Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
    1194 research outputs found

    Pemanfaatan Penginderaan Jauh untuk Mengestimasi Perubahan Harga Lahan Akibat Pembangunan Jalan di Kabupaten Kebumen

    Get PDF
    Pembangunan Jalan menyebabkan terjadinya perubahan harga lahan. Monitoring dilakukan untuk mengetahui sebaran perubahan harga lahan dan faktor apa saja yang mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui data harga lahan melalui ekstraksi citra penginderaan jauh dan 2) mengetahui distribusi dan perubahan harga lahan sebelum dan setelah adanya  pembangunan jalan. Parameter yang digunakan yaitu penggunaan lahan, akses jalan, saluran irigasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2014 wilayah sekitar Jalan didominasi harga lahan pada rentang harga Rp75.000,00-Rp100.000,00 per m2 yang tersebar hampir di seluruh wilayah kajian. Pada tahun 2018 didominasi harga lahan pada rentang harga  Rp210.000,00-Rp 245.000, per m2 yang menyebar hampir di seluruh wilayah kajian. Perubahan harga lahan yang terjadi di wilayah kajian dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu lokasi lahan yang strategis, dekat dengan lokasi Jalan, berada dekat dengan akses jalan nasional maupun Jalan Daendels, serta perubahan penggunaan lahan

    Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Gurem di Kabupaten Madiun

    Get PDF
    Pangan termasuk kebutuhan primer yang harus terpenuhi dalam kehidupan manusia. Kondisi tersedianya pangan yang cukup, bergizi dan terjangkau mulai dari tingkat nasional hingga rumah tangga disebut sebagai ketahanan pangan. Kabupaten Madiun menjadikan sektor pertanian sebagai penggerak utama ekonomi, dimana sebagian  besar petaninya adalah petani gurem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitaf dengan teknik analisis skoring, tabulasi silang, dan analisis spasial menggukan peta terhadap data sekunder yang berasal dari data Survei Rumah Tangga Usaha Pertanian Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa IKPRT Kabupaten Madiun bernilai lebih  tinggi dari nilai nasional. Sebaran nilai tertinggi pada tiap kecamatannya cenderung mengikuti jalan utama dan berada dekat dengan kawasan perkotaan. Kecenderungan nilai IKPRT akan meningkat seiring dengan bertambahnya luas lahan yang dikuasai. Strategi yang banyak dilakukan dalam pencapaian ketahanan pangan adalah dengan menjadi buruh baik di sektor pertanian maupun non pertanian

    Sikap pelaku usaha pariwisata terhadap regional branding “Jogja Istimewa”

    Get PDF
    Regional branding ‘jogja istimewa’ ditujukan sebagai alat pemasaran Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kepada masyarakat luas. Tujuan penelitian : (1)Mendeskripsikan karakteristik regional branding “jogja istimewa” dan city image Yogyakarta; (2)Mengkaji keragaman persepsi Pelaku Bisnis; (3)Mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan persepsi Pelaku Bisnis terhadap Regional branding ‘jogja istimewa’ dan city image Yogyakarta. Responden adalah 50 orang pelaku usaha pariwisata dari 13 jenis usaha pariwsiata berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik frekuensi relatif kumulatif, tabulasi silang, one way anova, dan korelasi pearson product moment. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan terhadap logo dan tagline, sebagian besar pelaku usaha yakni 88% memiliki pengetahuan yang baik, terhadap filosofi 78% tahu , dan terhadap penggunaan logo 82% pengetahuannya baik. Persepsi terhadap efektifitas regional branding 92% tinggi, 8% sedang. Sebanyak 90% pelaku usaha memberikan dukungan dan 10% tidak mendukung. Tidak terdapat faktor yang memiliki hubungan yang nyata terhadap pembentukan persepsi

    Strategi Penghidupan Masyarakat Pesisir Di Kabupaten Jepara Dalam Upaya Menghadapi Bencana Abrasi

    Get PDF
    Desa Bulakbaru Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara merupakan salah satu desa yang terkena bencana abrasi dan mengalami bedol desa tahun 1984. Penelitian bertujuan (1) mengetahui kepemilikan aset rumah tangga, (2) mengetahui akses rumah tangga, (3) mengetahui aktivitas rumah tangga, (4) mengetahui strategi penghidupan masyarakat dalam menghadapi ancaman abrasi di Desa Bulakbaru. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan penghidupan rumahtangga. Penarikan sampel dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data sekunder, observasi, indepth interview, dan wawancara semi-terstruktur. Teknik analisis adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kepemilikan asset, akses, dan aktivitas rumahtangga di Desa Bulakbaru beragam ditentukan oleh mata pencaharian kepala keluarga. Strategi penghidupan rumah tangga masyarakat di Desa Bulakbaru sebagian besar mengandalkan strategi bertahan hidup (survival) dan sebagian kecil mengandalkan strategi konsolidasi dan strategi akumulas

