Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
    1194 research outputs found

    Pemetaan Kualitas Permukiman Di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta Menggunakan Citra Geoeye-1 Dan Sistem Informasi Geografis

    Get PDF
    Kecamatan Pasar Kliwon memiliki kepadatan penduduk tertinggi di Kota Surakarta (15.941 orang/km2). Pembangunan perkotaan yang didominasi permukiman jika tidak terkendali berpotensi menurunkan kualitas permukimannya, yang dapat berdampak pada menurunnya kualitas hidup penduduknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan citra GeoEye-1 dalam mengekstraksi parameter kualitas permukiman, dan mengetahui sebaran kualitas permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode interpretasi visual pada Citra GeoEye-1 pansharpened untuk mendapatkan 6 parameter kualitas permukiman. Pemetaan dilakukan dengan teknik tumpang susun data parameter dengan pendekatan berjenjang tertimbang menggunakan perangkat lunak SIG. Hasil penelitian menunjukkan interpretasi visual citra GeoEye-1 dapat digunakan untuk mengekstraksi parameter kualitas permukiman. Pemetaan Kualitas Permukiman menghasilkan 3 kelas, yakni baik (111,5 hektar), sedang (148,9 hektar), dan buruk (76,7 hektar). Permukiman dengan kualitas baik mengelompok di pusat kota. Permukiman dengan kualitas sedang menyebar di seluruh kelurahan. Permukiman dengan kualitas buruk berada di pinggiran kota, bantaran sungai, dan perbatasan kota

    Pengaruh Morfometri Sungai Terhadap Kemampuan Self-Purification Di Sungai Tambakbayan, Daerah Istimewa Yogyakarta

    Get PDF
    Sungai Tambakbayan merupakan salah satu sungai yang melewati kawasan perkotaan, sehingga akan memiliki sumber pencemar yang bersifat kompleks. Badan sungai memiliki kemampuan untuk memurnikan kualitas airnya dari zat pencemar yang masuk. Proses tersebut disebut dengan self-purification. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh morfometri sungai terhadap kemampuan self-purification. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan analisis laboratorium. Setiap titik sampel dilakukan pengukuran morfometri dan pengambilan sampel air untuk dianalisis di laboratorium

    Kajian Debit Maksimum Akibat Perubahan Penggunaan Lahan Di Sub Das Gajahwong Tahun 1999-2019

    No full text
    Sub DAS Gajahwong terletak di kawasan perkotaan sehingga laju perubahan penggunaan lahan terjadi lebih cepat. Kondisi ini akan mengakibatkan penurunan fungsi DAS, sehingga berdampak langsung pada penurunan laju infiltrasi, peningkatan limpasan, dan peningkatan debit maksimum. Penelitian ini bertujuan menghitung debit maksimum di Sub DAS Gajahwong tahun 1999 dan 2019. Data yang digunakan meliputi morfometri saluran sungai, Citra Landsat 5 dan 7, DEM SRTM, curah hujan harian, dan tekstur tanah. Debit maksimum tahun 1999 sebesar 21,83 m3/s dan tahun 2019 sebesar 23,74 m3/. Hal tersebut terjadi akibat adanya peningkatan koefisien aliran dari tahun 1999 ke 2019 akibat peningkatan luas lahan terbangun dan penurunan luas hutan dan lahan perkebunan di bagian hulu dan hilir

    Dampak Transportasi Online Terhadap Keberlanjutan Angkutan Kota (Angkot) Sebagai Transportasi Umum Perkotaan Di Kota Bandung

    Get PDF
    Kehadiran transportasi online dengan berbagai keunggulannya di tengah buruknya sistem transportasi umum di Kota Bandung menjadikan moda ini kian marak di Kota Bandung. Hal tersebut kemudian memunculkan permasalahan berupa kecemburuan sosial yang dirasakan oleh para pegiat angkot di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan trasnportasi online dan dampaknya terhadap perkembangan wilayah Kota Bandung, dampak transportasi online terhadap angkot di Kota Bandung, dan keberlanjutan angkot sebagai transportasi umum perkotaan di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa kehadiran transportasi online memberikan dampak yang signifikan terhadap para pegiat angkot, baik pada kondisi ekonomi, kondisi sosial, maupun kondisi lingkungan, sehingga dapat disimpulkan bahwa angkot belum mampu menjadi transportasi perkotaan yang berkelanjutan d Kota Bandung. Namun, kebijakan dan rencana pengembangan angkot di Kota Bandung menjadikan moda transportasi ini memiliki potensi yang besar untuk terus berlanjut, diantaranya program re-routing angkot dan dijadikannya angkot sebagai angkutan pengumpan (feeder)

