Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
    1194 research outputs found

    Nilai Keindahan Lanskap dan Daya Dukung Fisik Kawasan Wisata Wilayah Kepesisiran Siung &Wediombo Gunungkidul

    Get PDF
    Wilayah Kepesisiran Gunungkidul beberapa tahun kebelakang telah berkembang menjadi kawasan pariwisata salah satunya adalah Pantai Siung dan Wediombo.   Kegiatan pariwisata perlu didasari oleh pengelolaan dan pengembangan yang selalu megutamakan keseimbangan antara aspek lingkungan ekonomi. Penelitian ini bertujuan utntuk menghitung daya dukung kawasan untuk kegiatan rekreasi pantai dan menilai keindahan panorama yang ada di Wilayah Kepesisiran Siung dan Wediombo. Metode yang diguakan untuk melakukan penelitian ini adalah daya dukung kawasan (DDK) dan Scenic Beauty Estimation (SBE). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan daya dukung fisik kawasan di Pantai Siung adalah sebesar 606 orang/hari, sedangkan untuk Pantai Wediombo adalah sebesar 2000 orang/hari. Panorama dengan keindahan tertinggi di Pantai Siung adalah lanskap perpaduan pasir putih,zona pecah gelombang dan perbukitan karst di sebelah barat dengan SBE 178. Panorama dengan keindahan tertinggi di Pantai Wediombo adalah lanskap perpadua antara plataran pantai berbatu,zona pecah gelombang, dan perbukitan sisa aktivitas vulkanik Gunungapi Purba Batur dengan skor SBE  17

    Analisis Hubungan Karakteristik Morfometri Das Terpilih Terhadap Komponen Hidrograf Satuan Sintetik Gama 1

    Get PDF
    Salah satu  teknik dalam memahami prilaku hidrologi  DAS adalah dengan  menganalisis morfometri DAS. Prilahu hidrolohi DAS di ekspresikan oleh bentuk hidrograf satuan.  Konsep hidrograf satuan sintetik memberikan keunggulan dengan menghasilkan hidrograf satuan meskipun memiliki keterbatasan data hujan dan aliran. Karenanya banyak dikembangkan bergabai model hidrograf satuan sintetik, termasuk HSS Gama I yang dikembangkan di Indonesia. Pengembangan hidrograf satuan dimulai dengan memahami pengaruh dan hubungan karakteristik morfometri DAS dengan hidrografnya. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui hubungan beberapa variabel morfometri (A, Lm, Lg, Fs, Rf, H) terhadap hidrograf satuan yang dimodelkan menggunkan HSS Gama  I pada 5 DAS di Kabupaten Bangkalan. Hasil menunjukkan terdapat 5 varibel memiliki korelasi terhadap waktu dasar (TB). Lima variabel dengan anggota berbeda berkorelasi terhada

    Pemodelan Run-Up Tsunami Dikaitkan Dengan Tingkat Risiko Di Bidang Sosial Di Sebagian Kawasan Pesisir Kabupaten Kebumen

    Get PDF
    Tsunami merupakan bencana yang melanda pesisir dan menimbulkan kerusakan besar yang dapat diminimalisir apabila masyarakat mengetahui jangkauan gelombang tsunami. Kabupaten Kebumen memiliki 7 kecamatan di pesisir sehingga berpotensi terkena tsunami. Penelitian ini bertujuan memodelkan run-up gelombang tsunami dengan parameter kekasaran permukaan dan kemiringan lereng dari Sentinel-2A dan DEMNAS, melakukan analisis spasial run-up gelombang tsunami beberapa skenario ketinggian dan persebaran tingkat risiko tsunami pesisir Kebumen. Hasil pemodelan dengan metode Berrymen dan tingkat kerentanan sosial digabungkan untuk mengetahui tingkat risiko terhadap tsunami. Kerentanan sosial menggunakan variabel kepadatan penduduk, rasio orang cacat, miskin, umur, dan jenis kelamin. Hasil pemodelan menghasilkan titik terjauh 3.300 m dari garis pantai di Kecamatan Buayan. Hasil pemodelan berbagai skenario menunjukkan gelombang tsunami menjalar hingga persawahan dan sekitar sungai. Perhitungan risiko menunjukkan daerah berisiko tsunami berada di sepanjang garis pantai hingga persawahan dan sekitar sungai perbatasan Kecamatan Buayan dan Puring, Klirong dan Buluspesantren serta bagian timur Mirit.

