SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1269 research outputs found

    Perencanaan Mechanically Stabilized Earth Wall (MSEW) Menggunakan Bahan Geotekstil Sebagai Upaya Perkuatan Lereng Pada Ruas Jalan Trunojoyo Kilometer 23+100, Kota Batu

    No full text
    Metode Fellinius (Ordinary Method of Slice) diperkenalkan pertama oleh Fellenius (1927,1936) berdasarkan bahwa gaya memiliki sudut kemiringan paralel dengan dasar irisan FK (Faktor Keamanan) dihitung dengan keseimbangan momen. Fellenius mengemukakan metodenya dengan menyatakan asumsi bahwa keruntuhan terjadi melalui rotasi dari suatu blok tanah pada permukaan longsor berbentuk lingkaran (sirkuler) dengan titik O sebagai titik pusat rotasi. Untuk lereng menjadi stabil maka gaya-gaya yang diperlukan untuk mengakibatkan longsor harus lebih kecil dari gaya-gaya yang ada sehingga faktor keamanan menjadi > 1,3.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) Mengetahui nilai faktor keamanan untuk analisa stabilitas lereng menggunakan metode Fellenius pada ruas Jalan Trunojoyokilometer 23+100, Kota Batu.(2) Mengetahui nilai faktor keamanan untuk hasil perhitungan MSEW pada ruas Jalan Trunojoyo kilometer 23+100 Kota Batu. (3) Mengetahui hasil desain yang sesuai untuk jumlah lapisan geotekstil, panjang tertanam geotekstil dan jarak antar lapisan perkuatan geotekstil yang diperlukan pada ruas Jalan Trunojoyo kilometer 23+100, Kota Batu.Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian permodelan perencanaan, dilanjutkan dengan pengujian untuk mengetahui data tanah yang akan dilaksanakan di Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil Fakultas Universitas Negeri Malang. Data penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Parameter yang diuji dalam penelitian ini antara lain kuat geser, berat jenis, dan konsolidasi.Pada hasil penelitian yang diperoleh dari pengujian kuat geser menghasilkan nilai sudut geser (Ø) 33,46˚, pada pengujian berat jenis menghasilkan berat jenis rata sebesar 2,73, dan pada pengujian koefisien konsolidasi menghasilkan nilai sebesar 0,00255 m²/tahun. Hasil perhitungan manual pada analisa perhitungan stabilitas lereng terhadap faktor keamanan FK yang bernilai 1,39> 1,3, FK stabilitas tahanan gelincir bernilai 1,92> 1,3, FK keruntuhan dukung lokal pada kaki timbunan bernilai 1,84> 1,3, FK stabilitas gempa tanah aktif bernilai 2,21> 1,1, FK stabilitas gempa tanah pasif yang bernilai 3,07 > 1,1, dan FK kapasitas daya dukung tanah bernilai 2,15 > 1.3.Pada hasil desain perencanaan diperoleh jumlah lapisan perkuatan beserta susunan lapisan yang berbeda. Didapatkan dua nilai jarak spasi vertikal, dengan nilai sebesar 0,67 m sebanyak 6 spasi (lapis) pada Sv1, dan 0,5 m sebanyak 4 spasi (lapis) pada Sv2. Didapatkan pula nilai panjang tertanam minimum geotekstil yang berbeda dengan nilai terkecil sebesar 1 m pada lapisan kesatudan 3,59 m pada lapisan kesepuluh

    Computational Fluid Dynamics dengan Menggunakan Response Surface Methodology untuk Optimasi Aliran Hidrolik pada Anaerobic Baffled Reactorsebagai Kriteria Desain Instalasi Pengolahan Air Limbah

