PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
    146 research outputs found

    PEMANFAATAN SIMULASI GERAK PELURU DENGAN APLIKASI SPREADSHEET

    Full text link
    Microsoft Excel merupakan salah satu program spreadsheet yang paling populer. Salah satu keunggulan spreadsheet adalah kemampuannya untuk melakukan simulasi suatu peristiwa. Dengan berkembangnya penggunaan teknologi komputer dalam pembelajaran, penggunaan komputer untuk membantu siswa lebih mudah memahami konsep semakin banyak digunakan. Dalam pembelajaran fisika, masalah yang sering dialami siswa untuk memahami konsep fisika adalah pemodelan matematis suatu fenomena fisika yang terkadang cukup kompleks sehingga sulit dipahami siswa. Dengan menggunakan simulasi dengan spreadsheet, siswa dapat belajar berbagai konsep fisika secara lebih mudah tanpa membutuhkan kemampuan matematika yang tinggi. Dengan menggunakan simulasi dengan spreadsheet, siswa juga dilatih belajar menggunakan metode ilmiah. Dalam pemanfaatan simulasi dengan spreadsheet dalam pembelajaran, peran guru sangat penting untuk membimbing siswa melakukan simulasi secara tepat.

    PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS EMPAT PILAR PENDIDIKAN DENGAN TEMA PANTAI UNTUK SISWA KELAS VII SMP/MTs

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk;  (1) mendeskripsikan karakteristik modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs. (2) mendapatkan modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs yang telah memenuhi kriteria kelayakan. Metode penelitian ini adalah R & D dengan mengacu model Borg dan Gall (1983) melalui 10 tahapan. Modul tersebut disusun berbasis empat pilar pendidikan yang terdiri dari unsur learning to do, learning to live together, learning to know, dan learning to be yang dijabarkan dalam materi dengan variasi kegiatan. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi,  media, dan bahasa, serta uji coba (awal, utama, dan operasional) kepada siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon siswa dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul IPA dibuat terpadu dengan menggunakan model keterpaduan connected dan disusun berbasis empat pilar pendidikan (learning to do, learning to live together, learning to know dan learning to be) yang tersirat dalam modul. (2) modul dikategorikan layak karena telah melalui uji kelayakan (materi, media, bahasa, guru, teman sejawat dan respon siswa) dan didukung oleh perhitungan cut off yang menyatakan modul berkategori layak.Kata kunci : Modul, Pembelajaran Berbasis Empat Pilar Pendidika

    PROYEK “VIDEO PENDEK” UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL KERJA PRAKTIK LABORATORIUM PADA SISWA KELAS XII-IPA5 SMAN 1 WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Full text link
    Penelitian tindakan kelas dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wonogiri dimulai bulan Agustus 2013 sampai bulan Nopember 2013, dengan tujuan (1) meningkatkan aktivitas kerja praktik laboratorium siswa kelas XII-IPA5 SMA Negeri 1 Wonogiri melalui penerapan model proyek “pembuatan media video pendek“ (2) meningkatkan hasil kerja praktik laboratorium siswa kelas XII-IPA5 SMA Negeri 1 Wonogiri melalui penerapan model proyek “pembuatan media video pendek“. Sejalan dengan tujuan penelitian, maka penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan dua siklus, tiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Terjadi peningkatan rerata nilai hasil kerja praktik laboratorium siswa dari siklus 1 (79,00) ke siklus 2 (80,33) sebesar 1,33 dan aktivitas siswa selama penerapan model proyek “pembuatan media video pendek“ juga meningkat. Dengan demikian penelitian menyimpulkan bahwa melalui penerapan model  proyek “pembuatan media video pendek“ aktivitas dan hasil kerja praktik laboratorium siswa SMA Negeri 1 Wonogiri Kelas XII-IPA5 dapat ditingkatkan Kata kunci :  video pendek, aktivitas, hasil kerja, praktik laboratorium

