Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
1194 research outputs found
Sort by
Analisis Ketersediaan Air Hujan untuk Kebutuhan Air Domestik di DAS Jono, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul
DAS Jono yang terletak di Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta merupakan daerah kritis ketersediaan air domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji neraca air DAS Jono, mengkaji besar kebutuhan air domestik, dan menganalisis ketersediaan air hujan untuk kebutuhan air domestik DAS Jono. Nilai ketersediaan air meteorologis diperoleh melalui perhitungan neraca air model Thornthwaite-Mather. Nilai kebutuhan air domestik diperoleh melalui metode wawancara terstruktur di lapangan . DAS Jono memiliki ketersediaan air mencapai 4,5 juta m³/tahun, sedangkan kebutuhan air domestiknya 62.079 m3 / tahun sehingga memiliki nilai surplus sebesar 4,4 juta m3 / tahun. Kebutuhan air domestik DAS Jono dalam satu tahun dapat terpenuhi dari bulan Desember hingga Mei, sedangkan pada bulan Juni hingga November mengalami defisit air. Wilayah yang mengalami defisit air bersih pada bulan kemarau terdapat pada wilayah lereng hingga puncak perbukitan yaitu di wilayah pedukuhan Karangjengking dan Ngel
Monitoring Kejadian Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kecamatan Gondokusuman Dan Sekitarnya Daerah Istimewa Yogyakarta
p style="text-align: justify;">Penyakit demam berdarah di Yogyakarta masih banyak dijumpai saat ini meskipun sudah ditemukan sejak tahun 1972. Hal ini dikarenakan belum ditemukannya metode efektif untuk memberantas demam berdarah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) memetakan persebaran kejadian demam berdarah di Kecamatan Gondokusuman secara multitemporal, 2) mengetahui pola persebaran penyakit demam berdarah di Kecamatan Gondokusuman akumulasi dari tahun 2013 sampai tahun 2017, 3) mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap pola kejadian demam berdarah. Metode yang digunakan untuk memetakan kejadian demam berdarah adalah geotagging, nearest neighbor analysis, korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran kejadian demam berdarah secara multitemporal tidak menentu. Pola spasial kejadian Demam Berdarah akumulasi dari tahun 2013-2017 adalah mengelompok dengan Nearest Neighbour Ratio sebesar 0.932034. Korelasi parameter dengan pola kejadian umumnya sangat rendah namun parameter yang memiliki korelasi tertinggi diantara parameter yang digunakan adalah kerapatan vegetasi (r=0.113).
Kajian Spasio-Temporal Volume Dan Laju Kendaraan Untuk Identifikasi Kemacetan Lalu Lintas Di Jalan Lingkar (Ringroad) Daerah Istimewa Yogyakarta Menggunakan Volunteered Geographic Information Dan Video Udara
Jalan Lingkar (Ringroad) merupakan jalan yang terletak di pinggiran Kota Yogyakarta. Jalan Lingkar saat ini merupakan salah satu jalan dengan tingkat kemacetan yang tinggi. Kemacetan yang ada di Jalan Lingkar disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya disebabkan oleh volume kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi titik kemaceten berdasarkan volume dan kecepatan kendaraan pada waktu pagi, siang, dan sore. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis yang bersifat deskriptif berdasarkan data penginderaan jauh menggunakan Video Udara dan Volunteered Geographic Information (VGI) berupa Google Maps. Hasil yang diperoleh adalah kecepatan kendaraan dibagi kedalam kelas cepat, sedang, agak lambat, dan lambat. Volume kendaraan dibagi kedalam kelas sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Pada umumnya jalan yang menuju Kota Yogyakarta memiliki kecepatan yang rendah dan volume yang tinggi pada waktu pagi dan berkebalikan pada waktu sore dan juga untuk jalan yang keluar dari Kota Yogyakart
Pola Spasiotemporal Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2018
