Institutional Repository of UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
37599 research outputs found
Sort by
PERAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA BERDASAR UU NO.3 TAHUN 2024 TENTANG DESA PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH (Studi Kasus Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung)
Hazlina, 126103212137 Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Untuk Pelaksanaan Pembangunan Desa Berdasar UU No.3 Tahun 2024 Tentang Desa Perspektif Fiqih Siyasah (Studi Kasus Desa Tunggangri, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung) Prodi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Muhammad Amiril A'la, M.H.
Kata kunci : Kepala Desa, Partisipasi, Pembangunan Desa
Penelitian ini dilatarbelakangi dari adanya kondisi Desa Tunggangri yang masih menghadapi tantangan serius dalam sektor pembangunan. Masyarakat desa memiliki tingkat partisipasi yang baik, namun belum sepenuhnya optimal, terutama dalam pemeliharaan fasilitas umum seperti kerusakan jalan dan banjir yang sering terjadi di jalan raya saat musim hujan. Permasalahan ini mencerminkan kurangnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang ada, serta menunjukkan bahwa program-program pembangunan yang direncanakan oleh kepala desa belum sepenuhnya dilaksanakan dan terprogram dengan baik.
Rumusan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Untuk Pelaksanakan Pembangunan Desa Berdasar UU No.3 Tahun 2024 Tentang Desa Perspektif Fiqih Siyasah di Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, 2) Apa Saja Faktor Pendorong Dan Faktor Penghambat Kepala Desa Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Untuk Pelaksanaan Pembangunan di Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung? Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk Mengetahui Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Untuk Pelaksanakan Pembangunan Desa Berdasar UU No.3 Tahun 2024 Tentang Desa Perspektif Fiqih Siyasah di Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung. 2) Untuk Mengetahui Faktor Pendorong Dan Faktor Penghambat Kepala Desa Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Untuk Pelaksanaan Pembangunan di Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung.
Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan, sumber data dari penelitian ini adalah sumber data primer, sekunder dan sumber data tersier sementara teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian teknik analisis data menggunakan penyajian data serta penarik kesimpulan.
Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Peran Kepala Desa Tunggangri dalam meningkatkan partisipasi tersebut melalui berbagai strategi, meliputi: mengadakan musyawarah rutin untuk melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dan menjangkau semua kelompok masyarakat, Menganggarkan dana untuk rapat musyawarah desa, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kelompok tertentu seperti pemuda melalui organisasi karang taruna, perempuan melalui pelatihan keterampilan, dan lansia melalui kegiatan kesehatan. Dalam perspektif fiqih siyasah, kepala desa sebagai pemimpin lokal memegang peran strategis yang mirip dengan konsep “wali al-amr” dalam Islam, yakni seseorang yang diberi amanah untuk mengatur urusan masyarakat dan mewujudkan kemaslahatan umat. Pemimpin dalam fiqih siyasah tidak hanya bertugas mengatur, tetapi juga bertanggung jawab moral dan spiritual dalam memastikan keadilan, partisipasi, dan kesejahteraan masyarakat. 2) Faktor pendorong meliputi: kesadaran kepala desa akan pentingnya peran masyarakat, dukungan dan kepercayaan dari masyarakat, akses informasi yang mudah, ketersediaan dana desa, serta motivasi pribadi kepala desa untuk membangun desanya dengan baik. Di sisi lain, faktor penghambat meliputi: kurangnya pemahaman pentingnya infrastruktur, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pembangunan, minimnya keterlibatan dalam pemeliharaan fasilitas umum, lambatnya penyaluran dana pusat, dan munculnya rasa apatis di kalangan warga
HARMONISASI ANTARA PERADILAN PIDANA DAN PERADILAN PERDATA DALAM HAL PERKARA PIDANA YANG MENJADI DASAR GUGATAN PERCERAIAN
Skripsi dengan judul “Harmonisasi Antara Peradilan Pidana dan Peradilan Perdata
Dalam Hal Perkara Pidana Yang Menjadi Dasar Gugatan Perceraian” ini
ditulis oleh Suci Wulansari, NIM. 126103213296, Fakultas Syariah dan
Ilmu Hukum, Program Studi Hukum Tata Negara, Universitas Islam
Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Fahmi Arif,
S.H., M.H.
