SELAMI
Not a member yet
96 research outputs found
Sort by
PERANAN GURU WALI KELAS DALAM PEMBINAAN MORAL SISWA (Studi Pada Siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna)
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui bentuk dan teknik pembinaan moral siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna, (2) untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat pembinaan moral siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna, (3) untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan pembinaan moral siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna. Informan dalam penelitian ini adalah Wali Kelas di SMA Negeri 1 Tongkuno sebanyak 6 orang, 1 Orang Guru BP, Kepala SMA Negeri 1 Tongkuno, Guru bidang studi Agama Islam, dan guru PKn. Hasil penelitian ini adalah: (1) bentuk dan teknik pembinaan moral siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna adalah; memperlakukan siswa sebagai anak sendiri, meningkatkan ketaqwaan siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui pendidikan Agama, membina budi pekerti dan kepribadian siswa, mencatat kehadiran siswa di sekolah, menyelesaikan masalah yang dihadapi anak di sekolah, membimbing dan menilai tingkah laku anak didik sehari-hari di sekolah, meningkatkan kerajinan, ketekunan, dan kesantunan, memberikan hukuman yang edukatif terhadap siswa yang melanggar, kerjasama dengan kepala sekolah, orang tua siswa, dan guru lain berkaitan dengan pembinaan moral, membina suasana kekeluargaan dengan siswa, dan memberikan teladan yang baik kepada siswa, (2) Faktor-Faktor yang menjadi pendukung adalah peran maksimal orang tua siswa, kepala sekolah, dan guru bidang studi. Penghambat pembinaan moral siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna adalah tata tertib sekolah yang kurang dipahami oleh siswa, tidak adanya buku penghubung sekolah dan orang tua siswa, (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan pembinaan moral siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna adalah sosialiasi tata tertib sekolah dan pembuatan buku penghubung sekolah dan orang tua yang dibagikan kepada setiap siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah: pembinaan moral siswa yang dilakukan oleh wali kelas di SMA Negeri 1 Tongkuno dengan cara memperlakukan siswa dengan baik, meningkatkan pendidikan agama, mengajarkan tata karma, dan memberikan teladan kepada siswa. Faktor pendukung pembinaan moral adalah: guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa. Kata Kunci: Guru dan Pembinaan Mora
KEPATUHAN SISWA TERHADAP TATA TERTIB SEKOLAH (Studi pada Siswa SMP Negeri 1 Siompu)
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui kepatuhan siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Siompu terhadap tata tertib sekolah. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Siompu terhadap tata tertib sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kepatuhan siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Siompu terhadap tata tertib sekolah yaitu datang tepat waktu 20%, mengikuti upacara bendera 73%, memakai seragam sesuai aturan sekolah 20%, menggunakan atribut yang lengkap 77%, meludah dalam kelas 65%, menerima teman dari luar sekolah 100%, membuang sampah pada tempatnya 10%, membawa hp di sekolah 78%, menggunakan bahasa daerah di lingkungan sekolah 53%, merapikan rambut bagi laki-laki 73%, memakai perhiasan 100%, mengonsumsi narkoba 95%, menghadiri acara joget malam hari 63%, menonton acara TV yang tidak mendidik 7%, berbicara kotor 47%, bermain yang tidak berhubungan dengan pembelajaran 85%, menaati keputusan dewan guru, 100%, menaati teguran guru saat melanggar tata tertib 33%, dan skorsing 100%. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Siompu terhadap tata tertib sekolah yaitu (a) faktor internal terdiri dari faktor keluarga dan teman sebaya 23%, kurangnya didikan orang tua 18%, bimbingan guru terhadap kepatuhan tata tertib sekolah 5%, (b) faktor eksternal terdiri dari pengaruh teman sebaya 18%, pengaruh media massa 19%. Kesimpulan penelitian ini bahwa: 1) kepatuhan siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Siompu terhadap tata tertib sekolah.yaitu datang tepat waktu, mengikuti upacara bendera, memakai seragam sesuai aturan sekolah, menggunakan atribut yang lengkap, meludah dalam kelas, menerima teman dari luar sekolah, membuang sampah pada tempatnya, membawa HP di sekolah, menggunakan bahasa daerah di lingkungan sekolah, merapikan rambut bagi laki-laki, memakai perhiasan, mengonsumsi narkoba, menghadiri acara joget malam hari, menonton acara tv yang tidak mendidik, berbicara kotor, bermain yang tidak berhubungan dengan pembelajaran, menaati keputusan dewan guru, menaati teguran guru, dan skorsing. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah yaitu (a) faktor internal terdiri dari faktor keluarga dan teman sebaya, kurangnya didikan orang tua, bimbingan guru terhadap kepatuhan tata tertib sekolah, (b) faktor eksternal terdiri dari pengaruh teman sebaya, pengaruh media massa. Kata Kunci: Kepatuhan Siswa dan Tata Tertib
