Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
    1194 research outputs found

    Analisis Kesiapan Wilayah Calon Lokasi Ibu Kota Negara di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara

    Get PDF
    Pada tanggal 26 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo menetapkan sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai calon lokasi Ibu Kota Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan wilayah calon lokasi Ibu Kota Negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kualitatif dan bersifat deduktif konfirmatori. Kajian dari penelitian ini berfokus pada persepsi pemerintah daerah, beberapa stakeholder yang terlibat, serta beberapa masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara terkait dengan kesiapan wilayah di lokasi tersebut. Adapun metode pengumpulan data dengan in-depth interview, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi pustaka. Identifikasi kondisi umum dan karakteristik wilayah calon lokasi Ibu Kota Negara menghasilkan sejumlah aspek yang menjadi ukuran kesiapan wilayah, di antaranya aspek lokasi, kebencanaan, ekologi, pertanahan, sarana prasarana, demografi, sosial budaya, kebijakan, serta pertahanan dan keamanan. Berdasarkan hasil analisis terkait dengan aspek yang menjadi ukuran kesiapan wilayah, ditemukan beberapa variabel yang menentukan kesiapan dalam tiap-tiap aspek. Secara komprehensif, wilayah calon lokasi Ibu Kota Negara di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sudah cukup mendukung untuk pembangunan Ibu Kota Negar

    Preferensi Pengembang Perumahan Dalam Menentukan Lokasi Perumahan di Kabupaten Kulon Progo

    Get PDF
    Pembangunan bandara baru yaitu Yogyakarta International Airport (YIA) memicu pertumbuhan pada berbagai sektor ekonomi salah satunya sektor perumahan. Kondisi perumahan di Kabupaten Kulon Progo mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pemilihan lokasi merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan perumahan terutama bagi pengembang perumahan. Analisis persebaran perumahan dilakukan dengan metode Nearest Neighbor Analysis (analisis tetangga terdekat). Preferensi pengembang perumahan diuji dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan menggunakan pair wise comparisons matrix. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola distribusi perumahan serta mengidentifikasi preferensi pengembang perumahan dalam menentukan lokasi pembangunan perumahan di Kabupaten Kulon Progo. Pola distribusi perumahan di Kabupaten Kulon Progo cenderung mengelompok. Preferensi pengembang perumahan dalam menentukan lokasi perumahan adalah kedekatan lokasi dengan fasilitas pelayanan merupakan prioritas utama pada faktor geografis dan harga lahan merupakan prioritas utama pada faktor non geografis

    Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pekerja Obyek Wisata Gua Pindul

    Get PDF
    p style="text-align: justify;">Pariwisata melalui pemberdayaan masyarakat dapat terwujud apabila pembangunan tersebut bersifat sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendapatan pekerja terhadap kesejahteraan keluarga dan mengetahui perubahan sosial yang terjadi pada pekerja di lingkungan masyarakat dan lingkungan pekerjaan. Sumber data penelitian diperoleh dari hasil observasi langsung di lapangan dan wawancara terhadap pekerja di Gua Pindul. Selain itu, didukung oleh data sekunder dari Dinas Pariwisata tentang jumlah wisatawan dan kontribusi terhadap PAD. Metode pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara terstruktur kepada pekerja. Data wawancara diolah menggunakan tabulasi silang (crosstab) dan tabel frekuensi. Tabel tersebut dianalisis dengan pendekatan kuantitatif analisis deskriptif. Hasil penelitian pada kontribusi pendapatan pekerja terhadap kesejahteraan keluarga menggunakan tabulasi silang (crosstab). Hasil analisis menunjukkan pekerja di Gua Pindul memberikan 55% pendapatannya demi kesejahteraan keluarganya. Kesejahteraan keluarga dapat dipengaruhi oleh pendidikan terakhir yang ditamatkan, jenis kelamin, status perkawinan, dan jumlah tanggungan. Sedangkan pada perubahan sosial yang terjadi pada pekerja menghasilkan adanya sikap mudah bersosialisasi, memiliki solidaritas yang tinggi, dan tetap mempertahankan tradisi budaya dan seni lokal.