Kriminalitas merupakan segala bentuk tindakan atau perbuatan yang merugikan serta melanggar hukum yang berlaku di Indonesia. Analisis pola spasiotemporal dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi tingginya kasus kriminalitas. Analisis spasiotemporal dapat dilakukan dengan menggunakan metode Kernel Density sehingga dapat merepresentasikan tingkat kepadatan kejadian tindak kriminal curanmor. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan lokasi kejadian tindak kriminal curanmor dan (2) menganalisis pola spasial kejadian tindak kriminal curanmor di D.I Yogyakarta Tahun 2018 Data yang digunakan yaitu koordinat lokasi yang diperoleh dari proses geocoding alamat kejadian tindak kriminal. Hasil dari penelitian ini yaitu peta lokasi kejadian tindak kriminal curanmor, peta pola spasial, dan peta pola spasiotemporal kejadian tindak kriminal curanmor Tahun 2018. Peta tersebut menunjukan bahwa daerah yang memiliki kepadatan kejadian tindak kriminal curanmor paling tinggi yaitu di sebagian Kecamatan Depok, dimana berada di sekitar pusat kota dan jalan utam
Pemanfaatan Citra Sentinel 2 MSI untuk Pemetaan Status Trofik di Waduk Mrica, Kabupaten Banjarnegara
Status trofik adalah indikator kesuburan perairan yang ditandai dengan kandungan nutrien pada suatu perairan. Penginderaan jauh mampu menyajikan informasi spasial terkait status trofik sehingga pemanfaatan waduk bagi masyarakat dapat berjalan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan status trofik di Waduk Mrica menggunakan TSI Carlson dengan 3 parameter yaitu kejernihan, klorofil-a, dan fosfor menggunakan Citra Sentinel 2 MSI di Waduk Mrica, Banjarnegara. Ketiga parameter diekstrak menggunakan citra dengan membangun model empiris dari saluran citra dan selanjutnya dilakukan analisis statistik korelasi dan regresi untuk menghasilkan rumus empiris setiap model. Hasil penelitian menghasilkan Peta Distribusi Kejernihan, klorofil-a, dan fosfor dengan akurasi dan R² masing-maisng 74,52%, R² 0,941; 16%, R² 0,41; dan 39,86%, R² 0,91. Hasil pemataan status trofik menghasilkan 4 kelas yaitu mesotrofik, eutrofik ringan, eutrofik sedang, dan eutrofik berat. Eutrofik berat mendominasi wilayah waduk seluas 259,52 Ha, eutrofik sed
Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Tingkat Kerentanan Wilayah terhadap Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Blora Kabupaten Blora
Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan Citra Pleiades dalam mengekstraksi parameter lingkungan terkait kejadian DBD, mengetahui pola kasus, mengkaji hubungan kejadian DBD dengan parameter lingkungan, dan menentukan tingkat kerentanan DBD. Citra Pleiades tahun 2015 digunakan untuk mengekstrak parameter lingkungan. Parameter house index(HI) jentik, dan CH diperoleh dari data sekunder. Pola sebaran DBD dianalisis dengan metode Average Nearest Neighbor, hubungan parameter lingkungan dengan kejadian DBD dianalisis dengan metode Rank Spearman, dan penentuan peta kerentanan ditentukan dengan metode overlay kuantitatif berjenjang. Hasil penelitan menunjukkan Citra Pleiades dapat dimanfaatkan untuk mengekstraksi parameter lingkungan terkait DBD dengan ketelitian peta PL 91,9% dan peta kepadatan penduduk 82,16%. Pola sebaran DBD menunjukkan clustering dan parameter yang berpengaruh terhadap kejadian DBD yaitu kepadatan permukiman, kepadatan penduduk, pola permukiman, dan curah hujan. Yang tidak berpengaruh yaitu HI jentik dan jarak permukiman dari sungai. Peta kerentanan menunjukkan terdapat 3 kelas kerentanan yaitu kelas tidak rentan, rentan, dan sangat renta
Pemanfaatan Transportasi Berbasis Aplikasi Online pada Mobilitas Mahasiswa UGM
Yogyakarta memiliki daya tarik dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan. Interaksi dan aktivitas mampu memicu terciptanya mobilitas dalam kalangan pelajar dan mahasiswa, terutama mahasiswa UGM. Mobilitas ditempuh menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk transportasi online yang semakin dibutuhkan peranannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik demografis dan mobilitas mahasiswa UGM pengguna transportasi online, serta faktor yang menyebabkan mahasiswa UGM menggunakan jasa transportasi online. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan menggunakan kuisioner yang ditujukan kepada mahasiswa aktif UGM tahun ajaran 2017/2018. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan statistik korelasi. Mahasiswa pengguna didominasi oleh mahasiswi usia produktif, memasuki tahun perkuliahan akhir, berasal dari luar kota Yogyakarta dengan pengeluaran Rp 500.000 - Rp 1.000.000 per bulan. Transportasi online merupakan transportasi sekunder bagi mahasiswa UGM karena penggunaannya tidak signifikan dan termasuk dalam kelompok pemenuhan kebutuhan choice. Penggunaan didominasi oleh maksud perjalanan menuju rumah. Pengeluaran menjadi faktor utama yang menyebabkan mahasiswa menggunakan transportasi online