Kata Kunci: Harmonisasi Peradilan Pidana dan Perdata, Dasar Gugatan Perceraian
Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkara perdata dengan dasar
perselingkuhan. Pada prakteknya, kesaksian dari saksi korban dilaporkan balik
dengan laporan kesaksian palsu. Terjadi perbedaan terminologi antara
perselingkungan dan perzinaan, ternyata setelah diteliti lebih lanjut terdapat perkara
pidana yang dapat dijadikan dasar perceraian. Untuk merijikkan dari permasalahan
ini adalah dengan menggunakan konsep dalam pidana yaitu perzinaan yang
dijadikan dasar untuk menjadi gugatan perceraian terhadap orang yang ingin
menceraikan pasangannya atas dasar perzinaan dengan menggunakan skema pidana
yang dapat untuk menyelesaikan perkara karena pembuktiannya lebih ketat dan
lebih rinci.
Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi, 1) Apa saja perkara pidana
yang dapat dijadikan dasar gugatan perceraian?, 2) Bagaimana harmonisasi antara
peradilan pidana dan peradilan perdata dalam hal perkara pidana yang menjadi
dasar gugatan perceraian?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk
mengetahui beberapa perkara pidana yang dapat dijadikan dasar gugatan
perceraian, 2) Untuk mengetahui harmonisasi antara peradilan pidana dan peradilan
perdata dalam hal perkara pidana yang menjadi dasar gugatan perceraian.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang
dilakukan dengan meneliti bahan pustaka atau data. Pendekatan penelitian yang
digunakan adalah pendekatan kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah mengkaji bahan-bahan literatur yang dilakukan dengan membaca,
merangkum, dan mengkaji bahan-bahan pustaka yang berhubungan dengan
penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan, 1) Perzinaan, Kekerasan dalam Rumah
Tangga, Mendapat Hukuman Pidana Selama 5 tahun seseuai Pasal 39 ayat (2)
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Jo. Pasal 19 PP Nomor
9 Tahun 1975. 2) Harmonisasi antara peradilan pidana dan perdata dalam perkara
pidana yang menjadi dasar gugatan perceraian melibatkan proses yang mencakup
alur peradilan pidana, serta alur peradilan perdata. Untuk mewujudkan proses
harmonisasi diterapkan dengan metode yang pertama dapat direalisasikan melalui
perkara perdata dan perkara pidana yang berangkat bersama dan kemudian perkara
pidana ini nantinya dijadikan pertimbangan hakim untuk memutus perkara perdata
perceraian, alternatif metode ke dua dengan menggunakan pendampingan peran
LPSK dalam melindungi penggugat
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA CROSSWORD PUZZLE TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TATA SURYA KELAS VII MTsN 10 BLITAR
Skripsi dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Crossword Puzzle Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tata Surya Kelas VII MTsN 10 Blitar” ini ditulis oleh Dimas Pratama Ade Sugara, NIM. 126211211008, Program Studi Tadris Fisika, dibimbing oleh Bapak Muhammad Luqman Hakim Abbas, S.Si., M.Pd.
