Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
1194 research outputs found
Sort by
Hubungan Belanja Modal dan Pelayanan Publik Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara
Belanja modal merupakan belanja pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik sebagai prioritas pembangunan daerah di Provinsi Sumatera Utara. Adanya otonomi daerah mengharuskan pemerintah daerah mengelola keuangan daerahnya sendiri dan memenuhi kebutuhan masyarkatnya. Kemampuan pemerintah daerah untuk mengelola keungan daerah akan menentukan besar belanja modal sebagai bentuk investasi dengan penambahan aset. Ketersediaan fasilitas publik dapat terpenuhi dengan adanya belanja modal yang dilakukan pemerintah sehingga pelayanan publik yang maksimal dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi belanja modal dan pelayanan publik kabupaten/kota di provinsi Sumaera Utara, serta hubungannya. Penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif, korelasi pearson, dan analisis kuadran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar belanja modal dan pelayanan publik kabupaten/kota di provinsi Sumatera Utara secara umum masih dibawah rata-rata dan keduanya memiliki hubungan yang signifikan, positif, namun bersifat lemah. Kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara didominasi oleh tipe wilayah yang belanja modal dan pelayanan publiknya dibawah rata-rat
Diversifikasi penghidupan petani pasca erupsi Merapi tahun 2010 di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman
Keberlanjutan penghidupan masyarakat bergantung pada strategi penghidupan yang dibentuk oleh masyarakat dalam beradaptasi dengan wilayahnya untuk bertahan hidup termasuk beradaptasi dengan adanya ancaman bencana dalam hal ini adalah erupsi Merapi.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi diversifikasi penghidupan yang dikembangkan petani di Desa Kepuharjo dalam menghadapi ancaman bencana erupsi dan mengidentifikasi peranan diversifikasi penghidupan petani sebagai strategi baru untuk menghadapi ancaman bencana. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan deduktif dan menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa diversifikasi yang dilakukan masyarakat sudah terjadi sebelum terjadinya erupsi dengan sektor pekerjaan terbatas. Diversifikasi dikembangkan masyarakat ke sektor non-pertanian setelah erupsi terjadi.Diversifikasi seluruh anggota keluarga sehingga dikatakan sebagai strategi baru yang berhasil meningkatkan taraf hidup. Tetapi diversifikasi masih dilakukan didalam wilayah desa sehingga penghidupan masyarakat masih terancam oleh bencana erupsi
Peran Stakeholders Dalam Pengembangan Ekonomi Lokal (Kasus : Komoditas Salak Pondoh Di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman)
Salah satu potensi unggulan di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman yaitu komoditas salak pondoh. Keberhasilan pengembangan komoditas salak pondoh ini merupakan pengaplikasian dari konsep pengembangan ekonomi lokal. Pengembangan ekonomi lokal ini melibatkan pemerintah daerah dan kelompok berbasis masyarakat dalam mengelola sumberdaya yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh, peran dari stakeholder terhadap pengembangan ekonomi lokal di Kecamatan Turi, serta menjelaskan strategi dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis komoditas salak pondoh di Kecamatan Turi. Metode yang digunakan adalah dengan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitan didapatkan bahwa peran yang paling dominan didapat dari Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Kabupaten Sleman yaitu sebagai fasilitator dan policy creator. Sedangkan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Sleman yaitu sebagai fasilitator. Gapoktan sebagai koordinator dan pelaksana, serta petani sebagai pelaksana. Strategi yang digunakan yaitu perbaikan dan peningkatan kualitas produksi salak pondoh, pengembangan pasar, serta pemerataan peran dari stakeholder pendukung bagi petani mandiri
Perbedaan Upah Menurut Jenis Kelamin Pekerja Sektor Industri Pengolahan Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015
Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang mengandalkan sektor industri pengolahan. Permasalahan yang muncul adalah terdapat perbedaaan upah antara pekerja perempuan dan pekerja laki-laki di sektor tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan upah menurut kabupaten/kota, wilayah perkotaan/perdesaan, pendidikan, jam kerja, lama bekerja, dan jenis pekerjaan ditinjau dari jenis kelamin. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif menggunakan tabel silang dan chi square test. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara upah dan jenis kelamin. Selain itu, terdapat perbedaan upah pekerja menurut kabupaten/kota, wilayah perkotaan/perdesaan, pendidikan, jam kerja, lama bekerja, dan jenis pekerjaan ditinjau dari jenis kelami
Hubungan Kinerja Keuangan Daerah Dan Investasi Dengan Ekonomi Wilayah Provinsi Jawa Tengah
Pembangunan ekonomi merupakan proses perbaikan kinerja ekonomi dan kelembagaan. Investasi bekerja sebagai katalisator dan alternatif pembiayaan pembangunan. Era otonomi daerah memberi dampak keleluasaan dan persaingan menarik investasi melalui kebijakan, pelayanan dan branding. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja ekonomi wilayah, keuangan daerah dan investasi serta menganalisis hubungan kinerja keuangan daerah dan investasi dengan kinerja ekonomi wilayah Provinsi Jawa Tengah tahun 2017. Metode yang digunakan dengan deskriptif kuantitatif melalui teknik analisis indeks komposit dan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan terjadi variasi kinerja ekonomi wilayah, keuangan daerah dan investasi. Kinerja ekonomi wilayah dan keuangan daerah kota lebih baik daripada kabupaten. Kondisi perekonomian Jawa Tengah bagian tengah adalah yang terburuk, terjadi kesenjangan kota dan kabupaten dalam ketergantungan fiskal dan prioritas belanja modal serta realisasi investasi yang terkonsentrasi pada beberapa daerah saja. Tidak terdapat hubungan yang signifikan kinerja keuangan daerah dan investasi dengan kinerja ekonomi wilayah karena nilai signifikansi sebesar 0,08 dan 0,092
Strategi Penghidupan Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Stasiun Lempuyangan, Kota Yogyakarta
Pedagang Kaki Lima di stasiun Lempuyangan merupakan gambaran dari sektor informal di perkotaan. Kebijakan pemerintah melalui menteri perhubungan berupa larangan berdagang di stasiun kereta api memberikan pengaruh dalam kondisi penghidupan pedagang kaki lima serta strategi penghidupan yang diambil. Kondisi penghidupan pedagang kaki lima diketahui dari sumberdaya berupa asset, akses dan aktivitas yang dimiliki. Kombinasi dari sumberdaya ini menentukan strategi penghidupan yang akan dilakukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui kondisi penghidupan pedagang kaki lima, 2) mengetahui strategi penghidupan yang dilakukan oleh pedagang kaki lima. Penelitian ini menggunakan metode yang terdiri dari analisis kuisioner, wawancara, dokumentasi dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 informan yaitu pedagang kaki lima di stasiun Lempuyangan. Terdapat tiga tipologi strategi penghidupan pedagang kaki lima, yaitu strategi survival, akumulasi dan strategi konsolidasi
Kajian Persebaran Pasir Besi Dengan Pendekatan Bentuklahan Di Pesisir Ciheras, Kabupaten Tasikmalaya
Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi bentuklahan, kandungan unsur besi dan jenis mineral besi, persebarannya unsur besi serta potensinya. Metode yang digunakan adalah survey lapangan untuk analisis bentuklahan, pengambilan sampel dan analisis X Ray Fluorensce. Bentuklahan asal proses marine di wilayah penelitian dikonfigurasi oleh tiga jenis bentuklahan diantaranya bentuklahan gisik, bentuklahan beting gisik, dan swale. Kandungan besi pada titik di bentuklahan gisik secara berurutan G1-G5 adalah sebesar 47.4%, 40.3%, 22.2%, 39.7%, dan 15.2%. Sedangkan pada bentuklahan beting gisik kandungan unsur besi pada BG1-BG5 adalah sebesar 35.8%, 51.2%, 37.5%, 33.2%, dan 25.4%. Mineral besi yang terkandung secara umum didominasi dengan keberadaan mineral magnetit, ilmenit dan hematit. Persebaran unsur besi di wilayah penelitian memiliki kecenderungan semakin suatu titik menjauhi sumber material, maka kandungan unsur besi akan semakin rendah. Rata-rata kandungan unsur besi pada beting gisik lebih tinggi dibandingkan pada gisik dikarenakan terdapat vegetasi yang lebih banyak pada bentuklahan beting gisi
Kajian Perkembangan Pelabuhan dan Transportasi Laut di Daerah Perbatasan Pulau Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kaltara