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN FISIK (Studi Desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara)
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gaya kepemimpinan Kepala Desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara dalam Pelaksanaan Pembangunan Fisik. Penelitian ini dilaksanakan di desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi dengan terlebih dahulu mengolah data-data berupa hasil wawancara lalu kemudian menganalisisnya dengan bantuan teori hingga tiba pada suatu kesimpulan penelitian. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembangunan fisik Desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara yaitu (1) pembangunan jalan usaha tani; (2) pembangunan MCK; dan (3) pembangunan Tanggul. Kepala desa selama masa pemerintahannya menerapkan gaya kepemimpinan gaya demokratis dalam pembangunan fisik Desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara baik dalam perencanaan, pelaksanaan pembangunan, sumber anggaran serta pengawasan dalam pembangunan untuk penyelesaian pembangunan desa tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya yang digunakan kepala desa adalah gaya kepemimpinan demokratisyang diterapkan Kepala Desa Konde pada saat perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada pengawasan dalam hal ini melibatkan peran serta seluruh unsur-unsur yang ada baik pemerintah maupun masyarakat Kata kunci : Gaya Kepemimpinan, Pembangunan Fisik Des
PENGARUH TINGKAT PENDAPATAN ORANG TUA DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn DI SMP NEGERI SATAP 5 KONSEL KABUPATEN KONAWE SELATAN
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) seberapa besar pengaruh tingkat pendapatan orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri Satap 5 Konawe Selatan. (2) seberapa besar pengaruh fasilitas belajar pada hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri Satap 5 Konawe Selatan. (3) seberapa besar pengaruh secara bersama-sama tingkat pendapatan orang tua dan fasilitas belajar pada hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri Satap 5 Konawe Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa yang terdiri dari 48 siswa yang tersebar di 3 Kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampel/sampel yang diambil dari seluruh populasi yaitu 48 siswa. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan SPSS 18.0 for windows untuk mengetahui pengaruh tingkat pendapatan orang tua dan fasilitas belajar untuk hasil belajar siswa. Teknik analisis yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah asumsi teknik analisis klasik yang meliputi: uji normalitas, multikoloniaritas, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan (1) tingkat pendapatan orang tua (X1) sebagian positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa (Y). Hal ini didasarkan pada nilai T hitung = 7,415> Ttabel adalah 2.000 dan nilai probabilitas = 0,000 Ttable adalah 2.000 dan nilai probabilitas = 0,001 Ftabel adalah 3,20 dan nilai probabilitas = 0,000 <0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pendapatan orang tua dan fasilitas belajar bersama berpengaruh positif dan signifikan terhadap siswa yang belajar baik secara parsial maupun simultan. Kata Kunci: Tingkat Penghasilan Orang tua, Fasilitas Belajar, dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn
PERANAN KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH DALAM MENYELENGGARAKAN PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT (Studi Di Kantor KPUD Muna Barat Tahun 2017)
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peranan Komisi Pemilihan Umum Daerah untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat Muna Barat tahun 2017. Lokasi penelitian ini adalah di kantor KPUD Muna Barat informan dalam penelitian ini adalah ketua KPU, Panwas, partai politik dari Golkar dan partai politik dari PAN, Komisioner, tokoh pendidikan dan tokoh masyarakat. Pengambilan data dilakukan dengan dua cara yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). Akuntabilitas, KPUD dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat adalah melakukan sosialisasi, KPUD juga sudah menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat dengan dikeluarkannya Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada di masing-masing Desa dan yang lebih rinci lagi di masing-masing TPS, 2). Transparansi, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dalam menyampaikan setiap informasi terkait mekanisme dan tata cara penyelenggaraan pemilu sebagai wujud transparansi KPUD adalah selama tahapan pemilihan kepalah daerah tahun 2017 mulai dari awal sampai terakhir pihak KPUD selalu publikasikan ke media sosial, dan KPUD Muna Barat juga mempunyai ruangan khusus untuk mendapatkan terkait dengan pemilihan umum yaitu Pusat Pelayanan Informasi