Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
1194 research outputs found
Sort by
Analisis Perbedaan Perubahan Penggunaan Lahan Pertanian Menjadi Lahan Terbangun Di Daerah Pinggiran Kota Dan Desa-Kota
Kecamatan Depok dan Kecamatan Ngaglik merupakan daerah pinggiran kota dan desa-kota yang masif perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan terbangunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi luas dan jenis perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi terbangun di Kecamatan Ngaglik dan Kecamatan Depok, menganalisis perbedaannya, dan menganalisis kebijakan tata ruangnya. Metode yang digunakan adalah dengan overlay peta penggunaan lahan pertanian pada tahun 2012 dan 2018 dan uji beda SPSS. Pola perubahan penggunaan lahan dilakukan dengan melihat asosiasi dengan penggunaan lahan eksisting terdekat dan analisis tetangga terdekat dengan ArcGIS. Overlay juga dilakukan dengan peta zona. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan terbangun baik di Kecamatan Ngaglik dan Kecamatan Depok didominasi perubahan lahan pertanian menjadi lahan perumahan. Perubahan luas lebih besar di Kecamatan Ngaglik dibanding di Kecamatan Depok, tetapi tidak berbeda signifikan. Lahan pertanian di kedua kecamatan masih banyak diproteksi namun banyak pula yang belum sesuai arahan tata ruangnya
Studi Kerentanan Airtanah Menggunakan Metode Sintacs Di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul
Kecamatan Banguntapan merupakan salah satu daerah pinggiran kota yang terdampak dari adanya perkembangan Kota Yogyakarta. Hal ini berpotensi pada meningkatnya risiko pencemaran airtanah. Penerapan metode SINTACS. Hasil penilaian dan pemetaan kerentanan airtanah menunjukkan bahwa tingkat kerentanan airtanah intrinsik dan spesifik terdiri atas tiga kelas yaitu sangat rendah, cukup tinggi, dan sangat tinggi dengan nilai indeks kerentanan airtanah berturut-urut berkisar antara 113,875 – 146,375 dan 119,875 – 151,4. Hasil analisis matriks dan korelasi antara konsentrasi nitrat dengan tingkat kerentanan airtanah intrinsik dan spesifik menunjukkan nilai yang rendah. Rendahnya hasil validasi tersebut dikarenakan terdapat parameter yang kurang sesuai dengan kondisi lokasi penelitian yaitu infiltrasi dan konsentrasi nitrat serta adanya keterbatasan akses saat pandemi sehingga variasi penggunaan lahan saat pengambilan sampel airtanah terbatas. Parameter yang menjadi faktor dominan yang memengaruhi tingkat kerentanan airtanah di Kecamatan Banguntapan berdasarkan hasil analisis sensitivitas parameter tunggal adalah kedalaman muka airtanah
Penyerapan Tenaga Kerja pada Sektor Industri Pengolahan di Provinsi Jawa Barat
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyerapan tenaga kerja pada sektor industri pengolahan di Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yaitu analisis data sekunder. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat. Adapun analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini mencakup angkatan kerja, jenis kelamin, kelompok umur, pendidikan, jam kerja, status pekerjaan utama, dan jenis pekerjaan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan mampu menyerap angkatan kerja paling banyak kedua setelah perdagangan besar dan eceran. Penyerapan angkatan kerja terbanyak berada di Kabupaten Bekasi, sedangkan penyerapan angkatan kerja paling sedikit berada di Kota Cirebon. Angkatan kerja yang terserap di industri pengolahan didominasi oleh penduduk laki-laki. Pekerja industri pengolahan didominasi oleh pekerja yang berusia 20-44 tahun dan berpendidikan SD/sederajat, SLTP/sederajat dan SLTA/sederajat. Rata-rata industri pengolahan di Jawa Barat menerapkan 35 jam lebih dalam seminggu untuk bekerja. Status pekerjaan pada industri pengolahan didominasi oleh buruh/karyawan/pegawai. Pekerja industri pengolahan paling banyak menempati posisi sebagai pekerja pengolahan, kerajinan & Yang Berhubungan Dengan Itu (YBDI), operator & perakit mesin, dan pekerja kasar
