Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
1194 research outputs found
Sort by
PENENTUAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH DI KABUPATEN KLATEN MENGGUNAKAN TEKNIK PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Kabupten Klaten membutuhkan TPA baru untuk menampung sampah karena TPA lama sudah tidak layak pakai. Penentuan lokasi TPA sampah dapat dilakukan menggunakan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pengolahanya. Citra ALOS AVNIR-2 digunakan untuk menyadap parameter penentu lokasi TPA sampah dibantu dengan Peta RBI dan kerja lapangan. Parameter tersebut adalah penggunaan lahan, kerentanan gerak massa, permukiman, kemiringan lereng, kedalaman air tanah dan drainase permukaan. Penentuan lokasi TPA sampah dilakukan dengan metode kuantitatif berjenjang. Dari hasil pengolahan data didapatkan lokasi TPA sampah di Kabupaten Klaten seluas 258 ha yang tersebar dibeberapa tempat di Kecamatan Bayat dengan lokasi yang paling sesuai seluas 98,05 ha dan 36,57 ha. Lokasi tersebut sudah disesuaikan dengan penggunaan lahan, RTRW dan dilengkapi dengan informasi status/kepemilikan lahan.Kata kunci: Tempat Pembuangan Akhir Sampah, penginderaan jauh, SIG, site selection
PENGGUNAAN AIR DOMESTIK DAN WILLINGNESS TO PAY AIR BERSIH PDAM DI KECAMATAN TEMANGGUNG KABUPATEN TEMANGGUNG
Penggunaan air domestik dapat berupa penggunaan air untuk memenuhi keperluan keluarga. Daerah penelitian memiliki kondisi airtanah bervariasi dan kebanyakan masyarakat mengunakan sumber air PDAM. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui kualitas fisik airtanah dan penggunaan air domestik, (2) Mengetahui kemauan penduduk membayar layanan air bersih PDAM (Willingness To Pay). Metode yang digunakan adalah survei wawancara dengan menggunakan kuesioner dengan teknik analisis tabulasi frekuensi. Penentuan kualitas fisik airtanah dilakukan pengukuran langsung dan analisis laboratorium. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisik airtanah di Kecamatan Temanggung cukup berpengaruh terhadap nilai Willingness To Pay. Sementara itu, penggunaan air di daerah penelitian sebesar 96,21 liter/orang/hari, tidak berpengaruh besar terhadap nilai Willingness To Pay. WTP air bersih PDAM untuk pelanggan PDAM tergolong tinggi, dengan bersedia membayar pada tarif antara Rp.550,00 � Rp.700,00/1-10m3 pertama di atas tarif yang ditawarkan PDAM. WTP air bersih PDAM untuk pelanggan sumur tergolong rendah dengan bersedia membayar pada tarif Rp.350,00 � Rp.500,00/1-10m3 pertama.Kata kunci: penggunaan air domestik, kualitas fisik airtanah, PDAM, Willlingness To Pay, Kecamatan Temanggun
OPTIMALISASI TEKNOLOGI AERIAL VIDEOGRAPHY SEBAGAI ALTERNATIF PRODUK DATA PENGINDERAAN JAUH
Sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan pemenuhan data spasial untuk kegiatan manajemen sumber daya wilayah dan perencanaan regional. Namun data penginderaan jauh yang ada sekarang masih mempunyai beberapa kekurangan dan batasan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tujuan membangun suatu sistem dan prosedur pemetaan udara menggunakan teknologi aerial videography yang hasilnya diharapkan mampu menjadi alternatif produk data penginderaan jauh untuk menjawab keterbatasan yang ada. Teknologi aerial videography yang dibangun dalam penelitian ini menggunakan kamera video Hi-Def sebagai sensor utama dan paramotor sebagai wahana. Koreksi dan enchancement video, dilakukan untuk meningkatkan kualitas video baik secara geometrik maupun radiometrik. Pemrosesan video dalam penelitian ini menghasilkan citra single image, stereoimages, mosaic2D, Near-orthomosaic and Stereomosaic3D. Citra yang dihasilkan mempunyai ground pixel size �0,16m dengan akurasi geometrik dalam sub meter baik horizontal maupun vertikal. Berdasarkan akurasi tersebut citra aerial videography dapat digunakan sebagai data spasial dalam penyusunan materi rencana detail tata ruang.Kata kunci: data penginderaan jauh, aerial videography, materi rencana detil tata ruan
KAJIAN PERKEMBANGAN PERUMAHAN TERHADAP KESESUAIAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BEKASI TAHUN 2009-2011
Kabupaten Bekasi adalah salah satu kabupaten yang menentukankawasannya ke dalam pertanian abadi. Namun, pada tahun 2010 luas panenberkurang hingga 5,42%, salah satunya disebabkan oleh pembangunan perumahan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi perkembangan dankarakteristik perumahan, menentukan faktor-faktor yang mempengaruhipembangunan perumahan, dan untuk menentukan kesesuaian lokasi perumahandengan Rencana Tata Ruang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifdengan teknik analisis regresi data panel, dan teknik overlay.Hasil penelitian ini bahwa distribusi perumahan adalah mengelompokdengan menggunakan analisis tetangga terdekat dan memiliki tipe terbesar adalahT36 untuk karakteristik perumahannya. Faktor-faktor yang mempengaruhipembentukan perumahan adalah faktor aksesibilitas seperti jarak ke jalan.Sedangkan masalah yang terjadi di lokasi penempatan perumahan dengan183persentase 1% untuk lokasi perumahan yang tidak sesuai dengan Rencana TataRuang dan 6% untuk yang kurang sesuai dengan Rencana Tata Ruang.Kata kunci: perumahan, aksesibilitas, Rencana Tata Ruang Wilaya