Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
    1194 research outputs found

    Regenerasi Petani Kopi Di Kabupaten Temanggung

    Get PDF
    Kopi merupakan salah satu komoditas yang tidak diragukan eksistensinya di Kabupaten Temanggung karena telah dibudidayakan sejak zaman penjajahan Belanda hingga kini. Hal tersebut menunjukkan bahwa regenerasi petani kopi telah berjalan hingga masa ini. Bahkan, jumlah petani kopi di Kabupaten Temanggung stabil dan memiliki tren positif dibanding komoditas lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi alasan-alasan yang menyebabkan regenerasi petani kopi di Kabupaten Temanggung. Metode studi kasus digunakan dalam penelitian dengan melibatkan 33 unit kasus yang merupakan petani kopi pada berbagai macam usia melalui indepth-interview, dengan menggunakan teknik sampling purposive samping dan snowballing sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regenerasi petani kopi jenis robusta sudah berjalan, sementara itu regenerasi petani kopi jenis arabika belum banyak berjalan karena baru mulai banyak dibudidayakan pada tahun 2013. Ditemukan alasan yang mendorong minat untuk menjadi petani kopi sehingga regenerasi petani kopi jenis robusta di Kabupaten Temanggung sudah berjalan dari zaman Belanda hingga kini. Alasan-alasan tersebut adalah: kebutuhan ekonomi kepemilikan sumberdaya dasar serta kecintaan terhadap kopi. Alasan paling umum mendorong minat untuk menjadi petani adalah berawal dari kepemilikan sumberdaya dasar dan kemudian diiringi oleh keterdesakan ekonomi

    Hubungan Piksel Campuran Terhadap Nilai Ndvi Objek Vegetasi Pada Citra Landsat 8 Oli

    Get PDF
    NDVI merupakan indeks vegetasi yang telah diterapkan dan ditelaah secara luas sehingga  NDVI menjadi indeks yang secara umum sering digunakan. Satu masalah yang jarang diperhatikan dalam aplikasi indeks vegetasi untuk citra resolusi menengah, termasuk NDVI, adalah keberadaan piksel campuran. LSMA merupakan metode analisis piksel campuran untuk menguraikan piksel campuran ke dalam nilai proporsi komponen fisik penyusun atau disebut sebagai fraksi penutup lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berbagai kondisi campuran fraksi penutup lahan dengan nilai NDVI objek vegetasi. Landsat 8 OLI digunakan sebagai data utama dalam penelitian ini dan algoritma LSMA diterapkan untuk menghasilkan fraksi penutup lahan. Hasil analisis regresi fraksi vegetasi dengan nilai NDVI menunjukan bahwa fraksi vegetasi hc dalam kelas campuran hchm memiliki R2 mencapai 0,912. Fraksi vegetasi dalam kondisi campuran dengan 1 fraksi non-vegetasi menghasilkan R2 mencapai 0,99 untuk kelas hcps dan 0,87 untuk kelas hmtb. Sementara itu, analisis regresi antara NDVI dan fraksi vegetasi dalam kondisi campuran dengan 2 fraksi non-vegetasi menghasilkan R2 mencapai 0,95 untuk kelas hc-2nv dan 0,94 untuk kelas mg-2nv. Secara keseluruhan, fraksi tutupan vegetasi memiliki korelasi positif yang kuat terhadap nilai NDVI meski dalam kondisi campuran

    Penyerapan Angkatan Kerja Perusahaan Rokok Kretek di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah

    Get PDF
    p style="text-align: justify;">Industri rokok kretek berperan cukup banyak dalam menyerap angkatan kerja baik dari dalam maupun luar daerah Kabupaten Kudus. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui perkembangan jumlah tenaga kerja yang diserap oleh industri rokok kretek; (2) Mengetahui karakteristik tenaga kerja industri rokok kretek; dan (3) Mengetahui distribusi wilayah tenaga kerja yang terserap oleh industri rokok kretek di Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan sequential explanatory design, yaitu menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui perkembangan jumlah tenaga kerja kemudian dikuatkan secara kualitatif dengan wawancara mendalam. Sampel brak rokok yang dipilih berada di Kecamatan Jati dengan 180 jumlah sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa angkatan kerja di Kabupaten Kudus banyak terserap di industri rokok. Para pekerja rokok memiliki karakteristik beragam dengan distribusi wilayah asal tempat tinggal yang tersebar di seluruh kecamatan Kabupaten Kudus dan beberapa di luar Kabupaten Kudus serta terpusat pada daerah lokasi tempat tinggal yang dekat dengan tempat kerja.

