Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
    1194 research outputs found

    Strategi Penghidupan Masyarakat Petani Garam di Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep

    Get PDF
    Pulau Giliraja adalah pulau kecil di perairan selatan Madura, yang secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Sumenep –salah satu daerah dengan produksi garam terbesar di Indonesia. Hampir sepertiga penduduk Pulau Giliraja memperoleh penghidupannya dari aktivitas produksi garam, yang dapat dikatakan rentan terhadap tekanan perubahan sosial ekonomi, serta bencana alam. Penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi aset penghidupan yang dimiliki oleh rumah tangga petani garam menggunakan pendekatan penghidupan berkelanjutan, beserta strategi penghidupan yang digunakan oleh petani garam dalam menghadapi konteks kerentanan pada aktivitas produksi garam . Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pengambilan data dilakukan pada tingkat rumah tangga menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, serta studi pustaka. Responden dalam penelitian ini adalah rumah tangga yang terlibat dalam aktivitas produksi garam. Data dianalisis menggunakan teknik coding melalui tahapan line-to-line initial coding, focused coding, dan diagramming. Aset penghidupan yang dimiliki oleh tiap-tiap rumah tangga petani garam akan menentukan posisinya masing-masing dalam struktur sosial masyarakat pedesaan, serta strategi penghidupan yang dilakukan. Struktur sosial yang terbentuk diantara masyarakat petani garam terdiri dari: pemilik lahan dan/atau pengepul garam yang memiliki surplus dalam jumlah besar dari aktivitas produksi garam; petani garam skala kecil dan menengah yang mampu memenuhi tujuan penghidupannya dari aktivitas produksi garam; dan petani garam penggarap dan/atau subsisten yang melakukan aktivitas produksi garam semata-mata untuk mencukupi kebutuhan hidup dasar

    Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Pemetaan Erosi Menggunakan Pemodelan MUSLE (Modified Universal Soil Equation) Studi Kasus : Sub-Das Mongo, Purworejo

    Get PDF
    Alih fungsi lahan yang semakin meningkat akan berakibat pada degradasi lahan seperti erosi. Hal tersebut terjadi di Sub-DAS Mongo yang memiliki tingkat kekritisan lahan yang cukup tinggi berdasarkan data rencana pengelolaan DAS Bogowonto tahun 2018. Maka perlu adanya estimasi untuk mengetahui tingkat erosi dengan menggunakan pemodelan MUSLE (Modified Universal Soil Equation). Pemodelan ini menggunakan Citra Sentinel 2A, DEM ALOS PALSAR, dan data hujan. Rumus yang digunakan yaitu 11,80 × (V×Qp)0,56 × K × LS × CP. Hasil estimasi erosi di Sub-DAS Mongo didominasi oleh tingat erosi sangat ringan dan ringan secara keseluruhan memiliki nilai dari 0 hingga 221,483 ton/ha/th. Analisis parameter paling berpengaruh dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda yaitu faktor kelerengan (LS) sebagai parameter paling berpengaruh sebesar 68,88%, parameter erodibilitas tanah (K) 16,81%, dan parameter pengelolaan tanaman dan tanah (CP) 3,52%

    Identifikasi Dampak Perkembangan Hotel Terhadap Kondisi Kondisi Sosial, Ekonomi, Dan Lingkungan Di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul

    Get PDF
    Kabupaten Gunungkidul merupakan wilayah dengan potensi pariwisata yang menjajikan, dimana jumlah wisatawan terus meningkat pada tiap tahunnya. Meningkatnya jumlah wisatawan tersebut berdampak pada kebutuhan akomodasi penginapan yang harus dipenuhi. Terkait hal tersebut, penelitian ini mencoba (i) mengidentifikasi distribusi spasial hotel; dan (ii) mengetahui dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pengambilan data di lapangan dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam perkembangan hotel di Kecamatan Tanjungsari. Jenis data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Adapun metode analisis yang dipergunakan untuk menjawab tujuan pertama adalah menggunakan analisis data spasial, sedangkan untuk menjawab tujuan kedua, peneliti menggunakan analisis secara kualitatif melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) Terdapat 39 hotel di Kecamatan Tanjungsari dan berdasar persebaran hotel membentuk pola mengelompok di Desa Kemadang dan Ngestirejo serta menyebar di Desa Banjarejo; (ii) Adanya perkembangan hotel memberikan dampak sosial berupa sikap terhadap pengembangan hotel, perubahan sosial, konflik dan kriminalitas, kesejahteraan masyarakat, dan aksesibilitas. Adapun dampak ekonomi berupa perubahan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, kesempatan bekerja dan berusaha dan polapenggunaan lahan serta dampak lingkungan berupa limbah, kondisi air

