PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
    146 research outputs found

    PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODUL BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATERI TERMODINAMIKA

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa pada pelajaran fisika setelah menerapkan pembelajaran dengan menggunakan modul berbasis scientific approach bermuatan pendidikan karakter materi termodinamika pada siswa kelas XI IPA 3 MAN 2 Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 MAN 2 Madiun yang berjumlah 30 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II (dua) Tahun Ajaran 2014/2015. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada siklus I diperoleh peningkatan rata-rata skor minat belajar siswa dari rata-rata skor 61,87 menjadi 76,37 dengan persentase minat belajar klasikal pada siklus I sebesar 80%. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh bahwa nilai thitung ≤ ttabel (-4,819 ≤ 1,697) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan secara nyata rata-rata hasil angket minat belajar siswa pada pra siklus dan siklus I. Dengan demikian dapat diketahui bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan modul fisika berbasis scientific approach bermuatan pendidikan karakter materi termodinamika memberikan efek signifikan bagi peningkatan minat belajar siswa.Kata kunci : PTK, Modul, Scientific Appoach, Pendidikan Karakter, dan Minat Belajar

    Media Pembelajaran Menggunakan Spreadsheet Excel Untuk Materi Osilasi Harmonik Teredam

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat media pembelajaran berupa simulasi gerak osilasi harmonik sederhana dan osilasi harmonik teredam menggunakan program yang terkomputerisasi yaitu menggunakan spreadsheet Excel.Osilasi harmonik merupakan fenomena fisis yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari – hari. Fenomena fisis tersebut dinyatakan dalam model matematis yaitu persamaan. Solusi persamaan osilasi harmonik yang berupa  persamaan differensial dapat diselesaikan melalui pendekatan analitik. Kemampuan abstraksi suatu konsep dapat dilakukan melalui simulasi interaktif terkomputerisasi menggunakan program spreadsheet Excel berbantuan aplikasi Visual Basic Application (VBA).Pembuatan media pembelajaran simulasi osilasi harmonik menggunakan spreadsheet Excel melalui beberapa tahapan antara lain : identifikasi kebutuhan, penentuan topik pelajaran, penentuan jenis atau golongan media pembelajaran, pengorganisasian isi/ materi dan bahan yang diperlukan, penyususnan media pembelajaran, ujicoba media pembelajaran, revisi media pembelajaran, dan produksi media pembelajaran.Prosedur pengoperasian media pembelajaran simulasi osilasi harmonik cukup mudah, sebab pengguna hanya menggeser scrollbar untuk menentukan nilai parameter. Selanjutnya dengan menekan tombol navigasi yang disediakan maka simulasi secara otomatis bergerak dari 0 sekon sampai 20 sekon. Media simulasi menggunakan spreadsheet Excel menyajikan simulasi osilasi harmonik sederhana dan simulasi osilasi harmonik teredam. Selain itu kelebihan media simulasi osilasi dapat dijalankan pada berbagai Personal Computer, sehingga sangat mudah dipelajari dimanapun dan kapanpun.

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI FLUIDA STATIS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X MIA 4 SMA N 1 Surakarta melalui implementasi model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada materi Fluida Statis. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 4 SMA N 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015 sebanyak 32 siswa. Data diperoleh melalui kajian dokumen, observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada materi Fluida Statis dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X MIA 4 SMA N 1 Surakarta. Hal ini dapat dilihat pada siklus I, dari 9 indikator aktivitas belajar siswa, 3 indikator aktivitas belajar siswa telah mencapai target, sedangkan pada siklus II keseluruhan indikator aktivitas belajar siswa telah mencapai target penelitian sebesar 70%.Kata kunci: PTK, Kooperatif tipe STAD, Fluida Statis, Aktivitas Belaja