    No full text
    ABSTRAKRohmah, Dwi Sakinah A. 2019. Computational Fluid Dynamics dengan Menggunakan Response Surface Methodology untuk Optimasi Aliran Hidrolik pada Anaerobic Baffled Reactor sebagai Kriteria Desain Instalasi Pengolahan Air Limbah. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Anie Yulistyorini, S.T, M.Sc, Ph.D., (II) Avita Ayu Permanasari, S.T., M.T.Kata kunci : computational fluid dynaimcs, response surface methodology, anaerobic baffled reactor, aliran hidrolik, IPALAnaerobic Baffled Reactor (ABR) menjadi instalasi pengolahan air limbah terdesentralisasi utama di Malang sejak tahun 2000. Kebutuhan ABR meningkat karena pertumbuhan populasi yang cepat di daerah perkotaan. Sebagian besar ABR di Malang menggunakan pipa untuk mengalirkan cairan di antara ruang-ruang. Penggunaan pipa menciptakan berbagai aliran hidrolik dibandingkan dengan inding penyekat konvensional. Untuk menyelidiki pola aliran hidraulik dalam ABR, simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) dapat diterapkan untuk mensimulasikan berbagai kemungkinan aliran dalam reaktor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola aliran cairan dalam ABR melalui pemodelan CFD dan untuk mengoptimalkan kecepatan cairan dan diameter pipa dalam ABR untuk meningkatkan sedimentasi partikel padatan. Pola aliran hidrolik dalam ABR dapat dimodelkan menggunakan variasi diameter pipa dan kecepatan inlet. Hasilnya dapat digunakan sebagai desain kriteria ABR untuk pengolahan air limbah terdesentralisasi. Validasi hasil dibandingkan dengan desain nyata ABR di lapangan (ABR di Gadingkasri, Malang). Desain penelitian ini dimulai dengan Response Surface Methodology (RSM) yang menghasilkan beberapa model ABR dengan diameter pipa yang berbeda dan kecepatan inlet. Selanjutnya, model disimulasikan oleh CFD menggunakan Ansys Fluent versi 18.1. Hasil CFD kemudian dianalisis dengan menggunakan metode RSM. Hasil analisis menunjukkan bahwa solusi optimal (kecepatan cair dan diameter pipa) dan kecepatan chamber untuk setiap ruang melalui estimasi RSM. Hasil validasi mengungkapkan bahwa ada kesamaan antara hasil pemodelan dan desain nyata di lapangan sebesar 79,3% dengan tingkat eror 20,74%. Hasil RSM menunjukkan bahwa model reaktor dengan diameter pipa optimal 29 mm dan kecepatan cairan dalam pengaruh 4,77 m / jam menghasilkan kecepatan chamber 1,5 x 10-6 m / jam. Kecepatan ini lebih besar dari hasil model CFD menggunakan diameter pipa 27 mm yang menghasilkan kecepatan di ruang 5 x 10-7 m / jam. Meskipun kecepatan ruang berbeda, ini masih lebih rendah dari kecepatan ruang maksimum 2 m / jam. Dengan begitu hasil pemodelan dapat meningkatkan pengendapan partikel padatan dalam ABR. Hasil penelitian juga menemukan bahwa tingkat kecepatan influen bergabung dengan penurunan diameter pipa akan menyebabkan peningkatan kecepatan chamber. Secara keseluruhan, tipe aliran ABR adalah laminer dengan angka reynolds 0,08. Desain kriteria yang dihasilkan melalui pemodelan dapat diterapkan untuk ABR dengan minimal 5 ruang untuk mendapatkan kinerja reaktor yang optimal dalam hal pengendapan partikel padatan

    Analisi Kelongsoran Lereng dan Evaluasi Dinding Penahan Tahah KM 8 Jalan Raya Sumber Brantas Batu Menggunakan Software Plaxis

