Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
    1194 research outputs found

    Pola Pemanfaatan Uang Kompensasi Lahan oleh Masyarakat Terdampak Pembangunan Yogyakarta International Airport

    Get PDF
    Kebutuhan terhadap bandara dengan standar internasional yang layak menjadi latar belakang  pembangunan Yogyakarta International Airport. Pembangunan bandara diputuskan untuk berlokasi di Kecamatan Temon. Desa Glagah merupakan desa dengan luasan yang paling besar terdampak pembangunan yakni seluas 3.136.363  lahan milik warga digunakan untuk proyek pembangunan. Kompensasi diberikan kepada warga dalam bentuk uang sesuai dengan aset yang terdampak dan mendapat julukan ganti untung. Tujuan dari penelitian ini adalah menelaah pola pembelanjaan uang  dan investasi masyarakat terhadap uang ganti rugi yang didapat dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Terdapat tiga kelompok masyarakat yang terdampak yaitu masyarakat relokasi mandiri, relokasi pemerintah dan permukiman asli. Ketiga kelompok masyarakat tersebut mengalami perubahan sosial ekonomi yang berbeda. Perbedaan tersebut juga berdampak pada penggunaan uang ganti rugi yang berbeda. Penggunaan uang kompensasi dipengaruhi oleh usia, latar belakang pendidikan dan jumlah uang kompensasi yang didapat. Selain itu, faktor finansial juga berpengaruh dalam memutuskan pembelanjaan uang kompensasi

    Analisis Faktor-Faktor Ketertinggalan Wilayah di Kabupaten Sumbawa Barat

    Get PDF
    p style="text-align: justify;">Ketertinggalan wilayah merupakan kondisi dari wilayah yang belum atau kurang mengalami perkembangan dan pembangunan, ditandai dengan rendahnya kesejahteraan masyarakat, kualitas hidup manusia serta mengalami kem iskinan dalam berbagai bentuk. Kabupaten Sumbawa Barat termasuk dalam kategori Daerah Tertinggal menurut Perpres Nomor 131Tahun 2015-2019. Tujuan penelitian yaitu mengetahui desa-desa tertinggal menggunakan analisis deskriptif dan pengolahan SPSS (analisis faktor) sehingga mampu disusun strategi pengembangan wilayah menggunakan analisis deskriptif, kemudian disusun strategi menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi desa tertinggal didominasi oleh desa di wilayah pesisir dan pegunungan yang letaknya jauh dari pusat ibukota kabupaten , serta faktor yang terbentuk yaitu sarana prasarana (lembaga keterampilan, angkutan umum), sumberdaya ekonomi (unit usaha jasa, jumlah industri kecil & rumah tangga), aksesibilitas (jarak dari ibukota kecamatan dan kabupaten), perekonomian masyarakat (jenis bahan bakar untuk memasak, jumlah peserta program pemerintah), karakteristik daerah (kerawanan gempa dan longsor) dan sumberdaya manusia(angka kematian, jumlah penyandang cacat dan migrasi keluar).

    Pengaruh Industri Olahan Ikan Bandeng Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Pemilik Industri di Kecamatan Juwana

    Get PDF
    p style="text-align: justify;">Kecamatan Juwana merupakan penghasil ikan bandeng terbesar yang ada di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Hal tersebut tentunya dapat mempengaruhi kesejahteraan para pemilik industri yang menggunakan bahan baku ikan bandeng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik industri olahan ikan bandeng; memetakan sebaran spasial industri olahan ikan bandeng berdasarkan tenaga kerja, modal, dan hasil olahan produk; serta menganalisis kondisi kesejahteraan rumah tangga pemilik industri olahan ikan bandeng yang ada di Kecamatan Juwana.Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada pemilik industri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus, dan Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis crosstab.Hasil penelitian menunjukkan industri olahan ikan bandeng yang ada di Kecamatan Juwana sebanyak 18 industri. Mayoritas pemilik industri berada pada tingkat Keluarga Sejahtera III (KS III) dan Keluarga Sejahtera III Plus (KS III+). Sebaran industri olahan ikan bandeng di Kecamatan Juwana terjadi secara mengelompok, yang mayoritas berada di desa Dukutalit. Besarnya jumlah pendapatan, banyaknya jumlah produksi yang dihasilkan, dan besarnya modal yang digunakan oleh pemilik industri tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraannya.

