PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
146 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN FISIKA KUANTUM MELALUI LESSON STUDY MENGGUNAKAN METODE DISKUSI KELOMPOK DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNS
Tujuan penelitian ini untuk memperbaikan mutu pembelajaran Fisika Kuantum melalui lesson study menggunakan metode diskusi kelompok. Lesson Study merupakan suatu model untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui pengkajian pembelajaran yang mempunyai sifat kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning. Lessson study untuk pembelajaran fisika kuantum ini dilakukan 4 kali dalam 1 semester. Adapun metode yang digunakan dalam pembelajar ini adalah metode diskusi disertai tanya jawab yang dilakukan baik dalam kelompok kecil (2 sampai 5 orang) maupun kelompok yang tergolong besar (>15 orang). Penggunaan metode ini dan lesson study diharapkan permasalahan pembelajaran dikelas dapat diatasi.Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan lesson study adalah sebagai berikut :1. Ada perbaikan perangkat pembelajaran yang mengarah pada perbaikan pembelajaran di kelas. hal ini nampak pada koreksi RPP yang makin sedikit dari pertemuan I ke pertemuan IV.2. Keaktifan mahamahasiswa semakin meningkat dari pertemuan I ke pertemuan IV dalam diskusi dan dalam pengerjaan tugas, hal ini nampak pada saat “do” penemuan – penemuan yang menunjukkan mahamahasiswa tidak mencatat, tidak aktif dll semakin sedikit bahkan cenderung tidak ada.3. Pembagian kelompok yang bervariasi ternyata cukup membantu mahamahasiswa karena tidak membuat bosan meskipun tentunya akan menimbulkan masalah-masalah baru yang sebelumnya tidak teramati. hal ini nampak pada saat pertemuan ke IV yang menggunakan kelompok besar nampak ada mahamahasiswa yang pura – pura mamperhatikan sampai menulispun lupa.4. Pada lesson study ini ternyata ditemukan juga bahwa mahamahasiswa masih memerlukan bimbingan dalam mengerjakan soal – soal latihan meskipun konsepnya sudah dijelaskan dan didiskusikan, hal ini nampak pada waktu diberi soal untuk didiskusikan mereka sering kesulitan menyelesaikannya dan sering bertanya. Kata kunci: Lesson Study, Fisika Kuantum, diskusi kelompok
PENDIDIKAN SAINS BERLANDASKAN BUDAYA LOKAL TRI KAYA PARISUDHA
Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Bentuk transformasi tersebut berupa nilai-nilai kebenaran. Landasan etika dalam agama Hindu dipedomani oleh Tri Kaya Parisudha (tiga jenis perbuatan yang benar), antara lain: manacika (berpikir yang benar), wacika (berkata yang benar), kayika (berbuat yang benar). Hal ini selaras dengan proses sains yang diungkapkan oleh OECD (1999), yang mencakup keterampilan berpikir ilmiah, keterampilan praktik dan keterampilan mengkomunikasikan. Hal ini menginspirasikan satunya pikiran (satya hrdaya), satunya perkataan (satya wacana), dan satunya perbuatan (satya laksana), karena dengan adanya pikiran yang benar akan menimbulkan perkataan yang benar sehingga mewujudkan perbuatan yang benar pula. Oleh karena itu, Tri kaya Parisudha dapat digunakan sebagai landasan dalam pembelajaran sains. Pendidikan ini tidak hanya menawarkan agar siswa mudah memahami materi yang diajarkan, tetapi juga menawarkan nilai-nilai kebenaran serta cinta akan budaya lokal
PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PENUMBUHAN MINAT MEMBACA BUKU – BUKU FISIKA SISWA SMA NEGERI 1 WONOGIRI TAHUN 2011/2012