    No full text
    RINGKASANRahmadani, Ferdyan Khalif . 2018.  Analisis Kelongsoran Lereng dan Evaluasi Dinding Penahan Tanah  KM 8 JL Raya Sumber Brantas Kota Batu Menggunakan Software Plaxis. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T., (II) Gilang Idfi, S.T., M.T.Kata Kunci: Kelongsoran Lereng, Dinding Penahan Tanah, Sumber Brantas, Plaxis, Safety Factor,  DeformasiLereng berpotensi menimbulkan resiko kelongsoran terutama di musim hujan. Pada setiap musim hujan, banyak ditemui lereng-lereng yang mengalami kelongsoran, salah satunya di daerah Sumber Brantas, Kota Batu. Data BPBD Kota Batu menunjukan daerah Sumber Brantas merupakan daerah yang termasuk rawan longsor dan ditunjukan dengan terjadinya kelongsoran pada KM 8 Jl Raya Sumber Brantas, Kota Batu meskipun telah terpasang dinding penahan tanah. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diketahui penyebab terjadinya kelongsoran dan dapat memberikan rekomendasi dinding penahan tanah pada area longosran.Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Mengetahui nilai hasil analisis kelongsoran dengan menggunakan Plaxis dan (2) Rekomendasi perkuatan dinding penahan tanah pada area longsoranPenelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif eksperimental. Subyek penelitian berasal dari Lereng  KM 8 Jl Sumber Brantas yang telah mengalami kelongsoran. Parameter tanah yang digunakan adalah berat jenis tanah (ɣ), kohesi (c), dan sudut geser (Ø). Hasil analisis menggunakan software plaxis menunjukan, nilai deformasi leremg pada kondisi jenuh air sebesar 58,2 cm. Kondisi lereng jenuh air tidak memenuhi batas ijin deformasi karena deformasi > dari 40 cm. Sedangkan hasil analisis safety factor menunjukan, kondisi jenuh air sebesar 1,00. Hasil menunjukan kondisi jenuh air tidak memenuhi batas aman karena nilai safety factor < 1,5. Untuk menanggulangi kelongsoran, dilakukan rekomendasi dengan penambahan dinding penahan tipe gravitasi setebal 75 cm untuk meningkatkan kekuatan lereng. Hasil analisis pada software Plaxis menunjukan, Nilai deformasi dinding penahan tanah sebesar 20 cm, memenuhi batas aman deformasi < 40 cm. Nilai safety factor pada kondisi jenuh air sebesar 1,61 memenuhi batas aman nilai safety factor > 1,5

    STABILISASI TANAH MENGGUNAKAN LIMBAH KARBIT DAN ABU PEMBAKARAN AMPAS TEBU UNTUK MENGETAHUI KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK TANAH DI KECAMATAN MANYAR KEBUPATEN GRESIK

    No full text
    Berdasarkan uji pendahluan terhadap tanah di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik diperoleh nilai Indeks Plastisitas sebesar 17,19%. Menurut Dinas Pekerjaan Umum Indeks Plastisitas lebih besar dari 15% tanah tersebut menunjukkan kembang susut tinggi dan daya dukung rendah.Untuk menurunkan sifat kembang susut dan daya dukung tersebut perlu dilakukan stabilisasi.Dalam penelitian ini bahan stabilisasi yang digunakan adalah campuran antara limbah karbit dan abu ampas tebu.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui karakteristik fisik dan mekanik tanah lempung di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik setelah distabilisasi dengan menggunakan limbah karbit (LK) dan abu ampas tebu (AAT) sebagai lapisan tanah dasar dengan presentase LK : AAT (0% : 0%), (0% : 20%), (5% : 15%), (10% : 10%), (15% : 5%), (20% : 0%). Rancangan penelitian ini ialah deskriptif eksperimental.Subjek yang diambil dari tanah ini diperoleh dari Daerah Manyar Kabupaten Gersik dengan mengambil sampel pada kedalaman 1-2 meter dari permukaan tanah.Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 72.Standard pengujian menggunakan SNI untuk uji batas atterberg dan CBR, sedangkan ASTM pada uji pemadatan.Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan penambahan limbah karbit dan abu ampas tebu dapat menurunkan Indeks Plastisitas. Penurunan Indeks Plastisitas tertinggi didapat  pada campuran antara 10% abu ampas tebu dan 10% abu ampas tebu sebesar 4,43%. Penambahan 10% limbah karbit dan 10% abu ampas tebu juga meningkatkan nilai batas susutnya sebesar 26,90%. Nilai CBR setelah distabilisasi dengan limbah karbit dan abu ampas tebu mengalami peningkatan. Peningatan tertinggi didapat pada penambahan 10% limbah karbit dan 10% abu ampas tebu pada penetrasi 0,1nch sebesar 3,01% dan pada penetrasi 0,2 inch sebesar 3,66%. Hasil nilai California Bearing Ratio kurang memenuhi standard Dinas Pekerjaan Umum sebesar > 4% , untuk itu disarankan mencoba perbandingan lain dengan masing-masing campuran untuk limbah karbit dan abu ampas tebu (5% : 5%), (10% : 10%), (15% : 15%), dan (20% : 20%)