    Kajian Kerentanan Fisik Alami Pesisir Sekitar Muara Sungai Bogowonto

    Get PDF
    Sekitar muara Sungai Bogowonto merupakan pesisir dengan tingkat abrasi dan genangan yang cukup tinggi karena dipengaruhi oleh aktivitas air sungai dan energi yang berasal dari Samudra Hindia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik pesisir dan menganalisis tingkat kerentanan fisik pesisir di sekitar muara Sungai Bogowonto.  Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif menggunakan Indeks Kerentanan Pesisir (IKP) berdasarkan variabel berupa karakteristik fisik pesisir. Data diperoleh dari pengamatan dan pengukuran pada 19 titik sampel serta mengunakan data sekunder dari BMKG Stasiun Meteorologi di Cilacap untuk data pasang surut dan muka air laut serta ekstraksi foto udara Sekitar Muara Sungai Bogowonto tahun 2002 untuk mengetahui perubahan garis pantai. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat 6 karakteristik fisik alami pesisir yaitu gelombang, perubahan garis pantai, pasang surut dan kenaikan muka air laut, geomorfologi dan kemiringan gisik. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh rerata skor kerentanan fisik alami di daerah penelitian sebesar 18,68 atau berada pada kelas kerentanan fisik alami pesisir yang sedang. Kelas kerentanan fisik pesisir daerah penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya upaya untuk melakukan mitigasi baik bersifat struktural dan non struktural, serta untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk mengamati dinamika pesisir dalam kurun waktu yang lama agar dapat diketahui historis kejadian yang berbahaya atau yang dapat menyebabkan bencana dan kerugian

    Pemanfaatan Foto Udara Format Kecil (Fufk) Inframerah Berwarna Untuk Identifikasi Usia Tanam Dan Kemasakan Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum) Di Sebagian Kecamatan Gamping, Godean Dan Prambanan

    Get PDF
    Teknologi penginderaan jauh khususnya foto udara format kecil dengan menggunakanwahana udara tanpa awak di Indonesia semakin lama semakin maju, salah satunya untuk kajianbidang perkebunan. Tanaman tebu (Saccharum officinarum) merupakan salah satu komoditasperkebunan tanaman pangan yang penting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1)mengetahui proses akuisisi data, (2) mengetahui karakteristik tebu berdasarkan nilai pantulan spektral dan (3) untuk identifikasi kondisi usia tanam dan tingkat kemasakan tanaman tebu.Metode penelitian yang digunakan yaitu akusisi data yang dilakukan adalah pemotretanudara tegak dengan menggunakan wahana terbang Bixler 2 yang membawa sensor kamerainframerah dekat Canon IXUS 140. Pengambilan data lapangan kadar zat gula dalam batangtanaman tebu menggunakan alat brixmeter.Hasil pemotretan udara inframerah dekat dapat dilakukan analisis Gr een NormalizedDifference Vegetation Index (GNDVI), faktor kemasakan (FK) dan usia tanam dari tanamantebu. Secara umum, keseluruhan titik sampel di semua wilayah kajian mempunyai nilai GNDVIyang cukup rendah (mendekati 0) dan nilai FK yang rendah pula (d ibawah 25). Hal inimenggambarkan bahwa keseluruhan kebun tebu yang menjadi objek kajian penelitian sudahmemasuki fase generatif dengan umur 10-12 bulan dan memasuki masa panen

    Citra Worldview-2 Untuk Analisis Hubungan Genangan dan Habitat Tikus Terhadap Kasus Leptospirosis di Kabupaten Bantul

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan citra Worldview-2 dalam mengekstraksi parameter potensi genangan dan habitat tikus, memetakan potensi genangan dan habitat tikus dan menganalisis hubungan genangan dan habitat tikus terhadap kasus Leptospirosis di Kecamatan Jetis, Imogiri, Bambanglipuro, dan Pundong.Data yang digunakan adalah data primer seperti citra satelit Worldview-2 dan Citra Landsat-8 serta data sekunder. Pengolahan data menggunakan interpretasi visual. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik overlay, analisis crosstab, dan analisis deskriptif dengan analisis Somers.Hasil penelitian menunjukkan akurasi interpretasi parameter penggunaan lahan sebesar  89,36% dan tekstur tanah sebesar 72,34%. Peta potensi genangan menunjukkan potensi dominan terdapat di penggunaan lahan sawah dan badan air. Sedangkan potensi habitat tikus dominan terdapat di penggunaan lahan permukiman. Analisis korelasi antara kasus Leptospirosis dengan genangan air menunjukkan korelasi sangat lemah (p <0,005; 0,120), sedangkan analisis korelasi kasus Leptospirosis dengan habitat tikus terdapat hubungan negatif (p <0,005; -0223)

    PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP BISNIS WARALABA MINIMARKET DI DUSUN PRAYAN KULON, SOROPADAN, SLEMAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keragaman persepsi masyarakat terhadap bisnis waralaba minimarket di Dusun Prayan Kulon, Soropadan, Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memfokuskan pada analisis keragaman persepsi masyarakat terhadap bisnis waralaba minimarket melalui survey lapangan yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif yaitu observasi, wawancara secara mendalam dan penelaahan dokumen untuk mendapatkan informasi di lapangan.Hasil kajian diperoleh dari berbagai informasi yang berasal dari narasumber di lapangan. Terdapat penolakan dari warga terhadap pembangunan bisnis waralaba minimarket di wilayah tersebut yang disebabkan oleh: (1) Komunikasi dan Sosialisasi yang kurang baik, (2) Masalah Perizinan, (3) Kekhawatiran terjadi persaingan usaha terhadap warung tradisional. Perlu sinergi dari berbagai stakeholder seperti pemerintah daerah, perusahaan minimarket, dinas terkait, dan masyarakat agar tercipta situasi yang saling menguntungkan. Perusahaan minimarket sebaiknya menyertakan partisipasi masyarakat dalam hal pemberdayaan sumberdaya manusia

