Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
1194 research outputs found
Sort by
Timgkat Keberhasilan Ruang Terbuka Non Hijau Taman Gajah dan Pusat Kebudayaan dan Olahraga (PKOR) Way Halim Kota Bandar Lampung
Peningkatan jumlah penduduk perkotaan menjadi suatu tantangan terkait penyediaan ruang terbuka publik bagi masyarakat. Ruang terbuka publik merupakan suatu elemen yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya di dalam suatu wilayah kota, termasuk di Kota Bandar Lampung. Untuk itu, dilakukanlah revitalisasi ruang terbuka non hijau Taman Gajah dan PKOR Way Halim untuk menyelaraskan pola kehidupan masyarakat kota dan mewadahi fungsi-fungsi ruang terbuka non hijau yang dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan masyarakat. Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu untuk mengidentifikasi karakteristik pengunjung, mendeskripsikan fungsi pemanfaatan ruang, dan menguraikan tingkat keberhasilan Taman Gajah dan PKOR Way Halim sebagai ruang terbuka publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Gajah dan PKOR Way Halim memiliki pengunjung dengan karakteristik demografi yang beragam dengan tujuan utama adalah untuk melakukan olahraga atau rekreasi. Fungsi utama yang dominan berupa fungsi sosial-budaya yang didukung oleh fungsi ekonomis dan ekologis. Secara keseluruhan, Taman Gajah dan PKOR Way Halim pun dikatakan sebagai ruang terbuka publik dengan tingkat keberhasilan yang tinggi dan aktif digunakan oleh masyarakat Kota Bandar Lampun
Analisis Keuntungan dan Rantai Nilai (Value Chain) Hasil Komoditi Usahatani Lahan Sawah di Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman D.I Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola rantai nilai masing-masing komoditas, profitabilitas masing-masing komoditas, dan efisiensi ekonomi komoditas tersebut pada setiap musim tanam. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik Random Sampling dan teknik Snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Terdapat 3 pola rantai nilai komoditas hasil usahatani padi; 2. Komoditas pertanian padi secara keseluruhan diklasifikasikan menguntungkan; dan 3. Efisiensi usahatani padi yang paling ekonomis ditentukan oleh: musim tanam 1: padi (petani terbesar), padi (petani besar), cabai (petani kecil 2), padi (petani kecil 1). Musim tanam 2: padi (petani terbesar), padi (petani besar), jagung (petani kecil 2), cabai (petani kecil 1). Musim tanam 3: padi (petani terbesar), padi (petani besar), jagung (petani kecil 2), cabai (petani kecil 1)
Kajian Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam Upaya Mewujudkan Kota Magelang Sebagai Kota Jasa
Kota Magelang merupakan salah satu kota di Indonesia yang direncanakan akan menjadi Kota Jasa karena memiliki sumber daya alam yang terbatas, sehingga prioritas pengembangannya diutamakan pada sektor jasa terutama sektor tersier. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan Kota Magelang sebagai Kota Jasa sesuai dengan RPJMD dan RPJPD Kota Magelang, mengidentifikasi ketercapaian program pembangunan, dan menganalisis kesesuaian antara program pembangunan yang direncanakan dengan implementasinya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder. Data yang digunakan yaitu berupa dokumen perencanaan yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Magelang telah melakukan upaya yang serius dalam mewujudkan Kota Magelang sebagai Kota Jasa. Tahun 2015, terdapat 23 program pembangunan dengan 39 indikator yang diukur kinerjanya. Capaian 31 indikator tergolong sangat tinggi (91% ≤ 100%) dan terdapat 29 indikator yang pelaksanaannya sesuai dengan target yang direncanakan (66 %– 200%). Sedangkan tahun 2019, terdapat 27 program dengan 37 indikator yang diukur kinerjanya. Capaian 28 indikator tergolong sangat tinggi (91% ≤ 100%) dan terdapat 29 indikator yang pelaksanaannya sesuai dengan target yang direncanaka
Pemanfaatan Citra Pleiades dan Sistem Informasi Geografis untuk Estimasi Harga Lahan dalam Kaitannya dengan Tingkat Kenyamanan di Kecamatan Mlati