Pulau Nunukan sebagai pusat transportasi laut jalur internasional di Kabupaten Nunukan, membutuhkan pengembangan infratruktur pelabuhan dan transportasi laut yang baik dapat menghubungkan satu daerah dengan daerah yang lain. Pengembangan infrastruktur transportasi laut ini dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat, perkembangan kegiatan ekonomi, dan perkembangan wilayah Kabupaten Nunukan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji perkembangan prasarana pelabuhan dan transportasi laut, beserta orientasi jalur kegiatan ekspor impor di Pelabuhan Tunon Taka di Pulau Nunukan, Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik analisis triangulasi dan teknik analisis deskriptif statistik. Perkembangan prasarana pelabuhan meningkat dengan fasilitas yang mendukung. perkembangan transportasi laut dan kegiatan ekspor impor secara umum mengalami peningkatan hingga tahun 2015, namun menurun pada tahun 2016, karena pengalihan beberapa kapal ke Pelabuhan Peyeberangan Sungai Jepun yang mulai beroperasi. Orientasi jalur komoditas ekspor hingga ke ke Malaysia, Philipina, Jepang, Taiwan, Vietnam, India dan Bangladesh, sedangkan jalur impor dari Malaysia
Analisis Keberlanjutan Usahatani Tanaman Mendong Di Kecamatan Minggir Kabupaten Sleman
Tanaman mendong merupakan bahan baku untuk pembuatan kerajinan maupun souvenir seperti tikar, dompet, keranjang, tas, dan alas kaki. Apabila usahatani mendong semakin berkurang tentunya berpengaruh terhadap sektor lain yaitu industri kerajinan. Untuk itu keberlanjutan usahatani mendong penting di teliti agar dapat meminimalisir pengaruh negatif ke sektor lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik sosial ekonomi petani yang masih melanjutkan usahatani mendong dan petani yang sudah tidak melanjutkan usahatani mendong, dan mengetahui persepsi petani terhadap keberlanjutan usahatani mendong di daerah kajian. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dengan metode wawancara. Pemilihan lokasi sampel dilakukan dengan metode purposive yakni di Desa Sendangsari dan Desa Sendangagung. Penelitian dilakukan secara sensus terhadap petani yang masih menanam mendong dan petani yang sudah tidak menanam mendong. Metode analisis dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif yang terdiri dari analisis tabel frekuensi, amalisis tebel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani yang masih menanam mendong dan petani yang sudah tidak menanam mendong memiliki karakteristik sosial ekonomi yang cenderung hampir sama. Perbedaannya hanya pada keaktifan dalam kelompok tani, petani yang masih menanam mendong cenderung lebih aktif daripada petani yang sudah tidak menanm mendong. Tingkat persepsi petani yang masih menanam mendong dan petani yang sudah tidak menanam mendong terhadap keberlanjutan usahatani mendong sebagian besar memiliki persepsi sedang
Perilaku Petani Dalam Pengelolaan Lahan Pertanian Di Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman
Indonesia merupakan negara Agraris yang memiliki variasi lahan pertanian sangat beragam, yang dapat dipengaruhi faktor geografis dan sosial budaya masyarakat. Kondisi tersebut mempengaruhi jenis pertanian dan cara pengelolaan masyarakat terhadap lahan pertanian. Untuk itu perilaku petani dalam mengelola lahan pertanian menarik untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) mengetahui pola pemanfaatan lahan pertanian di Desa Sumberharjo, 2) mengetahui perilaku petani dalam mengelola lahan pertanian, 3) mengetahui faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap perilaku petani dalam pengelolaan lahan pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalalah survey dengan menggunakan data primer melalui wawancara. Pengambilan sampel responden dari petani secara proporsional random sampling dengan mempertimbangkan jumlah petani tiap dusun di Desa Sumberharjo, jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 95 responden petani dan penentuan sampel responden secara simpel random sampling. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan Pola pemanfaatan lahan pertanian di Desa Sumberharjo adalah padi-padi-palawija, dengan jenis tanaman yang dominan diusahakan adalah tanaman padi. Perilaku Petani di Desa Sumberharjo dalam mengelola lahan pertanian berdasarkan variabel yang digunakan secara keseluruhan melakukan tindakan-tindakan yang optimal. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku petani dalam mengelola lahan yaitu tingkat Pendidikan, keikutsertaan petani mengikuti penyuluhan, dan pendapatan petani