Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
1194 research outputs found
Sort by
PENGARUH DINAMIKA PENDUDUK TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA BARAT DAN JAWA TIMUR
Kondisi penduduk yang sangat dinamis tentu memberikan dampak pada kondisi ketahanan pangan suatu wilayah dan begitu pula sebaliknya. Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui perbedaan kondisi penduduk dan ketahanan pangan komoditas padi di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur serta 2) mengetahui pengaruh dinamika penduduk di kedua provinsi tersebut terhadap kondisi ketahanan pangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif menggunakan analisis regresi linier. Proyeksi ketahanan pangan digunakan untuk mengetahui kondisi pangan di Jawa Barat dan Jawa Timur hingga tahun 2035. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur termasuk dalam klasifikasi cukup tahan pangan pada tahun 2010. Keduanya sama-sama memiliki masalah pada pemanfaatan pangan dan aksesibilitas terhadap pangan. Di Jawa Timur kuantitas penduduk mempengaruhi ketersediaan padi. Kuantitas penduduk di kedua provinsi sama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kondisi pemanfaatan dan aksesibilitas pangan. Hingga tahun 2035 Jawa Barat akan mengalami rawan pangan sedangkan Jawa Timur akan tahan pangan
IDENTIFIKASI PERUBAHAN ZONA AGROKLIMAT METODE OLDEMAN DI PROVINSI JAWA BARAT
Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu sentra pertanian produksi pangan berbasis lahan sawah di Indonesia. Perubahan iklim mempengaruhi zona agroklimat di Jawa Barat yang berimbas pada perubahan pola tanam di lapangan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan zona agroklimat di Jawa Barat. Metode pengumpulan data hujan diperoleh dari BMKG dan BPSDA. Metode analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis yang diperoleh bahwa 85,5% zona agroklimat di Jawa Barat mengalami perubahan. Perubahan terbanyak adalah B1 menjadi C2. Tipe iklim B1 memiliki bulan basah berturut-turut 7—9 berubah menjadi iklim C2 yang memiliki bulan basah berturut-turut 5—6, dan mengalami peningkatan jumlah bulan kering berturut-turut dari kurang dari 2 bulan bertambah menjadi 2—3 bulan kering. Perubahan zona agroklimat B1 menjadi C2 terjadi di sebagian Kabupaten Sukabumi, Tasikmalaya, Cianjur, Garut, Purwakarta, Pangandaran, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Bekasi, Karawang, Ciamis, Bogor, Bekasi, Bandung Barat, dan Bandung
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN KOTA BEKASI
Kota Bekasi merupakan kota satelit Provinsi DKI Jakarta yang cukup dekat dengan wilayah Provinsi DKI Jakarta dengan luas wilayah yang cukup tinggi dibandingkan kota-kota satelit lainnya yaitu 210,49 km2. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi akan berdampak pada kebutuhan lahan permukiman yang tinggi sehingga banyak permukiman di Kota Bekasi yang dibangun tidak berdasarkan kondisi lingkungan yang baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan pengambilan sampel dan analisis kuantitatif dengan penerapan aplikasi SIG dengan cara interpretasi citra, cek lapangan, uji akurasi, pengolahan data, dan analisis data. Citra Landsat 8 dan pengolahan sistem informasi geografis mampu dalam mengekstraksi data parameter-parameter kesesuaian lahan permukiman dengan ketelitian 85,33% untuk penggunaan lahan, 90,67% untuk bentuklahan, dan 86,67% untuk kemiringan lereng. Kesesuaian lahan permukiman diperoleh dari pembobotan Weight of Evidence terhadap parameter-parameter kesesuaian lahan permukiman mempunyai hasil yaitu 38,42% sesuai untuk permukiman dan 61,58% tidak sesuai untuk permukiman di Kota Bekasi
KELAYAKAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI SEKITAR TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) PIYUNGAN, KABUPATEN BANTUL