Kata Kunci: Teams Games Tournament (TGT), Crossword Puzzle, Minat Belajar, Hasil Belajar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan hasil belajar siswa pada materi Tata Surya. Hal ini disebabkan masih digunakannya model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru, sehingga siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan masih terbatas pada papan tulis dan buku, yang menyebabkan siswa mudah merasa bosan. Model dan media pembelajaran yang kurang variatif ini menyulitkan siswa dalam memahami materi Tata Surya, yang banyak melibatkan konsep dan hafalan. Akibatnya, banyak siswa yang kurang fokus saat pembelajaran berlangsung, seperti bermain sendiri, mengantuk, melamun, dan mengobrol dengan teman. Kondisi ini berkontribusi terhadap rendahnya minat belajar siswa, yang pada akhirnya berdampak pada pencapaian hasil belajar, terutama dalam ranah kognitif. Hal ini terbukti dari banyaknya siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran alternatif yang didukung oleh media pembelajaran yang lebih menarik untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, salah satunya yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media pembelajaran Crossword Puzzle.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Crossword Puzzle terhadap minat belajar siswa pada materi Tata Surya kelas VII MTsN 10 Blitar. (2) Mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Crossword Puzzle terhadap hasil belajar siswa pada materi Tata Surya kelas VII MTsN 10 Blitar. (3) Mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Crossword Puzzle terhadap minat dan hasil belajar siswa pada materi Tata Surya kelas VII MTsN 10 Blitar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiments dan desain penelitian posttest only design with nonequivalent groups. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII di MTsN 10 Blitar yang berjumlah 103 siswa, dengan sampel yang digunakan adalah 20 siswa kelas VII D sebagai kelas eksperimen dan 28 siswa kelas VII C sebagai kelas kontrol. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket minat belajar, tes hasil belajar dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan 3 uji yaitu uji instrumen (uji validitas dan uji reliabilitas), uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas), dan uji hipotesis (uji independent sample t-test dan uji MANOVA).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Crossword Puzzle terhadap minat belajar siswa pada materi Tata Surya kelas VII MTsN 10 Blitar. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji independent sample t-test, yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,001 < 0,05. Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima. (2) Terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Crossword Puzzle terhadap hasil belajar siswa pada materi Tata Surya kelas VII MTsN 10 Blitar. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji independent sample t-test, yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05. Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima. (3) Terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Crossword Puzzle terhadap minat dan hasil belajar siswa pada materi Tata Surya kelas VII MTsN 10 Blitar. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji MANOVA, yang menunjukkan nilai Sig. 0,000 < 0,05. Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima
TINJAUAN AKAD IJARAH TERHADAP KESEPAKATAN PENYEWAAN SOUND SYSTEM (Studi Kasus Di Desa Jajar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek )
Yhulita Septiani, 126101212160, Tinjauan Akad Ijarah Terhadap Kesepakatan Penyewaan Sound System (Studi Kasus Di Desa Jajar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek), Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing Yusuf Mardhani, M.H.
Kata Kunci: Tinjauan Akad Ijarah, Kesepakatan Penyewaan, Sound System.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesepakatan penyewaan sound system dengan tinjauan akad ijarah. Akad ijarah adalah pemindahan hak guna atau manfaat terhadap suatu barang atau jasa dari seseorang kepada orang lain dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat diawal perjanjian. Penelitian ini mengkaji terkait praktik akad ijarah yang terdiri dari rukun dan syarat dari akad ijarah yang meliputi kejelasan objek sewa serta batasan waktu. Kemudian juga mengkaji mengenai hikmah pelaksanaan sewa menyewa, prinsip sewa menyewa, hak dan kewajiban dua belah pihak antara pihak penyewa (musta’jir) dan pihak yang menyewakan (mu’jir), serta penjelasan dan kejelasan mengenai pembatalan perjanjian sewa menyewa sepihak. Selanjutnya menjelaskan terkait risiko dari sewa menyewa salah satunya kerusakan barang yang dipakai.
