PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
    146 research outputs found

    PENGGUNAAN MEDIA STELLARIUM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN AKTIVITAS BELAJAR IPA FISIKA SISWA KELAS IXB SMP N 14 SURAKARTA PADA MATERI SISTEM TATA SURYA

    Get PDF
    Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan kognitif dan aktivitas belajar siswa kelas IXB SMP Negeri 14 Surakarta dalam mata pelajaran IPA Fisika pada materi Sistem Tata Surya menggunakan media Stellarium. Peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kurt Lewin dan model Kolaboratif dengan pencapaian indikator keberhasilan tercapai pada siklus kedua. Setiap siklus diawali tahap persiapan kemudian dilanjutkan tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas kelas IXB SMP Negeri 14 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014 sebanyak 34 siswa dengan penelitian dikhususkan pada materi Sistem Tata Surya. Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara dan diskusi (dengan guru, observer, dan siswa), pre-test dan post-test, catatan observer, foto dan video dari kamera, dan kajian dokumen. Data dari hasil penelitian diolah dan dianalisis secara kualitatif yang dilakukan dalam tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan media Stellarium dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan aktivitas belajar siwa kelas IXB SMP Negeri 14 Surakarta tahun ajaran 2013/2014 semester genap. Peningkatan kemampuan kognitif dan aktivitas belajar siswa ini dapat terlihat dari hal-hal sebagai berikut : (a) Kemampuan kognitif siswa meningkat dari pre-test ke post-test yaitu : 18,18 menjadi 77,58 di siklus I dan 49,15 menjadi 78,71 di siklus II, (b) Rata-rata gain ternormalisasi lebih dari 0,50 yaitu, 0,63 di siklus I, 0,56 di siklus II atau dengan rata-rata 0,61 dengan kategori sedang, (c) Jumlah siswa yang tuntas (nilai > 70) meningkat dalam tiap siklus yakni dari 16 siswa menjadi 25 siswa di siklus I, 25 siswa manjadi 28 siswa di siklus II (d) Meningkatnya rata-rata aktivitas positif siswa di dalam pembelajaran, dari keadaan pra siklus yaitu < 26,60% menjadi 68,22% di siklus I dan menjadi 76,37% di siklus II, (e) Menurunnya rata-rata aktivitas negatif siswa di dalam pembelajaran, yaitu 73, 40% pada pra siklus menjadi 31,78% di siklus I dan 23,63% siklus II. Kata kunci : Media Stellarium, aktivitas belajar, kemampuan kogniti

    PERANCANGAN KOLEKTOR SURYA SEBAGAI ALAT PRAKTIKUM FISIKA TENTANG KONSEP KALOR DI SMA KELAS X

    Get PDF
    Telah dirancang dan diujicoba kolektor surya sebagai alat praktikum tentang konsep kalor untuk siswa SMA jurusan IPA kelas X. Kolektor surya tipe plat datar model serpentin dibuat sebanyak empat buah dengan spesifikasi yang sama, kemudian dilakukan uji fisik dan uji kelayakan penggunaan kolektor surya sebagai alat praktikum. Pengujian fisik dilakukan dengan pengamatan suhu air masukan dan suhu air keluaran selama tiga hari, dan hasilnya dirata-rata. Untuk uji kelayakan penggunaan kolektor di kelas sebagai alat praktikum, dilakukan uji coba praktikum, kemudian diberikan angket yang diisi oleh dua orang guru Fisika dan 12 siswa kelas X IPA SMA Negeri 4 Purworejo, Jawa Tengah, sehingga diperoleh nilai persentase kelayakan dalam skala 0 – 100%. Pada uji fisik diperoleh rata-rata berbobot kenaikan suhu air masukan tertinggi sebesar 14,2 ± 0,6 ˚C, dan kenaikan suhu air keluaran tertinggi sebesar 22,1 ± 0,8 ˚C. Uji kelayakan penggunaan kolektor untuk praktikum menunjukkan bahwa guru-guru Fisika memberikan persentase kelayakan sebesar 89,8 ± 0,5%, dan siswa memberikan persentase kelayakan sebesar 86,8 ± 3,6 %. Dapat disimpulkan bahwa kolektor surya tersebut layak digunakan sebagai alat praktikum. Kata Kunci : kolektor surya, alat praktikum, konsep kalor, SMA IPA kelas