Permukiman di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) tidak seharusnya terjadi karena dapat menurunkan kualitas permukiman. Tujuan penelitian ini yaitu : 1) mengidentifikasi karakteristik lingkungan permukiman di sekitar TPST Piyungan; 2) menentukan zonasi kelayakan; 3) mengidentifikasi faktor yang menentukan kelayakan; 4) merumuskan arahan kebijakan.Lokasi penelitian di Desa Sitimulyo, Bawuran, dan Wonolelo, Kabupaten Bantul. Pemilihan sampel menggunakan stratified proporsinal random sampling sebanyak 60 rumah. Penelitian menggunakan 33 indikator. Data utama dalah data primer yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara mengunakan kuesioner. Data diolah menggunakan model statistik, crosstab, dan zonasi dengan analisis frekuensi, spasial, tabulasi silang, dan deskripsi.Penelitian menghasilkan : 1) lingkungan permukiman sebagian besar masuk kategori sedang; 2) semakin mendekati TPST, permukiman semakin buruk; 3) faktor yang banyak menentukan kelayakan adalah pelayanan penerangan dan pengelolaan air limbah; 4) penanganan permukiman zona baik melalui pemugaran, permukiman zona sedang melalui peremajaan, dan permukiman zona buruk melalui pemukiman kembali
ANALISIS KUALITAS AIR PDAM TIRTA MANGGAR KOTA BALIKPAPAN
Kota Balikpapan menggunakan Waduk Manggar sebagai sumber utama air minum yang diolah PDAM Tirta Manggar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kualitas air mulai dari sumber air baku hingga kran pelanggan, kemudian dibandingkan dengan baku mutu air. Pengambilan sampel air menggunakan metode purposive sampling di Waduk Manggar, instalasi pengolahan air, dan kran pelanggan PDAM. Hasil analisis dibandingkan dengan baku mutu air bersih dan minum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.416/Menkes/Per/IX/1990 Tentang Persyaratan Kualitas Air Bersih dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/Menkes/Per/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Hasil menunjukkan bahwa kualitas air Waduk Manggar belum memenuhi syarat menjadi sumber air bersih bila dilihat dari syarat baku mutu air bersih, begitu pula dengan air di instalasi pengolahan dan air kran pelanggan PDAM. Perubahan kualitas air yang semakin baik terlihat dari sumber air baku hingga kran pelanggan pada masing-masing IPA, walaupun belum memenuhi semua persyaratan kualitas air
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM MENJAGA KELESTARIAN HUTAN DAN MENGELOLA MATAAIR DI DESA BEJI, KECAMATAN NGAWEN
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui dan mendeskripsikan kearifan lokal masyarakat Desa Beji dalam menjaga kelestarian hutan dan mengelola mataair, (2) mengetahui dan menganalisa dampak kearifan lokal masyarakat terhadap kelestarian hutan dan terhadap keberadaan sumber mataair di Desa Beji. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan teknik bola salju kepada informan kunci meliputi tetua adat, juru kunci hutan, Baladewi, dan masyarakat Desa Beji lainnya. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat Desa Beji dalam menjaga kelestarian hutan dan mengelola mataair berupa upacara adat, berbagai anjuran dan larangan lokal serta mitos. Kearifan lokal ini memberikan dampak positif terhadap Desa Beji, diawali dengan tumbuhnya kesadaraan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Selain itu, melalui Sadranan dan Rasulan masyarakat melakukan gotong-royong membersihkan desa, mataair, dan menanam pohon. Melalui kearifan lokal, masyarakat berhasil menjaga kelestarian hutan dan mataair, mencegah kegundulan hutan, bencana (erosi, banjir), dan terhindar dari masalah kesulitan air
DAYA DUKUNG TELAGA CEBONG UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI PERTANIAN KENTANG DI DESA SEMBUNGAN KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO
Air Telaga Cebong pada musim kemarau dimanfaatkan untuk pengairan pertanian kentang. Akan tetapi, belum terdapat informasi yang pasti mengenai kebutuhan air irigasi pertanian kentang di Desa Sembungan dan bagaimana kualitas air Telaga Cebong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kualitas air Telaga Cebong dan kebutuhan air irigasi pertanian kentang serta menganalisis daya dukung Telaga Cebong untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi pertanian kentang dari aspek kualitas dan kuantitas air.Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data kualitas air dengan parameter pH, TDS, TSS, N, P, K, DHL, BOD dan COD, data kebutuhan air irigasi, data batrimetri Telaga Cebong, data curah hujan, data suhu, dan data penggunaan lahan Desa Sembungan tahun 2015 yang berasal dari citra Google Earth. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang meliputi Metode STORET, SIR (Seasonal Irrigation Requirement) dan metode pemompaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Telaga Cebong yang diolah dengan menggunakan metode STORET nilainya -8 yang berarti baik, sehingga daya dukung secara kualitatifnya belum terlampaui. Hasil perhitungan kebutuhan air irigasi pada musim kemarau tahun 2015 secara teoritis dan aktual adalah 412.048.180 m3 dan 235.359,3 m3. Daya dukung Telaga Cebong secara kuantitatif adalah 0,00045 dan 0,78. Nilai tersebut menunjukkan bahwa daya dukung Telaga Cebong secara kuantitatif telah terlampaui
