PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
    146 research outputs found

    REMEDIASI PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) PADA MATERI SUHU DAN KALOR SISWA SMA KELAS X DI SMA NEGERI 6 SURAKARTA

    Full text link
    Tujuan Penelitian yang telah dilakukan untuk: mengetahui bahwa remediasi pembelajaran Fisika menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dapat meningkatkan kemampuan kognitif Fisika pada materi Suhu dan Kalor sisiwa kelas X MIA 2 di SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian yang telah dilakukan merupakan penelitian remediasi pembelajaran yang menggunakan alur penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian yang telah dilakukan, dilaksanakan dalam dua siklus dengan setiap siklusnya terdiri dari perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan reflekasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 2 SMA Negeri 6 Surakarta sebanyak 31 siswa. Sumber data berasal dari nilai tes remedial teaching yang diperoleh dari siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nilai ulangan harian pada mata pelajaran Fisika. Pengujian instrumen tes yang dilakukan menggunakan software QUEST. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif untuk mendeskripsikan pelaksanaan proses pembelajaran dan analisis kuantitatif untuk mendeskripsikan pengujian hipotesis. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu model one-group pretes-posttest. Berdasarkan hasil penelitian serta hasil analisis yang dilakukan, dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) remedial teaching menggunakan model pembelajarn problem based instrucion (PBI) pada materi Suhu dan Kalor dapat dilakukan. Remedial Teaching dapat membantu siswa yang teridentifikasi mengalami kesulitan belajar sehingga mencapai KKM, (2) ada sumbangan yang signifikan dari tes remedial teaching I dan II terhadap tes formatif menggunakan model pembelajaran Problem Based Instrucion (PBI) pada materi Suhu dan Kalor. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh: (a) tes remedial teaching I memberikan sumbangan relatif = 1,62 % dan sumbanagn efektif = 0,58 % terhadap tes formatif (b) tes remedial teaching II memberikan sumbangan relatif = 105,37 % dan sumbangan efektif = 37,62 % terhadap tes formatif, (3) ada peningkatan hasil belajar siswa pada tes formatif setelah mengikuti remedial teaching. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa thitung = 15,74 yang nilainya lebih besar dari ttable pada taraf signifikansi 5 % = 1,6972 atau (thitung) 15,74 > (ttabel) 1,6972, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti remediasi pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI).Kata kunci remedial teaching, model pembelajaran, Problem Based Instruction, Suhu dan Kalor

    EVALUASI PROGRAM MANAJEMEN BLENDED LEARNING (STUDI KASUS MATA KULIAH GEOFISIKA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNIVERSITAS SEBELAS MARET)

    Full text link
    Mata kuliah Geofisika merupakan salah satu mata kuliah pilihan di Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sebelas Maret.  Tujuan yang hendak dicapai dalam mata kuliah tersebut adalah mahasiswa mampu menjelaskan bumi secara umum dan metode geofisika untuk eksplorasi bumi.  Mata kuliah Geofisika diselenggarakan sesuai dengan manajemen pembelajaran.  Manajemen pembelajaran adalah pengelolaan sumber daya pembelajaran sesuai dengan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan secara efektif dan efisien.  Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam mata kuliah Geofisika ini adalah pembelajaran campuran (blended learning), yaitu mencampurkan pembelajaran secara tatap muka dan online menggunakan Learning Management System (LMS) Moodle. Pembelajaran online digunakan dalam aktivitas penyebaran materi, diskusi, dan evaluasi program.  Sumber daya pembelajaran dalam mata kuliah Geofisika meliputi sumber daya manusia, bahan, metode, dan mesin.  Evaluasi produk sebagai bagian dari evaluasi program pembelajaran Geofisika dilakukan untuk mengetahui kriteria kualitas manajemen pembelajaran yang dilakukan oleh dosen.    Dari angket evaluasi produk, diperoleh hasil bahwa keempat fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan termasuk dalam kriteria baik atau skor empat pada skala linkert.  Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen blended learning pada mata kuliah Geofisika Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sebelas Maret Tahun Ajaran 2013/2014 telah dilaksanakan dengan baik oleh dosen. Kata kunci: evaluasi, program, manajemen, pembelajaran, campura

    PENGEMBANGAN MOBILE POCKET BOOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN ADOBE FLASH PROFESSIONAL CS 5.5 PADA MATERI FLUIDA STATIK SMA KELAS X

