Jurnal Bumi Indonesia
Not a member yet
    1194 research outputs found

    Evaluasi Desain Simbol Peta Aeronautika (Peta Operasi Gabungan Udara) Skala 1:250.000

    Get PDF
    Peta Aeronautika merupakan suatu alat penting yang digunakan untuk navigasi udara. Hal ini menjadikan peta aeronautika harus mudah terbaca oleh pengguna, yaitu para penerbang. Namun, desain simbol salah satu peta aeronautika, yaitu Peta Operasi Gabungan Udara (POGU) Skala 1:250.000 yang digunakan khusus untuk penerbangan militer Indonesia dianggap kurang sesuai dan sulit terbaca. Sehingga, perlu dilakukan evaluasi terhadap desain simbol POGU saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi kemudian desain ulang dan penilaian terhadap desain simbol yang baru.Metode yang digunakan untuk evaluasi adalah dengan menjaring persepsi dan aspirasi para penerbang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner. Data hasil survei kemudian dilakukan analisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat beberapa simbol POGU yang dianggap tidak sesuai. Hasil akhir menunjukkan simbol titik yang dilakukan desain ulang adalah titik ketinggian dan fasilitas radio. Simbol garis yaitu garis kontur. Selanjutnya simbol area adalah hutan, semak, dan warna ketinggian

    Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh Untuk Mengetahui Ketersediaan Dan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Di Kota Salatiga

    Get PDF
    Penggunaan citra penginderaan jauh dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengetahui keadaan RTH. Proporsi luas Ruang Terbuka Hijau menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang disebutkan bahwa RTH kota minimal 30%. Kota Salatiga menyatakan bahwa pada tahun 2017 Kota Salatiga telah memenuhi kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 15,9%. Citra Sentinel 2a dilakukan koreksi geometrik dan atmosfer. Setelah itu melakukan transformasi indeks vegetasi dengan metode NDVI dan SAVI. Peta kerapatan vegetasi digunakan untuk mengetahui persebaran RTH aktual yang sebelumnya dilakukan uji akurasi. Persebaran RTH Publik Kota Salatiga berdasarkan hasil pengamatan lapangan menurun menjadi 3,85%. Penggabungan seluruh parameter pendukung kebutuhan lahan RTH maka diketahui bahwa Kecamatan Sidomukti dan Kecamatan Argomulyo termasuk dalam kelas Kebutuhan Sedang, sedangkan Kecamatan Tingkir dan Sidorejo termasuk dalam kelas Kebutuhan Tinggi

    Analisis kecukupan pangan beras di kota Tasikmalaya

    No full text
    Kecukupan pangan beras sangat erat kaitannya dengan kebutuhan dan ketersediaan beras. Lahan pertanian khususnya beras di era jaman saat ini menjadi lahan yang sering dikonversikan. Penelitian ini memliki tujuan yaitu : 1. Menganalisis konversi lahan pertanian sawah di Kota Tasikmalaya: 2. Mengetahui tingkat ketersediaan pangan beras di Kota Tasikmalaya: 3. Mengetahui kecukupan pangan beras di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan untuk mengetahui kecukupan pangan beras menggunakan perhitungan netto untuk jenis tanaman beras dan skala waktu yang digunakan adalah tahun 2017 sampai di proyeksikan ke tahun 2030. Perhitungan kecukupan pangan dapat dihitung dengan data-data yang ada, seperti data jumlah penduduk, luas lahan sawah yang dikonversikan menjadi bukan sawah atau pengguanaan lahan non pertanian. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa di Kota Tasikmalaya hanya satu kecamatan yang tidak tergolong pada rawan pangan beras pada tahunhk 2017 Kecamatan Purbaratu, sedangakan sisanya tergolong dalam rawan pangan beras, Hasil tersebut menunjukan tahun 2030 semua kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya tergolong kedalam rawan pangan kecuali Kecamatan Purbarat

    Pemanfaatan Citra Sentinel 2A Untuk Estimasi Koefisien Limpasan Permukaan Di Daerah Aliran Sungai Widoro Kecamatan Patuk, Kabupaten Gungungkidul, DIY

    Get PDF
    Derah Aliran Sungai (DAS) Widoro merupakan bagian dari DAS Opak-Oyo yang terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul yang memiliki kompleksitas permasalahan sumber daya air. Teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) dapat digunakan untuk mengestimasi nilai koefisien limpasan permukaan (C) dengan metode Cook. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan Citra Sentinel 2A dalam ekstraksi parameter lahan sehingga dapat dilakukan estimasi koefisien limpasan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kemiringan lereng yang diperoleh dari data DEM citra ALOS PALSAR memiliki tingkat akurasi sebesar 88%. Parameter tutupan vegetasi diperoleh dari transformasi indeks vegetasi NDVI pada Citra Sentinel 2A dengan tingkat akurasi sebesar 91,19%. Parameter laju infiltrasi tanah diperoleh dari pengukuran lapangan menggunakan double ring infiltrometer yang kemudian diinterpolasi menggunakan metode Kriging sehingga menghasilkan tingkat laju infiltrasi sebesar 17,8 mm/jam hingga 21,65 mm/jam (normal). Parameter kerapatan aliran diperoleh data jaringan sungai Peta RBI dan luas satuan lahan pada DAS. Hasil estimasi perhitungan nilai koefisien limpasan permukaan pada DAS Widoro menunjukkan nilai sebesar 64,83% (tinggi)