Citra Pleiades 1A dapat digunakan untuk mengkaji fenomena peningkatan harga lahan pasaran di Kecamatan Mlati dengan memanfaatkan model harga lahan hasil interpretasi citra. Selain fenomena harga lahan, dampak dari adanya pembangunan kota ialah pada tingkat kenyamanan wilayah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui seberapa besar kemampuan citra Pleiades 1A untuk menyusun peta harga lahan serta mengetahui distribusi harga lahan pasaran di Kecamatan Mlati beserta hubungannya dengan tingkat kenyamanan wilayah. Model harga lahan hasil interpretasi citra penginderaan jauh menggunakan parameter yang diasumsikan mempengaruhi nilai harga lahan pasaran. Tingkat kenyamanan wilayah disusun menggunakan pendekatan spasial konseptual dan nilai THI. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa citra Pleiades 1A dapat digunakan untuk menyusun peta harga lahan dengan akurasi pemetaan sebesar 90,625%. Distribusi harga lahan pasaran di Kecamatan Mlati tahun 2020 berada pada rentang dari Rp. 600.000,00 per m2 hingga Rp. 21.000.000,00 per m2. Berdasarkan distribusinya Kecamatan Mlati dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu Kecamtan Mlati bagian barat dan Kecamatan Mlati bagian timur. Variabel harga lahan pasaran dan tingkat kenyamanan wilayah memiliki hubungan korelasi negatif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,3033
Strategi Penghidupan Masyarakat Pasca Pemanfaatan Kompensasi Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo
Kecamatan Temon merupakan lokasi terpilih diadakannya pembangunan Bandara Internasional Baru Yogyakarta. Rangkaian peristiwa mulai dari pemberian kompensasi hingga proses relokasi, berpengaruh pada perubahan pola strategi penghidupan masyarakat terdampak, terutama yang ikut relokasi pemerintah di Desa Kedundang serta masyarakat relokasi mandiri dan permukiman asli di Desa Kebonrejo. Penelitian dilakukan dengan metode survei menggunakan teknik pengolahan kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dengan informasi tambahan indepth interview serta observasi lapangan. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk melihat variasi jawaban responden. Hasilnya, terjadi perubahan sebelum dan sesudah ada bandara pada beberapa aset penghidupan, akses, dan aktivitas sebagian rumah tangga terdampak. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh jumlah kompensasi serta cara pemanfaatan yang berbeda bagi setiap rumah tangga. Terjadi pula perubahan pola strategi penghidupan rumah tangga terdampak yang membentuk beberapa kelompok sub-strategi penghidupan rumah tangga dari kombinasi strategi utamanya yaitu survival, konsolidasi, dan akumulasi untuk masing-masing kategori lokasi penelitian
Respon Hidrologi pada DAS Dominasi Sawah (Studi Kasus: Sub-DAS Langse, Kebumen)
Hujan, penggunaan lahan, dan jenis tanah saling terkait dalam pembentukan runoff. Dominasi sawah merupakan dasar untuk mengkaji pengaruh respon hidrologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik fisik DAS berupa Curve Number dan karakteristik aliran berdasarkan pemodelan HEC-HMS. Penentuan CN berdasarkan metode SCS dan hidrograf banjir model melalui metode trial and error. Hasil pemodelan rata-rata debit puncak 0,25 m3/detik dengan waktu dasar yang singkat rata-rata 42 menit dan rata-rata waktu turun menjadi aliran dasar selama 452 menit
Kajian Kriminalitas di Kota Vancouver, BC, Kanada : Analisis Spasial-Temporal Tahun 2016-2018
Kota Vancouver merupakan salah satu kota yang paling berkembang di Amerika Utara dengan kejadian kriminalitas yang sangat dinamis. Penelitian ini mengkaji kejadian kriminalitas properti (BNE Commercial, BNE Residential, Theft from Vehicle, Theft of Vehicle) yang terjadi dalam rentang tahun 2016-2018 dengan beberapa metode statistik, pemetaan, dan korelasi. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) melalui Optimized Hotspot Analysis, diketahui kriminalitas paling banyak terjadi pada sisi utara kota, dengan pengecualian BNE Residential. (2) Perubahan musim tidak mempengaruhi tingkat kriminalitas. (3) Terdapat kecenderungan viktimisasi berulang pada setiap sub kategori kriminalitas properti. (4) Ditemukan hubungan faktor sosial-ekonomi terhadap tingkat kriminalitas properti di Kota Vancouve
