Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
    1194 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA SEBARAN PERUMAHAN DI KABUPATEN SLEMAN

    Get PDF
    Sleman merupakan kabupaten yang mempunyai pertumbuhan perumahan yang pesat dan terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui pola sebaran perumahan di Kabupaten Sleman, (2) mengetahui faktor yang mempengaruhi pola sebaran perumahan di Kabupaten Sleman, dan (3) mengetahui kesesuaian sebaran perumahan dengan RTRW Kabupaten Sleman.Metode penelitian dilakukan dengan tahapan, pertama; mengumpulkan data pada instansi pemerintah terkait masalah perumahan. Kedua; menganalisis sebaran berdasarkan Peta Sebaran Perumahan Kabupaten Sleman sebagai dasar perhitungan indeks tetangga terdekat. Ketiga; menganalisis keterkaitan antara variabel dependen (sebaran perumahan), terhadap variabel independen (pertambahan penduduk, kepadatan penduduk, lereng, jalan, sarana pendidikan, kesehatan, dan ekonomi) menggunakan regresi ganda.Hasil penelitian menunjukkan: (1) perumahan di Kabupaten Sleman berpola mengelompok, (2) hasil analisis regresi ganda, diketahui bahwa faktor paling mempengaruhi pola perumahan adalah pertumbuhan penduduk, aksesibilitas, dan ketersediaan fasilitas ekonomi, dan (3) terdapat 8 lokasi perumahan yang tidak sesuai dengan RTRW Tahun 2011 – 2031

    DINAMIKA SPASIAL PROSES URBANISASI PERKOTAAN YOGYAKARTA TAHUN 2000-2010

    Get PDF
    Urbanisasi Perkotaan Yogyakarta telah memasuki tahap suburbanisasi dengan konversi lahan pertanian sawah produktif menjadi kawasan terbangun di desa-desa pinggiran berdampak pada produksi pangan dan penataan ruang yang dinilai kontraproduktif. Hal ini menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji lebih mendalam tentang faktor-faktor penentu dan dinamika proses urbanisasi di Perkotaan Yogyakarta. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif, analisis faktor dan analisis spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor penentu tingkat urbanisasi Perkotaan Yogyakarta berbeda antara tahun 2000 dan 2010. Perkembangan urbanisasi yang dialami desa-desa kota relatif stagnan sedangkan desa-desa pinggiran meningkat. Dinamika spasial urbanisasi Perkotaan Yogyakarta dapat dilihat dari perubahan sebaran tingkat-tingkat urbanisasi yang dialami desa-desa

    KAJIAN POTENSI PARIWISATA KEPESISIRAN DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL DITINJAU DARI ASPEK KEBENCANAAN

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pariwisata kepesisiran Nguyahan, Ngobaran dan Ngrenehan, dan mengetahui bahaya yang dapat mengganggu aktivitas pariwisata di objek wisata tersebut. Metode survei menggunakan teknik sampling aksidental dan sampling terpilih (purposive sampling). Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis data deskriptif. Kawasan objek wisata Pantai Nguyahan, Ngobaran, dan Ngrenehan memiliki potensi pariwisata sedang. Potensi pariwisata yang ada di ketiga kawasan objek wisata tersebut di antaranya adalah potensi keindahan alam, kebersihan udara, pemandangan lepas pantai yang indah, terumbu karang di pantai, bangunan-bangunan keagamaan dan patung-patung di sekitar objek wisata pesisir Ngobaran, dan potensi perikanan yang berada di kawasan pesisir Ngrenehan. Wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan wisata sesuai dengan potensi wisata yang di miliki masing-masing objek wisata dengan memperhatikan berbagai pertimbangan seperti tidak melakukan kegiatan wisata di sekitar tebing yang rawan runtuh, dan menghindari melakukan kegiatan di perairan pantai pada saat terjadi kondisi pasang

    ESTIMASI PRODUKSI TANAMAN KOPI BERBASIS PENGOLAHAN CITRA LANDSAT 8 DI KABUPATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH

    Get PDF
    Kabupaten Temanggung dikenal sebagai salah satu produsen tanaman kopi terbesar di Jawa Tengah. Penginderaan Jauh dapat digunakan untuk mengetahui potensi tanaman melalui pendekatan nilai spectral. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan nilai spectral dan transformasi indeks vegetasi NDVI. Berdasarkan hasil prosessing citra kemudian dilakukan pemilihan sampel lapangan yang kemudian akan di cek dilapangan untuk mengetahui hasil estimasi produksi tanaman kopi. Penentuan sampel dilakukan dengan stratified random sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai R2 = 0.513 dengan persamaan regresi Y = 2.1643x - 0.1786. Secara keseluruhan hasil uji ketelitian klasifikasi pada penelitian ini yaitu 85.19 % dengan rincian pada vegetasi kopi dengan kerapatan rendah tingkat ketelitiannya 100%, sedangkan pada kerapatan sedang dan tinggi masing-masing tingkat ketelitiannya 80% dan 64.71%. Hasil estimasi pada penelitian ini diperoleh nilai luas perkebunan kopi 24.384,85 ha menghasilkan produksi 16.672,73 to

    KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT AKIBAT PERKEMBANGAN PARIWISATA KAWASAN PARANGTRITIS

    Get PDF
    Perkembangan pariwisata menimbulkan pengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berada di kawasan pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui perubahan penggunaan lahan Kawasan Parangtritis tahun 2003-2013 (2) mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat akibat perkembangan pariwisata Kawasan Parangtritis. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Overlay Matriks Dua Dimensi dan wawancara menggunakan metode pengambilan sampel acak sederhana dengan kuesioner terbuka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan pariwisata di Kawasan Parangtritis menyebabkan perubahan penggunaan lahan yaitu perubahan yang paling luas adalah penggunaan lahan gumuk pasir menjadi penggunaan lahan perdagangan/jasa seluas 15,92 Ha dan penggunaan lahan permukiman menjadi penggunaan lahan perdagangan/jasa seluas 25,03 Ha. Kondisi sosial ekonomi masyarakat menunjukkan sebanyak 50% responden mendapatkan pekerjaan baru, 13,33% responden memiliki pendapatan diatas 2 juta pada tahun 2013 dan peningkatan keikutsertaan masyarakat dalam organisasi sebesar 32%

    KAJIAN EROSI PANTAI DI KAWASAN PANTAI MUARAREJA KOTA TEGAL, PROVINSI JAWA TENGAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses erosi pantai di Pantai Muarareja serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dan merumuskan strategi penanganan erosi pantai yang tepat. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui proses erosi di daerah penelitian. Penentuan erosi atau akresi didasarkan dari hasil perhitungan indeks G0, analisis citra menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS), serta pengamatan kondisi di lapangan. Sedangakan konsep penanggulangan erosi dan pengelolaan wilayah pesisir terpadu dianalisa melalui studi literatur. Proses dominan di daerah penelitian berdasar perhitungan indeks G0 ialah akresi. Sedangakan analisis DSAS menggunakan metode End Point Rate dan Linear Regression Rate pada citra tahun 2004-2015 menunjukkan hasil erosi. Rata-rata laju perubahan garis pantai dengan metode EPR sebesar -1,019 m/th sedangkan LRR sebesar -0,758 m/th. Erosi pantai dapat ditangani dengan beberapa cara diantaranya melalui pembuatan pelindung pantai buatan dan penanaman pelindung alami pantai

    KAJIAN KERAWANAN LONGSOR TEBING SUNGAI CODE DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (STUDI KASUS : PENGGAL SUNGAI CODE ANTARA BANTENG-GONDOLAYU)

    Get PDF
    Longsor tebing sungai merupakan salah satu jenis longsor yang disebabkan oleh aliran sungai ataupun aliran lahar yang berasal dari letusan gunungapi. Kota Yogyakarta yang dilewati oleh Sungai Code dan memiliki permukiman yang padat berpotensi mengalami longsor tebing sungai, terutama aliran antara Banteng-Gondolayu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peta kerawanan longsor tebing sungai dan mengetahui faktor penyebabnya serta pengelolaannya.Metode dalam penelitian ini yaitu pengolahan data dan survey lapangan. Data yang digunakan adalah data derajat kelengkungan sungai, kemiringan tebing, penggunaan lahan dan jarak dari sungai. Pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling dengan data peta, citra penginderaan jauh dan pengukuran lapangan. Analisis data dengan metode scoring dengan parameter penyebab longsor tebing sungai sebagai acuan dan analisis hasil dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif serta divalidasi dengan cek lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa area kerawanan longsor tebing sungai adalah sangat rendah seluas 5.839 m2, rendah seluas 34.895 m2, sedang seluas 112.576 m2, tinggi seluas 56.717 m2 dan sangat tinggi seluas 7.476 m2. Faktor penyebab terjadinya longsor tebing sungai dominan dikontrol oleh derajat kelengkungan sungai dan kemiringan tebing sungai. Pengelolaan terhadap longsor tebing sungai di lokasi penelitian adalah dengan talud dan bronjong batu

    ANALISIS PENENTUAN LOKASI STRATEGIS (STUDI KASUS SHOWROOM FURNITUR DI KABUPATEN JEPARA)

