Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
    1194 research outputs found

    Rantai Komoditas Beras Delanggu di Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten

    Get PDF
    Beras Delanggu yang berasal dari Kecamatan Delanggu merupakan salahsatu beras yang terkenal di Indonesia karen rasanya. Penjualan beras Delanggumembentuk suatu rantai komoditas. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis rantai komoditas beras Delanggu. Terdapat empat analisis rantaikomoditas yaitu (1) analisis struktur input output yang dipresentasikan sebagaiseperangkat nilai barang dan jasa yang berwujud dan tidak berwujud, (2)Analisis wilayah menggambarkan distribusi penjualan beras Delanggu, (3)analisis struktur pemerintahan yang menggambarkan sistem pemerintahan dalamrantai komoditas beras Delanggu (4) analisis konteks institusional yangmenggambarkan peran masing-masing aktor. Hasil penelitian ini menunjukanbahwa rantai terpanjang pada rantai komoditas beras Delanggu memiliki limamata ranta

    Kajian Potensi Airtanah Bebas Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Domestik Di Kecamatan Srandakan Bantul

    Get PDF
    p style="text-align: justify;">Airtanah merupakan kebutuhan pokok penduduk untuk memenuhi kebutuhan air domestik. Seiring berkembangnya Kecamatan Srandakan akibat dilalui oleh Jalan Jalur Lingkar Selatan (JJLS) terdapat peningkatan penurapan airtanah, sehingga potensi airtanah yang ada perlu dimanfaatkan dengan baik. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu (1) Mengetahui potensi airtanah di Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul yang ditinjau dari aspek kuantitas dan kualitas,(2) Mengetahui perbandingan proyeksi kebutuhan airtanah untuk domestik dengan potensi airtanah di Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul.Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini dengan  systematic random sampling. Perhitungan metode potensi airtanah menggunakan metode statis. Analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif dan spasial. Hasil  penelitian berupa potensi airtanah di daerah penelitian didominasi oleh potens airtanah tinggi. Potensi airtanah yang dinilai dari kualitas airtanahnya memenuhi syarat untuk kelas 1. Potensi airtanah yang dinilai dari segi kuantitasnya berdasaran hasil perhitungan potensi airtanah pada Kecamatan Srandakan bernilai 87.674.299  m3. Menurut hasil perhitungan imbangan airtanah dengan potensi airtanah yang tersedia di Kecamatan Srandakan bernilai surplus atau masih memiliki cadangan airtanah untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan air domestik hingga tahun 2050

    Kajian Indeks Kekritisan Air Secara Meteorologis Di DAS Gandu, Kabupaten Jepara

    Get PDF
    Wilayah DAS Gandu berada di Kabupaten Jepara yang diketahui terdapat riwayat bencana kekeringan. Kajian indeks kekritisan air di DAS Gandu bertujuan untuk melihat nilai ketersediaan air secara meteorologis di DAS Gandu dan nilai kebutuhan air dari sektor domestik, peternakan, dan pertanian dalam kurun waktu 10 tahun. Kajian nilai indeks kekritisan air di DAS Gandu digunakan untuk mengetahui neraca air di wilayah DAS Gandu dalam kurun waktu 10 tahun. DAS Gandu memiliki luasan sebesar 12,75 km2 dan didominasi oleh penggunaan lahan permukiman, nilai ketersediaan air didapatkan dengan metode neraca air meteorologis Thornthwaite – Matter yang membutuhkan nilai hujan wilayah, evapotranspirasi potensial dan Water Holding Capacity (WHC). Nilai kebutuhan air sangat dipengaruhi oleh luasan wilayah dan jumlah penduduk, perbandingan kebutuhan air dan ketersediaan air akan mendapatkan nilai indeks kekritisan air wilayah DAS Gandu. Nilai ketersediaan air pada tahun 2012 merupakan nilai terendah yang dipengaruhi oleh curah hujan bulanan, sedangkan nilai tertinggi ialah pada tahun 2017. Nilai kebutuhan air setiap tahunnya terus mengalami peningkatan dan didominasi oleh kebutuhan air untuk sektor pertanian. Perhitungan indeks kekritisan air menunjukan pada tahun 2012 DAS Gandu masuk dalam klasifikasi sangat kritis karena nilai indeksnya melebihi angka 100%, sedangkan pada tahun-tahun lainnya DAS Gandu memiliki nilai indeks dibawah 75%