Strategi Penghidupan Masyarakat Di Kawasan Terdampak Sedimentasi Laguna Segara Anakan
Laguna Segara Anakan merupakan perairan yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Nusakambangan. Masyarakat di wilayah ini didominasi oleh nelayan yang tengah mengalami tekanan kontinu akibat sedimentasi laguna. Sedimentasi menyebabkan penurunan sumber daya perikanan namun di sisi lain menghasilkan tanah timbul yang dapat dikembangkan untuk pertanian, mendorong banyak nelayan beralih profesi ke petani sekaligus mengundang petani migran masuk ke wilayah tersebut. Lahan pertanian, di sisi lain, kurang menjanjikan karena kualitasnya yang kurang baik. Metode gabungan survei dan wawancara mendalam dilakukan untuk mengeksplorasi strategi penghidupan masyarakat dan juga keberlanjutannya secara ekonomi, ekologi, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang paling banyak dilakukan nelayan adalah mobilisasi, sedangkan yang banyak dilakukan petani adalah diversifikasi. Terdapat perbedaan yang signifikan dari keberlanjutan strategi penghidupan nelayan dan petani. Strategi petani kurang berkelanjutan secara ekonomi namun berkelanjutan secara sosial, sedangkan nelayan sebaliknya. Keduanya sama-sama kurang berkelanjutan secara ekologi karena praktik yang cenderung eksploitatif terhadap sumber daya alam
Hubungan Variabilitas Curah Hujan Terhadap Kejadian Banjir Di Wilayah Bandung
Kejadian banjir yang sering terjadi di wilayah Bandung dapat dipengaruhi oleh terjadinya curah hujan yang tinggi dan alih fungsi lahan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji variabilitas curah hujan yang terjadi di wilayah Bandung, dan mengkaji hubungan antara variabilitas curah hujan terhadap kejadian banjir di wilayah Bandung. Metode pengumpulan data hujan dan data kejadian banjir diperoleh dari BMKG, BPBD, BPSDA, dan CHIRPS, sedangkan metode analisis data dengan deskriptif kuantitatif. Nilai koefisien variasi curah hujan tinggi terjadi pada bulan Juli sebesar 157,4%, sedangkan nilai koefisien variasi curah hujan rendah dijumpai pada bulan Maret sebesar 20%. Koefisien variasi musiman tinggi terjadi pada musim kemarau 131%, sedangkan koefisien variasi musiman rendah terjadi pada musim penghujan 27,7%. Variasi curah hujan tahunan tinggi di tahun 2011 dan rendah di tahun 2016. Secara spasial, pada tahun 2016 terdapat 64 kejadian banjir. Secara temporal kejadian banjir selama 5 tahun (2013 – 2017) banyak terjadi pada musim transisi pertama yaitu bulan Maret, April, Mei
Strategi Penghidupan Pelaku Usaha Warung Makan di Kawasan Wisata Watu Amben Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul
Objek wisata Watu Amben merupakan objek wisata yang populer berkat unggahan swafoto di sosial media. Perkembangan Obyek Wisata Watu Amben dimanfaatkan penduduk untuk membuat usaha warung makan yang bertujuan untuk peningkatan ekonomi keluarga di sekitar objek wisata. Kondisi pariwisata yang fluktuatif menjadi ancaman bagi pelaku usaha warung makan. Penelitian ini mencoba (i) mendeskripsikan karakteristik pelaku usaha warung makan; (ii) mengetahui kondisi penghidupan pelaku usaha warung makan; (iii) mengidentifikasi strategi penghidupan yang dilakukan oleh pelaku usaha warung makan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) usaha warung makan tergolong usaha kecil menengah serta dimiliki oleh keluarga; (ii) hampir seluruh perempuan (istri) yang menjadi pelaku usaha warung makan tidak memiliki pekerjaan. Modal manusia merupakan modal yang paling berperan pada usaha warung makan ini; (iii) Strategi penghidupan berupa intensifikasi dilakukan oleh mayoritas pelaku usaha warung makan di Kawasan Wisata Watu Ambe