Fokus penelitian pada skripsi ini yaitu tentang bagaimana kesepakatan penyewaan sound system yang tidak sesuai dengan perjanjian di Desa Jajar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, kemudian yang kedua terkait dengan bagaimana tinjauan akad ijarah terhadap kesepakatan penyewaan sound system yang tidak sesuai dengan perjanjian di Desa Jajar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data yaitu menggunakan teknik trianggulasi yang meliputi triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penjelasan mengenai kesepakatan penyewaan sound system yang tidak sesuai perjanjian di Desa Jajar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek adalah menganalisis terkait pembatalan perjanjian akad sewa menyewa secara sepihak. Kemudian yang kedua menjelaskan terkait tinjauan akad ijad ijarah terhadap kesepakatan penyewaan sound system yang tidak sesuai dengan perjanjian di Desa Jajar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek yaitu membahas tentang aspek syariah dalam pelaksanaan akad ijarah termasuk objek sewa, tata cara pelaksanaan sewa menyewa, harga sewa, kelebihan serta kekurangan, dan tanggung jawab masing-masing pihak antara pihak penyewa dan pihak pemilik. Selanjutnya menjelaskan tentang keterjaminan hak dan kewajiban antar dua belah pihak, menghindari wanprestasi, menjelaskan tentang resiko dan kerusakan barang yang mungkin terjadi, kesesuaian dengan prinsip syariah, dan adanya keberkahan usaha
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII DI MTSN 2 KOTA BLITAR
Skripsi dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Investigasi Kelompok dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII di MTsN 2 Kota Blitar” disusun oleh Dwi Restu Cahyaningrum. NIM.126208212088. Pembimbing Nanang Purwanto, M.Pd.
Kata Kunci : Jelajah Alam Sekitar (JAS), Keaktifan Belajar, Hasil Belajar
Latar belakang penelitian ini disebabkan karena rendahnya tingkat keaktifan dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA karena pembelajaran yang terlalu berpusat pada guru (Teacher Centered Learning), mengakibatkan kurangnya latihan siswa dalam berfikir kritis dan mengeksplorasi lebih dalam suatu materi. kurang aktifnya siswa dalam kegiatan pembelajaran yang mengakibatkan turunnya hasil belajar. Berdasarkan permasalah tersebut diperlukan penelitian tentang penggunaan yang metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa agar hasil belajar siswa juga dapat meningkat. Salah satu metode belajar dapat menggunakan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) yang memiliki kelebihan berupa eksplorasi dan interaksi secara langsung dengan objek belajar, sehingga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Quasi Experimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Gruop Design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII di MTsN 2 Kota Blitar yang terdiri dari kelas VII-A sampai VII-K, teknik pengambilan sampel yang digunkan dalam penelitian ini adalah Non-probability Sampling dengan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini, sampel yang diambil oleh peneliti yaitu dua kelas berupa kelas VII B berjumlah 35 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII A berjumlah 35 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen pada penelitian ini berupa soal, lembar observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan uji persyaratan (uji normalitas, uji homogenitas), uji hipotesis (uji Independen T-test dan uji manova).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan hasil berupa: (1) Adanya pengaruh model pembelajaran Investigasi Kelompok dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) terhadap keaktifan siswa kelas VII di MTsN 2 Kota Blitar berupa uji-T dengan nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0,05 (2) Adanya pengaruh model pembelajaran Investigasi Kelompok dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) terhadapa hasil belajar siswa kelas VII di MTsN 2 Kota Blitar berupa uji-T dengan nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0,05 (3) Adanya pengaruh model pembelajaran Investigasi Kelompok dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VII di MTsN 2 Kota Blitar menggunakan uji MANOVA dengan didapatkan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0.000 < 0,05. Dengan demikikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Investigasi Kelompok dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VII di MTsN 2 Kota Blitar yang ditunjukan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < 0,05
PRAKTIK JUAL BELI GULA MERAH DITINJAU DARI ETIKA BISNIS ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Kasus di Pasar Bandung Kabupaten Tulungagung)
Konteks penelitian ini yaitu masih banyak pelaku usaha yang melakukan praktik pengoplosan barang dagangan demi keuntungan lebih besar, salah satunya pada komoditas gula merah yang kerap dicampur dengan bahan lain sehingga merugikan konsumen dan membahayakan kesehatan. Praktik ini marak terjadi di pasar tradisional seperti di Pasar Bandung Kabupaten Tulungagung akibat lemahnya pengawasan dan minimnya edukasi terkait etika bisnis Islam serta ketentuan perlindungan konsumen.