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk : (1) Mengembangkan media pembelajaran yang berupa mobile pocket book berbasis Android dengan software Adobe Flash professional CS 5.5;(2) Menjelaskan karakteristik media pembelajaran yang berupa mobile pocket book berbasis Android yang dikembangkan dengan software Adobe Flash professional CS 5.5;Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan motode penelitian dan pengembangan dengan model prosedural yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari ahli, reviewer, peer reviewer, dan siswa SMA dengan teknik pengambilan data angket, wawancara, dan dokumentasi. Instrument angket validasi materi, bahasa, media, reviewer, peer reviewer, dan motivasi belajar menggunakan ratting scale, dan angket validasi evaluasi dan uji coba produk menggunakan skala Guttman. Teknik analisis data kualitatif menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman dan tabulasi data kuantitatif mengacu pada kriteria penilaian Azwar.Mobile pocket book yang dihasilkan disimpan dalam file berektensi.apk yang dijalankan pada Smartphone Android. Media yang dihasilkanterdiri dari beberapa bagian yaitu: Halaman cover, halaman tutorial, halaman pustaka, halaman kreator dan halaman keluar. Halaman cover berisi judul dan tombol menuju halaman menu, sedangkan halaman menu berisi daftar sub materi Fluida Statis dan tombol menuju latihan soal dan evaluasi. Halaman tutorial berisi cara penggunaan pocket book. Halaman creator berisi identitas pembuat mobile pocket book. Halaman pustaka berisikan daftar pustaka yang digunakan untuk menyusun materi mobile pocket book. Halaman Keluar berisikan tombol pernyataan untuk keluar. Halaman materi berisikan materi Fluida Statis yang berjumlah 37 halaman yang sudah terdapat contoh soal beserta pembahasannya. Latihan Soal terdiri dari 15 soal pilihan ganda, Evaluasi terdiri dari 15 soal dan terdapat waktu pengerjaannya selama 30 menit. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba lapangan, mobile pocket book Fisika pada materi Fluida Statik dapat disimpulkan bahwa : Media yang dibuat memenuhi kriteria sangat baik dari segi bahasa, media, materi serta evaluasi dan layak untuk digunakan oleh siswa SMA.Kata Kunci: media pembelajaran, buku saku Fisika, mobile pocket boo

    ANALISIS KAPASITAS PARU DAN ALIRAN UDARA PERNAFASAN MANUSIA YANG MEMPUNYAI KEBIASAAN MEROKOK DAN TIDAK MEROKOK

    Full text link
    Kapasitas paru merupakan kemampuan paru-paru untuk menampung udara. Kemampuan menampung udara ini berbeda-beda untuk setiap individu. Penelitian ini dilakukan menggunakan spirometer Vernier order code SPR-BTA dan logger pro untuk mengukur kapasitas paru laki-laki perokok dan bukan perokok. Kapasitas paru-paru manusia secara normal sangat tergantung dengan kebiasaan hidup, usia, indeks massa tubuh,dan riwayat penyakit pada saluran pernafasan. Penelitian dilakukan pada 4 sampel yang berusia 19-22 tahun dengan 2 sampel mempunyai kebiasaan merokok dan 2 sampel lain tidak merokok. Hasil menunjukkan bahwa untuk 2 sampel bukan perokok pada sampel A dan C sebesar 3,77 L dan 3,02 L. Dari nilai kapasitas paru menunjukkan bahwa pola hidup sampel memiliki kebiasaan berolah raga yang membuat kapasitas paru lebih tinggi. Perokok aktif didapatkan hasil CC dan DD memiliki kapasitas vital paru sebesar 2,24 Ldan 2,69 L. Nilai diatas menunjukkan kapasitas volume yang lebih rendah. Analisis kemudian dilakukan dengan menghitung aliran fluida dari aliran udara pernafasan. Dan didapatkan bahwa grafik aliran udara aliran pernafasan akan bernilai semakin tinggi, jika kapasitas vital paru nya rendah, semakin tinggi nilai alirannya.Kata kunci :Kapasitas paru, aliran udara pernafasa

    Pengaruh Guided Discovery Learning Terhadap Prestasi Belajar Siswa Ditinjau dari Sikap Ilmiah Menggunakan Metode Diskusi dan Demonstrasi pada Materi Sistem Tata Surya Kelas IX SMPN 1 Kauman Tahun Pelajaran 2014/2015.