    Pengaruh penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja terhadap biaya dan waktu pelaksanaan proyek pembangunan gedung

    No full text
    ABSTRAKHulis, Revina Aprilia. 2019. Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) terhadap Biaya dan Waktu Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung. Skripsi, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Drs. Made Wena, M.Pd., M.T., (II) Drs. N. Bambang Revantoro, S.T., M.T.Kata Kunci : SMK3, Biaya, WaktuPermasalahan kecelakaan kerja di Indonesia beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan, namun hal ini tidak diikuti perkembangan SMK3. Saat ini setiap pihak yang terlibat (stakeholder) dalam pembangunan proyek konstruksi menuntut adanya jaminan kesehatan dan keselamatan kerja saat pelaksanaan proyek konstruksi. Standar K3 yang saat ini diterapkan pada pelaksanaan proyek dirasa kurang memadai, sehingga tingkat kecelakaan kerja masih dirasa sangat tinggi. Potensi risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi saat pelaksanaan proyek menuntut stakeholder untuk mengetahui pengetahuan akan K3 pada suatu proyek konstruksi. Aspek K3 tidak akan berjalan seperti seharusnya tanpa adanya intervensi dari manajemen berupa upaya terencana untuk mengelolanya (safety management), manajemen tersebut sering disebut dengan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3).Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui penerapan SMK3 pada proyek pembangunan gedung saat ini serta mengetahui seberapa besar pengaruh SMK3 terhadap biaya dan waktu pelaksanaan proyek pembangunan. Metode penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuisioner atau angket pada proyek pembangunan Transmart Mx Mall di kota Malang dan pada proyek pembangunan Grand sungkono lagoon di kota Surabaya tahun 2018 sampai 2019. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan metode partial least square (PLS).Dari hasil analisis pada penilaian penerapan SMK3 diperoleh hasil bahwa pada pengetahuan SMK3, perencanaan SMK3, pelaksanaan SMK3, pengawasan SMK3 serta peninjauan dan peningkatan SMK3 memiliki penilaian yang baik dan sangat baik pada masing-masing penerapannya. Hasil dari penelitian dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) yaitu pengaruh SMK3 terhadap biaya pada proyek pembangunan gedung sebesar 21,6% dan pengaruh SMK3 terhadap waktu pada proyek pembangunan gedung sebesar 35,4% sisanya dijelaskan oleh variabel lainnya. Nilai hasil pengujian pengaruh SMK3 (x) terhadap biaya (Y1) dengan nilai t-statistik sebesar 2,676 maka terdapat hubungan yang positif dengan koefisien sampel asli sebesar (0,464). Nilai hasil pengujian pengaruh SMK3 (x) terhadap waktu (Y2) dengan nilai t-statistik sebesar 7,788 maka terdapat hubungan yang positif dengan koefisien sampel asli sebesar (0,595). Hasil dari koefisien path menunjukkan bahwa indikator yang paling dominan terhadap variabel SMK3 yaitu pelaksanaan SMK3 pada proyek

    Perbandingan Metode Dreux Gorrise dengan SNI 7656:2012 pada Beton Mutu 25 MPa untuk Menentukan Capaian Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas

    No full text
    ABSTRAKAfandi, Muhammad Adib. 2019. Perbandingan Metode Dreux Gorrise dengan SNI 7656:2012 pada Beton Mutu 25 MPa untuk Menentukan Capaian Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas. Skripsi, Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Boedya Djatmika, S.T., M.T.(II)Drs. Adjib Karjanto, S.T., M.T.Kata Kunci: Beton Normal, SNI, Dreux Gorisse, Kuat Tekan, Modulus ElastisitasPenelitian tentang material untuk konstruksi bangunan dua puluh tahun belakangan ini banyak dilakukan untuk penyempurnaan sehubungan dengan biaya, fungsi bangunan utamanya kekuatam dari suatu struktur. Berkaitan dengan hal itu, bahan material telah banyak diteliti,bahan yang dimaksud antara lain kayu, baja, aluminum dan beton.Rancangan campuran beton merupakan suatu hal yang kompleks banyak faktor yang mempengaruhi rancangan campuran beton.Standar yang diberlakukan mix design pada saat ini mengacu pada SNI 7656:2012 (selanjutnya disebut SNI) merupakan adopsi dan modifikasi dari ACI 211.1-91.Kenyataan dalam lapangan gradasi agregat kasar menggunakan agregat sela atau tak kontinu (gap-graded), tentu hal ini semestinya tidak cocok dengan apa yang disyaratkan di SNI yaitu dengan gradasi agregat yang menerus,berdasarkan informasi dari internet bahwa ada metode yang di aplikasikan untuk agregat gap graded yaitu metode Dreux Gorisse dimana metode ini sesuai dengan keadaan pembuatan campuran beton di lapangan. Penelitian mengenai beton yang menggunakan agregat gap graded yang menggunakan metode Dreux Gorisse sangat penting dilakukan dan bisa diharapkan dengan penggunaan agreagt gap graded untuk perencanaa beton, bisa lebih realistik dibandingkan dengan metode SNI. Penelitian tentang Perbandingan Metode Dreux Gorrise dengan SNI 7656:2012 pada Beton Mutu 25 MPa untuk Menentukan Capaian Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas. Benda uji berupa silinder beton ukuran 75mm x 150 mm, kuat tekan rencana beton 25 MPa sesuai isyarat SNI 03-6468-2000 kategori beton mutu tinggi. Benda uji terdiri dari 9 silinder beton masing-masing 3 beton dengan waktu pengujian 7, 14 dan 28 hari.Hasil penelitian ini, yaitu: (1) Berat volume beton kering dari dua metode perencanaan campuran beton dengan nilai 2281,3 kg/m3 untuk SNI dengan nilai standar deviasi 54,9 kg/m3. dan 2286,9 kg/m3 untuk Dreux Gorisse dengan nilai standar deviasi 73,2 kg/m3. (2) Nilai rata-rata kuat tekan beton untuk metode Dreux Gorisse pada umur 7 hari 16,2 MPa; 14 hari 19,9 MPa; 28 hari 22,0 MPa, dan metode perencanaan campuran beton dengan SNI pada umur 7 hari 10,8 MPa; 14 hari 14,7 MPa; 28 hari 18,2 MPa. (3) Nilai rata-rata modulus elastisitas untuk kedua metode perencanaan campuran beton  SNI 8900,432 MPa dan Dreux Gorisse 5948,062 MPa.(4) Kuat tekan metode perencanaan campuran beton Dreux Gorisse lebih baik dengan metode perencanaan campuran beton SNI;(5) Modulus elastisitas metode perencanaan campuran beton SNI lebih baik dengan metode perencanaan campuran beton Dreux Gorisse

