan masyarakat meliputi gotong royong dan cinta tanah air. 4) nilai budaya manusia dengan manusia lain meliputi keramahan, kepatuhan, suka menolongkasih sayang, toleransi, dan pemaaf. 5) nilai budaya manusia dengan dirinya sendiri meliputi kesabaran, kesetiaan, ketabahan, menuntut ilmu, bekerja keras, dan kemauan keras