dan Dokumentasi (PPID), sebagai pusat informasi untuk mendapatkan informasi oleh pablik, 3). Partisipasi, dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat mengikuti pemilihan umum daerah adalah memberikan edukasi politik dan memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat. Kesimpulan penelitian ini bahwa Peranan Komisi Pemilihan Umum Daerah untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat Kabupaten Muna Barat tahun 2017 adalah akuntabilitas, KPUD dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat yaitu melakukan sosialisasi. Transparansi, selama tahapan pemilihan Kepala Daerah Muna Barat tahun 2017 mulai dari awal sampai akhir selalu mempublikasikan kemedia sosial tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan KPUD melalui PPID. Partisipasi, dalam arti masyarakat Muna Barat sudah ikut berpartisipasi dalam Pemilukada. Kata kunci: Peranan KPUD, Partisipasi Politik Masyaraka
NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM BUDAYA MAPPACCI PADA RANGKAIAN PELAKSANAAN PERKAWINAN ORANG BUGIS (Studi di Desa Biru Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana)
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai apa sajakah yang terkandung dalam budaya mappacci pada rangkaian pelaksanaan perkawinan orang bugis di Desa Biru Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana. Manfaat penelitian ini adalah diharapkan menambah pengetahuan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Mappacci pada rangkaian pelaksanaan perkawinan orang bugis. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dan data terdiri dari wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : nilai-nilai yang terkandung dalam budaya mappacci pada rangkaian pelaksanaan perkawinan orang bugis dapat dilihat dari beberapa tahapan diantaranya: (a) mappasau botting terdapat nilai kebersihan raga dan kesucian jiwa yang ada ketika calon mempelai sedang melakukan perawatan di ruangan khusus. (b) cemme passili terdapat nilai religius, nilai kebersihan raga dan kesucian jiwa, serta nilai penghargaan terhadap perempuan. (C) mappanre temme terdapat nilai kebersihan dan kesucian jiwa, serta nilai religius yang sangat kental. Hal ini dapat dilihat saat acara khatam Al-Quran dan pembacaan barazanji. (d) tudang penni terdapat nilai kebersihan dan kesucian jiwa, nilai sosial dan nilai religius. Hal ini dapat terlihat ketika para ibu-ibu dan kerabat saling bekerja sama melayani tamu dan menghidangkan makanan dan kue mueh serta secara bergantian meletakkan daun paccing ke tangan calon mempelai dan memberi doa restu. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam budaya mappacci diantaranya : (a) mappasau botting terdapat nilai terdapat nilai kebersihan raga dan kesucian jiwa (b) cemme passili terdapat nilai religius dan nilai kebersihan raga dan kesucian jiwa serta nilai penghargaan terhadap kaum perempuan (c) mappanre temme terdapat adanya nilai kebersihan raga dan kesucian jiwa serta nilai religius saat pembacaan ayat suci Al-Quran dan barazanji (d) tudang penni terdapat nilai keberihan raga dan kesucian jiwa, nilai religius dan nilai sosial. Kata Kunci : Nilai-Nilai Budaya, Mappacci.
DAMPAK PEMEKARAN KECAMATAN BONE KABUPATEN MUNA
Abstrak: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pemekaran kecamatan Bone. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Informan penelitian adalah ketua dan sekretaris camat Bone Kancitala 2 orang, Tokoh masyarakat 1 orang, sekretaris panitia pemekaran pada wilayah Kecamatan Bone Kancitala 1 orang, Kepala Desa Bone Kancitala 1 orang, birokraksi pemerintahan daerah kabupaten 1 orang, Kepala Dinas Pendidikan Bone Kancitala 1 orang, Mantri kesehatan 1 orang, dan 5 kepala keluarga (KK). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah adalah peneliti kepustakaan dan peneliti Lapangan yaitu dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak positif pemekaran kecamatan Bone yaitu: (1) aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, pemerintahan kecamatan dan sarana dan prasarana yang baik dan lancar, (2) memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai hal dalam aspek pendidikan, kesehatan, pemerintahan kecamatan, ekonomi, dan sarana dan prasarana, (3) pemerintah dengan mudah mengkordinasikan dan menggerakan partisipasi masyarakat karena jumlah penduduk tidak sepadat sebelum pemekaran sedangkan sebelum pemekaran Kecamatan Bone yaitu: 1) adanya pembagian asset; 2) terjadinya penyempitan lahan; 3) tidak ada ganti rugi tanah; 4) adanya tindakan diskriminasi terhadap masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah ada dampak positif dan dampak negatif dari Dampak Pemekaran Kecamatan Bone. Dampak positif tersebut harus tetap dipertahankan guna untuk memberikan terciptanya kondisi pembangunan yang efisien sedangkan dampak negatif dari pemekaran harus diminimalisir agar tidak muncul masalah yang berkelanjutan. Kata kunci: Dampak, Pemekaran, Kecamatan.
KEGIATAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI SARANA MENUMBUHKAN KARAKTER SISWA SMA NEGERI 3 KONAWE SELATAN
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) bentuk kegiatan kepramukaan sebagai sarana menumbuhkan karakter siswa-siswa di SMA Negeri 3 Konawe Selatan dan 2) proses kegiatan kepramukaan sebagai sarana menumbuhkan karakter siswa di SMA Negeri 3 Konawe Selatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) bentuk kegiatan kepramukaan sebagai sarana menumbuhkan karakter siswa-siswa di SMA Negeri 3 Konawe Selatan adalah melalui kegiatan upacara pramuka, latihan rutin, bakti sosial dan berkemah; sedangkan 2) proses kegiatan kepramukaan sebagai sarana menumbuhkan karakter siswa di SMA Negeri 3 Konawe Selatan adalah melalui cara pembiasaan, keteladanan, penugasan, ceramah, dan hukuman maupun sanksi-sanksi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kegiatan kepramukaan sangat mempengaruhi pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 3 Konawe Selatan dan pembentukan karakter siswa dilakukan melalui proses pembiasaan, keteladanan, penugasan, dan pemberian materi.Kata Kunci: Kegiatan Kepramukaan, Karakter, Sisw
ADAT PERTUNANGAN PADA MASYARAKAT LIYA (Studi di Desa Liya Onemelangka Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi)
Abstrak: Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah prosedur pelaksanaan pertunangan menurut adat masyarakat Suku Liya Di Desa Liya Onemelangka. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui prosedur pelaksanaan pertunangan menurut adat Masyarakat Liya di Desa Liya Onemelangka Kecamatan Wangiwangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan secara sistematis mengenai tata cara atau proses pelaksanaan pertunangan (poheporae) pada masyarakat Liya di Desa Liya Onemelangka Kecamatan wangi wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Informan dalam penelitian ini yakni 5 orang yang terdiri dari Kepala Desa Liya Onemelangka, 2 orang tokoh adat, 2 orang tokoh agama, serta 2 (dua) orang responden yaitu satu (1) pasang suami-isteri yang pernah mengalami pertunangan sebelum Perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Prosedur pelaksanaan pertunanga pada masyarakat Liya terdiri dari beberapa tahapan, antara lain yaitu; Potandai (pemilihan jodoh),merupakan tahap pertama dalam adat pertunangan pada Masyarakat Liya yaitu tahap pemilihan jodoh sekaligus penyelidikan yang dilakukan oleh pihak laki-laki terhadap perempuan atau gadis yang akan menjadi bakal calon istri untuk anak muda mereka), Pasola (menanyakan status perempuan) yaitu tahap yang dilakukan untuk mengetahui status dari perempuan yang akan di lamar apakah sudah memiliki pacar atau janda dan apakah ia mau menerima laki-laki yang hendak menjadikannya sebagai calon istri atau tidak), Dhua fala, merupakan tindak lanjut dari pasola yaitu menanyakan kembali jawaban atas lamaran yang disampaikan oleh pihak laki-laki sebelumnya apakah diterima ataukah ditolak, Potumpu, yaitu tahap peminangan, Kabutu’a, yaitu pemberian barang-barang kebutuhan pokok dan barang-barang perlengkapan wanita dari pihak laki-laki atau sebaliknya, Rangkami, yaitu pemberian pokok adat atau tanda pengikat sebagai bukti kesungguhan hati dari laki-laki terhadap perempuan/gadis yang telah dipinang. Berdasarkan uraian pembahasan di dalam penulisan hasil penelitian ini, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa prosedur pelaksanaan pertunanga pada masyarakat Liya terdiri dari beberapa tahapan, antara lain yaitu Potandai, Pasola, Dhua Fala, Potumpu, Kabutu’a, dan Rangkami. Kata kunci: Adat, Pertunangan, Masyaraka
PERANAN GURU DALAM PEMBINAAN MORAL SISWA (Studi Kasus SMP Negeri 3 Tomia Kec. Tomia Timur Kab. Wakatobi)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan gutu PKn terhadap pembentukan moral siswa. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam bentuk observasi, wawancara, penyeberan angket dan pengumpulan data dokumen sekolah. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu data yang diperoleh dari hasil observasi aktifitas guru dan siswa wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa dalam pembelajaran guru selalu memberikan contoh moral yang baik kepada siswa untuk diteladani sebagai suatu moral yang baik. Contoh dari moral yang ditunjukan pleh guru dalam pembelajaran diantaranya adalah menjadi suri tauladan, membimbing siswa menjadi manusia dewasa yang cakap tutur kata,sebagai motivator yaitu memberikan pelajaran siswa tentang kebaikan. Dengan contoh moral yang dipraktekan dan ditekankan guru dalam pembelajaran, yang menjadikan siswa terbentuk moralnya. Dilihat dari hasil wawancara dengan guru menarik kesimpulan bahwa, siswa di SMP 3 Tomia Kec. Tomia Timur Kab. Wakatobi sudah memiliki moral yang baik meski belum keseluruhan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa guru dalam pembelajaran memiliki peranan dalam pembentukan moral siswa di SMP Negeri 3 Tomia Kec. Tomia Timur Kab. Wakatobi. Kata Kunci: Peranan Guru, dan Moral Sisw