    Kapasitas Lentur Balok Beton Gradasi

    No full text
    RINGKASANPrabowo, Antonius Y. N. 2019. Kapasitas Lentur Balok Beton Gradasi. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Dr. Ir. B. Sri Umniati, M.T (II) M. Mirza Abdillah Pratama, S.T., M.T.Kata Kunci : Balok Beton Bertulang, Balok Beton Gradasi, Beban Maksimum, Defleksi, Momen, Kurvatur, Kekakuan, Daktilitas, Pola KegagalanSeiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia akan pembangunan, kebutuhan akan material bangunan juga semakin meningkat salah satunya adalah semen. Semen yang diproduksi oleh pabrik dapat mencemarkan lingkungan. Perlu adanya penanganan terhadap masalah tersebut salah satunya adalah dengan mengoptimalkan penggunakan semen sesuai dengan perilaku struktur yang telah direncanakan. Pemanfaatan balok beton gradasi diharapkan penggunaan semen dalam campuran beton menjadi berkurang dan biaya lebih ekonomis namun memiliki performa tinggi dan efisien.Penelitian ini bertujuan untuk menguji capaian beban maksimum yang dapat ditahan, defleksi, momen, kurvatur, kekakuan, daktilitas, dan pola kegagalan balok beton gradasi. Penelitian menggunakan spesimen balok kontrol dan gradasi masing-masing sebanyak 2 (dua) buah dengan balok gradasi merupakan perpaduan antara 2 (dua) campuran mutu yang berbeda, yaitu 30 MPa berada pada serat tekan dan 25 MPa berada pada serat tarik. Pengujian lentur dilakukan pada umur benda uji 28 hari. Pola kegagalan dari masing-masing benda uji diamati dan dikomparasikan dengan spesimen kontrol.Capaian beban maksimum yang dapat ditahan oleh balok gradasi lebih mendekati pada capaian beban maksimum yang dapat ditahan oleh balok mutu terendahnya dengan selisih hasil mencapai 4.83%. Defleksi yang terjadi pada balok gradasi ketika retak awal, tulangan leleh, dan ketika mencapai beban puncak lebih mendekati pada defleksi yang dihasilkan oleh balok mutu terendahnya dengan selisih masing-masing hasil mencapai 5.85%, 7.16%, dan 16.37%. Capaian momen dan kurvatur balok gradasi ketika retak awal, tulangan leleh, dan ketika mencapai beban puncak lebih mendekati momen dan kurvatur yang dihasilkan oleh balok mutu terendahnyanya. Pola kegagalan yang terjadi pada balok gradasi dan balok kontrol 25 MPa dan 30 MPa sama yaitu diawali dengan gagal lentur dan disertai dengan gagal geser

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN DINO HOTEL BATU

    No full text
    ABSTRAKPrima, Maulana Abdi. 2019. Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Pada Proyek Pembangunan Dino Hotel Batu. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suparno, S.T., M.T., (II) Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd., M.T.Kata Kunci: analisis faktor, keterlambatan proyek konstruksi, spreadly. Penyedia jasa konstruksi pada umumnya mengharapkan proyek konstruksi dapat berjalan sesuai dengan rencana. Dalam proyek konstruksi dibutuhkan manajer lapangan yang mampu mengelola waktu dengan baik guna menghindari hambatan-hambatan yang mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek. Pada penelitian ini, peneliti memilih lokasi dan situs penelitian pada proyek pembangunan Dino Hotel Batu yang mengalami keterlambatan cukup lama. Proyek yang seharusnya selesai pada bulan Desember 2017 sampai dengan bulan Mei 2018 belum juga selesai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan faktor-faktor penyebab keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi pada proyek pembangunan Dino Hotel, (2) mendeskripsikan pengaruh dari keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi terhadap pembangunan Dino Hotel. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis data pada penelitian ini diadaptasi dari metode spreadly. Pengujian keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik perpanjangan keikutsertaan dan triangulasi.Hasil penelitian ini menunjukkan faktor yang menjadi penghambat penyelesaian pembangunan proyek antara lain (1) faktor tenaga kerja, (2) peralatan, (3) owner, (4) lingkungan, (5) kesalahan metode pelaksanaan. Pengaruh dari keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi terhadap pembangunan Dino Hotel yaitu (1) terjadinya pembengkakan biaya akibat dilaksanakannya kerja lembur dan(2) terjadinya ketidaksesuaian spesifikasi dan kualitas akibat terlalu fokusnya kontraktor terhadap pengejaran waktu penyelesaian proyek konstruksi

    Sifat Mekanik Dan Fisik Beton Persegi Menggunakan Tulangan Sengkang (Confinement) Baja Berbentuk Spiral Akibat Gaya Aksial Tekan