    Evaluasi daya layan dan keterjangkauan SMP Negeri sebelum dan sesudah sistem zonasi di pinggiran Kota Semarang

    Get PDF
    Sistem zonasi adalah inovasi dari Kementerian pendidikan sebagai upaya pemerataan kesempatan sekolah dengan mempertimbangkan keterjangkauan jarak tempuh siswa dari tempat tinggal ke sekolah. Kondisi topografi Kota Semarang yang beragam, khususnya pada pinggiran kotanya menjadi alasan perlu dilakukan kajian terkait daya layan dan keterjangkauan jarak dengan tujuan untuk mengetahui sistem PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang tepat untuk Kota Semarang. Penelitian dilakukan di Pinggiran Kota Semarang dengan unit penelitian adalah SMP Negeri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis daya layan, analisis jaringan, uji paired sample t-test dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas daya layan SMP Negeri mengalami peningkatan setelah zonasi. Terdapat perubahan rata-rata jangkauan jarak tempuh siswa yang diterima di SMP Negeri menjadi lebih pendek setelah diberlakukannya sistem zonasi dan sistem PPDB yang tepat untuk pemerataan adalah dengan menggunakan sistem zonasi

    Aplikasi Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis Untuk Estimasi Populasi Penduduk Berdasarkan Luas Lantai Bangunan

    Get PDF
    Populasi penduduk selalu meningkat setiap harinya namun pencatatan secara sensus massal dilakukan setiap rentang sepuluh tahun. Pencatatan penduduk dilakukan di setiap nomor bangunan permukiman secara satu-persatu. Populasi yang tinggal dalam satu bangunan dapat ditaksir luas lantai bangunan yang dikonsumsi per orangnya. Luas lantai bangunan dalam kasus permukiman dapat digunakan menakar jumlah yang tinggal dalam satu bangunan. Pengukuran geometri bangunan umumnya dilakukan dengan survei darat dan membutuhkan waktu untuk mengukur satu bangunan. Perkembangan teknologi penginderaan jauh memungkinkan memperoleh informasi geometri bangunan secara massal, salah satunya dengan foto udara. Data geometri permukiman digunakan untuk mendapatkan luas lantai bangunan dan jumlah lantai bangunan. Bangunan permukiman dapat dikelompokkan berdasarkan karakteristik lokasi blok permukiman, yakni pola blok permukiman dan tingkat kepadatan blok, serta karakter jumlah penghuni tiap luas bangunan tertentu. Hasil pemetaan geometri bangunan menggunakan data foto udara memungkinkan diperoleh rerata akurasi 90% untuk pemetaan luas lantai bangunan dan 63% untuk pemetaan tinggi bangunan. Pemodelan estimasi penduduk berdasarkan luasan lantai bangunan diperoleh ketelitian mencapai 51,5 – 61,35%

    Sebaran dan Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Cafe di Kota Pekanbaru Riau

    Get PDF
    Cafe menjadi salah satu tempat yang persebaran dan pemanfaatannya semakin bertambah disetiap kecamatan dan kota yang ada di Kota Pekanbaru. Cafe menjadi pilihan utama untuk masyarakat menghabiskan waktu kosongnya untuk sekedar berkumpul bersama teman maupun mengerjakan sesuatu. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui pola persebaran cafe, karakteristik cafe dan faktor- faktor yang mempengaruhi konsumen untuk berkunjung ke cafe di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif yaitu dengan melakukan observasi, wawancara dan triangulasi dalam pengerjaannya. Pengolahan data menggunakan analisis deskriptif yang mendapatkan hasil bahwa peningkatan jumlah cafe berbanding lurus dengan pola persebaran yang semakin bertambah, perbulan September 2020 terdapat 75 cafe yang tersebar di Kota Pekanbaru Riau. Cafe yang menyajikan olahan minuman kopi menjadi yang terbanyak dipilih oleh konsumen untuk dikunjungi. Sebagian besar konsumen adalah anak muda yang berada di Kota Pekanbaru Riau dengan kisaran umur 19 hingga 21 tahun