    Kajian Dampak Persebaran Pedagang Kakilima (PKL) dan On-Street Parking Terhadap Peningkatan Kepadatan Lalu Lintas di Kota Yogyakarta

    Get PDF
    Untuk memperoleh kajian yang mendalam dan menyeluruh tentang fenomena pedagang kakilima dan parkir, beserta dampaknya terhadap kepadatan lalulintas, maka penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pedagang kakilima dan parkir di badan jalan terhadap peningkatan kepadatan lalulintas di Kota Yogyakarta. Pada penelitian ini yang menjadi unit analisis adalah pedagang kakilima dan fenomena parkir di sepanjang jalan tertentu di Kota Yogyakarta, khususnya di masing-masing 14 kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta. Apakah pedagang kakilima dan parkir di sebagian badan jalan memiliki dampak yang besar terhadap kepadatan lalulintas? Perlukah adanya tindakan untuk menghilangkan aktivitas PKL dan parkir di sebagian badan jalan di Kota Yogyakarta? Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebu

    Analisis Perubahan Kerawanan Kecelakaan Lalu Lintas Secara Spasio-Temporal Di Kota Surakarta

    Get PDF
    Aktivitas lalu lintas di Kota Surakarta meningkat dengan terdapat banyaknya jumlah perguruan tinggi. Dengan meningkatnya populasi kendaraan dan aktivitas lalu lintas yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan dapat menyebabkan angka kecelakaan semakin tinggi. Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai perubahan tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pemodelan spasial berupa analisis berjenjang tertimbang dan analisis deskriptif dengan cara membandingkan hasil pemodelan baru dengan hasil dari penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil dari analisis dalam penelitian ini, didapatkan 10 dari 27 sampel ruas jalan mengalami kenaikan tingkat kerawanan kecelakaan dengan faktor yang paling sering muncul dari setiap sampel adalah faktor radius belokan. Sedangkan jalan yang mengalami penurunan tingkat kerawanan kecelakaan terdapat 6 dari 27 sampel jalan dengan faktor penyebab yang paling serin

    Kajian Umur Layanan Waduk Sermo Kabupaten Kulon Progo

    Get PDF
    Erosi yang terjadi pada Daerah Tangkapan Air Waduk Sermo menyebabkan sedimentasi pada Waduk Sermo. Sedimentasi pada waduk akan mempengaruhi umur layanan waduk. Perhitungan potensi erosi dilakukan dengan metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Perhitungan potensi sedimentasi Waduk Sermo didasarkan pada perhitungan hasil erosi dan SDR. Umur layanan waduk diketahui dari pengolahan data batimetri dan volume sedimen. Hasil penelitian menunjukkan total potensi laju erosi sebesar 1.254.805,52 ton/tahun. Potensi laju sedimentasi Waduk Sermo sebesar 959.926,22 ton/tahun, sedangkan volume sedimen sebesar 399.137,72 m3 per tahun. Berdasarkan potensi laju sedimentasi dan volume tampungan mati waduk tahun 2019, Waduk Sermo dapat beroperasi 3,5 hingga 4 tahun lagi dengan asumsi seluruh sedimen mengendap pada tampungan mati waduk. Umur layanan waduk tersebut lebih pendek 23 tahun dari rencana awal. Waduk Sermo dirancang dapat beroperasi selama 50 tahun.Erosi yang terjadi pada Daerah Tangkapan Air Waduk Sermo menyebabkan sedimentasi pada Waduk Sermo. Sedimentasi pada waduk akan mempengaruhi umur layanan waduk. Perhitungan potensi erosi dilakukan dengan metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Perhitungan potensi sedimentasi Waduk Sermo didasarkan pada perhitungan hasil erosi dan SDR. Umur layanan waduk diketahui dari pengolahan data batimetri dan volume sedimen. Hasil penelitian menunjukkan total potensi laju erosi sebesar 1.254.805,52 ton/tahun. Potensi laju sedimentasi Waduk Sermo sebesar 959.926,22 ton/tahun, sedangkan volume sedimen sebesar 399.137,72 m3 per tahun. Berdasarkan potensi laju sedimentasi dan volume tampungan mati waduk tahun 2019, Waduk Sermo dapat beroperasi 3,5 hingga 4 tahun lagi dengan asumsi seluruh sedimen mengendap pada tampungan mati waduk. Umur layanan waduk tersebut lebi