    No full text
    RINGKASANWardana, Syahrul Firdaus Galih Kusuma. 2019. Sifat Mekanik Dan Fisik Beton Persegi  Menggunakan Tulangan Sengkang (Confinement)  Baja Berbentuk Spiral Akibat Gaya Aksial Tekan. Skripsi. Program Studi S1 Teknik Sipil. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nindyawati, S.T., M.T. (II) Drs. Adjib Karjanto, S.T., M.T.Kata Kunci: Confinement Concrete, Kuat Tekan, Pola KeruntuhanTulangan sengkang memiliki peran penting pada struktur kolom yang berfungsi sebagai pengekang (confinement) dalam hal ini memungkinkan agar inti beton tetap menyatu dan tidak rusak akibat gaya aksial tekan yang diterima oleh kolom. Beton bertulang juga dapat bertahan lebih lama di banding dengan beton polos atau tanpa tulangan sebelum mengalami keruntuhan. Hal ini menunjukkan bahwa beton bertulang memiliki daktilitas yang lebih tinggi karena lelehnya tulangan yang terjadi menyebabkan tulangan mengalami sedikit tarik. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar kuat tekan, pola keruntuhan, dan uji perbedaan pada beton persegi menggunakan tulangan spiral.Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif  dan analisis varian. Benda uji yang di buat adalah benda uji persegi dengan dimensi penampang 15 cm x 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan inti beton dengan bantuan plat ukuran 7 cm x 7 cm x 3 cm. Variasi benda uji terdiri dari 4 jenis yaitu: 5 benda uji polos (tanpa tulangan) sebagai beton kontrol, 5 benda uji dengan tulangan sengkang 3 cm, 5 benda uji dengan tulangan sengkang 5 cm, dan 5 benda uji dengan tulangan sengkang 7 cm. Total benda uji yang di buat adalah 20 buah. Tulangan utama menggunakan baja Ø8 cm dan tulangan sengkang menggunakan baja Ø6 cm. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian pada hari ke-28 hari, yang di tafsir beton sudah dalam keadaan stabil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengkang spiral memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap kuat tekan beton. Semakin pendek jarak sengkang maka semakin tinggi nilai kuat tekan beton yang dapat diterima. Mutu beton tanpa penggunaan sengkang rata rata 23,64 MPa. Dengan penggunaan sengkang jarak 3 cm meningkat 41,93% menjadi 33,55 MPa. Menggunakan sengkang jarak 5 cm meningkat 13,32% menjadi 26,79 MPa. Dan menggunakan sengkang jarak 7 cm meningkat 9,75% menjadi 25,95 MPa. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan kuat tekan pada jarak sengkang tiap variasi untuk α = 5%, siginifikan = 95%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan tulangan pada beton dapat meningkatkan kuat tekan beton secara optimal. Pola keruntuhan yang terjadi terdapat 2 jenis pola keruntuhan yaitu pola keruntuhan spall dan columnar. Pola keruntuhan spall terjadi pada beton menggunakan tulangan sedangkan pola keruntuhan columnar terjadi pada benda uji polos