    Penentuan Zona Perlindungan Hiu Pelagis Berdasarkan Karakteristik Perairan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Menggunakan Citra Aqua Modis

    Get PDF
    Berdasarkan data Traffic.org Tahun 2019, Indonesia merupakan negara tertinggi dalam penangkapan hiu dari tahun 2007-2017. Pembentukan suatu “Zona Perlindungan Hiu Pelagis” dapat membantu untuk melindungi keberadaan hiu pelagis di perairan NTB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik oseanografi pada perairan pergerakan hiu dan pada perairan NTB dan untuk mengetahui wilayah perairan NTB yang memiliki potensi sebagai zona perlindungan hiu pelagis. Data yang digunakan  berupa data titik pergerakan hiu pelagis dan citra MODIS-Aqua dengan resolusi temporal bulanan dan resolusi spasial 4 km. Penurunan informasi nilai klorofil-a dan suhu permukaan laut pada titik pergerakan hiu dari citra MODIS dilakukan, kemudian hasil identifikasi tersebut dikelaskan menjadi tiga kelas, yaitu kelas probabilitas rendah, probabilitas sedang, dan probabilitas tinggi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik kedua parameter di perairan pergerakan hiu dan perairan NTB berbeda. Wilayah perairan NTB yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai zona perlindungan hiu pelagis berada di bagian Selatan

    Analisis Valuasi Ekonomi Objek Wisata Taman Tebing Breksi

    Get PDF
    Penelitian mengenai valuasi ekonomi Taman Tebing Breksi bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi total Taman Tebing Breksi. Nilai ekonomi total terdiri atas nilai penggunaan langsung, nilai penggunaan tidak langsung, nilai penggunaan pilihan, nilai keberadaan, dan nilai warisan. Nilai penggunaan langsung Taman Tebing Breksi adalah sebagai objek wisata, nilai penggunaan tidak langsung berupa keuntungan ekonomi untuk warga Desa Sambirejo, dan manfaat edukasi merupakan nilai penggunaan pilihan untuk wisatawan. Nilai keberadaan berupa sarana sightseeing pemandangan, dan nilai warisan berupa biaya pengembangan Taman Tebing Breksi. Analisis valuasi ekonomi dilakukan dengan beberapa metode sesuai nilainya. Nilai penggunaan langsung dianalisis menggunakan metode baiaya perjalanan (travel cost method), nilai penggunaan tidak langsung dianalilis dengan metode penilaian harga pasar, ilai penggunaan pilihan, nilai keberadaan, dan nilai warisan dianalisis menggunakan metode valuasi kontingensi (contingent valuation method). Nilai ekonomi total Taman Tebing Breksi sebesar Rp. 96.102.174.458 per tahun dimana nilai penggunaan langsung merupakan kontributor terbesar (38% dari nilai ekonomi total)

    Monitoring Deformasi Gunung Sinabung Tahun 2018 Menggunakan Teknik Persistent Scatter Interferometry (PS InSAR) dan Citra Sentinel-1

    Get PDF
    Gunung Sinabung merupakan gunung api yang kembali aktif sejak 2010. Hampir semua erupsi gunung berapi didahului dan disertai deformasi tanah. Penginderaan jauh sistem radar merupakan metode alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk monitoring deformasi yaitu dengan menggunakan teknik InSAR. Untuk mengamati deformasi secara kontinu maka salah satu teknik InSAR yang digunakan adalah adalah Persistent Scatter Interferometry (PS InSAR). Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui nilai laju deformasi Gunung Sinabung tahun 2018 menggunakan metode PS INSAR dan citra Sentinel-1. (2) Mengetahui persebaran inflasi dan deflasi yang terjadi di Gunung Sinabung berdasarkan peta laju deformasi yang dihasilkan dari teknik PS InSAR dan citra Sentinel-1. (3) Menguji peta laju deformasi Gunung Sinabung hasil pengolahan PS InSAR dengan data seismik di lapangan. Pengolahan PS InSAR menghasilkan nilai cumulative displacement sebesar -2,3 mm sampai dengan 1,1 mm dan velocity (laju deformasi) sebesar -10 mm per tahun sampai dengan 5 mm per tahun. Hasil komparasi dengan data pengamatan oleh PVMBG pada periode tersebut menunjukkan adanya aktivitas vulkanik yang tinggi, yang secara tidak langsung menunjukkan adanya kemungkinan terjadi deformasi pada kurun waktu tersebu

    Pemanfaatan Citra PJ Dan SIG untuk Penentuan Tingkat Bahaya Erosi di Sub Das Merawu, DAS Serayu

    Get PDF
    Erosi adalah proses alami yang terjadi dalam pembentukan geomorfologi suatu wilayah. Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu kesatuan ekosistem yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam berbagai kajian spasial. Kajian erosi dalam penelitian ini dilakukan di Sub DAS Merawu yang merupakan hulu dari DAS Serayu yang terletak di Kabupaten Banjarnegara. DAS Merawu memiliki luas 29,851.78 ha. DAS Merawu memiliki lereng curam dan termasuk dalam wilayah DAS Kritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui akurasi citra Landsat dan mengetahui tingkat bahaya erosi dan sebarannya. Penelitian ini menggunakan Citra Landsat 8 sebagai sumber data serta data curah hujan, dan hasil pengolahan data lapangan. Proses penentuan laju erosi menggunakan metode empiris USLE. Perhitungan laju erosi menunjukkan tingkat bahaya erosi di DAS Merawu termasuk dalam kategori rendah (5-15 ton/ha/tahun) seluas 2306,7 ha , kategori sedang(15-60 ton/ha/tahun) seluas 559,2 ha, kategori tinggi (60-180 ton/ha/tahun) 155,6 ha dan kategori sangat tinggi(lebih dari 180 ton/ha/tahun) seluas 20,6 ha