    Aplikasi Multimedia Cartography Untuk Visualisasi Peristiwa Sejarah Kerajaan Majapahit

    Get PDF
    Perkembangan komputer memberikan pengaruh terhadap perkembangan peta dari segi visualisasi yang kemudian dihasilkannya peta animasi. Peta animasi cocok digunakan untuk data yang memiliki skala waktu. Contoh data yang memiliki skala waktu adalah data peristiwa sejarah Kerajaan Majapahit. Peta yang dibuat menggunakan data dasar berupa informasi sejarah dikatakan sebagai peta sejarah. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menerapkan metode pemetaan sejarah (Historical cartography) untuk membuat data spasial peristiwa sejarah Kerajaan Majapahit dan (2) Menerapkan multimedia cartography untuk memvisualisasikan peristiwa sejarah Kerajaan Majapahit. Penelitian ini memanfaatkan data dari dari buku tafsir sejarah. Data kemudian disusun menjadi tabel peristiwa sejarah. Tabel peristiwa sejarah kemudian dispasialkan dengan memanfaatkan toponimi. Tabel peristiwa sejarah juga digunakan sebagai dasar dalam penyusunan narasi peristiwa sejarah yang direkam kedalam bentuk audio. Hasil spasialisasi peristiwa sejarah kemudian dilayout menjadi lembar peta dasar yang kemudian diolah ke dalam Adobe Premiere Pro menjadi peta animasi dengan menggunakan audio sebagai acuan waktu peletakan objek

    Pengaruh Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (Jjls) Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan Dan Karakteristik Ekonomi Masyarakat Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul

    Get PDF
    Pembangunan suatu wilayah dilakukan dengan harapan dapat memicu pertumbuhan sosialekonomi yang juga berfungsi sebagai upaya untuk mengurangi kesenjangan antara satu wilayah denganwilayah lainnya dalam hal pertumbuhan, pemerataan, dan perkembangan wilayah. Penelitian ini akanmembahas pengaruh pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) terhadap perubahan penggunaanlahan dan karakteristik ekonomi masyarakat di Kecamatan Sanden. Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data yang digunakan terdiri dari dari penggunaan lahan dankarakteristik ekonomi masyarakat yang berfokus pada tahun 2009 dan 2019. Pengambilan sampeldilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Unit analisisnya adalah Desa Srigading dan DesaGadingsari. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, studi literatur, dankajian dokumen. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanbahwasanya perubahan penggunaan lahan di kedua desa tersebut dengan perbandingan data di tahun 2009dan 2019. Namun, perubahan penggunaan lahan tersebut lebih tidak terlalu signifikan disebabkan olehpembangunan JJLS. Perubahan bentuk penggunaan lahan paling dominan terjadi di sektor pertanian kearah sektor non-pertanian. Dampak pembangunan JJLS lebih terlihat di karakteristik ekonomimasyarakat, terlihat dari hasil survei dengan jumlah responden 171. Penambahan mata pencaharian,kenaikan pendapatan rumah tangga, serta kepemilikan aset cenderung mengalami perubahan ke arahpositi

    Kajian Lokasi Potensial Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Sebagian Pulau Sumbawa menggunakan Weighted Linear Combination

    Get PDF
    Kebutuhan listrik dalam kehidupan manusia semakin tinggi, namun sumber energi utama (fosil) yang digunakan saat ini semakin menipis. Energi baru yang bersih dan efisien diperlukan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di masa mendatang, nuklir hadir sebagai sumber energi terbarukan yang bersih dan efisien. Tujuan penelitian ini mencari lokasi potensial di sebagian Pulau Sumbawa yang dapat dibangun pembangkit listrik tenaga nuklir. Weighted Linear Combination (WLC) digunakan sebagai metode tumpangsusun dalam sistem infromasi geografi (SIG) dengan sepuluh parameter yaitu patahan geologi; pusat populasi; sumber air; kemiringan lereng; seismivitas; sensitivitas lingkungan; elevasi; jaringan listrik; jaringan transportasi; dan fasilitas berisiko. Hasil penelitian didapatkan sepuluh titik lokasi potensial yang berada di Pulau Tapan dan pesisir barat daya Gunung Tambora

