SELAMI
Not a member yet
96 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KEBANGGAAN SEBAGAI BANGSA INDONESIA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI
Abstrak: Guru harus mampu menerapkan model pembelajaran dan keterampilan khusus di samping secara benar memahami karakteristik siswa dan cara belajarnya. Model pembelajaran yang menciptakan kondisi pembelajaran sebagaimana disebutkan diatas harus dipilih dengan tepat.Realitanya, hasil belajar siswa pada materi kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia di sekolah belum menunjukkan hasil yang diinginkan karena belum mencapai minimal kriteria ketuntasan minimal. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia melalui Strategi Pembelajaran Inkuiri melalui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) sebanyak dua siklus dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas III SDN 19 Abeli Kota Kendari setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, dengan sumber data yaitu siswa dan guru. Data hasil penelitian ini dianalisa dengan menggunakan empat tahap yaitu mereduksi data, menyajikan data, menarik kesimpulan dan verifikasi data. Strategi Pembelajaran Inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar, aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa pada materi Kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia. Hasil penelitian menunjukanrata-rata hasil belajar siswa siklus I sebesar 63,8 dengan persentase ketuntasan sebesar 50% dan siklus II sebesar 76,1 dengan persentase ketuntasan sebesar 100%. Hasil observasi guru pada siklus I mencapai 78% dan siklus II meningkat menjadi 96,66%Hasil observasi siswa pada siklus I mencapai 68% dan siklus II meningkat menjadi 96%, sesuai nilai minimal 70 sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah.Kata kunci : Meningkatkan, Hasil Belajar, Strategi, Inkuir
ANALISIS DAMPAK SOSIAL PENAMBANGAN NIKEL DI KECAMATAN PALANGGA SELATAN KABUPATEN KONAWE SELATAN
Abstrak: Analisis dampak sosial penembangan nikel di Kecamatan Palangga Selatan Kabupaten Konawe Selatan ini menunjukan pula masyarakat di Kecamatan Palangga Selatan memiliki persepsi positif, yaitu meningkatnya nilai tambah ekonomi dan mengurangi jumlah pengangguran yang ada, meningkatnya usaha-usaha kecil masyarakat maupun meningkatnya tenaga kerja lokal. Namun di lain pihak masyarakat juga memiliki pemikiran negatif hadirnya aktivitas pertambagan Nikel pemikiran negatifnya adalah adanya sikap penolakan dan ketidaksukaan masyarakat terhadap adanya tambang perusahaan dimana aktivitas pertambangan nantinya dapat berdampak negatif bagi lingkungan seperti rusaknya hutan, polusi dimana-mana, rusaknya jalan, dan tercemarnya air akibat limbah Pabrik. Di lain pihak juga kearifan sosial masyarakat yang tidak akan terjaga baik lagi di sebabkan adanya permasalahan-permasalahan horizontal seperti tumpang tindih lahan antara masyarakat satu dan yang lainnya di Kecamatan Palangga Selatan kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kata Kunci: Analisis Dampak Sosial Penambangan Nike
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI MUNA NOMOR 44 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS DAN FUNGSI POKOK CAMAT (Studi Di Kantor Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui Implementasi Peraturan Bupati Muna Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Tugas dan Fungsi Pokok Camat di Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna; (2) Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat Implementasi Peraturan Bupati Muna Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Tugas dan Fungsi Pokok Camatdi Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna. (3).Untuk mengetahui upaya camat dalam mengatasi hambatan implementasi Peraturan Bupati Muna Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Tugas dan Fungsi Pokok Camat, di Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna. Informan dalam penelitian ini sebanyak 13 orang, 1 orang Camat, 1 orang Kepala seksi pemerintahan, ketentraman, dan ketertiban, 1 orang Kepala seksi Pelayanan Umum dan Kesejahteraan Sosial, 1 orang Kepala seksi ekonomi dan pembangunan, 3 orang Kepala Desa/Lurah dan 6 orang Tokoh Masyarakat. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: (1) Implementasi Peraturan Bupati Muna Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Tugas dan Fungsi Pokok Camat secara umum telah dilaksanakan dengan maksimal hal tersebut dapat dilihat pada perannya dalam Mengkordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat, Mengkordinasikan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, Mengkordinasikan pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan umum, Membina dan mengawasi penyelenggaraan kegiatan Desa/Kelurahan. Pada tugas ini camat telah melakukan kordinasi dengan para Kepala Desa/Lurah serta dengan tokoh masyarakat dengan baik sebagaimana dengan yang di amanahkan oleh undang- undang; (2) Faktor- faktor yang menghambat Camat Napabalano dalam Implementasi Peraturan