    Pola Pergerakan Spasial Wisatawan yang Berkunjung ke Candi Borobudur

    Get PDF
    Candi Borobudur merupakan warisan budaya dunia sekaligus destinasi pariwisata prioritas di Indonesia sehingga mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah dan luar negeri. Banyaknya wisatawan membuat pergerakan wisatawan dari daerah asal ke Candi Borobudur dan destinasi lainnya semakin beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi motivasi wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur, 2) mengidentifikasi pola pergerakan spasial wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur dan 3) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pola pergerakan spasial wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur. Penelitian menggunakan metode survei kepada 180 wisatawan nusantara dan 140 wisatawan mancanegara secara insidental. Penyajian data dengan tabulasi persentase dan peta.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi wisatawan yang paling dominan adalah motivasi budaya sebesar 69,44%. Pola pergerakan spasial yang paling dominan pada wisatawan nusantara adalah pola chaining loop sebesar 25,6% dan complex neighbourhood sebesar 61,4% pada wisatawan mancanegara. Faktor–faktor yang mempengaruhi pola pergerakan spasial wisatawan adalah faktor manusia, fisik, dan waktu

    Analisis Pemanfaatan Ruang Oleh Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di Koridor Jalan Dipati Ukur Kota Bandung

    Get PDF
    Salah satu pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh pedagang kaki lima (PKL) adalah di Koridor Jalan Dipati Ukur Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik demografi, fisik dan ekonomi PKL, mengidentifikasi pemanfaatan ruang dan menganalisis faktor pertimbangan pemanfaatan ruang oleh PKL dikoridor Jalan Dipati Ukur Kota Bandung. Menggunakan metode kuantitatif sumber data primer, diolah dengan tabulasi, crosstab, pemetaan dan scoring kemudian dianalisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan PKL memiliki karakteristik yang beragam. Tipologi pemanfaatan ruang memiliki pola penyebaran memanjang serta pola pelayanan menetap dan setengah menetap. Pemanfaatan ruang oleh PKL tidak sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang berlaku, sehingga mengubah fungsi ruang publik, menganggu ketentraman serta menciptakan kesan kumuh di sekitar lokasi berdagang. Faktor pertimbangan pemanfaatan ruang oleh PKL di lokasi tersebut adalah kedekatan dengan pusat pendidikan, keterjangkauan konsumen, aksesbilitas, kedekatan dengan tempat tinggal serta keamanan dan kenyaman lokasi. Pemanfaatan ruang yang tidak sesuai sehingga diperlukan penataan dan penertiban terhadap PKL

    Analisis Digital Citra Landsat Untuk Identifikasi Perubahan Lahan Terbangun Akibat Pengembangan Jalur Jalan Lintas Selatan Jawa Di Sebagian Provinsi Jawa Tengah Dan Daerah Istimewa Yogyakarta Terbangun

    Get PDF
    Infrastruktur yang berkembang menyebabkan dampak salah satunya perkembangan lahan terbangun di sekitar infrastruktur tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pdampak pengembangan JJLS terhadap pekembangan lahan terbangun di sebagian Jawa Tengah dan DIY. Berdasarkan hasil penelitian, pada daerah kajian didominasi oleh lahan non terbangun yaitu tahun 2002 seluas 62.052,6 Ha dan lahan terbangun seluas 3.302,3 Ha. Pada tahun 2011 lahan non terbangun seluas 60.927,8 Ha dan lahan terbangun seluas 4.4271,1 Ha. Pada Tahun 2018 lahan non terbangun seluas 56.953,1 Ha dan lahan terbangun seluas 8.401,7 Ha. Perubahan lahan terbangun dominan terjadi pada tahun 2011- 2018 dengan luas perubahan sebesar 1474.2 Ha dan luas perubahan pada tahun 2011-2018 seluas 6260.63 Ha. Lokasi lahan terbangun dominan berada di sekitar jalan utama. Perubahan yang terjadi ditunjukan dengan semakin menjauh dari jalan luas lahan terbangun yang ada semakin berkurang dan intesitas perubahan menunjukkan itensitas yang dominan sedang hingga tingg

    Dampak Keberadaan PT Mustika Agung Sawit Sejahtera 2 Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Bangko Mukti

