Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
1194 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis Dalam Pemetaan Potensi Daerah Resapan Air Untuk Pelestarian Waduk Selorejo Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur
Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sehingga pengelolaan air merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Menjaga ketersediaan air bukan pekerjaan mudah dan merupakan tanggungjawab bersama. Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis membantu mempermudah pengawasan Daerah Tangkapan Air dalam SubDAS Hulu Kali Konto. Parameter fisik lahan yang digunakan untuk melakukan pemetaan potensi daerah resapan air dapat diperoleh dengan Citra Landsat 8 dan disajikan menjadi Peta menggunakan software pengolahan peta digital Arcgis. Peta yang dihasilkan berupa Peta penggunaan lahan, Peta Kemiringan Lereng dan Peta Tekstur Tanah, ketiga parameter fisik lahan ini berpengaruh terhadap kemampuan lahan dalam menyerap dan menyimpan air. Pembuatan Peta Potensi Daerah Resapan SubDAS Hulu Kali Konto menggunakan teknik tumpang tindih dari ketiga peta parameter fisik lahan yang berpengaruh terhadap kemampuan lahan dalam menyerap dan menyimpan air. Kondisi SubDAS Hulu Kali Konto secara umum masih memiliki kondisi yang baik dalam melakukan perannya sebagai daerah tangkapan air. Tujuh puluh sembilan persen luas lahan dari dua kecamatan, Ngantang dan Pujon, memiliki potensi yang baik dalam menyerap dan menyimpan air
Mobile Atlases Bencana Erupsi Merapi Dengan Menggunakan Qr Code : Studi Kawasan Rawan Bencana (KRB) di Kabupaten Sleman
Data kebencanaan merupakan hal penting bagi masyarakat, banyaknya informasi membutuhkan penyajian yang baik untuk mempermudah pemahaman mitigasi bagi masyarakat, tidak terkecuali data erupsi Merapi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menyusun peta - peta tematik yang berkaitan dengan data bencana erupsi Gunung Merapi. (2) Mengemas peta-peta tematik menjadi atlas konvensional dan mobile atlases bencana erupsi Gunung Merapi yang dilengkapi dengan tools berupa Qr code. (3) Memanfaatkan dan melakukan evaluasi penggunaan atlas konvensional dan mobile atlases dengan QR code dalam aksesibilitas informasi pada atlas bencana erupsi Gunung Merapi. Metode yang digunakan adalah analisis dengan metode deskriptif kualitatif.. Hasil dari penelitian berupa 32 peta tematik bencana erupsi Merapi, atlas konvensional serta mobile atlases bencana erupsi merapi dan presentase kepuasan penggunaan atlas oleh masyarakat
Pemanfaatan Media Sosial Twitter Untuk Pemetaan Bahaya Kecelakaan Lalu Lintas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2016 - 2017
Pada era modern saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berkembang pesat. Salah satu perkembangan teknologi adalah munculnya media sosial. Media sosial dapat memberikan begitu banyak informasi salah satunya adalah kecelakaan lalu lintas. Twitter merupakan media sosial berbasis kata, gambar maupun video dalam proses tukar menukar informasi dan pengguna media sosial di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 45 juta jiwa, Sehingga data twitter dapat digunakan untuk pemetaan bahaya kecelakaan lalu lintas Sebaran kecelakaan lalu lintas digunakan menjadi dasar dalam penentuan lokasi bahaya kecelakaan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menggunakan tool emerging hotspot pada pengembangan space time cube analisis. Peta daerah bahaya kecelakaan Lalu lintas tahun 2016 – 2017 menunjukkan terdapat 15 titik bahaya. Titik bahaya tersebut berada di Jalan Ringroad utara, Ringroad Barat, Ringroad Barat – Jalan Wates, Jalan Laksda Adisucipto, Jalan Wates Km 12, Jalan Sentolo – Muntilan, Jalan Bantul, Jalan srandakan, Jalan Samas, Jalan Imogiri Timur, Jalan Dlingo-Pathuk, Jalan Mangunan, Daerah Makam – makam raja Imogiri, Jalan Wonosari (Pathuk), dan Jalan Baro
Estimasi Stok Karbon Tegakan Hutan Jati Menggunakan Citra Penginderaan Jauh di BKPH Margasari, Kabupaten Tegal