    Analisis Penurunan Muka Tanah Sebagian Kota Semarang Tahun 2017-2019 Menggunakan Citra Sentinel-1A dan Teknik Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR)

    Get PDF
    Penurunan muka tanah di Kota Semarang terjadi dalam kurun waktu yang lama dan terjadi sangat lambat sehingga sulit untuk melakukan pengukuran untuk mendeteksinya. Pemanfaatan citra Sentinel-1A dengan metode DInSAR dapat membantu mempercepat analisis dan estimasi laju penurunan muka tanah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah DInSAR Two Pass Interferometri dengan memanfaatkan dua citra yang memiliki waktu perekaman berbeda. Hasil pemrosesan menujukkan bahwa terjadi penurunan muka tanah sebesar 9,5 cm dalam kurun waktu dua tahun dengan laju penurunan muka tanah sebesar 4,75 cm/tahun. Tingkat kesalahan hasil estimasi penurunan muka tanah sangat kecil yaitu sebesar 2,7285 x 10-4

    Estimasi Carbon Loss Pinus Akibat Perubahan Penutup Lahan Dan Kerapatan Vegetasi Di Sebagian Wilayah Bkph Karangkobar Tahun 1999-2019

    Get PDF
    BKPH Karangkobar sebagai salah satu pihak yang berwenang mengelola hutan di Indonesia ternyata menghadapi masalah terkait perubahan penutup lahan dan kerapatan vegetasi. Oleh karena itu, Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memetakan nilai cadangan karbon di wilayah BKPH Karangkobar pada tahun 1999 dan 2019, serta mengetahui nilai carbon loss pohon Pinus akibat perubahan penutup lahan dan kerapatan vegetasi di wilayah tersebut menggunakan citra Landsat multitemporal. Ekstraksi informasi penutup lahan dilakukan menggunakan maximum likelihood algorithm dan ekstraksi informasi kelimpahan vegetasi menggunakan transformasi indeks, sedangkan metode perhitungan karbon menggunakan persamaan allometrik menurut Waterloo (1995) dan regresi linear. Kemudian, untuk mengetahui perubahan penutup lahan dilakukan menggunakan metode PCC. Hasilnya diperoleh sebaran nilai cadangan karbon dari model SAVI sebagai model terbaik pada tahun 1999 adalah sebesar -41,78 ton/ha hingga 109,39 ton/ha, dan sebesar -43,04 ton/ha hingga 54,19 ton/ha untuk tahun 2019. Sementara, total nilai carbon loss yang terjadi sebesar 351.710,14 ton/ha

    Utilization of Pleiades Imagery for Estimating Land Prices in Sendangadi Village, Mlati District, Sleman Regency, D.I.Y

    Get PDF
    p style="text-align: justify;">Daerah dengan perkembangan dan perubahan penggunaan lahan yang cepat mempunyai karakteristik perubahan harga lahan yang sangat dinamis sehingga diperlukan suatu metode penyadapan dan penyediaan data harga lahan yang cepat dan akurat serta efisien. Penelitian ini dilakukan di Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu metode yang memungkinkan untuk penyadapan data harga lahan secara efisien dan akurat adalah dengan menggunakan metode penginderaan jauh dipadukan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui distribusi spasial harga lahan di Desa Sendangadi berdasarkan harga yang berlaku di masyarakat, dan 2) Mengetahui seberapa jauh Citra Pleiades dapat menganalisa nilai dan harga lahan di Desa Sendangadi berdasarkan parameter penentu harga lahan. Model harga lahan dibangun dengan mentumpangsusun parameter berdasarkan tingkat pengaruhnya terhadap harga lahan. Hasil pemodelan yang tervalidasi dengan hasil survey lapangan menunjukan harga tertinggi dilapangan adalah Rp.17.500.000/m2 dan harga terendah dilapangan adalah Rp.800.000/m2.

