96 research outputs found

    PERBEDAAN JUMLAH MAHAR DALAM PERKAWINAN PINANG PADA MASYARAKAT SUKU MUNA (Studi di Kelurahan Wapunto Kecamatan Duruka Kabupaten Muna)

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab perbedaan jumlah mahar dalam perkawinan pinang pada masyarakat suku Muna di Kelurahan Wapunto Kecamatan Duruka Kabupaten Muna.Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Wapunto Kecamatan Duruka Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri berjumlah 4 orang yang terdiri dari 3 orang tokoh adat Muna sebagai pelaku yang mengatur tata cara adat dalam pelaksanaan perkawinan pinang (doangka ne mata), dan 1 orang Imam Masjid/Khatib Kelurahan Wapunto. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor perbedaan jumlah mahar dalam perkawinan pinang pada masyarakat suku Muna di Kelurahan Wapunto Kecamatan Duruka Kabupaten Muna; faktor perbedaan jumlah mahar dalam perkawinan pinang disebabkan karena adanya pembagian martabat tujuh (7) golongan pada masyarakat suku Muna pada pemerintahan Raja Sugi Manuru sejak zaman dahulu kala. Dimana golongan Kaomu jumlah maharnya 20 bhokaadalah simbol sifati raafuluno yang diwujudkan dalam jabatan kerajaan Muna sebagai Kino atau Kepala Kampung. Golongan Walaka jumlah maharnya 10 bhoka 10 suku adalah simbol jabatan adat kerajaan Muna yaitu dua Hatibi, empat Modhi Kamokula, dan empat Modhi Anahi, golongan Anangkolaki jumlah maharnya 7 bhoka 2 suku adalah sebagai simbol jabatan adat kerajaan Muna yang diemban oleh golongan Kodasano yaitu sebagai Bhontono Kampo, Parabhela, dan Kamokulano Liwu, dan golongan Kodasano  jumlah maharnya 3 bhoka 2 suku adalah simbol 7 orang petani Raja Sugi Manuru dalam perkawinannya dengan Wa Saorone yang beranakkan 7 orang sebagai kepala kampung.Kesimpulan penelitian ini, perkawinan adat Muna pada masyarakat Muna menurut praktek hukum adat Muna yang tidak tertulis didasarkan pada stratifikasi sosial/golongan pada masyarakat Muna, pembagian stratifikasi sosial masyarakat Muna dengan  jumlah mahar antara golongan tersebut berbeda-beda: golongan Kaomu maharnya sebesar 20 bhoka, Walaka 10 bhoka 10 suku, Anangkolaki 7 bhoka 2 suku, dan golongan Kodasano 3 bhoka 2 suku. Kata Kunci : Stratifikasi Sosial, Jumlah Mahar, dan Perkawinan Pinang

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN FISIK DESA (Studi di Desa Banga Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah)

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan fisik di desa Banga Kecamatan Mawasangka; dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pembangunan fisik di desa Banga Kecamatan Mawasangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan fisik desa diklasifikasikan dalam tiga bentuk, yakni: (a) Keikutsertaan dalam musyawarah dan memberikan usulan/saran perihal program pembangunan yang akan dijalankan untuk disetujui bersama. Secara konkret berwujud: kehadiran masyarakat dalam setiap pertemuan, memberikan beberapa usulan/masuka-masuk dalam pertemuan, hingga terlibat dalam pertemuan nonformal yang membahas program pembangunan yang akan dilaksanakan; (b) Keikutsertaan dalam pelaksanaan/realisasi program pembangunan. secara konkret berwujud sumbangan berupa tenaga, pikiran, dana, alat-alat/bahan-bahan kerja; dan (c) Keikutsertaan mengawasi, mengevaluasi dan memelihara hasil pelaksanaan pembangunan. Pengawasan dan evaluasi secara sederhana berfungsi untuk mengetahui sejauh mana suatu pembangunan berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. 2. terdapat empat faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pembangunan fisik desa yakni: (a) pengetahuan dan keterampilan; (b) tingkat pendidikan dimana terdapat partisipasi dominan yang diklasifikasi pada dua tingkatan pendidikan yakni maksimal tamat SMP dan Minimal tamat SMA; (c) Pekerjaan dan penghasilan Pekerjaan dan penghasilan memberikan pengaruh besar pada partisipasi dalam bentuk perencanaan/ penggagasan dan realisasi program pembangunan (d) Kebudayaan memberikan pengaruh yang cukup besar dan positif untuk pembangunan desa yakni melalui adanya budaya gotong royong yang menjadikan percepatan pembangunan. Kesimpulan adalah (1) bentuk partisipasi masyarakat dalam pembagunan fisik desa sudah terlaksa dengan baik, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa (a) faktor internal (b) faktor eksternal.Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Pembangunan Fisik