BKPH Margasari adalah salah satu hutan jati dibawah pengelolaan Perum Perhutani yang memiliki peran penting sebagai cadangan stok karbon di pulau jawa dalam upaya mengurangi gas karbon di atmosfir. Kajian stok karbon menggunakan metode penginderaan jauh dianggap lebih efisien dan mencakup area yang luas. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks vegetasi terbaik diantara DVI, NDVI, TVI dan untuk estimasi serta memetakan sebaran stok karbon di BKPH Margasari menggunakan citra sentinel-2. Hasil dari analisis regresi antara nilai indeks vegetasi dengan nilai stok karbon lapangan, menunjukkan bahwa DVI dengan semua sampel memiliki nilai R2 terbaik yaitu 0,4211 dengan nilai akurasi sebesar 41,11%. Hasil perhitungan estimasi stok karbon hutan jati BKPH Margasari menggunakan model DVI adalah sebanyak 130.217,5 Kg/H
Pendekatan respon debit - curah hujan untuk karakterisasi akuifer karst di mataair Sumbersewu, Rembang
Sistem hidrologi karst memiliki karakter unik dengan adanya dominasi proses pelarutan menjadikan lebih berkembangnya sistem aliran bawah tanah dengan diferensiasi komponen aliran diffuse, fissure, dan conduit. Penelitian dilakukan bulan Januari 2016 hingga Januari 2017. Untuk mengetahui korelasi antara discharge dan recharge menggunakan metode cross correlation dan komparasi curah hujan dan debit. Metode kedua yaitu penentuan konstanta resesi hidrograf untuk mengetahui komponen aliran mataair dan tingkat perkembangan karst dibuat menggunakan Master Recession Curve (MRC).Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konstanta resesi Mataair Sumbersewu didominasi oleh komponen aliran diffuse selama rentang waktu penelitian. Mataair Sumbersewu memiliki nilai korelasi (R) sebesar 0,0031 dan time lag rata rata adalah 14 jam. Rata rata nilai konstanta resesi aliran diffuse (0,9942), nilai konstanta aliran fissure (0,3575), dan tidak ditemukan aliran conduit. Perhitungan menggunakan MRC juga menunjukkan hal yang sama, yaitu tidak ditemukan aliran turbulent pada Mataair Sumbersewu dan durasi time lag rata rata adalah 14 jam.
Analisis Citra Landsat 8 Oli Multitemporal Untuk Kajian Distribusi Spasial Aerosol Optical Depth Menggunakan Improved Aerosol Retrieval Algorithm: Studi Kasus Kawasan Bandung Raya Tahun 2014 – 2018
Konsentrasi aerosol yang tinggi dapat menyebabkan ketidak seimbangan dinamika atmosfer. Pengukuran aerosol dalam skala lokal mengguakan penginderaan jauh perlu dilakukan karena sifat aerosol yang dinamis. Metode Improved Aerosol Retrieval Algorithm memanfaatkan citra Landsat 8 OLI dan data pengukuran langsung untuk membangun model distribusi spasial kedalaman optis aerosol (Arosol Optical Depth). Lokasi dalam penelitian ini yaitu Kawasan Bandung Raya, dikarenakan memiliki daerah urban dan non urban sehingga dapat diketahui perbedaan pola distribusi spasial diantara keduanya. Terdapat 5 tanggal perkaman yang dihasilkan dalam periode waktu 2014 - 2018, dengan hasil analisis regresi pada panjang gelombang 440, 550, dan 660 nm berturut – turut yaitu 0,7054 ; 0,8995 ; 0,956. Rerata konsentrasi AOD mengalami perubahan signifikan dari tahun 2017 ke tahun 2018. Distribusi spasial AOD tinggi pada daerah urban, terutama pada kawasan industri yang berada di pinggiran Kota Bandung dan Kota Cimahi. Daerah non urban cenderung memiliki tingkat AOD yang rendah
Peran Masyarakat Dalam Pengembangan Kampung Wisata Rejowinangun Kotagede Yogyakarta
Munculnya tren wisata minat khusus menarik untuk dibahas seperti di Kecamatan Kotagede, yaitu Kampung Wisata Rejowinangun yang terkenal dengan keunikannya. Keunikannya dilihat dari pengelompokan klaster wisata dengan cara membagi ke dalam lima klaster wisata, yaitu, klaster budaya, kerajinan, herbal, kuliner, dan agro. Penelitian ini mempunyai tujuan mengidentifikasi potensi wisata, mengetahui usaha yang dilakukan masyarakat untuk mengembangkan wisata, dan mengidentifikasi manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dengan adanya kegiatan pariwisata di Kampung Wisata Rejowinangun. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, in-depth interview serta dokumentasi. Teknik sampling dalam memilih informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi wisata di Kampung Wisata Rejowinangun memiliki potensi alam dan budaya serta tidak memiliki potensi buatan. Pengembangan potensi dilakukan dengan adanya usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat terkait atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan promosi. Dari usaha-usaha tersebut manfaat adanya Kampung Wisata Rejowinangun dapat dirasakan terutama oleh pengelola, masyarakat, dan pelaku usaha