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) beda pengaruh GDL menggunakan metode demonstrasi dan diskusi terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Tata Surya, (2) beda pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Tata Surya, (3) hubungan GDL dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Tata Surya.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian desain faktorial 2 x 2. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 1 Kauman tahun ajaran 2014/2015. Sampel terdiri dari 2 kelas, kelas eksperimen I (metode diskusi) dan kelas eksperimen II (metode demonstrasi). Pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, pengamatan dan pemeriksaan dokumen. Teknik analisis data menggunakan uji statistik ANAVA 2 jalan.Hasil penelitian disimpulkan bahwa : (1) Terdapat perbedaan pengaruh GDL menggunakan metode demonstrasi dan diskusi terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Tata Surya siswa kelas IX SMPN 1 Kauman. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,014 (< 0,05). Rerata prestasi belajar kognitif siswa yang diberi pembelajaran GDL dengan metode demonstrasi (77,30) lebih baik daripada rerata siswa yang diberi pembelajaran GDL dengan metode diskusi (74,38). (2) Terdapat perbedaan pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Tata Surya siswa kelas IX SMPN 1 Kauman. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,015 (< 0,05). Rerata prestasi belajar siswa yang mempunyai sikap ilmiah tinggi (77,1) lebih baik daripada siswa yang mempunyai sikap ilmiah rendah (71,6). (3) Terdapat interaksi antara GDL dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Tata Surya siswa kelas IX SMPN 1 Kauman. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi dibawah 0,05 yaitu sebesar 0,03.Kata kunci : GDL, Sikap ilmiah, Prestasi Belajar, Sistem Tata Surya

    DIAGRAM GAYA NORMAL

    Full text link
    Telah dilakukan kajian untuk melukis diagram gaya normal kubus pada bidang datar yang dikenai gaya. Gayanormal adalah gaya yang mencegah benda untuk 'jatuh' ke tempat yang didudukinya. Arah vektor gaya normalselalu tegak lurus pada permukaan yang bersentuhan dengan benda. Titik tangkap gaya normal pada benda dibidang datar berada pada perpotongan antara resultan gaya luar dengan bidang pergeseran benda. Untukmenentukan posisi titik tangkap gaya normal digunakan konsep keseimbangan rotasi, yaitu untuk benda yangdalam keadaan seimbang rotasi berlaku bahwa di setiap titik pada benda tersebut jumlah momen gayanya nol.Disimpulkan bahwa ditemukan kejanggalan pada penentuan titik tangkap gaya normal, yaitu bahwa titik tangkapgaya normal, hanya dapat ditentukan dengan menggunakan konsep keseimbangan rotasi, di semua titik padabenda yang bersentuhan dengan bidang pergeseran.Kata kunci: gaya normal, titik tangkap gaya

    Kontribusi Motivasi Berprestasi dan Pemanfaatan Sumber Belajar Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa Mata Pelajaran Fisika Kelas X SMA N 1 Karangayar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui ada atau tidak adanya kontribusi yang signifikan dari motivasi berprestasi terhadap kemampuan kognitif mata pelajaran Fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar; (2) mengetahui ada atau tidak adanya kontribusi yang signifikan dari pemanfaatan sumber belajar terhadap kemampuan kognitif mata pelajaran Fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar; (3) mengetahui ada atau tidak adanya kontribusi yang signifikan antara motivasi berprestasi dan pemanfaatan sumber belajar terhadap kemampuan kognitif mata pelajaran Fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA N 1 Karanganyar tahun ajaran 2014/2015 sejumlah 306 siswa dengan sampel 32 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan teknik Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya adalah teknik analisis regresi linier ganda.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa; (1) Ada kontribusi positif yang signifikan dari Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Kognitif Fisika siswa dengan nilai rx1y > rtabel sebesar 0,406 (2) Ada kontribusi positif yang signifikan dari Pemanfaatan Sumber Belajar dan Kemampuan Kognitif Fisika siswa dengan nilai rx2y > rtabel sebesar 0,412 (3) Ada kontribusi positif yang signifikan antara Motivasi Berprestasi dan Pemanfaatan sumber belajar secara bersama-sama dengan Kemampuan Kognitif Fisika siswa dengan nilai rx1x2y > rtabel sebesar 7,48.Kata kunci : Motivasi Berprestasi, Sumber Belajar dan Kemampuan Kogniti