PERUBAHAN HUTAN MANGROVE TAHUN 2000-2015 DI SEGARA ANAKAN KAB. CILACAP JAWA TENGAH MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 7 ETM+ DAN 8 OLI
Segara Anakan adalah satu wilayah yang memiliki hutan mangrove yang luas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan citra Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI dalam memetakan hutan mangrove di Segara Anakan pada tahun 2000 – 2015, serta mengkaji perubahan hutan mangrove di Segara Anakan pada tahun 2000 - 2015. Penutup lahan dapat diklasifikasikan dengan menggunakan klasifikasi multispektral maksimum likelihood, transformasi indeks vegetasi NDVI digunakan untuk mengidentifikasi kerapatan kanopi mangrove. Penutup lahan memiliki akurasi 88,57 % sedangkan kerapatan memiliki maksimal akurasi 81,86%. Penutup lahan mangrove juga berubah menjadi penggunaan lahan lainnya mencapai 1821 ha. Kerapatan mangrove mengalami penurunan pada kerapatan rendah hingga sedang sebesar 510 ha dan 1404 ha, sedangkan kerapatan tinggi mengalami kenaikan sebesar 904 ha
OPERASIONALISASI KONSEP AMONG TANI DAGANG LAYAR UNTUK PEMBANGUNAN WILAYAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Konsep Among Tani Dagang layar merupakan gagasan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Persepsi yang disampaikan Gubernur dapat memiliki perbedaan pemahaman dengan SKPD sebagai pembuat program kegiatan. Penelitian ini bertujuan : (1) Mengidentifikasi keanekaragaman pemahaman SKPD terhadap konsep Among Tani Dagang Layar, (2) Mengidentifikasi program SKPD yang mendukung berjalannya konsep Among Tani Dagang Layar, (3) Mengidentifikasi kesesuaian antara pemahaman konsep Among Tani Dagang Layar dengan program yang dirancang.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan fenomena atau kondisi tertentu di suatu daerah. Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling dimana informan dipilih berdasarkan keterkaitan antara SKPD dengan Among Tani Dagang Layar. Hasil dari analisis indepth interview diperoleh tiga pemahaman terkait Among Tani Dagang Layar, yaitu ide, operasional dan tujuan, sedangkan hasil pengelompokkan program kegiatan SKPD meliputi program kegiatan berupa dokumen, program kegiatan konstruksi/pembangunan dan program kegiatan pemberdayaan masyarakat. Hasil analisis kesesuaian antara pemahaman dan program kegiatan 54% menunjukkan adanya keterkaitan, 33% tidak terkait dan 13% adanya keraguan atau lokasi tidak sesuai cakupan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN INDUSTRI KERAJINAN MARMER DI KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG
Kabupaten Tulungagung dijuluki sebagai kota marmer karena adanya sentra industri kerajinan marmer di Kecamatan Campurdarat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik industri, mengidentifikasi produk yang dihasilkan, mengidentifikasi arah distribusi produk, dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan industri. Penelitian ini menggunakan metode survey. Teknik pengambilan data dengan cara observasi, kuesioner, dan inventarisasi dokumen instansi. Pemilihan sampel secara purposive sampling. Teknik analisis secara statistik deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar pemilik industri adalah warga asli Campurdarat dengan usia rata-rata 41-50 tahun dengan pendidikan terkahir SMA, sebagian besar industri termasuk dalam industri kecil. Terdapat 24 macam produk yang dihasilkan, dengan produk favorit adalah lantai marmer dan wastafel. Arah distribusi hasil produksi kerajinan marmer paling tinggi adalah ke luar provinsi. Faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan industri marmer adalah modal cara pemasaran