Fokus dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana praktik jual beli gula merah di pasar Bandung kabupaten Tulungagung?, 2) Bagaimana tinjaun etika bisnis Islam terhadap jual beli gula merah di pasar Bandung kabupaten Tulungagung?, 3) Bagaimana tinjaun Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap jual beli gula merah di pasar Bandung kabupaten Tulungagung?. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui bagaimana praktik jual beli gula merah di pasar Bandung kabupaten Tulungagung, 2) Untuk menganalisis bagaimana tinjaun etika bisnis Islam terhadap jual beli gula merah di pasar Bandung kabupaten Tulungagung, 3) Untuk menganalisis bagaimana tinjaun Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap jual beli gula merah di pasar Bandung kabupaten Tulungagung.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis empiris atau lapangan (field research). Data yng digunakan berupa data primer dan sekunder dengan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan kondensasi data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik perpanjangan pengamatan dan trianguliasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Telah ditemukan praktik jual beli gula merah oplosan di pasar Bandung kabupaten Tulungagung. Mayoritas penjual tidak mengetahui kualitas gula merah jualannya. Penjual dan pembeli kurang memahami etika bisnis Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Praktik jual beli ini dianggap wajar oleh konsumen yang mengeahuinya dan dianggap merugikan oleh konsumen yang tidak mengetahuinya, 2) Praktik jual beli gula merah oplosan melanggar prinsip-prinsip etika bisnis Islam tentang kesatuan, keseimbangan, kehendak bebas, taggung jawab, kebenaran, kebajikan, dan kejujuran. Dengan dilanggarnya prinsip-prinsip etika bisnis Islam dapat merugikan konsumen karena jual beli mengandung praktik ketidakpastian atau gharar, 3) Praktik jual beli gula merah oplosan melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pelaku usaha tidak memenuhi hak-hak konsumen dengan benar sebagaimana dalam pasal 4. Pelaku usaha melanggar kewajibannya sebagaimana dalam pasal 7 dan pelaku usaha melakukan perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha sebagaimana pasal 8 hingga 17. Pelaku usaha yang melanggar dapat dikenai sanksi pidana maupun administratif
PENANGANAN WANPRESTASI PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DALAM MEMPERTAHANKAN PROFITABILITAS BMT NAHDLATUL ULAMA KOTA KEDIRI
Skripsi dengan judul “Penanganan Wanprestasi pada Pembiayaan Murabahah dalam Mempertahankan Profitabilitas BMT NU Kota Kediri” ini ditulis oleh Amin Natus Sakdiyah, NIM. 126401212100, pembimbing Prof. Dr. Dede Nurohman, M. Ag.
Kata Kunci: Strategi Penanganan Pembiayaan, Pembiayaan Murabahah, dan Kasus Wanprestasi,
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus wanprestasi yang terjadi di BMT NU Kota Kediri dalam penyaluran produk pembiayaan murabahah yang dinilai telah mengalami peningkatan. Peningkatan kasus pembiayaan macet mengakibatkan lembaga kehilangan kemampuannya dalam menghasilkan laba yang optimal dari kegiatan pokoknya. Maka dari itu, penelitian ini mengangkat topik penanganan wanprestasi pada pembiayaan murabahah dalam mempertahankan profitabilitas BMT NU Kota Kediri, dengan tujuan mengetahui faktor yang melatarbelakangi munculnya anggota wanprestasi dan strategi penanganan yang dilakukan BMT NU Kota Kediri dalam menghadapi anggota wanprestasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun pengecekan keabsahan temuan menggunakan teknik trianggulasi.