Pengaruh Pembangunan Manusia Terhadap Kinerja Ekonomi Menurut Kabupaten/Kota di Indonesia
Pembangunan manusia di Indonesia dalam tren yang meningkat pada beberapa tahun terakhir. Pembangunan manusia bisa menjadi faktor meningkatnya kinerja ekonomi suatu daerah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembangunan manusia terhadap kinerja ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada kabupaten/kota di Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis regresi robust. Kondisi pembangunan manusia kabupaten/kota di indonesia sedang mengalami kesenjangan. Kesenjangan terjadi antara Indonesia bagian timur da n bagian barat. Kinerja ekonomi kabupaten/kota di Indonesia mengalami fluktuasi. Suatu kabupaten/kota bisa mengalami penurunan dan kenaikan PDRB dalam 2 tahun beruntun. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan PDRB dan pertumbuhan PDRB per kapita. Namun pembangunan memiliki pengaruh terhadapa persentase penduduk miskin. Pembangunan manusia yang semakin naik mampu menekan angka persentase penduduk miskin di Indonesia. Angka harapan hidup dan rata-rata lama sekolah merupakan variabel penyusun IPM yang mempunyai pengaruh terhadap persentase penduduk miskin
¬Distribusi Spasial Kebahagiaan Penduduk Di Indonesia Tahun 2017
Indeks Kebahagiaan dibuat sebagai salah satu alternatif upaya untuk mengetahui kondisi kesejahteraan penduduk. Indonesia memiliki Indeks Kebahagiaan yang disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur kondisi kebahagiaan penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengetahui pola serta autokorelasi distribusi kebahagiaan penduduk Indonesia berdasarkan Indeks Kebahagiaan Indonesia 2017. Analisis distribusi kebahagiaan penduduk dilakukan dengan menginterpretasi peta distribusi kebahagiaan dan menggunakan statistik spasial autokorelasi dengan metode Global Moran’s I. Berdasarkan hasil analisis peta distribusi diketahui bahwa persebaran Indeks Kebahagiaan provinsi tidak terkonsentrasi pada salah satu bagian wilayah tertentu di Indonesia. Hasil analisis autokorelasi spasial distribusi Indeks Kebahagiaan menunjukkan tidak adanya autokorelasi yang signifikan pada distribusi Indeks Kebahagiaan provinsi di Indonesia
Monitoring Perubahan Kondisi Danau Periode 2014, 2017, Dan 2020 Berbasis Citra Landsat 8 Oli Multitemporal : Studi Kasus Danau Rawapening
Danau Rawapening adalah danau yang berada di Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Bawen, Tuntang, Ambarawa, dan Banyubiru. Kualitas air pada Danau Rawapening perlu diketahui baik itu secara kualitas maupun kuantitasnya sebagai sumberdaya air untuk makhluk hidup di sekitarnya. Salah satu faktor penyebab permasalahan pada Danau Rawapening adalah tingkat kualitas perairan sehingga menyebabkan pendangkalan, penyusutan luas, dan persebaran vegetasi air. Tujuan dari penelitian ini adalah memantau perubahan sebaran vegetasi air, konsentrasi TSS, dan SDT tahun 2014, 2017, dan 2020. Distribusi TSS dan SDT di Danau Rawapening dapat diamati melalui Citra Landsat 8 OLI periode perekaman 7 Maret 2014, 16 April 2017, dan 24 April 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan algoritma NSMI sebagai pembanding dengan data TSS lapangan dan untuk SDT menggunakan analisis regresi dari saluran merah dengan data SDT lapangan. Penelitian ini menghasilkan nilai regresi untuk TSS R² = 0,7229, sedangkan untuk SDT R² = 0,8489
Konsentrasi Spasial Industri Pengolahan di Kabupaten Klaten Tahun 2019
