Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
1194 research outputs found
Sort by
Penerapan Citra Sentinel 2a Dan Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Erosi Menggunakan Pemodelan Musle Di Das Kaligesing, Purworejo
Degradasi fungsi lahan menjadi penyebab utama erosi, karena tanah kehilangan resistansinya sehingga menjadi rentan terhadap pengangkutan tanah oleh limpasan. Menerapkan citra sentinel 2A, DEM Terrasar X dan system informasi geografis untuk penyusunan parameter pemodelan MUSLE dengan tujuan mengestimasi erosi di DAS Gesing Purworejo. Penelitian ini berfokus pada ekstraksi parameter bentang lahan citra sentinel 2A dan DEM Terrasar X untuk menerapkan pemodelan MUSLE yang dimodikasi parameter limpasan dan direvisi formula kelerengannya. Parameter yang dibutuhkan dalam formula MUSLE antara lain debit dan tebal limpasan, kelerengan, pengolahan tumbuhan dan konservasi tanah, dan erodibiltas. Hasil estimasi erosi menunjukan DAS Gesing masih dominan dengan erosi ringan yaitu 16-60 ton/ha/tahun. Berdasarkan uji statistik regresi berganda di peroleh parameter yang menyumbang pengaruh erosi terbesar adalah kelerengan 72,9%, sedangkan faktor pengolahan vegetasi dan konservasi tanah dan erodibilitas hanya menyumbang masing masing 5% dan 0,15%
Kajian Perubahan Lahan Pertanian Menjadi Lahan Pertambangan Batukapur Terhadap Kesejahteraan Rumahtangga Petani Kecamatan Ponjong
Aktivitas pertambangan batukapur yang berlangsung terus-menerus menyebabkan berubahnya penggunaan lahan di Kecamatan Ponjong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) luas lahan pertanian yang berubah menjadi lahan pertambangan batu kapur, dan (2) kondisi kesejahteraan rumahtangga petani terdampak perubahan lahan pertanian menjadi lahan pertambangan batu kapur. Data dalam penelitian diperoleh dengan metode observasi lapangan untuk data primer, yakni wawancara terstruktur (kuesioner) terhadap sampel responden yang dipilih secara purposive random sampling, validasi dan plotting koordinat penggunaanlahan, dan untuk data sekunder diperoleh dengan mengumpulkan data dari instansi terkait. Data yang disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan tabel silang (crosstab) dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) aktivitas pertambangan batu kapur di Desa Bedoyo dan Desa Karangasem dalam periode tahun 2012-2017 menyebabkan peningkatan luas lahan pertambangan sebesar 60.378,5m2 dengan mengurangi luas lahan pertanian sebesar 18.512,77m2 di Desa Bedoyo, dan 60.321,93m2 dengan mengurangi luas lahan pertanian sebesar 15.216,3m2 di Desa Karangasem. (2) Perubahan lahan pertanian menjadi lahan pertambangan batu kapur di Kecamatan Ponjong berpengaruh positif terhadap kesejahteraan rumahtangga petani, diketahui dari pendapatannya yang mengalami peningkatan dengan semakin luasnya lahan pertambanga
Pemetaan Kualitas Air Berdasarkan Parameter Fisik Total Suspended Solid Dan Suhu Permukaan Laut Sebagian Perairan Teluk Jakarta Menggunakan Citra Landsat 8 Oli/Tirs
Teluk Jakarta dikenal sebagai salah satu perairan di Indonesia yang memiliki aktivitas manusia yang tinggi. Aktivitas ini menimbulkan permasalahan berupa limbah yang mencemari perairan sehingga kualitas airnya menurun. Citra Landsat 8 OLI/TIRS dapat dimanfaatkan untuk pemantauan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan band visible dan band thermal pada citra Landsat 8 dalam mengestimasi dan menganalisis kualitas air berdasarkan parameter fisik pada perairan Teluk Jakarta secara spasial. Parameter fisik yang digunakan adalah muatan padatan tersuspensi (TSS) dan suhu permukaan laut . Estimasi nilai TSS menggunakan persamaan Normalized Difference Suspended Sediment Index (NDSSI) sedangkan suhu menggunakan persamaan band 10. Hasil persamaan NDSSI memiliki hasil akurasi yang kecil sehingga dibuat persamaan baru. Pembuatan model baru dilakukan dengan membuat regresi antara nilai reflektan band visible, band ratio (BR) serta persamaan Normalized Suspended Material Index (NSMI) dengan nilai TSS dilapangan. Hasil nilai determinansi (R2) atau R Square tertinggi terdapat pada persamaan band 5 sebesar 0.0382 dengan uji akurasi Standard Error of Estimate (SE) adalah 111.76 mg/L. Hasil ekstraksi suhu pada band 10 memiliki nilai determinansi sebesar 0.0625 dangan hasil uji akurasi SE sebesar 1.18 0C. Kedua hasil tersebut menunjukkan akurasi yang sangat kecil. Kualitas air pada Teluk Jakarta didominasi oleh kualitas air tercemar sedang. Distribusi kualitas air yang rendah terpusat pada wilayah yang dekat dengan daratan dan kualitas air semakin tinggi mendekati perairan lepa