Pengelolaan Sanitasi Rumah Tangga Di Kabupaten Banyumas
Pengelolaan sanitasi rumah tangga dapat menjadi solusi komplementer untuk mengatasi akumulasi limbah yang ditimbulkan di suatu permukiman. Upaya berbasis masyarakat diperlukan karena sistem layanan sanitasi di Kabupaten Banyumas belum merata. Mendasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: mengidentifikasi praktik sanitasi agar dapat dijadikan acuan untuk mengukur tingkat performa sanitasi rumah tangga di wilayah kajian; serta menganalisis perbedaan antar faktor yang mempengaruhi tingkat performa sanitasi tersebut. Penelitian ini menerapkan analisis chi square dan regresi ordinal untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Hasil survei menunjukkan 48% responden memiliki performa sanitasi sangat baik. Tiga variabel independen yang berdampak kuat terhadap perbedaan tingkat performa sanitasi adalah: variabel pendidikan (p-value: 0,0055%); pendapatan (p-value: 0,0054%); serta keikutsertaan sosial (p-value: 0,0003%). Karaktersitik rumah tangga yang diprediksi berpeluang besar dalam menunjukkan performa sanitasi dengan sangat baik adalah yang memiliki tingkat pendidikan minimal setara SMA, mendapatkan akses program pemicuan sanitasi, memiliki pendapatan di atas Rp3.000.000, serta aktif dalam kegiatan kemasyarakatan
Penyusunan sistem informasi dan analisis data kesehatan pegawai Universitas Gadjah Mada
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data kondisi kesehatan pegawai Universitas Gadjah Mada dan menyajikannya dalam sebuah sistem informasi digital sebagai bahan analisis untuk membuat kebijakan perbaikan kesehatan pegawai di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Peta Dasar yang digunakan adalah peta Kampus Universitas Gadjah Mada, sedangkan data kesehatan yang digunakan untuk analisis adalah data hasil general medical check up (MCU) di GMC Health Center periode 2011 – 2014 yang bekerja sama dengan Laboratorium “Cito” Yogyakarta. Pengelompokan data mendasarkan pada jenis kelamin, umur dan fakultas. Pengolahan data meliputi evaluasi data, klasifikasi dan analisis data dengan kategori kondisi kesehatan normal, waspada dan bahaya untuk penyakit hipertensi, gula, kolesterol, asam urat, dan jantung koroner. Penyajian data dengan cara diagram statistik meliputi jumlah dan prosentaseny
Dimensi Spasial Hubungan Antara Ekspor Pertanian dengan Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Pertanian Sebagai Indikator Kesejahteraan Petani di Indonesia
Sektor pertanian merupakan sektor yang berkontribusi besar terhadap penguatan ekonomi di Indonesia. Namun, pada kenyataannya hal tersebut belum mampu menjamin kondisi kesejahteraan petani pada setiap daerah di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia salah satunya melalui optimalisasi kegiatan ekspor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola perkembangan ekspor sektor pertanian di Indonesia, mengidentifikasi variasi kesejahteraan petani antar provinsi di Indonesia, dan menganalisis hubungan nilai ekspor dengan indikator kesejahteraan petani di Indonesia. Teknis analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis deskriptif,Correlation Pearson Product Moment, Differential Share, Location Quotient (LQ), Analisis Kuadran, dan One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan pola spasial yaitu provinsi-provinsi di Pulau Jawa cenderung memiliki kinerja ekspor pertanian yang lebih baik daripada kondisi ekspor pertanian pada provinsi-provinsi di luar Pulau Jawa dan kondisi tingkat kesejahteraan petani di Indonesia yang bervariasi antar daerahnya dengan indeks kesejahteraan petani yang cenderung lebih unggul pada sebagian besar provinsi-provinsi di Pulau Jawa. Selain itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara nilai ekspor pertanian dengan dua indikator kesejahteraan petani (NTP dan NTUP)