    Pengaruh Teknik Pemadatan Terhadap Kuat Lentur Balok Beton Gradasi

    No full text
    ABSTRAKPurnamasari, Desy. 2019. Pengaruh Teknik Pemadatan Terhadap Kuat Lentur Balok Beton Gradasi. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, FakultasTeknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Ir. B. Sri Umniati, M.T (II) M. MirzaAbdillahPratama, S.T., M.T Kata Kunci: balok beton bertulang, beton gradasi, teknik pemadatan, momen lentur, lendutanBalok beton gradasi merupakan salah satu inovasi terkini yang pada prinsipnya adalah mengoptimalkan suatu struktur balok beton bertulang dengan cara menciptakan gradasi mutu beton secara vertikal pada satu benda uji untuk mengurangi penggunaan semen. SejauhiniStandard Operational Procedure (SOP) teknik pencetakan balok beton gradasi masih belum ada karena tergolong baru. Pencetakan gradasi pada balok beton gradasi dilakukan dengan perbandingan mutu 1:1 atau beton dengan mutu yang lebih tinggi 30 MPa setinggi ½ h balok dan sisanya beton mutu lebih rendah 25 MPa dicetak diatas beton 30 MPa hinggga penuh. Dalam penelitian ini dilakukan komparasi antara 4 (empat) variasi teknik pemadatan. Empat variasi teknik pemadatan tersebut yaitu: 1) tanpa pemadatan atau tanpa melakukan pemadatan apapun pada daerah zona transisi balok beton gradasi. 2) vibrasi akhir atau hanya melakukan penggetaran menggunakan vibrator saat semua beton sudah masuk keadalam bekisting. 3) vibrasi bertahap atau penggetaran di setiap layernya. 4) dan tamping bertahap atau merojok beton disetiap layernya. Masing-masing dari variasi teknik pemadatan terdapat 2 sampelsehingga total benda uji balok beton gradasi berjumlah 8. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian kuat lentur sehingga akan dibandingkan momen lentur, lendutan maksimum, grafik hubungan beban-defleksi, dan kelebihan kekurangan masing-masing balok beton gradasi.Hasil dari penelitian ini ditentukan teknik pemadatan terpilih agar selanjutnya menjadi acuan untuk memadatkan balok beton gradasi. Balok beton gradasi dengan kuat lentur terbesar dihasilkan oleh teknik pemadatan vibrasi akhir sebesar 28.14 kN.mm, selanjutnya oleh tamping bertahap sebesar 27.17 kN.mm, tanpa pemdatan sebesar 26.94 kN.mm dan terakhir vibrasi bertahap sebesar 25.92 kN.mm. Secara statistic angka probalilitas 0.17 > α = 0.05, sehingga dalam penelitian ini masing-masing teknik pemadatan balok beton gradasi tidak memberikan perbedaan kuat lentur yang signifikan. ABSTRACTPurnamasari, Desy. 2019. The Influence of Compaction Methods on FlexuralStrength of Graded Concrete Beam. Undergraduate-Thesis, Civil Engineering Department, Engineering Faculty, State University of Malang, Supervisors: (I) Dr. Ir. B. Sri Umniati, M.T (II) M. MirzaAbdillahPratama, S.T., M.T.Keywords: reinforced concrete beam, graded concrete, compaction method, flexural moment, deflection Graded concrete beam is one of the latest innovations in principle is to optimize a structure of reinforced concrete beams by means of creating gradation of quality concrete vertically on specimen to reduce the use of cement. So far the Standard Operational Procedure (SOP) the casting methods of graded concrete beam is still not there because it belongs to. Gradation on the graded concrete beam is done with quality comparisons 1:1 or concrete with a higher quality of 30 MPa as high as ½ h beams and rest the lower quality concrete 25 MPa above 30 MPa concrete till it full. The research carried out a comparison between four (4) variations of compactionmethods. Four variations of thecompaction  methodsare: 1) without compacting or without doing any compaction on the transition zone of graded concrete beam. 2)finalvibration or just doing vibration using a vibrator while all the concrete already logged into formwork. 3)gradual or slower vibration in every layer. 4) and tamping concrete gradually every layer.Each variations of the compacting methodsthere  aretwo samples so the total graded concrete beam specimen amounted to 8.. The testing that was done in this study is bending test that will be compared the flexural moment, defelction, maximum load-deflection relations charts, and lack of profit from each graded concrete.The results of this study determined the selected compaction methods in order to subsequently became a reference for compacting the graded concrete beam. Graded concrete beam flexural strength of the largest produced by final vibration methods of 28.14 kN.mm, then by tamping gradually of 27.17 kN.mm, without compaction methods of 26.94 kN.mm and final stages of 25.92 kN.mm from gradually tamping methods. The figures are statistically probability 0.17 >α = 0.05, so in this study each graded concrete beams compaction methods made no distinction of flexural strenght

    0

    full texts

    1,269

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