    ANALISIS PENERAPAN KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN PADA PEMBELAJARAN PKn DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 1 SIOMPU

    Get PDF
    Abstrak: Dewasa ini banyak guru yang menerapkan keterampilan membuka dan menutup pelajaran belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pelaaksanaan keterampilan membuka dan menutup pelajaran ada beberapa indikator yang tidak diterapkan oleh guru PKn yaitu memperhatikan minat siswa, menimbulkan rasa ingin tahu, mengemukakan konsep yang bertentangan, mendemonstrasikan keterampilan, aplikasi konsep pada konteks lain, mengekspresikan pendapat sendiri, percobaan dan kunjungan lapangan. Hambatan yang dihadapai guru PKn yaitu masalah perbedaan minat siswa, keterbatasan waktu, ketidakberanian siswa untuk mengemukakan pendapat, dan keterbatasan media informasi, sehingga upaya untuk mengatasinya yaitu variasi media, penambahan jumlah jam pelajaran PKn, memberikan hadiah bagi siswa yang berani mengemukakan pendapat, memperbanyak literatur atau bahan ajar, serta pengadaan jaringan internet. Jadi penampilan guru PKn kelas VIIIA SMP Negeri 1 Siompu dalam mempraktikkan keterampilan membuka pelajaran menunjukkan kualitas sangat baik, sedangkan pada penerapan keterampilan menutup pelajaran menunjukkan kualitas cukup. Kata kunci: Keterampilan, Membuka dan Menutup, dan Pembelajaran PK

    EVALUASI MUTU PELAYANAN PUBLIK (Studi di kantor Kecamatan Kambu Kota Kendari)

    Get PDF
    Abstrak: Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) evaluasi mutu pelayanan publik di kantor Kecamatan Kambu Kota Kendari dapat dilihat dari aspek fasilitas fisik (tangibles), kehandalan (realibility), daya tanggap (responsive), jaminan (assurance), empati (empaty). (2) faktor-faktor penghambat dalam evaluasi mutu pelayanan publik di kantor Kecamatan Kambu Kota Kendari yaitu faktor sumber daya manusia, dan fasilitas pelayanan. (3) upaya-upaya yang dilakukan dalam meningkatkan mutu pelayanan publik yaitu meningkatkan kemampuan petugas pelayanan, kecepatan pelayanan, meningkatkan kedisiplinan petugas pelayanan, dan kenyamanan lingkungan.Kesimpulan penelitian ini bahwa evaluasi mutu pelayanan publik di kantor Kecamatan Kambu, secara umum sudah terlaksana dengan baik. Namun masih ada beberapa sektor pelayanan yang masih perlu ditingkatkan utamanya pada dimensi bukti fisik (tangibles) demi untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.Kata Kunci: Evaluasi Mutu, Pelayanan Publik

    PERGESERAN NILAI TARIAN BUDAYA LULO PADA SUKU TOLAKI (Studi Kelurahan Tababu Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur )

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Nilai-nilai apa saja yang mengalami pergeseran, dalam Pelaksanaan Tarian Lulo dan mengetahui Faktor-faktor penyebab bergesernya nilai budaya dalam Tarian Lulodi Kelurahan Tababu, Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif dengan pendekatan kualitatif, dalam arti mendeskripsikan nilai-nilai yang bergeser pada tarian lulo dan faktor-faktor penyebab terjadinya pergeseran tarian lulo , secara objektif apa adanya sesuai dengan kondisi riil serta fenomena yang terjadi di Kelurahan Tababu. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa nilai-nilai yang mengalami pergeseran dalam tarian lulo di Kelurahan Tababu Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur yaitu : (1) Nilai Tekhnologi (2) Nilai Ekonomi (3) Nilai Etik dan (4) Nilai Estetik. Adapun faktor-faktor penyebabnya yaitu (1)adanya asimilasi budaya ( perpaduan antar budaya) (2) adanya penemuan baru (zaman modern) dengan adanya penemuan baru atau zaman yang lebih modern di dalam kehidupan masyarakat, dapat merubah nilai budaya tarian lulo itu sendiri karena dengan adanya penemuan baru dapat merubah atau melunturkan nilai kebudayaan dalam tarian lulo yang sejak lama di pertahankan oleh nenek moyang kita (suku tolaki) dari zaman dahulu.Kesimpulan dari penelitian ini yakni, telah terjadi pergeseran nilai budaya tarian lulo di kelurahan tababu kecamatan tirawuta kabupaten kolaka timur, pergeseran yang terjadi bermacam-macam yakni. Pertama, perubahan dalam alat music yang digunakan pada zaman dahulu menggunakan Gong tetapi sekarang dengan perkembangan zaman sudah menggunakan alat music elektone. Kedua, dalam segi ekonomi di zaman sekarang masyarakat harus menggeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyewa alat music tersebut ( elektone ). Ketiga, gerakan tarian lulo yang dahulunya cuman satu gerakan tetapi sekarang dengan perkembangan zaman sudah banyak jenis atau model, mulai dari lulo stater, lulo segitiga dan berbagai macam jenis lainnya..Kata Kunci : Pergeseran Nilai Kebudayaan Tarian Lulo Pada Suku Tolak