    Get PDF
    PT Mustika Agung Sawit Sejahtera 2 merupakan salah satu dari perusahaan yang membangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di Desa Bangko Mukti sejak Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan industri dan menganalisis dampak yang ditimbulkan dari keberadaan PT MASS 2 terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Bangko Mukti. Tujuan pertama menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan stakeholder PT MASS 2 dan menerapkan analisis deksriptif kualitatif, sedangkan tujuan kedua menggunakan metode proportional stratified sampling dan dianalisis dengan uji wilcoxon dan chi square. Hasil dari tujuan satu menunjukkan bahwa PT MASS 2 mengalami perkembangan dari aspek tenaga kerja, bahan baku, serta jaringan pemasaran. Hasil dari tujuan dua menunjukkan bahwa keberadaan PT MASS 2 memberikan dampak pada penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan, perubahan kepemilikan fasilitas, timbulnya konflik dan penurunan intensitas interaksi masyarakat. Sedangkan variabel yang tidak terdampak adalah variabel pendidikan dan kesehatan serta variabel pembangunan fasilitas sosia

    Implementasi Kebijakan dan Realitas Penataan Pedagang Kaki Lima di Kota Madiun

    Get PDF
    Pemerintah Kota Madiun membuat kebijakan Perda No.14 Tahun 2012 untuk menata PKL. Implementasi di lapangan, program dan kegiatan penataan pedagang kaki lima masih mengalami kendala. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2012 dan program kegiatan yang telah dilakukan oleh pemerintah di Kota Madiun, dan menganalisis faktor-faktor penghambat dan pendukung implementasi kebijakan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif. Diolah dengan teknik triangulasi dan dianalisis dengan analisis interaktif. Implementasi penataan dan pemberdayaan PKL Kota Madiun belum berjalan baik. Lima program belum berhasil sedangkan 4 program lainnya berhasil karena mampu memberikan manfaat bagi pemerintah dan PKL. Implementasi belum optimal disebabkan oleh faktor penghambat yaitu SDM yang dimiliki pemerintah masih kurang, dan PKL masih melanggar peraturan. Faktor pendukung seperti koordinasi dan kerjasama yang baik dari SKPD, dan pemerintah tegas terhadap atura

    Aplikasi Kartografi Dalam Survei Dan Teknik Pemetaan Gua Horizontal Studi Kasus : Gua Nguwik Di Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo

    Get PDF
    Pemetaan gua merupakan suatu usaha menampilkan sebuah fenomena keruangan berupa gua ke dalam suatu bidang gambar. Pemetaan terdiri dari dua proses utama yaitu pengumpulan data dan representasi data. Penelitian dilaksanakan di Gua Nguwik, Dusun Katerban, Desa Donorejo, Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan kegiatan survey dan pemetaan serta merepresentasikan hasil data sesuai dengan kaidah kartografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode ilmu kartografi. Data yang diambil dalam pengukuran lapangan berupa jarak antar stasiun, sudut kompas, sudut inklinasi, jarak stasiun ke dinding gua, sketsa dan catatan kondisi lorong. Penelitian ini menghasilkan sebuah rangkaian Peta Gua Nguwik yang terdiri dari tampilan peta gua tampak atas, peta gua tampak samping dan penampang melintang gua. Representasi data peta gua menggunakan lima konsep utama yaitu konsep kontras visual, konsep kejelasan, konsep figure ground, konsep hirarki dan konsep keseimbangan. Aspek keindahahan dan komunikasi menjadi aspek yang diperhatikan dalam proses desain peta. Hal ini bertujuan agar informasi yang terkandung dalam peta gua mampu diterima dengan baik oleh pembaca peta tanpa adanya gangguan. Peta gua bertujuan untuk menjadi alat komunikasi yang efektif dalam memahami sebuah fenomena keruangan

    Pembuatan Peta Desa Dengan Metode Pemetaan Partisipatif Memanfaatkan Openstreetmap (Osm) Di Desa Karumbu Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat

    Get PDF
    Alternatif untuk pembuatan peta desa dengan menggunakan data spasial dari OpenStreetMap (OSM) dan Pemetaan partisipatif sebagai sumber data primer. Tujuannya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan data OSM sebagai sumber data Peta Desa dan Membuat peta Desa Karumbu sesuai dengan Spesifikasi Teknis Penyajian Peta Desa oleh BIG tahun 2016. Data dinterpretasi dari citra resolusi tinggi pada aplikasi JOSM dan akusisi langsung dari masyarakat desa. Data kemudian di tampilkan menjadi peta desa dengan mengikuti pedoman Spesifikasi Teknis Penyajian Peta Desa oleh BIG tahun 2016. Kelebihan Data OSM adalah data yang dapat diperoleh secara gratis, klasifikasi data lebih detail, tersedia citra resoluai tinggi, dan data bangunan. Kekurangan dari data OSM dimana data tidak lengkap dan kurang update. Peta Desa Karumbu disajikan pada kertas A0 dengan skala 1:10.000. Peta Desa Karumbu disajikan dalam bentuk Peta Citra, Peta Sarana dan prasarana, dan Peta Penutup dan Penggunaan Lahan

    1,176

    full texts

    1,194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bumi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