    Analisis Hubungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018

    Get PDF
    Keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan IPM, mengetahui perkembangan tingkat kemiskinan, menganalisis hubungan IPM dengan tingkat kemiskinan, dan merekomendasikan arahan pengembangan wilayah untuk menanggulangi masalah kemiskinan dan pembangunan manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakkan uji One Way ANOVA, korelasi Pearson dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan IPM dari tahun 2013 hingga 2018 sebesar 71,79  dan penurunan tingkat kemiskinan dari tahun 2013 hingga 2018 sebesar 10,90 persen. Berdasarkan uji One Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan rata-rata IPM dan  tingkat kemiskinan pada zona geografis. Hubungan IPM dan tingkat kemiskinan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan arah hubungan negatif atau berbanding terbalik

    Evaluasi pola dan tata tanam di Sistem Irigasi Sempor

    Get PDF
    Sistem Irigasi Sempor memiliki luas 6.478 ha, dengan pola tanam Padi-Padi-Palawija. Produktivitas padi di Kabupaten Kebumen mengalami penurunan sejak tahun 2016-2017, salah satu penentu keberhasilan panen adalah kecukupan air pertanian. Ketersediaan air untuk irigasi yang bersumber dari Waduk Sempor semakin kritis, sehingga tujuan penelitian adalah menganalisis potensi ketersediaan air untuk irigasi; menganalisis potensi kebutuhan air pertanian; dan menentukan pola dan tata tanam yang tepat. Metode yang digunakan dalam perhitungan ketersediaan air irigasi adalah debit andalan metode ranking, sedangkan kebutuhan air pertanian dengan perhitungan manual konsep KP-01. Evaluasi pola dan tata tanam dihitung dengan alternatif berdasarkan imbangan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air pertanian pada musim kemarau nol (0 m3/detik) dan musim penghujan berkisar 0,56-3,34 m3/detik. Kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi selama masa tanam pertama, tertinggi berkisar antara 0,40-1,77 m3/detik/ha. Evaluasi pola tanam sudat tepat Padi-Padi-Palawija, sementara tata tanam yang baik yaitu alternatif 1 pada D.I. Bantar, Watubarut, Rowokawuk, Sindut, Kejawang, sedangkan D.I. Bojong yang tepat adalah alternatif 5

    Kajian Daya Tarik Dan Perkembangan Desa Wisata Bobung, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul Oleh

    Get PDF
    p style="text-align: justify;">Kegiatan wisata dapat memberikan dampak positif diantaranya adalah dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dan meningkatkan lapangan kerja. Perkembangan wisata perlu diketahui agar kegiatan wisata dapat berkembang secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan daya tarik wisata, mendiskripsikan upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak dan mengidentifikasi tingkat perkembangan Desa Wisata Bobung. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Bobung merupakan destinasi wisata yang memiliki daya tarik utama berupa kerajinan batik kayu. Kondisi aksesibilitas baik namun memiliki keterbatasan karena tidak dapat dijangkau oleh transportasi umum. Ketersediaan fasilitas cukup memadai dengan adanya fasilitas homestay, fasilitas kuliner, dan juga fasilitas cinderamata. Desa Wisata Bobung memiliki layanan tambahan yang memadai dan didukung dengan kelembagaan dari pihak masyarakat pelaku wisata, pihak pemerintah dan juga pihak swasta. Desa Wisata Bobung mengalami perkembangan baik pada komponen atraksi, amenitas, aksesibilitas maupun layanan tambahan. Perkembangan tersebut dipicu dengan adanya upaya dari berbagai pihak. Perkembangan Desa Wisata Bobung mengalami tiga tahapan perkembangan yaitu tahap penemuan (2002-2005), tahap pelibatan (2006-2008) dan pembangunan (2008-20018).

    1,176

    full texts

    1,194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bumi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