Klasifikasi Berbasis Objek untuk Pemetaan Penutup Lahan
Pemetaan penutup lahan yang banyak dilakukan masih menggunakan citra optis. Kemungkinan terganggu tutupan awan sangat besar karena Indonesia merupakan negara tropis. Solusinya, digunakan citra radar yang dapat menembus tutupan awan. Namun, kelemahan citra radar yaitu terdapat salt and paper yang dapat mempegaruhi nilai piksel sehingga perlu dilakukan klasifikasi yang tidak hanya mempertimbangkan nilai piksel yaitu klasifikasi berbasis objek. Tujuan penelitian ini adalah melakukan segmentasi, klaisifkasi serta mehitung akurasinya. Citra yang digunakan adalah Citra Sentinel-1A. Proses segmentasi menggunakan algoritma multiresolusi segmentasi. Proses klasifikasi menggunakan algoritma rule set. Berdasarkan hasil penelitian, segmentasi terbaik memiliki bobot paremeter saluran masukan 1, 0.5, 1, bobot parameter keluaran 25, bobot parameter bentuk 0.3 dan bobot parameter kekompakan 0.9. Klasifikasi dilakukan dengan menyusun rule set dengan memperhatikan nilai feature space warna pada gabungan saluran polarisasi VV+VH. Nilai akurasi klasifikasi teknik overlay menghasilkan akurasi sebesar 57%.P
Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Harga Lahan Di Kota Bogor
Lahan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Pertambahan jumlah penduduk juga dapat meningkatkan kebutuhan manusia atas lahan. Pemenuhan kebutuhan tersebut menyebabkan lahan menjadi komoditas yang memiliki elastisitas sempurna. Hal itu menyebabkan harga lahan menjadi semakin tinggi seiring bertambahnya permintaan terhadap lahan. Pembangunan pesat pada kawasan perkotaan memperparah kondisi tersebut dengan perkembangan dan perubahan secara fisik, terutama pada pengunnan lahan, aksesibilitas dan pemenuhan fasilitas umum. Analisis korelasi dan analisis regresi berganda digunakan untuk dapat melihat seberapa besar pengaruh dan hubungan antara perubahan penggunaan lahan, aksesibilitas dan juga fasilitas umum terhadap perubahan harga lahan yang terjadi di Kota Bogor antara tahun 2010 dan tahun 2015
Kajian Karakteristik Habitat Ikan Belanak Di Muara Sungai Bogowonto
Penelitian ini dilakukan di wilayah Muara Sungai Bogowonto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik habitat dan lokasi habitat ideal untuk ikan belanak. Muara Sungai Bogowonto dibagi menjadi empat zona berdasarkan batimetrinya. Setiap zona dianalisis parameter habitatnya untuk mengetahui karakteristik habitat pada masing-masing zona. Nilai parameter habitat kemudian dikomparasikan dengan nilai habitat ideal. Karakteristik habitat belanak di Muara Sungai Bogowonto memiliki nilai suhu sebesar 28,6 - 29,8⁰C, kecerahan 31 – 100 cm, salinitas 18,2 - 20,9%, pH 7,92 – 8,12, DO 8,1 – 9,1 mg/L, dan persentase bahan organik 5,4% – 10,8%. Hasil komparasi menunjukkan bahwa wilayah Muara Sungai Bogowonto merupakan habitat ideal belanak dengan parameter pembatas pH, oksigen terlarut, dan bahan organik. Hasil pemetaan habitat ideal belanak dengan menggunakan faktor pembatas suhu dan salinitas menunjukkan bahwa Zona 2, 3, dan 4 merupakan wilayah habitat ideal bagi ikan belanak
Kajian Kualitas Pelayanan Trans Jogja di Beberapa Jalur di Kota Yogyakarta dan Sekitarnya Berdasarkan Persepsi Penumpang
Trans Jogja merupakan sistem dari semi-transportasi bus cepat yang beroperasi di Provinsi D.I. Yogyakarta sejak Maret 2008. Program penambahan rute baru Trans Jogja menjadi lebih detail dan lebih menyeluruh dilakukan pada tahun 2017. Namun pada kenyataannya, pemanfaatan Trans Jogja masih kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi layanan Trans Jogja pada jalur 1A, 3A, 8, dan jalur 10, mendeskripsikan karakteristik penumpang Trans Jogja jalur 1A, 3A, 8, dan jalur 10, serta membandingkan kualitas pelayanan Trans Jogja pada jalur baru dan jalur lama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dari tabel serta grafik dengan pengumpulan data melalui observasi checklist sarana prasarana Trans Jogja, wawancara mendalam kepada pihak pengelola, serta pengisian kuesioner kepada 100 penumpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perkembangan yang signifikan dari ketiga variabel Trans Jogja dari segi kuantitas serta kualitas sejak awal operasional tahun 2008 hingga penambahan jalur pada tahun 2017. Penumpang Trans Jogja didominasi oleh masyarakat yang berasal dari Kab. Sleman berjenis kelamin perempuan dengan umur rata-rata 25-55 tahun dan memiliki pekerjaan sebagai IRT atau pelajar/mahasiswa. Alasan penumpang memilih Trans Jogja secara berturut-turut adalah murah, akses mudah, aman, dan lainnya. Tidak terdapat perbedaan kualitas pelayanan yang signifikan antara jalur baru (jalur 8 dan jalur 10) dengan jalur lama (jalur 1A dan jalur 3A). Kedua jalur memiliki kualitas pelayanan dengan kriteria “baik” pada setiap dimens
