SELAMI
Not a member yet
96 research outputs found
Sort by
PERANAN PEMERINTAH KECAMATAN KABAWO DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
Abstrak: Peranan Pemerintah Kecamatan Kabawo dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dilakukan melalui pelayanan bidang administrasi kependudukan dengan jenis-jenis pelayanan seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Rekomendasi Surat Pindah, Rekomendasi Izin Usaha, Surat Keterangan Waris, Surat Keterangan Jual Beli Tanah (Akta Tanah), Legalisasi Surat-surat, dan Surat Keterangan Kematian. Kata Kunci: Peranan Pemerintah, Pelayanan Masyarakat
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH (Studi Desa Wanseriwu Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat)
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab putus sekolah di Desa Wanseriwu Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab putus sekolah di Desa Wanseriwu disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal, yang dimana faktor internal yakni 1. minat atau kemauan 2. Kepercayaan pada diri sendiri, sedangkan faktor eksternal terdiri dari 1. lingkungan keluarga, 2. Lingkungan sekolah, 3. lingkungan masyarakat,4. Faktor ekonomi,5. Pemahaman orang tua terhadap pentingnya pendidikan.Kata kunci : Faktor-Faktor Penyebab, Putus Sekola
PEMBINAAN KARAKTER WARGA PANTI PADA PANTI ASUHAN AMALIYAH DI KELURAHAN RAHANDOUNA KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI
Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui:(1) Nilai-nilai karakter apa saja yang yang diajarkan pada Panti Asuhan Amaliyah di Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia kota Kendari, (2) Bagaimana pelaksanaan pembinaan karakter warga panti pada Panti Asuhan Amaliyah di Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia kota Kendari, (3) Hambatan apa yang dihadapi dalam pembinaan karakter anak panti, (4) Upaya yang dilakukan dalam memecahkan masalah hambatan dalam pembinaan karakter anak Panti Asuhan Amaliyah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu menggambarkan pembinaan karakter warga panti pada Panti Asuhan Amaliyah di Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia Kota kendari. Dalam penelitian ini penulis memperoleh data dari responden 6 orang anak asuh dan informan pembina sebanyak 6 orang. Hasil penelitian menunjukanPelaksanaan pembinaan karakter melalui berbagai metode dilakukan oleh pembina Panti Asuhan Amaliyah diantaranya melaui keteladanan; perhatian dan kasih sayang; nasihat; serta penghargaan dan hukuman, dengan harapan warga panti kedepannya menjadi manusia yang tidak hanya cerdas namun juga berkarakter baik. Pembinaan karakter dilaksanakan melalui pengajaran 18 nilai-nilai pendidikan karakter: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Hambatan yang dihadapi Panti Asuhan Amaliyah dalam pembinaan karakter pada anak panti asuhan yaitu keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya SDM tenaga pembina panti, faktor personal anak panti dan masalah keterbatasan dana, upaya dilakukan untuk mengatasi hambatan yang ada yakni dengan memaksimalkan saranadan prasarana yang ada, membuka peluang penambahan tenaga pembina panti, memberikan pembinaan khusus danmengusulkan permohonan proposal bantuan. Kata Kunci : Pembinaan Karakter, Warga Panti Asuha
KINERJA GURU YANG SUDAH MEMILIKI SERTIFIKASI PENDIDIK DI SMA NEGERI 2 MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja guru yang sudah memiliki sertifikasi pendidik di SMA Negeri 2 Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja guru yang memiliki sertifikasi pendidik diantaranya: (1) Perencanaan pembelajaran yang pertama, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Tujuan, Indikator, Materi Ajar, Metode Pembelajaran, dan penilaian atau evaluasi. (2) Rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan awal pembelajaran, Kegiatan inti pembelajaran, Kegiatan akhir pembelajaran (3) Pelaksanaan pembelajaran, Sebelum melaksanakan proses pembelajaran materi yang telah dibuat terlebih dahulu harus dipahami dan dimengerti supaya dalam proses belajar mengajar berjalan dengan lancar. (4) menyampaikan tujuan dan kompetensi dasar dapat mengetahui arah dan tujuan materi yang kita bawakan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah kinerja guru di SMA Negeri 2 Mawasangka yang sudah memiliki sertifiksi pendidik termaksud kategori baik. Dilihat dari peningkatan kinerja guru yang sudah memiliki sertifikasi mencapai 82,5% dari nilai rata-rata keseluruhan indikator.Kata Kunci: Kinerja Guru, Sertifikat Pendidi
KOMPETENSI SOSIAL GURU PKn DI SMA NEGERI 5 WANGI-WANGI