    REAL LIFE VIDEO EVALUATION DENGAN SISTEM E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITS MAHASISWA FISIKA

    Full text link
    Penelitian bertujuan untuk mengembangkan media real life video evaluation dengan sistem e-learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa fisika. Penelitian merupakan pengembangan (Research and Development) dengan metode Analysis, Desaign, Development, Implimentation and evaluastion (ADDIE). Indikator keterampilan berpikir kritis mahasiswa mencakup interprestasi, analisis, evaluasi dan inferensi. Validasi ahli dilakukan dengan uji expert terkait dengan tampilan, konteks dan aspek media tersebut. Sedangkan implentasi diberikan kepada 45 mahasiswa pendidikan fisika FKIP universitas Jember yang memprogram mata kuliah Fisika Sekolah I. Instrumen yang digunakan adalah lembar dokumentasi, penilaian digital literasi, lembar validasi, lembar observasi, pre test dan post test. Hasil yang didapatkan adalah media yang dikembangkan dalam katagori baik sehingga cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir krtitis mahasiswa fisika.Kata kunci : Real life video evaluation, E-learning, keterampilan berpikir kriti

    PENINGKATAN SIKAP PEKA TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR MELALUI PROJECT BASED LEARNING

    Full text link
    Artikel ini merupakan bagian dari hasil penelitian skripsi tentang “ Penerapan Project Based Learning Untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Kemampuan Kognitif Fisika Siswa Kelas XI MIA 5 SMA Negeri 3 Surakarta Pada Materi Pemanasan Global” Dalam hal ini akan dikaji lebih detail tentang penerapan project based learning khususnya dalam upaya meningkatkan sikap peka terhadap lingkungan sekitar siswa yang merupakan salah satu aspek dari sikap ilmiah. Berkaitan dengan isu maupun gejala di lingkungan kehidupan sekitar siswa, Materi Pemanasan Global merupakan salah materi pembelajaran Fisika yang cukup menarik untuk dikaji karena konsep-konsep yang terdeskripsi di dalamnya memiliki karakter yang sangat aplikatif dengan kondisi lingkungan sekitar saat ini. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kemmis dan Mc. Taggart, serta model kolaboratif. Model pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah project based learning yang merupakan salah satu model pembelajaran yang disarankan dalam pelaksanaan kurikulum tahun 2013 untuk diterapkan pada pembelajaran Fisika Sekolah Menengah Atas (SMA). Model pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir siswa melalui pemecahan masalah secara bersama (collaboration). Peranan guru lebih banyak menempatkan diri sebagai pembimbing atau pemimpin belajar dan fasilitator belajar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap persiapan dan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA 5 SMA Negeri 3 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015 sebanyak 32 siswa. Data diperoleh melalui kajian dokumen, tes tertulis, observasi, kuesioner atau angket, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning dapat meningkatkan sikap peka terhadap lingkungan sekitar siswa kelas XI MIA 5 SMA Negeri 3 Surakarta pada materi Pemanasan Global, hal ini dilihat pada siklus I diperoleh 23 % siswa berkategori sangat baik, 77 % berkategori baik, dan 2 % cukup. Pada siklus II menjadi 69 % siswa berkategori sangat baik, dan 31 % berkategori baik. Dari hasil observasi yang dilakukan melalui kegiatan diskusi yang terjadi dalam pembelajaran maupun wawancara dengan sejumlah siswa menunjukkan bahwa aspek peka terhadap lingkungan sekitar tidak cukup dipahami secara teoritis oleh siswa. Dalam pola pikir siswa sudah tertanam suatu pola perilaku yang pada akhirnya dapat mengimplementasikannya dalam perilaku kehidupan sehari-hari yaitu suatu pola perilaku pilihan yang tidak memberikan kontribusi kepada semakin berkembangnya gejala pemanasan global di lingkungan sekitar kehidupan.Kata kunci: project based learning, sikap peka terhadap lingkungan sekitar, pemanasan globa

    Penggunaan Metode Difraksi Celah Tunggal pada Penentuan Koefisien Pemuaian Panjang Alumunium (Al)