    Daya Saing dan Strategi Pengembangan Industri Kerajinan Bambu Desa Jambukulon, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik dan tipologi perkembangan industri, menganalisis daya saing antar pengusaha industri, merumuskan strategi pengembangan berdasarkan tipologi industri kerajinan bambu Desa Jambukulon, Kecamatan Ceper, Klaten. Metode yang digunakan berupa metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data melalui sensus, observasi dan wawancara terstruktur dengan kuesioner. Teknik analisa menggunakan deskriptif kuantitatif, analisis klaster, matriks GE McKinsey Company and Shell, uji beda fisher exact, analisis SWOT dan AHP. Hasil penelitian menunjukkan 18% industri skala menengah, 41% industri kecil, dan 41% industri mikro. Mayoritas pendapatan industri tinggi. Produktivitas industri sebanyak 58,8% rendah. Hasil klasifikasi tipologi perkembangan industri berupa 2 industri tertinggal, 2 berkembang, dan 13 maju. Hasil uji beda fisher exact bahwa terdapat perbedaan pendapatan berdasarkan skala industri; tidak terdapat perbedaan produktivitas berdasarkan tipologi perkembangan industri; dan terdapat perbedaan signifikan daya saing terhadap tipologi industri. Hasil klasifikasi daya saing dengan matriks GE McKinsey and Shell bahwa terdapat 64,7% industri daya saing membangun/meningkat, 23,5% bertahan, dan 11,76% menuai/terhenti. Hasil prioritas strategi tertinggi adalah memaksimalkan kualitas produk untuk menghadapi pesaing(skor 0,19)

    Kajian Kerusakan Tanah Akibat Pemanfaatan Lahan Perkebunan Di Sub Das Nagung, Kulon Progo

    No full text
    Area penelitian terletak di Sub DAS Nagung,Kulon Progo, Yogyakarta. Kajian mengenai kerusakan tanah dinilai penting karena gambaran penggunaan lahan perkebuanan yang terlampau tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui faktor-faktor penyebab kerusakan tanah di Sub DAS Nagung, (2) mengetahui potensi dan status kerusakan tanah di Sub DAS Nagung Kulon Progo; (3) Mengetahui upaya pengendalian untuk kerusakan tanah di Sub DAS Nagung, Kulon Progo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kerusakan tanah terjadi akibat pemanfaatan lahan perkebunan secara berlebih tanpa disertai dengan teknik konservasi vegetatif maupun mekanik. Status kerusakan tanah di Sub DAS Nagung memiliki empat klasifikasi yaitu rusak ringan, rusak sedang, berat dan rusak sangat berat. Upaya konservasi yang dapat dilakukan adalah konservasi vegetatif dan konservasi mekanik

    Kajian Potensi Dan Arahan Penggunaan Airtanah Di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul

    Get PDF
    Kecamatan Banguntapan terletak di pinggiran kota, hal ini menyebabkan pembangunannya cukup pesat. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bantul Tahun 2010-2030 kecamatan ini menjadi rencana kawasan permukiman perkotaan. Hal ini dapat menjadi penarik masyarakat untuk bertempat tinggal di Kecamatan Banguntapan. Tingginya jumlah penduduk ini akan berdampak pada peningkatan penggunaan airtanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan airtanah bebas di Kecamatan Banguntapan, mengetahui kebutuhan air domestik di Kecamatan Banguntapan, dan menentukan arahan penggunaan airtanah untuk kebutuhan domestik di Kecamatan Banguntapan. Hasil perhitungan ketersediaan airtanah statis di Kecamatan Banguntapan memiliki potensi yang besar, yaitu sebesar 233.158.156 m3/tahun. Hasil kebutuhan domestik airtanah di Kecamatan Banguntapan diperoleh dengan menggunakan standar air menurut Mangku Sitepoe (1997) yaitu sebanyak 120 liter/kapita/hari, sehingga hasil kebutuhan domestik Kecamatan Banguntapan sebesar 6.392.873m3/tahun. Hasil aman penurapan air di Kecamatan Banguntapan sebesar 4.074.371m3/tahun. Penggunaan air di Kecamatan Banguntapan perlu dikontrol agar ketersediaan airtanah bebas tetap terjaga

    Analisis Perkembangan Ekonomi Wilayah Dan Hubungannya Dengan Investasi Di Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi investasi di Indonesia, mengetahui tingkat perkembangan ekonomi di Indonesia serta menganalisis hubungan antara perkembangan ekonomi wilayah dengan investasi di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan analisis deskriptif, analisis laju pertumbuhan, tipologi klassen, dan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi kondisi investasi antar provinsi di Indonesia. Perkembangan ekonomi wilayah di berbagai provinsi menunjukkan adanya variasi menjadi daerah maju cepat tumbuh, daerah berkembang cepat, daerah maju tapi tertekan, dan daerah relatif tertinggal

    1,176

    full texts

    1,194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bumi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