    DISIPLIN KERJA GURU BIDANG STUDI PKn DI SMP NEGERI 5 KENDARI

    Get PDF
    Abstrak: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yakni semua guru bidang studi PKn sedangkan sumber data sekunder dari penelitian ini adalah sebanyak 9 orang yakni kepala sekolah, wakil kepal sekolah dan 7 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan tiga cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data mengenai disiplin kerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja guru bidang studi PKn. Teknis analis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa Disiplin kerja guru bidang studi PKn SMP Negeri 5 Kendari sudah  baik. Guru bekerja mengelola administrasi, membuat rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melakukan evaluasi pembelajaran dikerjakan berdasarkan indikator disiplin seperti pengendalian perilaku, mengikuti norma hukum, taat terhadap aturan, patuh terhadap ketentuan, kesedian melakukan pekerjaan, tanggung jawab melaksanakan tugas, dan kesadaran atas tugas. Sehingga segala pekerjaan yang dilakukan guru bidang studi PKn terlaksana dengan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja guru bidang studi PKn dikatakan baik di SMP Negeri 5 Kendari berdasarkan tiga faktor tersebut yaitu faktor pemimpin, faktor kebutuhan, dan faktor pengawasan. Pada faktor pemimpin atau kepala sekolah sangat berperang aktif dalam disiplin kerja karena kepala sekolah selalu memberikan contoh kepada guru dan siswa. Kalau faktor kebutuhan dan faktor pengawasan tidak ditemukan pada guru bidang studi PKn dikarenakan guru melaksanakanya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru/ tenaga pendidik. Jadi adanya 2 faktor tersebut, guru-guru sudah disiplin dalam bekerja.Kata Kunci :  Disiplin, Kerja dan Disiplin Kerja Gur

    IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DEMOKRASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMA NEGERI 1 TIKEP KABUPATEN MUNA BARAT

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) implementasi nilai-nilai demokrasi melalui model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Tikep, (2) faktor pendukung dan penghambat implementasi nilai-nilai demokrasi melalui model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Tikep, (3) upaya mengatasi faktor penghambat implementasi nilai-nilai demokrasi melalui model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Tikep. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tikep Kabupaten Muna Barat pada bulan Agustus sampai November Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Kepala SMA Negeri 1 Tikep, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wali Kelas XI IIS3, 5 orang Guru, 2 orang Tata Usaha, dan 9 orang siswa kelas XI IIS3. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan 3 cara yakni observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Teknik analisis data penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai demokrasi melalui model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Tikep dilaksanakan pada 6 tahapan inkuiri. Nilai-nilai demokrasi yang diimplementasikan yaitu kebebasan, hak-hak individu, tujuan bersama, keadilan, patriotisme, toleransi, percaya diri, saling menghormati dan menghargai. Faktor pendukung implementasi nilai-nilai demokrasi melalui model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran PPKn adalah  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, kemauan serta motivasi belajar siswa, kekritisan siswa, dan menghargai hak individu. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat yaitu kurangnya jam belajara PPKn, kurangnya media pembelajaran, dan kurangnya rasa tanggung jawab siswa dalam belajar. Upaya dalam mengatasi faktor penghambat tersebut adalah jam belajar PPKn ditambah, pengadaan berbagai media pembelajaran, serta adanya tingkat kesadaran siswa atas tanggung jawab yang dimilikinya, terutama dalam belajar. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu nilai-nilai demokrasi berupa kebebasan, hak-hak individu, tujuan bersama, keadilan, patriotisme, toleransi, peracaya diri, serta sikap saling menghormati dan menghargai telah di implementasikan melalui pelaksanaan model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran PPKn, meskipun masih terdapat beberapa hambatan. Kata kunci: Nilai-Nilai Demokrasi, Model Pembelajaran Inkuiri, Mata Pelajaran PPK

    ASPIRASI PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERIODE 2014-2019 (Studi Pada Kantor DPRD Sulawesi Tenggara)