Penelitian ini dilatarbelakangi nilai rata-rata Fisika klas XI-IPA pada tes kenaikan kelas semester genap 2010/2011 di bawah nilai KKM 70 dan dari angket menunjukkan minat membaca siswa rendah. Tujuan untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan minat membaca siswa dan peningkatan hasil belajar Fisika materi Gelombang siswa kelas XII-IPA.2 SMA Negeri 1 Wonogiri melalui penumbuhan minat membaca buku – buku Fisika. Penelitian dilaksanakan bulan Juni sampai September 2011. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus 1 menerapkan SQ3R dan siklus 2 menerapkan SQR4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan minat membaca, yang diikuti peningkatan hasil belajar siswa di atas KKM 67,65% pada siklus 1 menjadi 76,47% pada siklus 2, daya serap nilai tertinggi 86 pada siklus 1 menjadi 90 pada siklus 2, nilai rata – rata 71,47 pada siklus 1 menjadi 74,06 pada siklus 2, nilai terendah 60 pada siklus 1 menjadi 62 pada siklus 2. Kata Kunci : Hasil belajar, Minat membaca, metode SQ3R dan SQR
Pemetaan Daerah Rawan Gempabumi di Wilayah Sorong Provinsi Papua Barat berdasarkan Metode Probabilistic Seimic Hazard Analysis (PSHA)
Pemetaan daerah rawan gempabumi di wiayah Sorong Provinsi Papua Barat telah dilakukan berdasarkan analisis data sekunder sejarah gempabumi wilayah Sorong bersumber dari ANSS Catalog. Pemetaan wilayah ini didasarkan pada distribusi nilai percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration) menggunakan pendekatan Probability Seismic Hazard Analysis (PSHA) dengan probability of excedance 2% terkomputasi pada program komputer EQRISK dan analisis pohon logika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai percepatan tanah maksimum wilayah Sorong yang diperoleh mengikuti model seismisitas sumber seismik dan faktor geologi berkisar antara 300 – 1700 Gal atau 0.3 – 0.7 g dan dipetakan menggunakan program komputer ArcGIS 9.2, nilai kisaran ini dibagi kedalam beberapa kategori tingkat kerawanan gempabumi. Berdasarkan distribusi nilai percepatan tanah maksimum, wilayah Sorong dikategorikan kedalam daerah dengan tingkat kerawanan besar satu dan besar dua. Nilai tingkat kerawanan gempabumi besar satu berkisar antara 300 – 600 Gal meliputi daerah distrik Seget, distrik Beraur, sebagian distik Makbon dan Kota Sorong sedangkan tingkat kerawanan gempabumi besar dua berkisar antara > 600 Gal meliputi distrik Samate, distrik Sausapor, distrik Sorbar dan sebagian kecil distrik Makbon. Wilayah Sorong di Provinsi Papua Barat termasuk daerah dengan tingkat kerawanan gempabumi yang tinggi hal ini disebabkan karena wilayah Sorong merupakan daerah dengan banyaknya kejadian gempabumi ≥ 5 SR dengan kedalaman dangkal ≥ 30 km serta keberadaan jalur Sesar aktif gempabumi Sorong-Yapen akibat pertemuan lempeng Eiruasia, lempeng Indo-Australia dan lempeng samudera Pasifik. Kata Kunci : Percepatan tanah maksimum, PSHA, Sorong, gempabum
DARU MENJAGA KEARIFAN LOKAL KABUPATEN KLATEN MELALUI PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN METODE NYAMANTIK
Peranan guru sebagai pembimbing adalah dengan cara membimbing anak agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya, membimbing anak yang memiliki keunikan yang berbeda agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka sehingga tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri dan produktif. Selain itu peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Sebagai pengagas guru bisa mengkomunikasikan ide-ide untuk membangun masyarakat, guru bisa menjadi agen perubahan di dalam masyarakat. Dalam membangun masyarakat Kabupaten Klaten yang memiliki warisan budaya berupa lurik tradisional, pada masa kepemimpinan Bupati Klaten Sunarno SE,Mhum Pemkab Klaten menempuh kebijakan dalam Surat Edaran no 05/575/2008 tanggal 25 juni 2008, tentang keharusan pemakaian lurik bagi 17.000 PNS setiap Kamis saat jam kerja. Harapan Pemkab Klaten untuk melestarikan budaya tenun lurik agar bisa mengentaskan usaha para perajin tenun