    Implementasi Blended Learning pada IPA Tema Matahari Sumber Energi Alternatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII-G SMP N 5 Surakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas VIII-G SMP Negeri 5 Surakarta melalui implementasi blended learning pada tema Matahari Sumber Energi Alternatif, (2) meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII-G SMP Negeri 5 Surakarta melalui implementasi blended learning pada tema Matahari Sumber Energi Alternatif. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kurt Lewin dan model kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap persiapan dan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-G SMP Negeri 5 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014 sebanyak 32 siswa. Data diperoleh melalui kajian dokumen, penugasan, tes, observasi, kuesioner atau angket dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) implementasi blended learning pada tema Matahari Sumber Energi Alternatif dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas VIII-G SMP Negeri 5 Surakarta. Hal ini dapat dilihat dari prosentase ketercapaian kemampuan kognitif siswa pada siklus I sebesar 59 %, sedangkan pada siklus II sebesar 78 %, (2) implementasi blended learning pada tema Matahari Sumber Energi Alternatif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII-G SMP Negeri 5 Surakarta. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi motivasi belajar siswa yang meningkat dan mencapai target ketercapaian pada siklus II. Kata kunci : blended learning, kognitif, motivas

    PERANCANGAN ALAT PRAKTIKUM PEMODELAN HUKUM PASCAL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) Merancang alat praktikum yang menjelaskan konsep Hukum Pascal. (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya tekanan pada Hukum Pascal (3). Mengetahui pengaruh variasi besarnya gaya pada Hukum Pascal (4)Mengetahui pengaruh variasi luas permukaan bidang sentuh fluida pada Hukum Pascal (5) Mengetahui hubungan antara gaya dan luas permukaan bidang sentuh fluida dalam ruang tertutup. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen, analisis data dilakukan secara kuantitatif sesuai hasil eksperimen dan kualitatif dengan analisis terhadap data kuantitatif. Pada pengujian awal alat ini dilakukan 2 kali percobaan. Percobaan yang pertama menggunakan tabung dengan luas bidang sentuh permukaan fluida yang sama, tetapi massa beban yang diletakkan pada tabung 1 berbeda-beda. Variasi massa beban dari 0.5 kg, 0.6 kg, 0.7 kg, 0.8 kg, 0.9 kg dan 1 kg, kemudian pada tabung 2 diukur nilai gayanya. Data percobaan yang di dapat kemudian dapat digunakan untuk menghitung besarnya tekanan pada tabung 1 dan tabung 2. Percobaan kedua dilakukan dengan memvariasi luas permukaan bidang sentuh tabung 1, tetapi tabung 2 luas permukaan bidang sentuhnya dibuat tetap. Gaya yang diberikan pada tabung 1 dibuat tetap yaitu 40 N (m= 4 kg, dengan asumsi g = 10 m/s2), setelah beban diletakkan pada tabung 1 dapatlah diukur gaya pada tabung 2. Variasi luas permukaan bidang sentuh tabung 1 yaitu, 8.04 cm2, 28.26 cm2, dan 44.17 cm2 Hasil penelitian menyatakan bahwa grafik hubungan antara F1 dan F2 saat luas bidang sentuh kedua tabung sama adalah linier increase, yakni jika F1 diperbesar maka F2 juga bertambah besar, sehingga dapat disimpulkan bahwa F1 dan F2 sebanding jika A1 dan A2 tetap. Pada percobaan 2 grafik hubungan antara A1 dan F2 adalah linier decrease yaitu jika nilai A1 diperbesar maka F2 akan semakin kecil jika F1 dan A2 dibuat konstan, sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara A dan F adalah berbanding terbalik. Setelah dilakukan perhitungan tekanan baik pada percobaan 1 maupun percobaan 2 dapat dilihat bahwa tekanan pada tabung 1 (P1) dan tekanan pada tabung 2 (P2) nilainya hampir sama, hal ini sesuai dengan Hukum Pascal yaitu tekanan zat cair pada ruang tertutup besarnya sama di titik manapun, sehingga dapat disimpulkan bahwa ala praktikum yang dirancang mampu menjelaskan konsep Hukum Pascal. Kata kunci : Hukum Pascal