    Full text link
    Penulisan makalah Eksperimen Fisika II bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh kenaikan suhu dengan lebar difraksi yang dihasilkan dalam menentukan koefisien pemuaian pada Alumunium dengan metode difraksi celah tunggal, (2) mengetahui nilai koefisien pemuaian logam Alumunium yang diperoleh dari metode difraksi celah tunggal dengan analisis regresi linear.Metode penelitian adalah metode eksperimen. Prinsip dasar kerja alat penentuan koefisien pemuaian panjang pada Alumunium dengan metode difraksi celah tunggal yaitu menembakkan cahaya laser melalui celah yang tipis hingga menimbulkan pola-pola difraksi yang berupa pola gelap dan pola terang yang ditangkap oleh layar. Setiap kenaikan suhu tertentu yang terbaca oleh termometer, logam Alumunium akan memuai. Pengukuran lebar difraksi dilakukan setiap kenaikan suhu tertentu dengan mengunakan milimeterblock sebagai layar. Kemudian menggunakan analisis regresi linier hubungan antar suhu (T) dengan seperlebar difraksi (1/Z). Koefisien pemuaian dihitung dari gradien garis hasil regresi T terhadap 1/Z.Berdasarkan hasil percobaan, semakin suhunya meningkat maka Alumunium akan memuai. Pemuaian ditandai dengan semakin lebarnya celah. Akibatnya ketika suhu semakin meningkat maka lebar celah pola difraksi yang dihasilkan akan semakin sempit. Sehingga dapat diartikan bahwa kenaikan suhu sebanding dengan seperlebar difraksi. Nilai koefisien pemuaian pada Alumunium dapat dihitung dengan dua cara yaitu dengan cara kuadrat terkecil dalam persamaan regresi linier dan dengan metode grafik. Persamaan untuk menghitung koefisien pemuaian panjang adalah, dengan perhitungan ralat yaitu. Berdasarkan teori, nialai koefisien pemuaian panjang Alumunium sebesar 24×10-6 (0C)-1. Berdasarkan eksperimen, perhitungan dengan cara kuadrat terkecil dalam persamaan regresi linier diperoleh nilai koefisien pemuaian panjang Alumunium sebesar(0C)-1. Sedangakan dengan perhitungan koefisien pemuaian panjang Alumunium dengan cara metode grafik diperoleh nilai sebesar 27,43×10-6 (0C)-1.Kata kunci : pemuaian, koefisien pemuaian Alumunium, difraksi celah tungga

    PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TASC UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCIPTA PESERTA DIDIK DALAM FISIKA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan model pembelajaran TASC beserta perangkatnya yang meliputi RPP dan tes, (2) meningkatkan kemampuan mencipta peserta didik SMA, dan (3) mengukur ranah afektif dan psikomotorik peserta didik secara terintegratif. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang berawal dari need assessment. Model pengembangan yang digunakan memodifikasi dari model Four-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan yang mencakup empat tahap yaitu define, design, develop, dan disseminate. Model pembelajaran TASC dinyatakan valid, ditunjukkan dari koefisien Aiken’s V berada pada rentang 0,833-1. Reliabilitas tes kemampuan mencipta dilihat dari estimasi reliabilitas butir yaitu sebesar 0,89. Tahap uji coba lapangan dilakukan secara eksperimen semu dengan nonrandomized control group, pretest-posttest design. Subjek uji coba lapangan adalah peserta didik kelas XI SMAN 6 Yogyakarta dari kelas XI IPA 3 dan XI IPA 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran TASC yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, terbaca, dan praktis walaupun belum sepenuhnya efektif untuk meningkatkan kemampuan mencipta peserta didik dalam fisika. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya antara lain perlu dilakukan uji coba model pembelajaran TASC yang sudah dikembangkan ini dengan jumlah pertemuan yang lebih banyak dan materi yang lebih luas serta melakukan kontrol pada tingkat kecerdasan (IQ) dan motivasi belajar peserta didik.Kata kunci : model pembelajaran TASC, kemampuan mencipta, fisika