lurik tradisional akan kandas manakala banyak PNS beralih dari pemakaian lurik tradisional menjadi lurik pabrik moderen. Untuk itu konsistensi, kesungguhan dan keberlanjutan kebijakan menjadi hal penting dilaksanakan yang antara lain ditempuh dengan menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan produk lokal. Karakter daru (disiplin, aktif, realistis dan unik) dibutuhkan untuk menjaga kearifan lokal kabupaten Klaten dalam hal melestarikan budaya lurik tradisional serta menjawab tantangan mengajar mata pelajaran IPA fisika di sebuah Madrasah Tsanawiyah (setara SMP) guna memenuhi beban mengajar guru sebanyak 24 jam tatap muka. MTs Negeri Trucuk yang sedang mengalami sengketa interen semula berlokasi di desa Kradenan, Trucuk, Klaten harus pindah menempati gedung bekas SD Negeri 1 Palar,Trucuk yang mengalami regrouping dengan SD N 2 Palar Trucuk. Pembelajaran IPA fisika materi gerak melalui metode nyamantik ( bernyanyi, permainan ular tangga dan melukis batik lurik) sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan di MTs Negeri Trucuk pada kelas VII semester 2 tahun pelajaran 2012/2013. Karena tahapan perkembangan anak usia 6-12 tahun pada anak yang sehat ditandai dengan pengembangan belajar, memperluas keahliannya melalui bermain aktif, dan bekerjasama dengan orang lain. Kata kunci: karakter daru, pembelajaran fisika, metodenyamanti
DESAIN SIGNAL GENERATOR UNTUK UJI KELISTRIKAN TUBUH
Fenomena fisik yang melibatkan listrik dan magnet telah diamati sejak zaman dulu sekali. Namun, hanya dalam dua abad terakhir para ilmuwan mulai memahaminya. 300 tahun yang lalu, kita tidak akan pernah mengalami kontak dengan listrik buatan manusia selama hidup kita. Perkembangan luar biasa dalam bidang ilmu ini telah diterapkan banyak sekali, sehingga sekarang sulit membayangkan hidup tanpa listrik.Bioelektrisitas seperti elektrokardiogram diketahui hampir satu abad sebelum biomagnetisme ditemukan. Orang telah mengenal adanya ikan listrik (Torpedo dan belut) berabad-abad sebelum listrik secara ilmiah dipelajari. Pada tahun 1786, Luigi Galvani seorang ahli anatomi dari italia, menemukan bukti pertama bahwa listrik berperan dalam kontraksi otot. Ia mendapatkan bahwa apabila dua potong logam yang berbeda dihubungkan dan ujung – ujung dari keduanya disentuhkan ke beberapa bagian otot seekor kodok yang telah mati, otot kodok akan berkontraksi. Alessandro Volta meneliti fenomena ini dan dalam prosesnya ia menemukan baterai. Temuan tersebut merupakan sumber arus listrik tetap yang pertama. Dan merupakan salah satu penemuan terpenting dalam sejarah Fisika. Kelistrikan memegang peranan penting dalam bidang kedokteran. Ada 2 aspek kelistrikan dan magnetis dalam bidang kedokteran yaitu listrik dan magnet yang timbul dalam tubuh manusia, serta penggunaaan listrik dan magnet pada permukaan tubuh manusia. Kata kunci : biolistri
EVALUASI PROGRAM MELALUI E-LEARNING
Pembelajaran adalah suatu proses penyampaian informasi dari pengajar kepada peserta didik dalam suatu tingkat pembelajaran. Program adalah suatu urutan kegiatan dengan tujuan tertentu. Evaluasi program pembelajaran dilaksanakan untuk mengetahui bahwa proses pembelajaran dan faktor pendukungnya bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Evaluasi program pembelajaran dapat dilakukan melalui e-learning. Evaluasi program dapat dilakukan menggunakan metode angket. Evaluasi program melalui e-learning dalam penelitian ini adalah evaluasi program suatu pembelajaran (course) melalui e-learning berbasis Moodle yaitu dalam portal http://fisika.fkip.uns.ac.id/lms. Berdasarkan analisa data diperoleh simpulan bahwa 1) evaluasi program pembelajaran dapat dilakukan menggunakan e-learning berbasis Moodle, dan 2) Pembelajaran khususnya pada 9 course dan umumnya pada Program Pendidikan Fisika FKIP UNS telah berjalan dengan kriteria baik ditinjau dari kesiapan pembelajaran oleh dosen dan mahasiswa, pelaksanaan pembelajaran oleh dosen dan mahasiswa, pelaksanaan evaluasi pembelajaran oleh dosen dan mahasiswa, dan kesediaan sarana dan prasarana pembelajaran dan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Kata Kunci: evaluasi program, pembelajaran, e-learnin