    Penyusunan Atlas Elektronik Pariwisata Berbasis Web Di Kabupaten Pelalawan, Riau

    Get PDF
    Kabupaten Pelalawan memiliki potensi wisata yang beragam, namun manajemen informasi dan promosi wisata yang ada belum efektif dan menarik. Atlas elektronik menjadi salah satu media yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi pariwisata yang menarik dan interaktif. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan inventarisasi data geospasial pariwisata dan menyusun informasi pariwisata tersebut dalam bentuk atlas elektronik berbasis web. Metode yang digunakan yaitu analisis data primer dan sekunder pariwisata dengan visualisasi data melalui ArcGIS Online berupa peta web pariwisata dan dipublikasikan melalui sebuah situs web pariwisata. Hasil dari penelitian ini yang pertama yaitu (1) basisdata geospasial pariwisata Kabupaten Pelalawan yang memuat informasi data geospasial, data multimedia, dan deskripsi pariwisata. Hasil yang kedua yaitu (2) atlas elektronik pariwisata Kabupaten Pelalawan yang disajikan dalam situs web pariwisata. Atlas elektronik yang terdiri dari peta web pariwisata, deskripsi wisata, foto dan video, serta informasi lainnya ini dapat memberikan gambaran dan informasi kepada wisatawan sebelum mengunjungi daerah wisata

    Dampak Pembangunan Infrastruktur Terhadap Perkembangan Pariwisata Di Kabupaten Pulau Morotai Sebagai Kawasan Perbatasan

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pulau Morotai yang bertujuan untuk : (1) Mengetahui infrastruktur pendukung pariwisata di Kabupaten Pulau Morotai; (2) Mengetahui perkembangan pariwisata di Kabupaten Pulau Morotai. Tiga jenis infrastruktur yaitu Bandara Leo Wattimena, Kondisi Jalan dan Pelabuhan Laut Imam Lastori Daruba diambil sebagai pendukung infrastruktur pariwisata dan tiga obyek wisata dipilih sebagai sampel perkembangan pariwisata yaitu : obyek wisata Pulau Dodola, Pulau Kolorai dan Pulau Galo-Galo.  Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif presentase maupun dengan tabel frekuensi yaitu dalam bentuk uraian deskriptif yang disertai dengan gambar obyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bandara Leo Wattimena sebagai satu-satunya pintu masuk ke Morotai melalui udara. Ketersediaan fasilitas penunjang pariwisata diantaranya : terminal penumpang, fasilitas ruang cek-in, ruang bagasi, listrik, air bersih dan lahan parkir masih di bawah standar. Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Pulau Morotai termasuk pada kategori baik. Infrastruktur dan fasilitas pelabuhan laut Imam Lastori Daruba, juga masih dibawah standar, diantaranya : ruang tunggu, toilet, air bersih. Perkembangan pariwisata yang dirasakan oleh masyarakat termasuk sedang dan tingg

    Analisis Hubungan Pembangunan Infrastruktur dan Pendapatan Asli Daerah di Indonesia

    No full text
    Pembangunan infratsruktur dan perkembangan pendapatan asli daerah (PAD) merupakan dua hal penting dalam kebijakan pembangunan di Indonesia. Penelitian ini mempunyai tujuan mengidentifikasi kondisi infrastruktur tiap provinsi di Indoensia, mengkaji pendapatan asli daerah tiap provinsi di Indonesia, serta menganalisis hubungan serta pola karakteristik tipologi pembangunan infarstruktur terhadap pendapatan asli daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa analisis deskriptif kuantitatif menggunakan data sekuder dengan analisis Indeks komposit, tipology klassen, tabulasi silang, dan korelasi spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan variasi kondisi infrastruktur berdasarkan kuantitas di setiap provinsi dengan : 8 provinsi tinggi (23,53%), 14 provinsi sedang (44,18%), dan 12 provinsi rendah (32,29%). Tingkat perkembangan PAD menunjukkan adanya variasi terkelompokkan menjadi : daerah kemampuan finansial tinggi dan tumbuh (4 provinsi atau 11,76%), daerah kemampuan finansial tinggi tapi tertekan (3 provinsi atau 8,82%), daerah kemampuan finansial berkembang cepat (17 provinsi atau 50%), dan daerah kemampuan finansial rendah dan tertekan (10 provinsi atau 29,42%). Bentuk karakteristik tipologinya menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan infarstruktur tidak selalu berdampak terhadap perkembangan pendapatan asli daerah. Implikasi kebijakan dalam penelitian ini dengan mengoptimalkan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan PAD terutama untuk Kawasan Timur Indonesia, serta meningkatkan dan memanfaatkan infrastruktur untuk menjaga stabilitas pendapatan asli daerah Kawasan Barat Indonesia

    1,176

    full texts

    1,194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bumi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