    PENDALAMAN MATERI IPA BERBASIS PENDEKATAN PROSES BAGI GURU SD DI SUKOHARJO

    Full text link
    Pembelajaran IPA harus distrukturkan sedemikian rupa hingga para siswa mampu memahami, mengingat dan mengaplikasikan materi yang diajarkan. Untuk memenuhi persyaratan tersebut jam pelajaran harus diberi struktur dengan struktur utama : Pengembangan suatu masalah atau pertanyaan IPA, membahas solusi-solusi yang mungkin, contoh merumuskan hipotesa dan menguji hipotesa melalui perencanaan, pelaksanaan dan analisa percobaan-percobaan.Ada 8 struktur pembelajaran IPA, ialah : (a) Motivasi untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap materi IPA pembelajaran (b) Penjabaran masalah sebagai bentuk uraian dari rumusan pertanyaan ilmiah IPA tertentu (c) Penyusunan Opini-opini sebagai perumusan sejumlah hipotesa atau dugaan sementara (d) Perencanaan dan konstruksi untuk memilih peralatan dari percobaan agar berfungsi (e) Percobaan IPA sebagai perwujudan sebab akibat dari reaksi alam (f) Kesimpulan hasil IPA dari suatu prosedur pemecahan masalah (g) Abstraksi dar hasil ilmiah yang sah (h) Konsolidasi pengetahuan melalui aplikasi dan praktek pengetahuan IPA secara menyeluruh suatu fenomena alam dan integrasi hasil pendidikan.Rumusan masalah penelitian : Apakah 8 struktur pembelajaran IPA di SD pola SEQIP masih dilaksanakan ?Metodologi penelitian ialah dengan mengamati perilaku mengajar IPA berdasarkan indikator delapan struktur pembelajaran ilmiah.Kesimpulan penelitian : Ke delapan struktur pembelajaran dilaksanakan secara luwes, tetapi harus memper hatikan aspek khusus sebagai berikut : (a) Makna masing-masing struktur dapat sangat bervariasi. Bobot tergantung pada materi yang akan diajarkan maupun kepada situasi dan didaktik suatu kelas (b) Dalam praktek pengajaran ada transisi terus menerus dari satu struktur ke struktur berikutnya, sehingga sulit menarik garis tegas masing-masing struktur (c) Kadang ada struktur yang diabaikan atau dua struktur terjadi secara bersamaan atau saling menyusul dengan begitu cepat sehingga sulit menarik garis pembatas yang tegas antara masing-masing struktur. Misalnya antara konstruksi dan percobaan, abtara percobaan dan kesimpulan, antara kesimpulan dan abstraksi. Terutama di kelas rendah, struktur-struktur “konstruksi”, “kesimpulan” dan “Abstraksi” kadang dapat diabaikan sama sekali. (d) Tergantung pada struktur dan pengaturan materi yang diberikan, ada struktur-struktur yang berulang-ulang secara teratur, kadang dalam jangka waktu yang sangat singkat dalam satu unit pelajaran.Saran : Sebelum mampu menangani delapan struktur ilmiah maupun variasinya secara mantap, sangat perlu untuk praktek menggunakan bentuk yang sederhana dulu, yang mempunyai struktur yang terpisah secara jelas, berdasarkan suatu protokol pelaksanaan pendidikan yang ditulis sebelumnya.Kata kunci : Struktur Pembelajaran Ilmia

    PENGGUNAAN KARTUN SEBAGAI INSTRUMEN DIAGNOSTIK MISKONSEPSI PADA HUKUM NEWTON III

    Full text link
    Paper ini bertujuan untuk melaporkan efektivitas penggunaan kartun sebagai instrumen diagnostik miskonsepsi. Tipe soal yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal esai yang disajikan dalam bentuk kartun dan bentuk teks. Soal dalam bentuk kartun dan teks dibagikan kepada sampel untuk dikerjakan. Setelah soal selesai dikerjakan, lembar jawaban dikumpulkan. Jawaban dari siswa kemudian dikelompokkan menjadi dua jenis jawaban yaitu : jawaban benar dan salah. Jawaban salah dibagi lagi menjadi dua yaitu : kesalahan yang acak (tidak konsisten) dan kesalahan yang konsisten. Kesalahan yang konsisten ini disebut miskonsepsi. Hasil dari masing - masing jenis jawaban ditampilkan dalam bentuk tabel. Dari tabel tersebut, masing - masing jenis jawaban dari soal bentuk kartun dan soal bentuk teks dibandingkan  Data yang diperoleh menunjukkan bahwa, ketika siswa yang sama diberi soal dalam bentuk teks dan soal dalam bentuk  kartun, soal dalam bentuk kartun dapat menghasilkan jawaban yang lebih konsisten jika dibandingkan dengan soal dalam bentuk teks.