Terjadinya kasus pembiayaan murabahah wanprestasi di BMT NU Kota Kediri dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu pertama faktor internal yang meliputi lemahnya analisis kelayakan calon anggota dan kurang adanya pengawasan pada usaha anggota. Kedua, faktor eksternal meliputi overmacht dan force will seperti anggota sakit, keadaan bisnis yang tidak setabil dan ketidakjujuran anggota mengenai masalah yang dihadapinya. Upaya penanganan kasus wanprestasi pada produk pembiayaan murabahah di BMT NU Kota Kediri ditempuh melalui tiga tahap. Tahap pertama, dengan upaya pencegahan meliputi teliti dalan analisis pembiayaan dan monitoring yang ketat. Tahap kedua, merupakan strategi penyelamatan meliputi melakukan penagihan secara intensif, memberikan Surat Peringatan (SP), dan tindakan penyelamatan dengan rescheduling/reconditioning. Jika anggota bersikap tidak kooperatif maka BMT NU Kota Kediri akan menempuh tahap ketiga, yaitu penyelesaian melalui eksekusi agunan untuk menutup pembiayaannya
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN RODA BERPUTAR TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA KELAS IX SMPN 2 TULUNGAGUNG
Skripsi ini ditulis oleh Salindri Dewiarti. NIM 126210212103. Skripsi berjudul Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Roda Berputar terhadap Keterampilan Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas IX SMPN 2 Tulungagung. Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, penulisan skripsi ini dibimbing oleh Rahmawati Mulyaningtyas, M.Pd.
Kata Kunci: Media Pembelajaran Roda Berputar, Keterampilan Menulis, Teks Prosedur
Penelitian ini ditulis berdasarkan adanya permasalahan mengenai kurangnya inovasi media pembelajaran dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Tulungagung, terutama pada materi menulis teks prosedur, dimana pendidik masih mengandalkan buku ajar dan lembar kerja peserta didik yang hanya menyajikan intisari materi dan latihan soal tanpa memaksimalkan media pembelajaran menarik seperti roda berputar untuk mengembangkan keterampilan menulis teks prosedur peserta didik. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini memfokuskan kajian pada bagaimana pengaruh penggunaan media pembelajaran roda berputar terhadap keterampilan menulis teks prosedur peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Tulungagung, dengan tujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh penggunaan media pembelajaran roda berputar terhadap keterampilan menulis teks prosedur peserta didik.
Kajian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental dengan rancangan pre-eksperimental. Model eksperimen yang diterapkan adalah One Group Pretes-Posttest Design, dimana nilai awal (pretest) diambil sebelum peserta didik belajar menggunakan media roda berputar, sementara nilai akhir (posttest) dilakukan setelah peserta didik selesai belajar dengan media roda berputar. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek yang diteliti berjumlah 36 peserta didik kelas IX-I SMP Negeri 2 Tulungagung. Semua data yang telah dikumpulkan melalui tes kemudian diproses dengan analisis statistik uji-T.
Temuan dari penelitian ini mengungkapkan nilai rata-rata pretest peserta didik sebesar 58,06, kemudian meningkat signifikan menjadi 91,25 pada posttest setelah penggunaan media pembelajaran roda berputar. Analisis perbandingan menghasilkan nilai sig. 0,000 <0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil ini membuktikan bahwa media pembelajaran roda berputar memberikan pengaruh terhadap keterampilan menulis teks prosedur pada peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Tulungagung
PENGELOLAAN LAYANAN PERPUSTAKAAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA DI MTSN 1 TRENGGALEK
Skripsi dengan judul"Pengelolaan Layanan Perpustakaan untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa di MTsN 1 Trenggalek" ditulis oleh Siti Kharomah NIM 126207212112, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Dr. Hj. Indah Komsiyah, S. Ag, M.Pd.
Kata kunci: Layanan Perpustakaan, Layanan Sirkulasi, Layanan Referensi, Minat Baca
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti terhadap pengelolaan layanan di perpustakaan MTsN 1 Trenggalek. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena menurunnya minat baca di kalangan siswa menjadi perhatian banyak pihak di dunia pendidikan. Hal ini tampak dari berkurangnya antusiasme siswa dalam memanfaatkan sumber bacaan di lingkungan sekolah, termasuk fasilitas perpustakaan. Berdasarkan observasi pra-lapangan yang dilakukan, ditemukan bahwa perpustakaan MTsN 1 Trenggalek telah menyediakan layanan sirkulasi dan referensi yang baik, serta fasilitas yang mendukung kenyamanan siswa dalam membaca. Upaya juga terus dilakukan oleh pihak madrasah untuk meningkatkan pemanfaatan layanan perpustakaan agar lebih optimal dalam menumbuhkan budaya literasi dan minat baca siswa.
Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberi sumbangsih keilmuan tentang (1) Layanan sirkulasi untuk meningkatkan minat baca siswa di MTsN 1 Trenggalek (2) Layanan referensi untuk meningkatkan minat baca siswa di MTsN
1 Trenggalek (3) Faktor pendukung dan penghambat layanan sirkulasi dan layanan referensi untuk meningkatkan minat baca siswa di MTsN 1 Trenggalek.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan mempertimbangkan bahwa data yang diperoleh berupa fakta- fakta nyata di lapangan yang memerlukan analisis mendalam. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan hasil data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan teknik triangulasi.
Hasil yang diperoleh penelitian menunjukkan bahwa: (1) Layanan sirkulasi di perpustakaan MTsN 1 Trenggalek untuk meningkatkan minat baca siswa yaitu menggunakan dua metode, proses peminjaman dan pengembalian buku yang berjalan cepat dan sederhana, adanya kebijakan denda dan pemberian reward kepada siswa yang aktif, (2) Layanan referensi di perpustakaan MTsN 1 Trenggalek untuk meningkatkan minat baca siswa berjalan dengan baik dengan staf perpustakaan yang aktif membantu siswa, layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan batas maksimal tahun terbit adalah lima tahun, (3) Faktor pendukung layanan sirkulasi dan referensi meliputi kerjasama antara guru dan pustakawan, pembaruan koleksi buku, promosi menarik, fasilitas yang nyaman, adanya dukungan teknologi berupa aplikasi Inlis, pemberian reward kepada siswa yang rajin berkunjung, dukungan finansial dari sekolah, buku referensi diperbarui
setiap lima tahun sekali dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan komputer dan barcode scanner, kurangnya sosialisasi mengenai aturan layanan perpustakaan, serta rendahnya displin siswa dalam mematuhi aturan perpustakaan dan penggunaan handphone yang mengalihkan perhatian siswa
PERSEPSI MASYARAKAT PESANTREN PADA RETORIKA DAKWAH KH. BAHRUL MUNIR PONPES ANWARUL HAROMAIN DESA BARUHARJO KECAMATAN DURENAN TRENGGALEK
Skripsi dengan judul “Persepsi Masyarakat Pesantren Pada Retorika Dakwah KH. Bahrul Munir Ponpes Anwarul Haromain Desa Baruharjo Kecamatan Durenan Trenggalek” ini ditulis oleh Khevin Zainul Sasmita NIM. 126304211034, pembimbing Dr. Luthfi Ulfa Ni’amah, M.Kom.I
Kata Kunci: Retorika Dakwah, Persepsi Masyarakat, KH. Bahrul Munir
Perubahan sosial yang cepat menuntut para dai untuk menyampaikan dakwah dengan metode komunikasi yang lebih efektif dan relevan. Dalam konteks ini, retorika dakwah menjadi unsur penting dalam mempengaruhi dan menyentuh hati masyarakat Pesantren. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi memahami bagaimana persepsi masyarakat terhadap retorika dakwah yang digunakan oleh KH. Bahrul Munir di Pondok Pesantren Anwarul Haromain, Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, Trenggalek. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menjelaskan pandangan masyarakat terhadap gaya dakwah Kyai Bahrul Munir serta mengidentifikasi hambatan dan peluang penerimaannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis secara sistematis dengan menggunakan teori retorika klasik Aristoteles, yaitu ethos (kredibilitas), pathos (emosi), dan logos (logika).Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika dakwah KH. Bahrul Munir dinilai sangat efektif dalam menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat. Penggunaan bahasa Jawa Kromo Inggil, kedalaman materi, dan sikap santun beliau memperkuat keterhubungan emosional dan meningkatkan pemahaman keagamaan warga. Namun, hambatan muncul dari generasi muda yang cenderung kurang memahami bahasa dan pendekatan tradisional