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERUPA CD INTERAKTIF BERBASIS POWER POINT MATERI USAHA DAN ENERGI UNTUK SMP KELAS VIII

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk CD Interaktif berbasis Power Point dengan materi Usaha dan Energi untuk SMP kelas VIII yang memenuhi kriteria baik dari aspek materi dan media. Jenis penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang menggunakan metode research and development (R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prosedural yang mengacu pada model yang dikembangkan oleh Sugiyono. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 10 siswa pada uji coba kelompok kecil dan 30 siswa pada uji coba kelompok besar yang berasal dari siswa SMP Negeri 12 Surakarta. Data yang diperoleh berasal dari dosen ahli materi, dosen ahli media, dan 40 siswa sebagai responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari angket dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Simpulan dari penelitian pengembangan ini yakni: (1) Tahap-tahap dalam pengembangan media pembelajaran CD Interaktif berbasis Power Point pada materi Usaha dan Energi yaitu (a) analisis kebutuhan; (b) pembuatan rancangan awal media; (c) pengumpulan data rancangan; (d) pembuatan desain media; (e) pembuatan media; (f) uji validasi dan revisi (g) uji coba kelompok kecil dan revisi; (g) uji coba kelompok besar dan revisi; (h) produk akhir. (2) Produk akhir dalam penelitian ini berupa CD Interaktif dengan karakteristik : (a) total slide sebanyak 85 dengan ukuran on screen show (4:3); (b) tampilan pendahuluan yang berisi tampilan awal media; (c) tampilan menu utama yang berisi judul materi dan pilihan tombol yang terdiri dari home, SK/KD, materi, evaluasi dan exit; (d) tampilan SK/KD yang berisi standar kompetensi dan kompetensi dasar; (e) tampilan materi terdiri dari sub-sub materi yang dilengkapi dengan gambar dan animasi beserta contoh soal; (f) tampilan evaluasi yang berisi soal, hasil evaluasi dan pembahasan; (g) tampilan exit yang berisi daftar pustaka. (3) Pembuatan dan penyajian CD Interaktif berbasis Power Point sebagai media pembelajaran dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Power Point 2007 kemudian disimpan dengan format .ppsm dan dikemas dalam bentuk keping CD. (4) Dari hasil análisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa media pembelajaran berupa CD Interaktif berbasis Power Point pada materi Usaha dan Energi yang dikembangkan secara umum sudah memenuhi kriteria baik dengan kesesuaian hasil validasi ahli dan siswa pada aspek materi dan aspek media. Kata kunci : fisika, media pembelajaran, CD Interaktif, power poin

    PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS PENEMUAN DENGAN TEMA SPAGHETTI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul IPA terpadu berbasis penemuan dengan tema spaghetti; (2) mengidentifikasi karakteristik modul IPA terpadu berbasis penemuan dengan tema spaghetti; (3)mengetahui kelayakan modul IPA terpadu berbasis penemuan dengan tema spaghetti yang telah dikembangkan; dan (4) mengetahui keefektifan produk modul IPA terpadu berbasis penemuan dengan tema spaghetti. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and development (R&D). Model pengembangan yang dipakai adalah model Four-D yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Penelitian ini diawali dengan penyusunan draf modul.Draf I modul ini divalidasi oleh ahli, guru, dan teman sejawat. Hasil validasi berupa draf modul II diujicobakan secara terbatas pada 10 siswa untuk mengetahui keterbacaan dan respon siswa terhadap modul yang dikembangkan, kemudian direvisi menjadi draf modul III. Draf modul III dilakukan uji coba lapangan pada 28 siswa dengan diberikan modul IPA terpadu berbasis penemuan kemudian direvisi menjadi modul akhir.Modul kemudian disebarkan ke guru IPA untuk mendapat umpan balik.Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, lembar tes. Perlakuan di lapangan menggunakan one group pretest-posttes design. Data penelitian diuji normalitas, homogenitas, normalized gain (gain score) dan uji paired t test. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan (1) pengembangan modul IPA terpadu berbasis penemuan menggunakan model 4D (four-D) yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran; (2) Kelayakan modul yang dikembangkan memiliki kategori “ sangat baik”; (3) pencapaian hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan dalam kategori “Sedang”; (4) terdapat perbedaan hasil belajar siswa, sebelum, dan setelah diterapkan modul. Kata kunci: pengembangan, modul, IPA terpadu, penemuan, spaghetti

    INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SMP BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG

    Get PDF
    Penelitian dan pengembangan ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran IPA Fisika berbasis problem based learning terintegrasi pendidikan karakter untuk siswa SMP kelas VIII yang berkualitas dan mengetahui pencapaian hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model Borg & Gall yang dimodifikasi. Sampel pengembangan meliputi sampel validasi produk sejumlah 9 validator, sampel uji coba terbatas sejumlah 8 siswa, dan sampel uji coba diperluas sejumlah 31 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi silabus, RPP, penilaian kognitif berupa soal tes hasil belajar (pretest-posttest), psikomotorik, afektif, lembar observasi sekolah, keterlaksanaan pembelajaran, karakteristik siswa, dan angket respon siswa. Uji coba diperluas dengan one group pretest-posttest design. Data hasil belajar kognitif dianalisis dengan uji t dua sampel berpasangan dengan menggunakan program SPSS Statistik 18, sedangkan data hasil belajar psikomotorik dan afektif siswa dianalisis dengan melihat rata-rata pencapaian setiap aspek penilaian. Penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan memberikan kesimpulan: (1) pengembangan perangkat pembelajaran IPA Fisika SMP berbasis problem based learning terintegrasi pendidikan karakter dapat dilakukan menggunakan metode Research and Development oleh Borg & Gall yang dimodifikasi dengan membatasi langkah penelitian yang dapat menghasilkan suatu produk yang divalidasi dan diuji coba, (2) kualitas produk perangkat pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan nilai dengan kategori sangat baik sehingga layak digunakan, dan (3) pencapaian hasil belajar kognitif siswa setelah mengikuti proses pembelajaran mengalami peningkatan, aspek indikator psikomotor yang tinggi adalah mengecek alat bahan di laboratorium dan membawa perlengkapan belajar, serta aspek karakter yang tinggi adalah jujur, rasa ingin tahu, disiplin, dan kerja keras. Kata Kunci: pengembangan perangkat pembelajaran, problem based learning, pencapaian hasil belajar

    SINTESIS NANOPORI KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KLUWAK (PANGIUM EDULE)