    Ga Naar Indië: Migrasi Orang Eropa Di Hindia Belanda 1931—1937

    Get PDF
    Perkembangan ekonomi ekspor di Hindia Belanda meningkatkan migrasi orang Eropa ke Hindia Belanda. Krisis ekonomi dunia Depresi Besar terjadi pada dekade 1930-an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola migrasi orang Eropa ke Hindia Belanda tahun 1931—1937, mengidentifikasi dan menganalisis hubungan keadaan ekonomi Hindia Belanda terhadap migrasi orang Eropa, serta mengidentifikasi dan menganalisis keberadaan faktor migrasi selain ekonomi. Data migrasi dan ekspor-impor Hindia Belanda dianalisis secara kualitatif sedangkan keadaan politik dan lingkungan fisik diteliti melalui kajian literatur. Migrasi orang Eropa ke Hindia Belanda mengalami penurunan dan kenaikan pada dekade 1930-an dengan tujuan utama wilayah Jawa. Kondisi ekonomi Hindia Belanda berhubungan dengan migrasi orang Eropa. Tidak ditemukan kondisi politik atau lingkungan fisik yang berpengaruh selama periode penelitian. Kondisi migrasi ini berbeda dengan yang terjadi pada masa krisis ekonomi akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21

    Analisis Spasial Multi Kriteria Untuk Penentuan Prioritas Pemeliharaan Jalan Di Jalur Utara Kabupaten Boyolali

    Get PDF
    Jalur Utara Boyolali merupakan salah satu jalur yang mengalami kerusakan jalan paling parah di Kabupaten Boyolali. Supaya meningkatkan kualitas jalan diperlukan penentuan prioritas pemeliharaan jalan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan prioritas pemeliharaan jalan Jalur Utara Boyolali menggunakan metode analisis spasial multi kriteria. Citra Landsat 8 dan SRTM digunakan untuk ekstraksi parameter atau kriteria yang digunakan. Terdapat 6 kriteria yang digunakan dalam penelitian ini yakni kemiringan lereng, penggunaan lahan, tekstur tanah, lalu lintas harian rerata, curah hujan, dan indeks kebasahan. Pembobotan kriteria menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP) dengan membuat matriks perbandingan berpasangan. Terdapat lima kelas prioritas yakni mulai kelas pertama hingga kelima dengan panjang (km) berturut-turut adalah 20,110; 19,735; 11,460; 33,502; 21,321. Ruas jalan dengan potensi kerusakan tinggi dan memiliki prioritas paling tinggi adalah jalan Karanggede-Juwangi dan jalan provinsi dengan persentase sebesar 18,949%

    Kajian Potensi Mataair Untuk Kebutuhan Air Domestik Penduduk Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo

    Get PDF
    Air merupakan salah satu sumber daya alam yang vital baik untuk kehidupan flora, fauna, dan manusia di muka bumi maupun untuk kebutuhan manusia. Salah satu sumber daya air yang banyak dimanfaatkan penduduk didaerah kajian adalah mataair. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui distribusi dan karakteristik mataair di Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo, (2) Menganalisis potensi mataair di Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo, (3) Mengetahui pemenuhan kebutuhan air domestik untuk penduduk di Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengukuran langsung di lapangan yaitu koordinat mataair, pengukuran debit, dan wawancara kebutuhan air domestik. Data yang telah diolah kemudian dilanjutkan ke analisis deskriptif kuantitatif, analisis spasial deskriptif dan deskriptif komparatif. Pola distribusi berdasarkan debitnya cenderung mengelompok dengan kelas debit menurut Meinzer termasuk pada kelas kelas V (1-10 liter/detik). kelas VI (0,1 ≤ x < 1), kelas VII (0,01 ≤ x < 0,1), dan kelas VIII (< 0,01). Berdasarkan evaluasi Bakumutu PP DIY No 20 tahun 2008, menunjukkan bahwa seluruh mataair layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan air domestik. Kebutuhan air paling besar adalah digunakan untuk mandi dan mencuci. Dari empat puluh mataair terdapat 4 sumber air yang mengalami defisit yaitu Mataair Njubuk, Ngapak, Thileng, dan Nggunturan

    Pemanfaatan Citra Sentinel-2A untuk Estimasi Produksi Tanaman Kopi di Sebagian Wilayah Kabupaten Temanggung

    Get PDF
    Citra penginderaan jauh dapat dimanfaatkan untuk melakukan berbagai jenis kegiatan, salah satunya dalam bidang pertanian seperti kegiatan estimasi produksi tanaman kopi. Tujuan dari penelitian ini ialah 1) Mengetahui ketelitian citra Sentinel-2A untuk identifikasi tanaman kopi di Kabupaten Temanggung, 2) Mengkaji indeks vegetasi apa yang cocok digunakan untuk estimasi produksi tanaman kopi, 3)  Mengestimasi dan menguji ketelitian hasil estimasi produksi tanaman kopi berdasarkan pengolahan citra Sentinel-2 dengan pendekatan indeks vegetasi. Tranformasi indeks vegetasi yang dimanfaatkan dalam penelitian ini ada 8 yaitu : ARVI, SAVI, SR, NDVI, MSAVI, IPVI, RDVI dan DVI. Hasil akurasi pemodelan estimasi produksi kopi ialah sebesar 70.08%. Hasil korelasi regresi terbaik ditemukan pada transformasi indeks vegetasi NDVI dan IPVI dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.73. Produksi total atau keseluruhan estimasi produksi kopi di sebagian Kabupaten Temanggung tahun 2018 ialah sebesar sebesar 21,678.55 ton untuk pemodelan menggunakan indeks vegetasi NDVI dan 21,618.53 ton untuk pemodelan menggunakan indeks vegetasi IPVI