    KAJIAN DEBIT BANJIR AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI SUB DAS BELIK, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Sub DAS Belik merupakan Daerah Tangkapan Air berada di daerah perkotaan Yogyakarta dan Sleman. Banjir sering terjadi ketika musim penghujan akibat berkembangnya lahan terbangun kedap air. Penelitian bertujuan mengkaji perubahan penggunaan lahan secara spasial dan temporal pada tahun 2003 dan 2012, menghitung besar debit banjir dihubungkan dengan kapasitas sungainya, dan menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap debit banjir. Metode interpretasi citra untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan. Analisis frekuensi kala ulang 2, 5, 10, dan 20 tahun serta rumus Mononobe untuk menghitung intensitas hujan, debit banjir dihitung dengan metode rasional. Kapasitas sungai dihitung dengan metode slope-area. Debit banjir meningkat pada semua DTA. Kapasitas sungai DTA Karangwuni, Klebengan, Lembah, dan Klitren tidak mampu menampung debit, kapasitas sungai DTA utama sebesar 36,07 m3/detik mampu menampung debit kala ulang 2 tahun. Peningkatan koefisien rata-rata sebesar 5,17 % - 16,28 %. Debit banjir yang tidak dapat tertampung di sungai mengakibatkan banjir dan genangan di daerah kajian saat musim penghujan

    ANALISIS KEMAMPUAN KLASIFIKASI BERBASIS OBYEK UNTUK PEMETAAN PENUTUP LAHAN SEBAGIAN KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN CITRA GEOEYE-1 MULTISPEKTRAL PAN-SHARPERNED

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Memetakan obyek penutup lahan skala detil dengan metode interpretasi visual dan klasifikasi berbasis obyek 2) Analisis kemampuan klasifikasi berbasis obyek dalam memetakan obyek penutup lahan. Penelitian ini menggunakan citra GeoEye-1 tahun perekaman 2009. Klasifikasi berbasis obyek menggunakan algoritma multiresolution segmentation untuk tahap segmentasi, dan nearest neighbor untuk tahap klasifikasi. Hasil klasifikasi berbasis obyek akan dibandingkan dengan hasil interpretasi visual kemudian dianalisis untuk mendapatkan informasi kemampuan klasifikasi berbasis obyek dalam memetakan obyek penutup lahan. Hasil perbandingan klasifikasi memperlihatkan klasifikasi berbasis obyek hanya mampu memetakan obyek yang sama dengan klasifikasi dengan interpretasi visual sebesar 46,37% pada skema klasifikasi tingkat IV dan 71,05% pada tingkat I. Hasil ini memperlihatkan bahwa kemampuan klasifikasi berbasis obyek dipengaruhi oleh jumlah obyek penutup lahan yang dipetakan, dimana klasifikasi berbasis obyek memiliki hasil yang semakin buruk ketika memetakan lebih banyak obyek penutup lahan

    KAJIAN PENGOLAHAN CITRA ALOS AVNIR-2 UNTUK ESTIMASI KANDUNGAN AIR KANOPI VEGETASI (CANOPY WATER CONTENT) DI SEBAGIAN WILAYAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji data multispektral yaitu Citra ALOS AVNIR-2 untuk estimasi kandungan air permukaan kanopi vegetasi (CWC) di sebagian daerah hutan Kabupaten Gunungkidul, mengetahui kemampuan dan akurasi beberapa metode yang digunakan yaitu NDVI, NDWI, dan aritmatik saluran/band. Hasil pengolahan citra menggunakan pemodelan regresi linier sederhana antara nilai indeks hasil pengolahan citra dengan pengukuran CWC di lapangan menunjukkan bahwa data citra ALOS AVNIR-2 dapat digunakan untuk estimasi kandungan air kanopi. Metode yang melebihi batas nilai yang diterima dan dapat digunakan dengan akurasi yang cukup yaitu metode NDVI, aritmatik saluran R/NIR, dan B/NIR baik pada analisis jenis vegetasi campuran maupun pada jenis vegetasi kayuputih. Persamaan regresi dari indeks aritmatik saluran R/NIR pada citra ALOS AVNIR-2 menghasilkan nilai r 0,470 dan R2 0,221 dengan akurasi 59,05% pada jenis vegetasi campuran, serta pada jenis vegetasi kayuputih menghasilkan nilai r 0,604 dan R2 0,365 dengan akurasi 63,96%

    1,176

    full texts

    1,194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bumi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