    PENGGUNAAN KARTUN SEBAGAI INSTRUMEN DIAGNOSTIK MISKONSEPSI PADA HUKUM NEWTON III

    Full text link
    Paper ini bertujuan untuk melaporkan efektivitas penggunaan kartun sebagai instrumen diagnostik miskonsepsi. Tipe soal yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal esai yang disajikan dalam bentuk kartun dan bentuk teks. Soal dalam bentuk kartun dan teks dibagikan kepada sampel untuk dikerjakan. Setelah soal selesai dikerjakan, lembar jawaban dikumpulkan. Jawaban dari siswa kemudian dikelompokkan menjadi dua jenis jawaban yaitu : jawaban benar dan salah. Jawaban salah dibagi lagi menjadi dua yaitu : kesalahan yang acak (tidak konsisten) dan kesalahan yang konsisten. Kesalahan yang konsisten ini disebut miskonsepsi. Hasil dari masing - masing jenis jawaban ditampilkan dalam bentuk tabel. Dari tabel tersebut, masing - masing jenis jawaban dari soal bentuk kartun dan soal bentuk teks dibandingkan  Data yang diperoleh menunjukkan bahwa, ketika siswa yang sama diberi soal dalam bentuk teks dan soal dalam bentuk  kartun, soal dalam bentuk kartun dapat menghasilkan jawaban yang lebih konsisten jika dibandingkan dengan soal dalam bentuk teks.

    PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK SEBAGAI ALAT EVALUASI KESULITAN BELAJAR FISIKA

    Full text link
    Pembelajaran efektif merupakan dambaan bagi setiap guru. Pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang dapat mengkondisikan siswa mencapai kemajuan secara maksimal, sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun kenyataannya, pembalajaran tidak selalu efektif. Tidak semua siswa dapat mencapai kemajuan secara maksimal dalam proses belajarnya. Siswa kadang mengalami kesulitan atau masalah dan membutuhkan bantuan untuk mengatasi kesulitan tersebut. Agar dapat membantu siswa secara tepat perlu diketahui terlebih dahulu kesulitan atau masalah yang dialami oleh siswa, baru kemudian dianalisis dan dirumuskan pemecahannya. Permasalahannya, bagaimanakah mengembangkan tes untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa

    PENERAPAN “MIE PERMATA” UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IXB SMP NEGERI 15 SURAKARTA

    Full text link
    Karya tulis  berjudul Penerapan “Mie Permata” Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas IXB  SMP Negeri 15 Surakarta, dilatarbelakangi karena tuntutan pembelajaran yang berdasarkan Pakem. Oleh karena itu diadakan Penelitian sebagaimana judul karya tulis di atas dengan menvariasi metode mengajar dengan permainan atau game. Permasalahan : Apakah Penerapan Mie Permata dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar IPA pada siswa kelas IXB SMP Negeri 15 Surakarta? Tujuan : Dengan menerapkan Mie Permata dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar IPA pada siswa kelas IXB SMP Negeri 15 Surakarta.        Jenis Penelitian  : Penelitian tindakan kelas, dengan subyek siswa kelas IXB berjumlah 28 siswa terdiri dari 15 siswa perempuan dan 13 siswa laki – laki. Ada 3 variabel yang menjadi fokus penelitian tindakan kelas ini yaitu Variabel input : siswa yang akan diberi tindakan, Variabel proses : berupa variabel pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi yaitu penerapan Mie Permata, Variabel output : aktifitas dan hasil belajar IPA siswa pada kelangsungan hidup makhluk hidup. Rencana tindakan melalui dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Penilaian hasil proses pembelajaran adalah deskriptif prosentase untuk mengetahui peningkatan aktifitas dan hasil belajar IPA. Apabila ada peningkatan aktifitas dan hasil belajar IPA setelah proses belajar mengajar dengan menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi yaitu “Mie Permata” maka dapat dikatakan tujuan penelitian sudah tercapai.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPA materi kelangsungan hidup makhluk hidup dengan menerapkan metode “Mie Permata” pada siklus I ada 22 siswa atau  78,57% % terlampaui dari KKM 70, ada peningkatan yang optimal dari kondisi awal 67,86 % dan pada siklus II ada 26 siswa atau 92,86% terlampaui dari KKM, ada peningkatan  yang cukup signifikan 14,29 % dari siklus I. Keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II meningkat 39,29 %. Kesimpulan : Penerapan “Mie Permata” dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar IPA pada siswa kelas IXB SMP Negeri 15 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015. Saran : guru hendaknya selalu kreatif dan inovatif dalam menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga diharapkan hasil belajar IPA siswa dapat meningka

    146

    full texts

    146

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