    Kerawanan Banjir Lahar Sungai Bladak Berdasarkan Erupsi Gunungapi Kelud 2014

    Get PDF
    Sungai Bladak merupakan salah satu sungai yang selalu mengalami banjir lahar akibat erupsi Gunungapi Kelud, luapan lahar sangat dipengaruhi oleh kondisi morfologi sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya banjir lahar di Sungai Bladak, (2) Menganalisis tingkat kerawanan banjir lahar berdasarkan karakteristik morfologi di Sungai Bladak, dan (3) Mengetahui dampak yang disebabkan banjir lahar di Sungai Bladak. Parameter yang digunakan dalam pembuatan peta kerawanan banjir lahar antara lain: kemiringan  lereng, jarak terhadap sungai (Buffer), derajat meandering, dan tinggi tebing sungai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dan metode overlay dengan pendekatan berjenjang. Teknik sampling yang digunakan adalah systematic sampling. Analisis hasil penelitian menggunakan analisis deskriptif. Tingkat kerawanan rendah memiliki daerah paling luas sebesar 134.68 Ha meliputi bagian lereng atas dan lereng tengah, Tingkat kerawanan sedang memiliki luas 67.64 Ha dan berada pada bagian lereng tengah, dan Tingkat kerawanan tinggi memiliki luas 60.48 Ha yang mendominasi wilayah lereng bawah atau bagian hilir dari DAS Bladak. Kejadian banjir lahar dapat berdampak pada lahan pertanian dan infrastruktur seperti SABO DAM dan jembata

    Kualitas Permukiman dan Karakteristik Sosial Ekonomi di Kecamatan Umbulharjo

    Get PDF
    Kecamatan Umbulharjo merupakan salah satu kecamatan yang memiliki persentase penduduk tertinggi di Kota Yogyakarta. Peningkatan jumlah penduduk yang tinggal dan bermukim mengakibatkan terjadiya perubahan fisik cukup pesat. Kecamatan Umbulharjo pun mengalami perubahan penurunan kualitas pemukiman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi penghuni, mengidentifikasi kualitas permukiman, dan mengidentifikasi hubungan antara karakteristik sosial ekonomi penghuni dan kualitas permukiman di Kecamatan Umbulharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pemilihan sampel menggunakan metode cluster sampling yang dilanjutkan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, obervasi, dan pengumpulan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan  kondisi sosial ekonomi penghuni di Kecamatan Umbulharjo sudah cukup baik.Tingkat kualitas permukiman di Kecamatan Umbulharjo termasuk sedang. Karakteristik sosial ekonomi penghuni dengan kualitas permukiman memiliki korelasi dengan kualitas permukiman sehingga kondisi sosial ekonomi penghuni mempengaruhi kualitas permukiman di Kecamatan Umbulharjo

    Transformasi Wilayah di Kecamatan Depok dan Kecamatan Sewon sebagai Daerah Pinggiran Kota Yogyakarta

    Get PDF
    Perkembangan kota yang pesat akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan daerah sekitar. Ada perbedaan tingkat kekotaandan ketidakmerataan intensitas transformasi wilayah yang diterima tiap kecamatan di daerah pinggiran kota, khususnya di Kecamatan Depok dan Kecamatan Sewon yang merupakan Kawasan Perkotaan Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan:(i) mendeskripsikan transformasi wilayah yang terjadi di Kecamatan Depok dan Kecamatan Sewon tahun 2006—2016(ii) mengidentifikasi faktor dominan yang menentukan perbedaan transformasi wilayah di dua kecamatan tersebut, serta (iii) menyusun arahan pengembangan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan:(i) transformasi wilayah di Kecamatan Sewon lebih tinggi daripada yang terjadi di Kecamatan Depok dalam rentang tahun 2006—2016;(ii) tidak ada faktor dominan yang menentukan perbedaan transformasi wilayah di dua kecamatan ini dari hasil analisis Kruskal-Wallis, namun dari analisis Crosstab aspek kepadatan penduduk, ketersediaan fasilitas pendidikan, fasilitas ibadah, dan fasilitas ekonomi memiliki hubungan dengan tingkat transformasi wilayah;(iii) arahan pengembangan wilayah secara umum ditekankan padapengendalian kepadatan penduduk dan peningkatan fasilitas pelayanan publik (fasilitas pendidikan, fasilitas ibadah, dan fasilitas ekonomi

    1,176

    full texts

    1,194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bumi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