Abstrak: Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, dan orang tua/wali peserta didik. Kompetensi sosial adalah salah satu kompetensi guru yang menuntut guru dalam menjalankan tugas profesionalnya agar dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan tidak terkecuali di SMA Negeri 5 Wangi-wangi. Indikator kompetensi sosial guru antara lain adalah mampu berinteraksi dengan peserta didik, mampu berinteraksi dengan sesama guru, dan mampu berinteraksi dengan orang tua/wali peserta didik. Agar tercipta suasana pembelajaran yang harmonis, efektif dan efisien di sekolah. Kata kunci : Kompetensi Sosial Guru PK
PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA TAHUN 2016 (Studi Di Desa Baluara Kecamatan Batukara Kabupaten Muna)
Abstrak: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan alokasi dana Desa tahun 2016 di Desa Baluara Kecamatan Batukara Kabupaten Muna terdiri atas empat bentuk antara lain: perencanaan, pelaksanan, pertanggungjawaban, dan pengawasan. Pada tahap perencanaan kepala Desa mengadakan musyawarah bersama tokoh masyarakat, pemerintah Desa, anggota BPD untuk membahas penggunaan atas anggaran alokasi dana Desa tahun 2016; tahap pelaksanaan kepala Desa sebagai penguasa anggaran terhadap kegiatan yang telah direncanakan dan membentuk tim pelaksana kegiatan; tahap pertanggungjawaban kepala Desa bertanggungjawab atas anggaran yang digunakan yakni pertanggungjawaban tertulis dalam bentuk laporan pertanggungjawaban hasil pelaksanaan pengelolaan alokasi dana Desa tahun 2016; dan tahap pengawasan yang melaksanakan pengawasan adalah kepala Desa, BPD, dan masyarakat sedangkan pemerintah Kabupaten/Kota melalui laporan pertanggungjawaban. Kata Kunci: Pengelolaan Alokasi Dana Desa
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEDISIPLINAN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN POASIA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kedisiplinan kerja pegawai pada kantor Kecamatan Poasia. (2) faktor-faktor penghambat dan pendukung kedisiplinan kerja pegawai pada kantor Kecamatan Poasia (3) Upaya yang dilakukan pimpinan (Camat) dalam meningkatkan kedisiplinan kerja pegawai pada kantor Kecamatan Poasia. Metode penelitian yang digunakan meliputi lokasi penelitian ini adalah kantor Kecamatan Poasia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan berjumlah 7 orang dan responden 4 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan menggunakan 3 cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) kedisiplinan kerja pegawai pada kantor Kecamatan Poasia masih kurang maksimal, dengan indikator frekuensi kehadiran pegawai masih cukup tinggi angka ketidakhadiran pegawai dan kurang terpenuhinya standar jam kerja, sehingga berdampak kurang maksimalnya kedisiplinan kerja pegawai. (2) Faktor penghambat kedisiplinan kerja pegawai yaitu faktor eksternal berupa kepuasan kerja yang berkaitan dengan kurang cukupnya gaji dalam memenuhi kebutuhan pegawai, kurangnya sarana/ peralatan yang menunjang kedisplinan kerja pegawai. Faktor pendukung kedisiplinan kerja pegawai yaitu penggunaan peralatan kantor dengan baik, tanggung jawab dan ketaatan pada peraturan kantor. (3) Upaya yang dilakukan pimpinan (Camat) dalam meningkatkan kedisiplinan kerja pegawai yaitu teladan pimpinan, pemberian motivasi melalui pemberian reward dan mengikutsertakan pegawai pada perjalanan dinas serta adanya promosi jabatan, dan penegakan disiplin lewat hukuman yang dilakukan dengan teguran secara lisan, teguran tertulis dan penundaan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Kata Kunci: Partisipasi masyarakat, Manajemen penanggulangan bencan
IMPLEMENTASI TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) TERHADAP MASYARAKAT KAWASAN PERTAMBANGAN (Studi di Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara)
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) terhadap masyarakat kawasan pertambngan di kecamatan Motui. Desain penelitian ini bersifat kualitatif dengan analitiknya menggunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini terdiri dari informan yang ditetapkan secara purposive yaitu: camat Motui, masing-masing kepala desa Motui, Matandahi, Lambuluo, dan Bende, penanggung jawab perusahan PT Bumi Konawe Abadi site Motui, satu orang masing-masing tokoh masyarakat dan tokoh agama dari desa Motui, Lambuluo, Matandahi dan Bende. Responden penelitian ini terdiri dari 4 orang, satu orang masyarakat masing-masing dari desa Motui, Lambuluo, Matandahi, dan kelurahan Bende. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan di kecamatan Motui melalui bentuk pengembangan masyarakat yang di bagi kedalam tiga aspek: Aspek sosial bidang pendidikan, berupa pemberian bantuan dana pendidikan untuk mahasiswa kecamatan Motui, pembebasan lahan pembangunan SMA, bantuan dana bagi guru-guru SMA, pembangunan kantor darurat bagi SMA, penyediaan sekretariat bagi mahasiswa kecamatan Motui, pemberian bantuan mesin pemotong rumput, penyediaan alat-alat olahraga untuk SMA. Bidang pembangunan sarana dan prasarana sosial berupa penimbunan dan perluasan jalan akses desa, pembangunan pelabuhan tambatan perahu, pembangunan tanggul abrasi, dan pembangunan sarana air bersih berupa sumur gali dan sumur bor. Aspek budaya, bidang keagamaan yaitu bantuan dana pembangunan masjid, sumbangan sapi kurban pada parayaan hari raya Idul Adha, sumbangan pada perayaan maulid, dan sumbangan kedukaan. Bidang olahraga, sumbangan kostum pada perayaan HUT RI, dan pendanaan atlit sepak bola kecamatan Motui pada turnamen Antam Cup. Aspek ekonomi, yaitu pemberian kompensasi bagi seluruh masyarakat kecamatan Motui, pemberian bantuan bagi janda-janda dan lansia, pemberian kompensasi bagi masyarakat yang rumahnya berada di radius 100 meter dari jalan aktivitas pertambangan. Implementasi tanggungjawab sosial perusahaan aspek sosial bidang kesehatan belum pernah dilaksanakan oleh perusahaan pertambangan. Kata Kunci: Implementasi Tanggungjawab Sosial Perusahaan, Pengembangan Masyarakat (Community Development)
PERANAN TOKOH ADAT BUTON DI TOMIA DALAM PENERAPAN NILAI-NILAI BUDAYA PASOMBO PADA ACARA ADAT PENGUKUHAN GADIS REMAJA (Studi di Desa Timu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi)
Abstrak: Hasil Penelitian sebagai berikut: 1) Pelaksanaan pasombo (pingitan) terdiri dari dua tahap yaitu, tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. 2) Nilai-nilai yang terdapat dalam acara adat pasombo (pingitan) adalah nilai religius, nilai etika/moral, nilai ekonomi, nilai budaya dan nilai gotong royong. 3) Peranan tokoh adat Buton di Tomia dalam penerapan nilai-nilai budaya pasombo (pingitan) pada acara adat pengukuhan gadis remaja di Desa Timu dapat dilihat dari nilai-nilai gotong royong dan nilai budaya. Pelaksanaan acara adat pasombo (pingitan) tidak lagi dilaksanakan secara gotong royong sebagaimana telah menjadi budaya leluhur masyarakat Tomia. Kesimpulan: 1) Pelaksanaan pasombo (pingitan) terdiri dari dua tahap yaitu, tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. 2) Nilai-nilai yang terdapat dalam acara adat pasombo (pingitan) adalah nilai religius, nilai etika/moral, nilai ekonomi, nilai budaya dan nilai gotong royong. 3) Peranan tokoh adat Buton di Tomia dalam penerapan nilai-nilai budaya pasombo (pingitan) pada acara adat pengukuhan gadis remaja di Desa Timu dapat dilihat dari nilai-nilai gotong royong dan nilai budaya. Kata Kunci: Peranan Tokoh Adat Dalam Penerapan Nilai-Nilai Budaya Pasombo (pingitan
HAMBATAN PENYIDIK DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA ILLEGAL LOGGING (Studi Pada Kepolisian Sektor Konda Resort Kota Kendari)
Abstrak: Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) hambatan apa sajakah yang dialami penyidik dalam penyidikan tindak pidana illegal logging; (2) bagaimanakah upaya penyidik dalam mengatasi hambatan penyidikan tindak pidana illegal logging. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan apakah yang dialami penyidik dalam penyidikan tindak pidana illegal logging dan upaya-upaya apakah yang dilakukan penyidik dalam mengatasi hambatan penyidik dalam penyidikan tindak Pidana illegal logging. Penelitian ini bersifat kualitatif, yaitu meneliti dan menelaah data dan segala jenis informasi di lapangan. Responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 5 orang yang terdeiri dari Kepala Kepolisian Sektor Konda dan 3 orang Anggota Kepolisian Sektor Konda. Informan sebanyak 2 orang yang berasal dari Polisi Kehutanan Kecamatan Konda. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: wawancara (interview), dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan penyidik dalam Penyidikan Tindak Pidana illegal logging : 1. Faktor internal yang terdiri dari: (a). lemahnya mentalitas aparat penegak hukum dan (b) kurangnya fasilitas sarana dan prasarana, 2. Faktor eksternal yang terdiri dari: a) kuranggnya kordinasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat setempat; b) keterangan tersangka yang membingungkan; dan c) hambatan dalam penyitaan barang bukti. Upaya-upaya yang dilakukan Kepolisian sektor Konda dalam mengatasi hambatan dalam peyidikan tindak pidana illegal logging adalah: (1) melakukan pendekatan kepada masyarakat; (2) pembinaaan kepada masyarakat; (3) melatih ketegasan mental aparat penegak hokum; (4) melengkapi fasilitas sarana dan prasarana; (5) memberikan sanksi yang berat bagi mereka yang melakukan pelanggaran. Kata kunci : Penyidikan, illegal logging.