Rancang Bangun Spektrometer Fotoakustik Laser CO2 untuk Pengujian Scrubber Gas Etilen Buah Pascapanen
Telah dilakukan rancang bangun spektrometer fotoakustik (SFA) yang diaplikasikan untuk pendeteksian gas-gas kelumit orde ppm – ppt (part per million to part per trillion). Sumber radiasi yang digunakan adalah laser CO2 tipe axial flowing yang mengemisikan radiasi inframerah dengan jangkau panjang gelombang 9 – 11 µm yang bersesuaian dengan serapan banyak gas-gas penting dalam kajian pertanian, biologi, medis dan lingkungan. SFA dibangun dengan konfigurasi intrakavitas dengan menempatkan sel fotoakustik dalam rongga laser yang menjadikan sampel merasakan radiasi multipass sehingga sensitivitas alat semakin baik. SFA yang berhasil dibangun memiliki batas deteksi terendah untuk gas etilen sebesar ( 6,0 ± 0,6 ) ppbv (part per billion volume). Selanjutnya SFA digunakan untuk menguji adsorptivitas berbagai variasi scrubber terhadap gas etilen yang menjadi biomarker berbagai proses metabolisme buah pascapanen. Hasil penelitian menunjukkan scrubber zeolit-KMnO4 memiliki kekuatan adsorpsi gas etilen paling tinggi dengan kapasitas adsorpsi maksimum untuk zeolit-KMnO4 2,5 % mencapai 70 ppmliter/gram. Kata kunci: etilen, scrubber, spektrometer fotoakustik (SFA)
DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM BENTUK BUKU SAKU YANG BERBASIS MOBILE APPLICATION MENGGUNAKAN PLAYER AIR FOR ANDROID PADA ADOBE FLASH PROFESSIONAL CS 5.5 UNTUK MATERI FISIKA SMA
Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat desain media pembelajaran dalam bentuk buku saku yang berbasis mobileapplication menggunakan Player Air for Android pada Adobe Flash Professional CS 5.5 untuk materi Fisika SMA. Kajian ini merupakan bagian dari tahapan penelitian pengembangan, yang menggunakan model Brog & Gall pada tahap perencanaan desain media pembelajaran untuk memperoleh prototype yang layak diujicobakan. Data yang dikumpulkan pada tahap ini meliputi data-data yang bersifat kualitatif, selama proses persiapan dan perancangan media pembelajaran. Pada tahap persiapan, dilakukan kajian pustaka, telaah kurikulum, dan analisis kebutuhan dalam pembelajaran Fisika, sehingga data diambil dengan menggunakan teknik dokumentasi dan wawancara. Pada tahapan perancangan media pembelajaran, dilakukan pemilihan materi dan soal yang akan ditampilkan, tampilan media pembelajaran, susunan petunjuk cara pemanfaatan media pembelajaran. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, wawancara dan angket. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu ahli materi Fisika, ahli media, dan ahli bahasa Indonesia, yang berperan untuk memvalidasi desain media pembelajaran sebelum diujicobakan di lapangan. Data-data yang dianggap valid harus sering muncul dalam proses pengulangan dengan teknik triangulasi, yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dari model interaktif Miles dan Huberman. Hasil yang diperoleh dari tahap penelitian ini, yaitu desain media pembelajaran dalam bentuk buku saku yang berbasis mobile application untuk materi Fisika SMA, dengan karakteristik sebagai berikut: (1) Media pembelajaran berupa buku saku ini dapat dijalankan melalui perangkat smartphone ataumobile device dengan Operating