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pertumbuhan sektor industri pengolahan di Kabupaten Klaten, mengidentifikasi jenis industri unggulan di Kabupaten Klaten, serta menganalisis konsentrasi spasial industri pengolahan unggulan di Kabupaten Klaten. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan sektor industri pengolahan relatif cepat. Sektor industri pengolahan unggulan di Kabupaten Klaten adalah sektor tekstil, mebel/furnitur, Barang logam dan pakaian jadi. Konsentrasi spasial industri pengolahan unggulan dominasi berada di Kecamatan Ceper
Analisis Pengaruh Kerapatan Tajuk Untuk Estimasi Produksi Kopi Menggunakan Citra Sentinel 2-A : Studi Kasus Kebun Kopi Di Sebagian Kawasan Hutan Bkph Candiroto Perum Perhutani
Agroforestri pada area kajian penelitian merupakan kombinasi antara tanaman berkayu dengan tanaman perkebunan yang dikelola oleh Perum Perhutani. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui hubungan antara kerapatan tajuk pada naungan kopi dengan indeks kerapatan vegetasi di sebagian kawasan hutan BKPH Candiroto dengan citra Sentinel 2-A, 2) Mengetahui hubungan antara indeks kerapatan vegetasi dengan produksi kopi dengan citra Sentinel 2-A di sebagian kawasan hutan BKPH Candiroto, 3) Mengetahui akurasi estimasi produksi kopi dengan menggunakan citra Sentinel 2-A di perkebunan kopi di sebagian kawasan hutan BKPH Candiroto. Hasil pengolahan citra Sentinel 2-A menunjukkan bahwa indeks vegetasi yang memiliki akurasi tertinggi untuk persentase kerapatan tajuk dan produksi kopi adalah indeks vegetasi SAVI. Indeks vegetasi dengan persentase kerapatan tajuk memiliki nilai korelasi sebesar 64,38% dan kesalahan estimasi sebesar 45,18%. Indeks vegetasi dengan produktivitas kopi memiliki nilai korelasi sebesar 65,42% dan kesalahan estimasi sebesar 15,52%. Pemodelan produktivitas kopi keseluruhan dari perkebunan kopi sebagian kawasan hutan BKPH Candiroto Perum Perhutani tahun 2018 menunjukkan hasil yang overestimate sebesar 1566kg/Ha dengan akurasi sebesar 0,56%
Estimasi Konsentrasi Particulate Matter 10 (PM10) Menggunakan Citra Landsat 8 OLI di Kawasan Jabodetabek Tahun 2017-2019
Kegiatan monitoring kualitas udara perlu dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan monitoring lingkungan, dalam hal ini udara sebagai kebutuhan vital bagi keberlangsungan makhluk hidup terutama manusia. Pemanfaatan data penginderaan jauh dalam monitoring kualitas udara dibutuhkan untuk menunjang keterbatasan metode berbasis stasiun dalam melakukan pengukuran kualitas udara. Salah satu parameter indikator pengukuran kualitas udara adalah PM10. Penelitian ini bertujuan untuk menilai akurasi data citra Landsat 8 OLI untuk memodelkan konsentrasi PM10 di Kawasan Jabodetabek. Metode Aerosol Retrieval Algorithm digunakan dalam memodelkan konsentrasi PM10 berdasarkan hubungan linier antara nilai pantulan atmosferik ( ) pada saluran tampak Landsat 8 OLI yang meliputi saluran biru, hijau, dan merah dengan data PM10 lapangan. Uji akurasi model dilakukan dengan metode SEE. Hasil menunjukkan bahwa metode Aerosol Retrieval Algorithm dapat digunakan dalam memodelkan konsentrasi PM10 yang ditunjukkan dengan nilai akurasi model yang tinggi. Perolehan nilai SEE yang rendah sebesar 4.94031, menyebabkan nilai akurasi tinggi sebesar 91.87% hingga 93.13%
Identifikasi Tingkat Perkembangan Wilayah dan Pusat Pertumbuhan di Provinsi Riau
Provinsi Riau memiliki potensi sumberdaya yang berbeda tiap wilayah dan dikelola menyesuaikan dengan karakteristik wilayah. Hal ini menimbulkan keterpusatan dan ketimpangan pembangunan di Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi TPW, mengidentifikasi pusat pertumbuhan, dan mengetahui hubungan pusat pertumbuhan dengan indikator perkembangan wilayah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat pertumbuhan merupakan wilayah yang memiliki indeks skalogram tinggi, indeks sentralitas tinggi, nilai gravitasi tinggi dan adanya kebijakan pembangunan nasional maupun provinsi