Kajian Kerawanan Tanah Longsor pada Objek Pariwisata Swafoto Di Desa Wisata Mangunan, Dlingo, Bantul
Desa Wisata Mangunan memiliki potensi wisata yang sedang berkembang pesat berupa ekowisata swafoto. Secara fisik, wilayah tersebut memiliki potensi lain berupa ancaman bencana longosr. Untuk itu perlu dilakukan sebuah kajian mengenai kerawanan longsor di daerah tersebut yang bertujuan mengidentifikasi tingkat kerawanan longsor pada objek pariwisata swafoto di Desa Wisata Mangunan, Dlingo, Bantul. Penentuan tingkat kerawanan longsor menggunakan metode tumpang susun dari lima parameter (curah hujan, kemiringan lereng, geologi, kedalaman tanah dan penggunaan lahan) yang ada. Bobot masing-masing parameter dicari dengan metode Analytical Heirarcy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Objek wisata yang berada pada tingkat kerawanan tinggi sebanyak lima objek, yaitu Watu Lawang, Hutan Pinus Sari, Seribu Songgo Langit, Jurang Tembelan dan Kebun Buah Mangunan. Objek wisata dengan tingkat kerawanan sedang dan rendah sebanyak dua objek, yaitu Telaga Giri dan Bukit Mojo serta bukit Panguk dan Watu Mabur
Kajian Kerentanan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Pesisir Terhadap Erosi Pantai di Pantai Trisik, Kulonprogo, DIY
Pantai Trisik merupakan pantai yang berada tepat di Barat muara Sungai Progo. Akibat frekuensi erosi pantai yang intensif terjadi, pesisir menjadi rentan terancam keberlanjutan perkembangannya. Penelitian ini mempunyai tujuan mengidentifikasi dampak erosi pantai dan menganalisis kerentanan sosial ekonomi akibat dampak erosi pantai di Pantai trisik, Kulonprogo. Penilaian kerentanan menggunakan metode Spatial Multi Crieria Evaluation (SMCE) pada software ILWIS dengan tiga skenario yaitu skenario sosial, skenario ekonomi, dan skenario equal. Variabel sosial adalah pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, status penduduk, dan waktu domisili dan variabel ekonomi adalah pekerjaan dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak erosi pantai terbesar terjadi sekitar 10 tahun yang lalu dan tidak terlalu berdampak ke pertanian penduduk.Hasil penilaian kerentanan menunjukkan bahwa semakin dekat rumah dengan pantai maka tingkat kerentanan semakin tinggi dan sebaliknya semakin jauh rumah dari pantai maka tingkat kerentanan semakin rendah
Kontribusi Pendapatan Usahatani Lahan Tegalan terhadap Total Pendapatan Rumah Tangga Petani di Desa Candirejo Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kepala rumah tangga petani petani, komoditas yang paling banyak ditanam pada lahan tegalan dan kontribusi pendapatan dari usahatani lahan tegalan terhadap total pendapatan rumahtangga tani di Desa Candirejo. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dengan metode observasi dan wawancara. Pemilihan responden dalam penelitian ini dilakukan secara random sampling terhadap 127 kepala rumah tangga petani. Metode analisis dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif yang terdiri dari analisis tabel frekuensi dan analisis tebel silang. Data yang dihasilkan disajikan dalam bentuk tabulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kepala rumah tangga petani di Desa Candirejo mayoritas berusia produktif tetapi masih memiliki pendidikan yang rendah yaitu SD/sederajat. Komoditas Palawija yaitu jagung merupakan komoditas yang paling sering ditanam dan memiliki jumlah produksi yang paling tinggi di lahan tegalan yaitu sebesar 136,20 Ton per tahun. Kontribusi pendapatan rumah tangga petani dari usahatani lahan tegalan masih tergolong sedang sebesar 34,40 persen dan lebih kecil daripada pendapatan usahatani non lahan tegalan tetapi lebih besar daripada pendapatan dari luar usahatan