Perubahan Penggunaan Lahan Dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Sekitar Hartono Mall
Wilayah pinggiran kota merupakan wilayah dengan perkembangan dinamis sehingga menyebabkan alih fungsi lahan. Perubahan penggunaan lahan memiliki konsekuensi yang dapat mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data yang digunakan terdiri dari penggunaan lahan, karakteristik sosial, dan ekonomi masyarakat yang berfokus pada tahun 2012,2016, dan 2018. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Unit analisisnya adalah dusun paling dekat dengan lokasi Hartono Mall. Pengumpulan data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, studi literatur, dan kajian dokumen. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan periode 2012-2018 menghasilkan perubahan 45,6 hektar. Perubahan bentuk paling dominan terjadi dari sawah irigasi menjadi perumahan sebesar 18,4 hektar. Hasil perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat mengalami peningkatan pada variabel keikutsertaan masyarakat sebanyak 30 responden. Hasil variabel lainnya cenderung mengalami peningkatan pada variabel pendapatan di kategori sangat tinggi bertambah 14 responden dan mata pencaharian meningkat 23 responden pada sektor perdagangan
Pengaruh Penggunaan Lahan di Sempadan Sungai Progo Bagian Tengah Terhadap Kualitas Air dan Aliran Permukaan
Sempadan sungai merupakan kawasan lindung untuk melindungi fungsi sungai. Penggunaan lahan di sempadan sungai akan mempengaruhi kondisi kualitas air dan aliran permukaan yang dapat mengganggu fungsi sungai. Penelitian dilaksanakan di segmen Sungai Progo Bagian Tengah D.I. Yogyakarta sepanjang ± 16 km mulai dari Jembatan Klangon hingga Jembatan Kreo. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh penggunaan lahan di sempadan Sungai Progo terhadap aliran permukaan dan kualitas air. Pengukuran aliran permukaan dilakukan dengan metode Soil Conservation Service Curve Number SCS-CN. Parameter yang digunakan untuk menghitung aliran permukaan yakni penggunaan lahan, tekstur tanah, dan curah hujan harian tahun 2017. Hasil perhitungan aliran permukaan dengan tebal hujan 71,1 mm pada sawah sebesar 34,4 mm, kebun campuran 24,2 mm, tambang 20,5 mm, dan pada hutan sebesar 14,1 mm. Parameter kualitas air yang diukur berupa suhu, pH, TDS, TSS, DO, BOD,COD, fosfat, dan nitrat yang kemudian dibandingkan baku mutu air kelas Sungai Progo yang telah ditentukan Peraturan Daerah DIY Nomor 3 Tahun 201
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Manusia Terhadap Ketimpangan Wilayah di Kawasan Subosukawonosraten Tahun 2013-2017
Kawasan Subosukawonosraten memiliki pusat kegiatan ekonomi yang berada di Kota Surakarta sehingga perlu diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut supaya kesenjangan wilayah tidak semakin tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi setiap variabel, mengetahui hubungan antar variabel, mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia terhadap ketimpangan wilayah, dan merumuskan rekomendasi pengembangan wilayah. Data dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan analisis Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), ketimpangan wilayah, shift-share, korelasi pearson, tipologi hubungan, dan regresi data panel. Hasil persamaan regresi menunjukkan variabel pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh yang paling besar yaitu 3,60 persen, diikuti oleh variabel dummy berpengaruh sebesar 0,014 persen, dan pembangunan manusia memiliki pengaruh terhadap penurunan ketimpangan sebesar 0,003 persen. Rekomendasi pengembangan wilayah yang diberikan memperhatikan tipe wilayah, karakteristik wilayah, sektor pembentuk PDRB, dan disesuaikan dengan misi tiap kabupaten/kota yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)