    Preferensi Spasial Masyarakat dan Pemilihan Lokasi Pengembangan Sarana Perbelanjaan di Kota Purwokerto

    Get PDF
    Kota Purwokerto terus mengalami pertumbuhan baik dari segi penduduk maupun dari segi fisik. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka semakin banyak pula sarana dan prasana pendukung yang dibutuhkan, khususnya dalam hal ini adalah sarana perbelanjaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara kepada responden yang dikelaskan berdasarkan jenis pekerjaannya. Preferensi masyarakat dalam menentukan pilihan lokasi belanja adalah pada sarana perbelanjaan berupa toko/swalayan dengan alasan harga yang murah, mudah dijangkau, serta menawarkan beragam jenis barang. Berdasarkan analisis jaringan menggunakan metode service area pada software ArcGIS, terdapat perbedaan pilihan lokasi belanja masyarakat berdasarkan orde barang dan kegiatan belanja yang dilakukan. Kemudian dari hasil crosstabs, dapat ditentukan kecamatan yang memiliki potensi demand paling tinggi adalah Kecamatan Purwokerto Selatan. Lokasi pengembangan yang dipilih berdasarkan pertimbangan dari hasil tujuan sebelumnya, faktor kepadatan penduduk, dan kriteria fasilitas untuk sarana perbelanjaan adalah berupa toko/swalayan yang letaknya di Kecamatan Purwokerto Timur

    Komparasi Keberlanjutan Sawah Subak di Perdesaan dan Perkotaan Berbasis Evaluasi Lahan (Kasus di Desa Mengesta, Kec. Penebel, Kab. Tabanan dan Desa Peguyangan Kaja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar Bali)

    Get PDF
    Subak di perdesaan dan perkotaan menunjukkan perbedaan morfologi, teknik pertanian, dan masyarakat petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara komparatif keberlanjutan subak perdesaan dan perkotaan berdasarkan studi kasus di unit-unit subak Desa Mengesta, Kabupaten Tabanan dan Desa Peguyagan Kaja, Kota Denpasar. Data dikumpulkan melalui survei stratified random sampling karakteristik lahan, wawancara informan, dan observasi partisipasi untuk dianalisis secara deskriptif kualitatif menurut aspek fisik keberlanjutan subak berupa kesesuaian lahan potensial dan aspek nonfisik berupa bentuk-bentuk kontribusi pelestarian oleh masyarakat subak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subak di perdesaan merupakan subak berkelanjutan berdasarkan kesesuaian lahan potensial pada kelas cukup sesuai (S2) hingga sangat sesuai (S1), partisipasi tenaga kerja muda, keberlangsungan upacara subak massal, penerapan pertanian organik, dan kontrol lembaga subak dalam mencegah alih fungsi sawah. Sementara itu, subak di perkotaan merupakan subak yang berkelanjutan dengan tantangan tinggi berupa kesesuaian lahan potensial pada kelas sesuai marginal (S3) hingga cukup sesuai (S2), preferensi pelaksanaan upacara subak secara individual, perkembangan sektor nonpertanian, dan pencemaran lingkungan

    Keterkaitan Perkembangan Wisata Ziarah Sunan Pandanaran Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten

    Get PDF
    Wisata makam sunan pandanaran merupakan wisata  ziarah yang berada di Desa Paseban Kecamtan Bayat Kabupaten Klaten. Perkembangan objek wisata makam Pandanaran mempengaruhi kondisi fisik sosial dan ekonomi di Masyarakat Desa Paseban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan masyarakat  dalam usaha pariwisata, menjelaskan perkembangan objek wisata makam dan menganalisis keterkaitan perkembangan makam terhadap kesejahteraan masyarakat yang terlibat didalam usaha pariwisata. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data yang dibutuhkan adalah data sekunder dan primer. Data sekunder yang diambil adalah data jumlah penduduk, jumlah wisatawan dan jumlah pendapatan wisata. Data Primer yang diaambil menggunakan metode wawancara, kuisioner, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan 3 bentuk keterlibatan masyarakat dalam usaha pariwisata yaitu partisipasi langsung, partisipasi tidak langsung dan partisipasi tidak ada. Hasil observasi perkembangan objek wisata, wisata Sunan Pandanaran berada dalam tahap keterlibatan. Tingkat kesejahteraan masyarakat adalah 47 % ketegori kesejahteraan tinggi dan 53%  kategori kesejahteraan sedang

    1,176

    full texts

    1,194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bumi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