    STUDI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS HIGHER ORDER THINKING (HOTS) PADA KELAS X DI SMA NEGERI KOTA YOGYAKARTA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pelaksanaan perencanaan pembelajaran fisika berbasis higher order thinking skills (HOTS) di kelas X SMA, (2) pelaksanaan pembelajaran fisika berbasis HOTS di kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan populasi SMA negeri di Kota Yogyakarta. Sampelnya sejumlah 10 SMA negeri ditentukan dengan teknik census. Sumber informasi terdiri atas 10 guru fisika kelas X dan 281 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dokumen RPP, pedoman observasi, lembar angket guru dan peserta didik dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan didukung data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perencanaan pembelajaran fisika berbasis HOTS yang disusun  oleh guru fisika kelas X pada SMA negeri di Kota Yogyakarta berada pada kategori terlaksana sedang (TS). Pelaksanaan pembelajaran fisika berbasis HOTS yang dilakukan oleh guru fisika kelas X pada SMA negeri di Kota Yogyakarta berada pada kategori terlaksana sedang (TS). Kata Kunci :  pelaksanaan, fisika, HOTS, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran

    Penerapan Model Two Stay Two Stray Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Kognitif Fisika Siswa Kelas X MIA 4 SMA Al Islam 1 Surakarta Materi Suhu dan Kalor

    Full text link
    Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan aktivitas belajar siswa kelas X MIA 4 SMA Al Islam 1 Surakarta melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray pada materi Suhu dan Kalor, (2) peningkatan kemampuan kognitif Fisika siswa kelas X MIA 4 SMA Al Islam 1 Surakarta melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray pada materi Suhu dan Kalor. Penelitian yang dilakukan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kemmis dan Mc. Taggart, serta model kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap persiapan dan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 4 SMA Al Islam 1 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015 sebanyak 36 siswa. Data diperoleh melalui kajian dokumen,tes tertulis, observasi, kuesioner atau angket, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data perbandingan nilai antar siklus dan uji hipotesis menggunakan uji t satu ekor dapat disimpulkan bahwa: (1) ada peningkatan aktivitas belajar siswa kelas X MIA 4 SMA Al Islam 1 Surakarta melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray pada materi Suhu dan Kalor. (2) ada peningkatan kemampuan kognitif Fisika siswa kelas X MIA 4 SMA Al Islam 1 Surakarta melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray pada materi Suhu dan Kalor.Kata kunci : aktivitas belajar, kemampuan kognitif Fisika, Two Stay Two Stray

    Pengembangan Model Laboratorium Virtual Berorientasi Pada Kemampuan Pemecahan Masalah Bagi Calon Guru Fisika

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sebuah model laboratorium virtual yang berorientasi pada kemampuan pemecahan masalah bagi calon guru fisika. Penelitian ini direncanakan dilaksanakan selama tiga tahun. Pada tahun pertama ini, penelitian difokuskan pada studi pendahuluan, pengembangan dan validasi model laboratorium virtual hingga ujicoba terbatas yang melibatkan mahasiswa calon guru fisika. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa pengembangan model ini diperlukan untuk mendukung pembelajaran fisika, khususnya yang terkait dengan kegiatan eksperimen di laboratorium. Laboratorium virtual tidak dikembangkan untuk menggantikan eksperimen riil di laboratorium, melainkan untuk mendukung atau melengkapinya. Laboratorium virtual yang dikembangkan selanjutnya dikelompokkan dalam beberapa tema fisika seperti mekanika, gelombang, optika, termodinamika, listrik dan magnet. Selanjutnya, model yang dikembangkan divalidasi untuk mendapatkan masukan dari pakar terkait teknologi yang digunakan, desain maupun konten fisika dalam model yang dikembangkan. Hasil validasi menunjukkan bahwa model ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran fisika dan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Dalam ujicoba terbatas yang telah dilaksanakan, terdapat beberapa fitur, pilihan gambar, dan beberapa simulasi yang perlu disempurnakan untuk menghindari kesalahan interpretasi calon guru terhadap konsep fisika yang direncanakan. Mahasiswa calon guru yang terlibat dalam ujicoba lebih termotivasi untuk terus belajar dan melakukan pembuktian-pembuktian terkait konsep yang sudah dipelajari. Model ini selanjutnya akan diujicoba pada skala lebih luas untuk mengukur pengaruhnya terhadap penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah bagi calon guru fisika.Kata kunci : laboratorium virtual, pemecahan masalah fisik

    146

    full texts

    146

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