    Evaluasi Penyajian Informasi Pada Berbagai Jenis Peta Aeronautika

    Get PDF
    p>Kegiatan penerbangan yang ada di TNI/TNI AU memerlukan alat bantu navigasi. Salah satunya adalah penggunaan peta aeronautika. Terdapat berbagai macam peta aeronautika yang digunakan, yaitu Peta Operasi Gabungan Udara (POGU) skala 1:250.000, Peta Navigasi Udara Taktis (PNUT) skala 1:500.000, Peta Navigasi Udara Operasional (PNUO) skala 1:1.000.000. Setelah dilakukan wawancara kepada para penerbang, terdapat beberapa masalah terkait penyajian informasi pada peta. Metode analisis data yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sampel penelitian diambil dengan teknik quota sampling. Metode pengambilan data adalah menggunakan kuisioner dan wawancara secara langsung. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa evaluasi yang ada pada POGU skala 1:250.000 adalah penambahan informasi frekuensi radio dan perbesaran simbol rel kereta api. Evaluasi yang ada pada PNUT skala 1:500.000 adalah penambahan informasi frekuensi radio dan pengurangan jalan. Evaluasi yang ada pada PNUO skala 1:1.000.000 adalah penambahan informasi aerodrone dan pengurangan informasi jalan. Pembuatan berbagai jenis Peta Aeronautika desain baru dilakukan dengan menerapkan generalisasi

    Aplikasi Transfromasi Spektral Indeks Vegetasi Pada Citra Landsat 8 Oli Untuk Estimasi Produksi Padi Di Kabupaten Sleman

    Get PDF
    Estimasi produksi padi dibangun berdasarkan pada model produktivitas padi sebanyak 45 sampel hasil wawancara di lapangan dengan petani. Model produktivitas dibangun dengan melakukan analisis regresi pada masing-masing index vegetasi dengan sampel produktivitas padi yang menghasilkan koefisien determinasi dan rumus regresi. Koefisien determinasi untuk indeks NDVI, SAVI, dan ARVI berturut-turut adalah 0,033; 0,042; dan 0,028. Rumus regresi digunakan untuk uji akurasi terhadap 23 sampel produktivitas padi untuk mengetahui produktivitas masing-masing indeks vegetasi. Uji akurasi menghasilkan akurasi sebesar 77,30% untuk produktivitas NDVI, 76,49% untuk produktivitas SAVI, dan 73,01 untuk produktivitas ARVI.Perhitungan produksi padi selama satu musim tanam di Kabupaten Sleman dengan menggunakan indeks NDVI adalah sebesar 152.244,39 ton, SAVI sebesar 154.409,39 ton, dan ARVI 156.777,94 ton. Produksi padi dalam satu tahun di Kabupaten Sleman berdasarkan indeks vegetasi NDVI sebesar 345.373,87 ton, SAVI sebesar 350.685,29 ton, dan ARVI sebesar 250.957,88 ton

    Kajian Spasial Daya Saing Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018

    Get PDF
    Pengukuran daya saing daerah digunakan untuk mengukur performa pemerintah daerah untuk mengembangkan daerah dan mempersiapkan daerah untuk menghadapi persaingan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola distribusi spasial, menjelaskan hubungan antara daya saing daerah dan pertumbuhan ekonomi daerah, dan mengidentifikasi aspek paling menentukan dalam perbedaan kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Moran Autokorelasi, Korelasi Rank-Spearman dan Analisis Diskriminan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada autokorelasi spasial dalam perbedaan indeks daya saing daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah tahun 2018 yang membentuk pola spasial berbentuk pola acak. Nilai signifikansi uji korelasi menunjukkan nilai 0,157 > 0,05. Hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara daya saing daerah tahun 2018 dengan pertumbuhan ekonomi daerah di Jawa Tengah tahun 2018 maupun 2019. Aspek daya saing daerah berupa aspek pasar dan aspek sumber daya manusia menjadi aspek yang paling menentukan dalam persamaan diskriminan yang terbentu

    Pariwisata Berbasis Masyarakat di Green Village Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul

    Get PDF
    p>Green Village merupakan destinasi wisata yang terletak di Mertelu Gedangsari Gunungkidul. Green village menerapkan konsep pariwisata berbasis masyarakat. Pelaku utama dalam pengelolaan pariwisata adalah masyarakat lokal sehingga akan memberikan keuntungan secara langsung bagi masyarakat yang terlibat, dalam hal ini masyarakat menjadi subjek pembangunan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kondisi atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan ancillary objek wisata Green Village sebagai destinasi wisata serta mengetahui penerapan pariwisata berbasis masyarakat di objek wisata Green Village. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengggunakan metode kualitatif dan dilakukan analisis dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan dokumentasi. Penerapan konsep pariwisata berbasis masyarakat di Green Village dianalisis berdasarkan lima dimensi yaitu dimensi ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan politik. Berdasarkan hasilnya, dapat diketahui bahwa konsep pariwisata berbasis masyarakat belum diterapkan dengan baik, faktor yang mempengaruhi yaitu minimnya kemampuan masyarakat dalam pengelolaan objek wisata