    Get PDF
    Furnitur Jepara memiliki akses pasar yang sangat luas terhadap pasar lokal maupun internasional. Salah satu cara untuk merebutkan pasar adalah dengan memiliki showroom. Tujuan dari penelitian adalah untuk (1) Mengetahui karakteristik pemilik showroom. (2) Mengetahui lokasi strategis penempatan showroom. (3) Mengetahui faktor yang mempengaruhi penempatan lokasi showroom strategis dan (4) Mengetahui pengaruh lokasi showroom terhadap besarnya tingkat pendapatan.Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis karakteristik pemilik showroom dan lokasi showroom menurut presepsi responden. Analisis faktor digunakan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh dalam penentuan lokasi showroom. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara lokasi showroom dengan tingkat pendapatan.Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga faktor kuat yang mempengaruhi penentuan lokasi yaitu faktor perizinan, keamanan, dan faktor tempat. Lokasi representatif yang bisa ditentukan sebagai lokasi showroom strategis berada di Kecamatan Tahunan, disepanjang ruas jalan raya utama dan memiliki karakteristik berdekatan dengan pesaing

    PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH UNTUK PEMETAAN TERUMBU KARANG DI TELUK TOMINI BAGIAN KOTA GORONTALO

    Get PDF
    Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh di Indonesia berkembang pesat melalui pemanfaatan dalam kegiatan inventarisasi sumberdaya alam dan lingkungan. Namun, tidak demikian halnya untuk kelautan yang masih belum lama menggunakan teknologi penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan teknologi penginderaan jauh untuk ekstraksi data terumbu karang dan mengetahui sebaran lokasi serta kondisi terumbu karang di Teluk Tomini. Penelitian ini menggunakan salah satu aplikasi penginderaan jauh yaitu Landsat 8 untuk pemetaan terumbu karang. Pemrosesan citra dilakukan dengan algoritma Lyzenga untuk mengoreksi tubuh air (water column correction). Pengambilan sampel menggunakan metode transek garis. Uji akurasi dilakukan dengan menggunakan Matriks Konfusi. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan citra Landsat 8 untuk ekstraksi data terumbu karang. Selanjutnya proses ekstraksi ini digunakan untuk memetakan lokasi sebaran dan luasan terumbu karang yang ada di Teluk Tomini bagian Kota Gorontal

    ANALISA LANDSAT 5 DAN SRTM UNTUK IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI SEBAGAI LANGKAH AWAL PENENTUAN LOKASI POTENSI CEBAKAN HIDROKARBON DI SEBAGIAN PANTURA JAWA TENGAH

    Get PDF
    Eksplorasi awal penentuan potensi cebakan hidrokarbon sebelumnya banyak dilakukan dengan menggunakan survei langsung atau terestrial yang banyak memakan waktu dan biaya. Penggunaan citra optik penginderaan jauh dan model ketinggian atau permukaan bumi digital mulai meningkat, sebagai jawaban terhadap kebutuhan untuk penilaian yang lebih akurat dan efisien pada tahapan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi beberapa teknik pengolahan citra seperti band ratio, Principal Component Analysis (PCA), komposit false color, dan fusi citra yang menggabungkan Landsat 5 TM dengan SRTM untuk memberikan informasi sebagai dasar penentuan lokasi potensi cebakan hidrokarbon di sebagian Pantura Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis medan berupa informasi morfologi dan struktur geologi, yang diinterpretasi secara visual dan dilakukan cek lapangan. Hasil interpretasi kemudian dilakukan validasi menggunakan sumur minyak dan gas dan data seismik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa band ratio dapat membantu dalam mengidentifikasi kandungan mineral permukaan, sedangkan PCA dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis tutupan lahan dan pola kelurusan. Komposit false color saluran 457 (RGB) baik digunakan untuk interpretasi batuan dan struktur geologi, sedangkan fusi semua teknik pengolahan citra dengan DSM dapat digunakan untuk menentukan struktur geologi, jenis dan batas batuan. Penelitian ini menghasilkan empat area potensi cebakan hidrokarbon yang dikategorikan sebagai cebakan antiklinal. Integrasi dengan sumur minyak dengan gas menunjukkan tiga dari empat area potensi yang diidentifikasi dari citra terdapat sumur migas, sementara integrasi dengan data seismik menunjukkan bahwa dua lokasi interpretasi yang dilintasi jalur seismik menunjukkan bentukan cebakan hidrokarbon. Hal ini juga menunjukkan bahwa interpretasi citra memberikan hasil yang baik dan dapat digunakan untuk pemetaan geologi dalam eksplorasi awal sebagai dasar penentuan potensi cebakan hidrokarbon

    1,176

    full texts

    1,194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bumi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