System (OS) Android versi 2.3 (Ginger Bread)atau versi terbaru setelahnya, (2) Materi yang disajikan dalam media pembelajaran berupa ringkasan materi yang dipilih untuk materi SMA pada semester genap yang berbasis KTSP, (3) Tampilan aplikasi media pembelajaran disajikan dengan penyajian teks, animasi, latar/background, dan layout gambar yang menarik. Adapun tampilan isi media antara lain: (a) Cover; (b) Halaman Pembuka (petunjuk pemanfaatan media); (c) Daftar Materi;(d) Ringkasan Materi; (e) Daftar Latihan Soal; (f) Latihan Soal-Soal; dan (g) Daftar Referensi, (4) Media pem-belajaran didesain dengan muatan isi dan sistem navigasi yang mudah digunakan siswa untuk belajar secara mandiri tanpa bantuan guru atau tutor, karena bersifat interaktif dan fleksibel. Hasil validasi oleh ahli materi, ahli bahasa dan ahli media dapat disimpulkan bahwa desain media ini layak untuk diujicobakan dengan beberapa revisi sesuai saran para ahli.Kata kunci: buku saku, media pembelajaran, mobile applicatio
DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN MEMANFAATKAN MOODLE UNTUK DITERAPKAN PADA BLENDED LEARNING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran IPA Terpadu khususnya pada tahap pendesainan, dengan memanfaatkan Moodle yang diterapkan pada Blended Learning di Sekolah Menengah Pertama.Penelitian pada tahap ini sebagai bagian dari penelitian pengembangan yang dilakukan secara multiyear untuk tahun kedua, menggunakan model penelitian yang dimodifikasi dari model penelitian dan pengembangan (R & D) dari Brog & Gall. Pada tahap desain ini, melalui langkah pengumpulan informasi terkait analisis kebutuhan di lapangan, pengumpulan sumber-sumber belajar yang relevan dengan bahan ajar yang telah dikembangkan pada tahun pertama, pemilihan materi dari sumber belajar yang lebih akurat dan terbaru, melakukan studi (dengan mengikuti pelatihan) untuk mendesain media pembelajaran berbasis e-learning khususnya dengan program Moodle. Validasi oleh ahli materi dan ahli media telah dilakukan untuk merevisi desain awal yang telah dibuat, sebelum diujicobakan terhadap reviewer, peer reviewer dan siswa. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif, yang melalui proses iterasi (pengulangan) dengan teknik triangulasi untuk memperoleh data yang valid. Proses analisis data dengan model Miles Huberman hanya dilakukan pada data yang telah dinyatakan valid.Hasil penelitian ini berupa desain media pembelajaran berbasis e-learning dengan program Moodle, dengan alamat hosting: e-learningipaterpaduuns.com dengan Hosting ini memiliki kuota total 10 GB yang dibagi untuk 5 kategori (sub tema). Desain media yang dihasilkan memiliki karakteristik penyajian sebagai berikut : (1) Halaman muka berisi pilihan kategori (sub tema) yang relevan dengan tema “Pelestarian Lingkungan”(2) Setiap kategori memiliki 4 course, dimana satu course diisi dengan peta kompetensi dan peta konsep, serta 3 course lainnya berisi materi yang di dalamnya memanfaatkan menu resource dan activity (3) Masing-masing sub tema diperkirakan dapat dibelajarkan selama selang waktu 3 kali tatap muka, dengan jumlah jam tiap tatap muka selama 2 x 40 menit, namun pada prinsipnya media ini dapat diakses secara mandiri oleh siswa di luar pembelaran atau dapat disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan guru serta siswa selama proses pembelajaran di kelas. Setelah divalidasi oleh ahli materi, hasilnya menunjukkan bahwa dari sudut pandang kecukupan materi sudah dipandang layak untuk diterapkan untuk siswa SMP. Sedangkan oleh ahli media, disarankan untuk merevisi pada beberapa bagian agar memudahkan siswa untuk memanfaatkan media ini.. Kata kunci: Pembelajaran IPA Terpadu, e-learning, Moodl