    Evaluasi Metode Klasifikasi dalam Pembuatan Peta Dasimetrik Proyeksi Kepadatan Penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2020 melalui Goodness of Variance Fit (GVF)

    Get PDF
    Salah satu contoh peta kepadatan penduduk adalah peta dasimetrik, yaitu peta yang menyajikan data kepadatan penduduk dalam lahan terbangun. Data kepadatan penduduk tergolong data kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui metode klasifikasi yang tepat, dan (2) memvisualisasikan data proyeksi kepadatan penduduk DIY tahun 2020 melalui metode klasifikasi yang tepat. Metode penelitian berupa uji GVF pada data kepadatan penduduk DIY tahun 2020 hasil proyeksi yang terklasifikasi. Hasil perhitungan GVF divalidasi melalui pengamatan secara visual.  Hasil penelitian menunjukkan metode klasifikasi yang tepat menurut GVF dan pengamatan visual adalah natural breaks. Bagian tengah DIY memiliki nilai kepadatan tinggi.  Bagian pinggir DIY memiliki nilai kepadatan rendah

    Kajian Pola Konsumsi Air Domestik Di Kabupaten Gunungkidul: Studi Kasus Dusun Ngelo 1

    Get PDF
    Dusun Ngelo I adalah salah satu dari tiga dusun di Desa Balong yang belum terakses oleh jaringan pipa PDAM. Masyarakat harus membeli air bersih dengan harga yang cukup mahal ketika air hujan yang ditampung telah habis. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah: 1) menentukan kebutuhan air domestik masyarakat di Dusun Ngelo I, 2) mengetahui hubungan pola konsumsi masyarakat di Dusun Ngelo I dengan adanya variasi kondisi sosial dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan berupa kuantitatif dengan teknik sampling berupa simple random sampling. Pengumpulan data primer diperoleh dengan wawancara terstruktur. Data dianalisis menggunakan software SPSS dengan uji korelasi Pearson. Hasil dari penelitian menunjukkan besaran rata-rata konsumsi air sebesar 85,71 l/orang/hari, sehingga kebutuhan air total di Dusun Ngelo I sebesar 12.543,48 m3/tahun. Besaran konsumsi air setiap rumah tangga di Dusun Ngelo I tahun 2019 sebesar 326,9 l/hari. Jumlah Konsumsi air berkorelasi dengan tingkat pendapatan, jumlah anggota rumah tangga, dan total biaya yang dikeluarkan untuk membeli air. Hubungan dari ketiga variabel terhadap jumlah konsumsi air adalah positif yang artinya apabila terdapat kenaikan pada ketiga variabel independen maka akan terjadi kenaikan pula pada variabel dependen. Variabel yang tidak memiliki korelasi adalah tingkat pendidikan kepala rumah tangga

    Pemetaan Perubahan Penutup Lahan Menggunakan Citra Satelit Untuk Mengetahui Hasil Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Kabupaten Wonosobo

    Get PDF
    Pemantauan rehabilitasi hutan dan lahan dilakukan dengan mendeteksi perubahan penutup lahan dari tahun-tahun sebelum terjadi rehabilitasi hutan dan lahan dan sesudah nya menggunakan teknik penginderaan jauh. Penelitian ini memanfaatkan Citra Landsat 8 OLI dan Citra Landsat 7 ETM+ sebagai data utama untuk ekstraksi penutup lahan berdasarkan analisis klasifikasi maximum likelihood kombinasi interpretasi visual dengan wilayah kajian Kabupaten Wonosobo. Selanjutnya hasil klasifikasi penutup lahan sebelum terjadi rehabilitasi hutan dan lahan dan sesudahnya dilakukan overlay untuk mengetahui perubahan penutup lahan. Overlay diterapkan antara hasil perubahan penutup lahan dengan lokasi terjadi rehabilitasi hutan dan lahan untuk mengetahui hubungan rehabilitasi hutan dan lahan dengan perubahan penutup lahan. Hasil penelitian menunjukan empat belas lokasi rehabilitasi hutan dan lahan mengalami perubahan yang sebelum nya non hutan menjadi hutan, maka kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan Kabupaten Wonosobo dapat dipantau menggunakan citra satelit

    1,176

    full texts

    1,194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bumi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