    Pemetaan Kekeringan Pertanian Di Kabupaten Indramayu Berbasis Algoritma Temperature Vegetation Dryness Index (Tvdi) Pada Citra Landsat 8 Oli Dan Tirs

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui akurasi nilai NDVI dan LST (2) mengetahui akurasi nilai TVDI, dan (3) mengetahui distribusi serta perubahan kondisi kekeringan pertanian melalui Peta Kekeringan Pertanian di Kabupaten Indramayu secara multitemporal. Kekeringan pertanian dianalisis berdasarkan TVDI dengan memanfaatkan data masukan NDVI serta LST yang diekstraksi dari citra Landsat 8. Hasil validasi nilai NDVI menunjukkan nilai akurasi 80% dan hasil studi literatur LST menunjukkan nilai akurasi 90%-93,15%. Peta Kekeringan Pertanian Kabupaten Indramayu memiliki kemiripan dengan Peta Bahaya Kekeringan oleh BPBD yaitu Kabupaten Indramayu bagian timur cenderung memiliki tingkat kekeringan yang lebih rendah dibandingkan Kabupaten Indramayu bagian barat. Pemetaan pada bulan Juli hingga November 2019 menghasilkan 5 kelas kekeringan pertanian yaitu “rendah”, “agak rendah”, “sedang”, “agak tinggi”, dan “tinggi” dengan distribusi kelas “agak tinggi” dan “tinggi” paling banyak di Kecamatan Gantar, Terisi, Cikedung, dan Tukdana

    Akuisisi dan Pemanfaatan Foto Udara Format Kecil dntuk Pemetaan Obyek Berbahaya pada Jaringan Transmisi Lsitrik

    Get PDF
    Obyek permukaan bumi memiliki jarak aman atau ruang bebas terhadap jaringan transmisi listrik apabila obyek tersebut melebihi jarak aman dapat membahayakan jaringan maupun manusia di sekitarnya. Perkembangan penginderaan jauh dengan foto udara format kecil dapat menghasilkan data mosaik foto udara yang dapat menggambarkan secara utuh permukaan bumi dan point cloud yang menjadi model data elevasi. Tujuan penelitian ini adalah akuisisi foto udara format kecil untuk , mengidentifikasi jaringan transmisi serta mengidentifikasi obyek pada ruang bebas dengan menggunakan perpaduan data hasil pengolahan foto udara format kecil. Perekaman foto udara menggunakan sistem DJI Phantom 4. Analisis obyek pada ruang bebas menggunakan orthophoto untuk identifikasi obyek dan point cloun untuk identifikasi elevasi. Hasil identifikasi menunjukkan obyek yang masuk dalam ruang bebas diantaranya tumbuhan/perkebunan/hutan, dan bangunan dengan total luasan 3486 m2. Overall accuracy data obyek penutup lahan sebesar 100% dan nilai Root Mean Square Error data elevasi obyek permukaan sebesar 3,4 mete

    Penentuan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul (Kartamantul)

    Get PDF
    Perkembangan jumlah penduduk di Wilayah Kartamantul mengalami peningkatan dari tahun ke tahun serta diikuti oleh perkembangan wilayah yang cukup pesat. Meningkatnya jumlah penduduk di Wilayah Kartamantul diikuti oleh aktivitas dan gaya hidup penduduk yang semakin moderen dan praktis, hal ini menyebabkan adanya peningkatan hasil produksi sampah perharinya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui faktor dominan dalam penentuan lokasi TPA sampah di Wilayah Kartamantul, dan 2) menentukan lokasi Tempat Pembuangan Akhir sampah di Wilayah Kartamantul. Metode yang digunakan untuk mengetahui faktor dominan dalam penentuan lokasi TPA sampah di Wilayah Kartamantul yaitu dengan menggunakan pembobotan AHP, sedangkan metode yang digunakan untuk menentukan lokasi Tempat Pembuangan Akhir sampah di Wilayah Kartamantul yaitu dengan analisis spasial menggunakan SIG. Hasil penelitian dengan perhitungan AHP menunjukan bahwa faktor yang paling dominan dalam penentuan lokasi tempat pembuangan akhir sampah di Wilayah Kartamantul ialah fisik lahan, sebesar 0.33. Hal ini dikarenakan fisik lahan akan memengaruhi lokasi dan kondisi tempat pembuangan akhir sampah. Hasil analisis menggunakan SIG menghasilkan sebuah lokasi tempat pembuangan akhir sampah yang terletak di Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Adapun lokasi ini mempunyai luas sebesar 1,17 hektar, luasan tersebut relatif kecil apabila dibandingkan dengan TPA Piyungan (14,7 ha)

    1,176

    full texts

    1,194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bumi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