Bupati Muna Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Tugas dan Fungsi Pokok Camat di lingkup wilayah kecamatan napabalano adalah Sarana-prasarana yang terbatas, Kualitas sumber daya manusia para pegawai, Keuangan yang tidak sesuai dengan cakupan tugas yang diberikan serta Kesadaran masyarakat dalam memahami prosedur kepengurusan. (3). Upaya- upaya yang di lakukan oleh Camat Napabalano untuk mengatasi hambatan dalam Implementasi Peraturan Bupati Muna Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Tugas dan Fungsi Pokok Camat dilakukan dengan sikap kepemimpinan yang tetap tegas, mengkordinasikan dengan pemerintah Daerah Kabupaten, memberikan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia para pegawai, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana prosedur kepengurusan yang baik dikecamatan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Camat berperan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Napabalano namun belum berjalan maksimal yang disebabkan beberapa faktor penghambat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kata Kunci: Implementasi, Peraturan Bupati, Tugas Pokok dan Fungsi Cama
PERILAKU MEROKOK DIKALANGAN SISWA (Studi Di SMP Negeri 8 Konawe Selatan)
Abstrak: Masalah yang paling sering dihadapi oleh sebagian besar sekolah di indonesia adalah masalah perilaku siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Perilaku merokok merupakan salah satu perilaku siswa yang paling sering ditemukan di sekolah terutama SMP Negeri 8 Konawe Selatan. Dimana perilaku tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang membuat siswa banyak memiliki perilaku merokok. Upaya yang dapat dilakukan sekolah untuk menaggulangi perilaku merokok adalah dengan memberikan pengawasan terhadap siswa yang sering ditemukan merokok, Pihak sekolah melakukan kerja sama dengan pihak-pihak lain diluar sekolah misalnya warga disekitarnya, kepolisian dan pemerintah setempat, diadakan ceramah penyuluhan tentang bahaya merokok atau mengkonsumsi narkoba oleh pihak yang berkompetensi, sekolah juga bisa mengadakan berbagai kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler untuk membuat siswa lupa akan rokok, dan sekolah juga bisa menyarankan orang tua mengisi surat pernyataan bahwa bila anaknya terlibat pelanggaran merokok dan narkoba sanggup dikeluarkan. Kata Kunci: Perilaku, Merokok, Remaj
PEMBINAAN MORAL SISWA PADA SMA NEGERI 1 NAPANO KUSAMBI KABUPATEN MUNA BARAT
Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Bentuk-bentuk pembinaan moral siswa pada SMA Negeri 1 Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat dan mengetahui upaya-upaya pembinaan moral siswa pada SMA Negeri 1 Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat. Lokasi penelitian adalah Di Desa Lahaji Kecamatan Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat di SMA Negeri 1 Napano Kusambi, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan informan 10 orang selanjutnya di analisis dengan sumber data kualitatif. Hasil penelitian ini menujukan bahwa: 1) Bentuk-bentuk pembinaan moral siswa pada SMA Negeri 1 Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat (a) memberi bimbingan untuk berbuat baik kepada orang tua seperti bersikap sopan contoh memberi salam setelah pulang sekolah, tidak berbicara keras atau kasar dan bersikap sabar dalam menahan marah contohnya tidak membentak orang tua. (b) Memberi Motivasi untuk berbuat baik seperti tidak melakukan perbuatan tidak terpuji contohnya berkata tidak jujur dan tidak sopan di lingkungan sekolah dan perbuatan tidak tercela contohnya sombong dan memfitnah.(c) memberikan berbagai tuntutan moral seperti Membaca Al-Quran, Melaksanakan Sholat, dan menjalankan puasa dibulan suci Ramadhan. 2) Upaya yang dilakukan dalam guru dalam pembinaan moral siswa di SMA Negeri 1 Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat yakni mengarahkan untuk selalu berbuat baik, mengajarkan sopan santun. Kesimpulan penelitian ini adalah pembinaan moral siswa pada SMA Negeri 1 Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat dapat ditingkatkan di sekolah melalui bentuk pembinaan moral siswa dan upaya pembinaan moral siswa. Kata kunci: Bentuk pembinaan Moral, Upaya pembinaan Mora
IMPLEMENTASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PKn DI MAN 1 BAU-BAU
Abstrak: Kompetensi pedagogik berupa kemampuan mengelola pembelajaran dianggap masih sering menjadi masalah yang kompleks, hal yang sama di MAN 1 Bau-Bau guru PKn belum sepenuhnya melaksanakan kompetensi pedagogik yang dimilikinya. Hal itu dapat dilihat dimana metode pembelajaran yang digunakan masih dominan menggunakan metode ceramah, guru kurang kreatif dalam menggunakan dan memanfaatkan media pembelajaran. Permasalahan itu akan dapat teratasi apabila guru PKn mempunyai kompetensi pedagogik yang tinggi sehingga guru akan dapat mengimplementasikan metode dan media pembelajaran dengan tepat, sehingga pembelajaran PKn di sekolah menjadi lebih menarik bagi siswa. Kata Kunci: Kompetensi, Pedagogik, Guru PKn.