    MASALAH INVERS DALAM TOMOGRAFI : INTERPOLASI PADA REKONSRUKSI CITRA DARI BERKAS PARALEL 2 DIMENSI

    Full text link
    Pada rekonstruksi citra tomografi terhjadi perubahan dari fungsi kontinu menjadi diskrit. Hal ini menyebabkan tidak semuadata yang dibutuhkan dapat diketahui dengan pasti dan didapatkan dengan cara interpolasi. Karena itu pada penelitian inidiselidiki pengaruh interpolasi terhadap citra hasil rekonstruksi. Tampang lintang obyek uji yang akan diteliti adalah bentuk“+” dan “H”, sedangkan interpolasi yang digunakkan adalah rata-rata 2 titik, rata-rata berbobot dan interpolasi splin kubik.Dari hasil pengamatan disimpulkan bahwa jenis interpolasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai rataratapiksel termasuk juga kehomogennannya dan beda sisi obyek dengan lingkunganny

    Eksperimen Model Blended Learning dan Joyfull Learning Sub Tema Ekosistem Air Tawar Ditinjau dari Aktivitas Siswa Kelas VII SMPN 9 Surakarta

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pengaruh model pembelajaran blended learning dan joyfull learning terhadap kemampuan kognitif pada sub tema Ekosistem Air Tawar, (2) mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pengaruh aktivitas belajar siswa yang tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif pada sub tema Ekosistem Air Tawar, (3) mengetahui ada atau tidaknya interaksi pengaruh model pembelajaran dan aktivitas belajar siswa terhadap kemampuan kognitif pada sub tema Ekosistem Air Tawar.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Surakarta TA 2014/2015, dengan teknik cluster random sampling didapatkan sampel penelitian yaitu siswa kelas VII F dan VII G. Data diperoleh melalui kajian dokumen, observasi dan tes kognitif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif menggunakan ANAVA dua jalan dengan isi sel tak sama.Kesimpulan penelitian ini adalah : (1) ada perbedaan pengaruh model pembelajaran blended learning dan joyfull learning terhadap kemampuan kognitif pada sub tema Ekosistem Air Tawar; (2) ada perbedaan pengaruh aktivitas belajar siswa yang tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif pada sub tema Ekosistem Air Tawar; (3) tidak ada interaksi pengaruh model pembelajaran dan aktivitas belajar siswa terhadap kemampuan kognitif pada sub tema Ekosistem Air Tawar.Kata kunci : blended learning, joyfull learning, aktivitas belaja

    Analisis Miskonsepsi Materi Fluida pada Buku Ajar Fisika SMA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui apakah ada miskonsepsi dan indikasi-indikasi lain yang dapat menyebabkan miskonsepsi pada materi Fluida dalam buku ajar Fisika berikut ini: (a) buku A (b) buku B (c) buku C (2) Mengetahui prosentase miskonsepsi yang ada di dalam ketiga buku ajar Fisika sampel pada materi Fluida.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah tiga buah buku ajar Fisika SMA, (a) buku A (b) buku B (c) buku C. Obyek penelitian ini adalah konsep Fluida dalam ketiga buku ajar Fisika sampel. Penelitian dilakukan dengan cara menguji konsep Fluida yang ada dalam buku ajar Fisika kemudian membandingkannya dengan buku Fisika Universitas dan wawancara tim ahli. Data yang telah dikumpulkan kemudian disajikan dalam tabel hasil analisis miskonsepsi. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi.Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Ada miskonsepsi di dalam ketiga buku ajar yang diteliti. Buku A terdapat 1 miskonsepsi, buku B tidak terdapat miskonsepsi dan buku C terdapat 2 miskonsepsi. Indikasi-indikasi lain yang dapat menimbulkan miskonsepsi pada masing-masing buku, dalam buku A terdapat 12 buah yang terdiri dari: 3 konsep tidak lengkap, 4 gambar perlu diperbaiki, 2 penulisan perumusan perlu diperbaiki, 1 penulisan notasi perlu diperbaiki, 1 penggunaan istilah perlu diperbaiki dan 1 salah ketik. Dalam buku B terdapat 16 buah yang terdiri dari: 2 konsep tidak lengkap, 8 gambar perlu diperbaiki, 1 penulisan perumusan perlu diperbaiki dan 5 salah ketik. Dalam buku C terdapat 8 buah yang terdiri dari: 2 konsep tidak lengkap, 3 gambar perlu diperbaiki, 1 penulisan perumusan perlu diperbaiki, 1 penulisan notasi perlu diperbaiki, dan 1 penggunaan istilah perlu diperbaiki. (2) Prosentase miskonsepsi yang terdapat pada ketiga buku ajar Fisika SMA adalah: (a) buku A : 5,88%, (b) buku B : 0 %, buku C : 11,11%.Kata kunci : miskonsepsi, fluida, kualitatif

    PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN METODE SEGITIGA BOLA

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian untuk menentukan arah kiblat dengan metode segitiga bola.Pemahaman tentang arah kiblat sangat penting bagi umat Islam, karena menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah dalam melaksanakan ibadah shalat. Meskipun kini teknologi untuk menentukan arah kiblat sudah canggih, namun perlu diketahui bagaimana cara menentukan arah kiblat yang sebenarnya. Penentuan arah kiblat dengan metode segitiga bola didasari oleh segitiga pada permukaan bola bumi yang dibentuk oleh tiga lingkaran besar bola bumi, yaitu dua lingkaran garis bujur bumi dan satu lingkaran kiblat. Perpotongan ketiga lingkaran besar tersebut membentuk tiga buah titik, yaitu titik A (Makkah), titik B (lokasi yang akan dihitung arah kiblatnya), dan titik C (Kutub Utara). Langkah-langkah dalam penentuan arah kiblat diantaranya: (1) Disiapkan data-data yang dibutuhkan dalam perhitungan arah kiblat suatu tempat, yaitu data lintang dan bujur Ka’bah (kota Makkah), serta data lintang dan bujur tempat lokasi/kota yang akan dihitung arah kiblatnya; (2) Penghitungan arah kiblat dengan menggunakan rumus, dengan: B = Sudut arah kiblat suatu tempat, C = Selisih bujur Ka'bah dengan bujur tempat yang dicari arah kiblatnya, a = 90o – φ tp (lintang tempat), dan b = 90o – φ ka (lintang Ka’bah); (3) Penghitungan azimuth kiblat sejati dari arah utara sejati searah jarum jam, dimana azimuth kiblat sejati = 360o – sudut arah kiblat (B); (4) Penentuan arah kiblat sebenarnya dengan mengukur menggunakan penggaris busur sebesar azimuth kiblat sejati dari utara sejati.Kata kunci : segitiga bola, lingkaran besar bola bumi, arah kiblat, sudut arah kiblat, azimuth kibla

    Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Tingkat Tinggi Pada Materi Suhu Dan Kalor Menggunakan Project Based Learning Di Kelas X MIA SMA Negeri 2 Surakarta

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa penerapan model Project Based Learning padamateri Suhu dan Kalor dapat meningkatkan kemampuan kognitif tingkat tinggi Fisika siswa kelas X MIA 4SMA Negeri 2 Surakarta.tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas denganmodel Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data yang diperoleh yaitu nilai kognitif Fisika siswayang diperoleh dari tes tertulis siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah statistikdeskriptif dan uji-t satu ekor. Penelitian penerapan model pembelajaran project based learning di kelas X MIA 4SMA N 2 Surakarta ini pada taraf signifikansi α = 5 % mendapatkan thitung = 12,62 > ttabel = 1,669 sehingga adapeningkatan kemampuan kognitif tingkat tinggi Fisika siswa. Sumbangan dari pembelajaran Siklus I terhadappeningkatan kemampuan kognitif tingkat tinggi Fisika siswa sebesar 0,033 dan sumbangan dari pembelajaranSiklus II terhadap peningkatan kemampuan kognitif tingkat tinggi siswa sebesar 0,966 dengan persamaan1 2ˆ Y=29,621+0,027 X +0,599 X . Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, disimpulkan bahwa penerapanmodel Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan kognitif tingkat tinggi Fisika siswa pada materisuhu dan kalor kelas X MIA 4 SMA Negeri 2 Surakarta.Kata kunci : kognitif , project based learning

    146

    full texts

    146

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