    Get PDF
    "Kluwak" (Pangium edule) is a native plant that grows in the wet tropical rain forests, including in Indonesia. This plant has several benefits. That’s the fruit can be used as a cooking spice like rawon, and that’s leaves can be used as an insecticide. But, the shell of “kluwak” can not be fully utilized. Therefore, it is necessary to do research on the manufacture of activated carbon nanopori of kluwak’s shell. In this study, activated carbon manufacturing process consists of three stages, including dehydration, carbonation and activation. Dehydration is the process of separating shell “kluwak” of impurities and water. The next process is the carbonation or authoring in airtight furnace. The results of the carbonation process is carbon. To make activated carbon into carbon activation process is carried out using a Polyvinyl Alcohol (PVA), and Polyethylene Glycol (PEG). Comparison of the sample with an activator made variations, namely 1:1, and 1:2. The activation process is done at a temperature of 80 ° C for 30 min. The results of this activation BET characterization to determine the pore size and surface area of the carbon. The results showed that the activation of PEG (1:2) obtained a surface area of 258,392 m² / g and that nanopori size is 1.132 nm. For PEG (1:1) obtained a surface area of 248,939 m² / g with a size of 1.199 nm nanopori. While the activation of PVA (1:1) obtained a surface area of 110 711 m² / g and that nanopori size of 1.275 nm. For activation of PVA (1:2) obtained a surface area of 157,755 m² / g and that nanopori size of 1.132 nm. The larger surface area of the carbon pore size gets smaller so it is possible for material to be used as super capacitor electrodes which has a large capacitance value. In these studies, indicate that the PEG activators better than PVA Keywords: shell of kluwak, Nanopori Activated Carbon, PVA, PE

    MENTAL-MODELING ABILITY MAHASISWA PADA KONSEP DASAR LISTRIK STATIS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan mental-modeling ability (MMA) mahasiswa pada konsep dasar listrik statis. Responden penelitian adalah sembilan mahasiswa terpilih yang telah mengikuti perkuliahan Fisika Dasar II. Responden terbagi atas tiga kategori (dalam kelompok) berdasarkan penguasaan konsep yaitu kategori kemampuan tinggi, sedang dan rendah yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari tes penguasaan konsep pilihan ganda untuk seleksi responden, tes fisika listrik statis berbentuk essay untuk mendapatkan data MMA dan panduan wawancara. Pengumpulan data MMA dilakukan melalui aktivitas one-on-one thinking-aloud yang diikuti dengan wawancara. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa hanya terdapat dua kategori MMA dari kesembilan responden, yaitu MMA kategori sedang dan rendah. Kedua kategori memiliki karakteristik yang spesifik. MMA tersebut dicirikan oleh kemampuan merepresentasikan sistem, kecerdasan spasial, metakognisi dan kemampuan melakukan transformasi representasi. Analisis data thinking-aloud dan wawancara menunjukkan bahwa tiga aspek yang diduga berpengaruh terhadap kemampuan mahasiswa untuk memanipulasi model mental mereka, yaitu: pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan menghubungkan konsep-konsep listrik statis satu dengan yang lain. Kehilangan salah satu dari tiga aspek tersebut dapat menghambat kemampuan mahasiswa untuk memanipulasi model mentalnya. Kata kunci: listrik statis, mental-modeling ability, representasi, thinking-alou

    PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) profil kemampuan berpikir kreatif, 2) peningkatan hasil belajar kognitif fisika setelah diterapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan 3) korelasi antara kemampuan berpikir kreatif dengan hasil belajar kognitif fisika. Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan one group pre-test post-test design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII sebuah SMP swasta di kota Bandung tahun ajaran 2010/2011. Sampel penelitian adalah 20 orang siswa kelas VII C yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes dan non-tes. Instrumen tes berupa tes standar kemampuan berpikir kreatif dan tes hasil belajar kognitif. Instrumen non-tes berupa lembar observasi. Dari hasil analisis data, ditemukan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa adalah baik. Aspek fluency (5% tinggi, 80% sedang, dan 15% rendah), flexibility (55% sangat kreatif, 15% di atas rata-rata, dan 30% rata-rata), originality (25% sangat kreatif, 35% di atas rata-rata, dan 40% rata-rata) serta elaboration (0% istimewa, 0% sangat kreatif, 15% sangat baik di atas rata-rata, 30% di atas rata-rata, dan 55% rata-rata). Sedangkan hasil tes hasil belajar kognitif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar kognitif dengan nilai gain ternormalisasi adalah 0.71 (Tinggi). Terdapat korelasi positif antara aspek kemampuan berpikir kreatif dengan hasil belajar kognitif (T = 0,6). Kata kunci : profil, berpikir kreatif, hasil belajar kognitif, siswa SMP

    146

    full texts

    146

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