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini: (1) untuk mengetahui aspirasi perempuan dalam pembentukan peraturan daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara, (2)untuk mengetahui hambatan-hambatan apa yang dihadapi perempuan dalam memperjuangkan aspirasi perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Subyek penelitian ini adalah perempuan yang menjadi anggota legislatif di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Periode 2014-2019 dan informan ketua DPRD, sekretaris DPRD, pimpinan fraksi, dan LSM. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat 1 (satu) aspirasi perempuan yang menjadi produk legislatif Periode 2014-2019. Namun dalam peraturan daerah tersebut telah memuat berbagai aspek aspirasi perempuan terkait dengan perlindungan perempuan yakni hak-hak perempuan sebagai korban kekerasan baik sebagai tindakan pencegahan dan penanganan yang melibatkan tanggung jawab pemerintah, partisipasi masyarakat dan aparat hukum. Adapun aspirasi perempuan meliputi penciptaan rasa aman, hak perempuan sebagai korban berbagai bentuk perlindungan dan tanggung jawab pihak pemerintah. Namun demikian, masih terdapat berbagai hambatan yang dijumpai yang bekum dilakukan oleh lembaga legislatif DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Periode 2014-2019 dalam memperjuangkan aspirasi perempuan di berbagai sektor kehidupan sosial masyarakat seperti kendala masih kurangnya anggota legislatif perempuan, latar belakang pembentukan peraturan daerah DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara anggota legislatif perempuan yang belum mengakomodir aktivis gerakan perempuan dan belum terbangunnya hubungan permanen antara legislatif dengan lembaga sosial gerakan perempuan. Kesimpulan penelitian ini adalah aspirasi perempuan di lembaga DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Periode 2014-2019 belum maksimal dan hanya terdapat 1 (satu) aspirasi perempuan  yang menjadi produk aspirasi perempuan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Hambatan upaya pemenuhan aspirasi perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara adalah keterbatasan jumlah anggota legislatif perempuan, latar belakang sosial, dan penjaringan aspirasi perempuan.Kata Kunci: Aspirasi Perempuan, Pembentukan Peraturan Daerah, DPRD Provinsi Sulawesi Tenggar

    PENGAWASAN DPRD KABUPATEN KONAWE UTARA TERHADAP PERATURAN DAERAH DAN PERATURAN BUPATI DALAM PELAKSANAAN PRINSIP KEDAULATAN NEGARA

    Get PDF
    Abstrak: Kewenangan DPRD tidak lagi sebagai lembaga yang pasif dalam menentukan arah pembangunan suatu daerah, tetapi DPRD lebih bersifat aktif dengan lebih memperhatikan aspek-aspek hubungan antar susunan pemerintahan dan antar pemerintahan daerah, yang disertai dengan pemberian hak dan kewajiban dalam menyelenggarakan otonomi daerah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Utara memiliki peran sangat strategis dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, karena DPRD memiliki fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Fungsi pengawasan DPRD terhadap Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati, merupakan kegiatan pokok yang dilaksanakan oleh DPRD. Pengawasan terhadap Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati, sangat penting dilaksanakan karena menyangkut kehidupan masyarakat dalam dinamika berbangsa dan bernegara guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bahkan Peraturan Daerah adalah merupakan salah satu sumber hukum di Indonesia sebagaimana yang diatur dalam TAP MPR No.III/MPR/2000, maupun UU Nomor 10 Tahun 2004. Mekanisme pengawasan DPRD terhadap pemerintah daerah pertama: pengawasan DPRD menilai penerapan dan keefektifan peraturan perundang-undangan, kedua pengawasan terhadap proses administrasi dan pelaksanaan program-program yang diciptakan dengan peraturan terkait, ketiga pengawasan DPRD juga dilakukan terhadap lembaga-lembaga dan pelaksanaan berbagai kegiatan lain ditingkat daerah, dan keempat pengawasan terhadap upaya pembentukan tata pemerintahan yang baik. Kata Kunci: Pengawasan DPRD, dan Peraturan Daerah Peraturan Bupati

    PENGARUH KEAKTIFAN BERORGANISASI TERHADAP INDEKS PRESTASI SEMESTER MAHASISWA ANGKATAN 2014 JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UHO

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang ada tidaknya pengaruh positif keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi semestermahasiswa angkatan 2014 Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan UHO.Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik sampel jenuh sejumlah 36 orang, 33 orang mahasiswa pengurus HMJ PPKn FKIP UHO, dan 3 orang mahasiswa pengurus BEM FKIP UHO. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan statistik dengan regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa statistik uji t, diperoleh nilai thitung sebesar 1.262 lebih kecil dari ttabel sebesar 2.028yang artinya keaktifan berorganisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks prestasi, dengan tingkat signifikansi 0.216 yang lebih besar dari 0.05 yang juga berarti keaktifan berorganisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks prestasi semester, dan nilai koefisien regresi sebesar 0.211 yang artinya hubungan antara keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi semester rendah, serta koefisien determinasi sebesar 0.045 yang artinya bahwa pengaruh keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi adalah sebesar 4.5% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.Kesimpulan dari penelitian ini adalah keaktifan berorganisasi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap indeks prestasi semester mahasiswa angkatan 2014 jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan UHO. Hal ini terbukti dari hasil uji t yang memperoleh thitung 0.05, sedangkan pengaruh keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi adalah sebesar 4.5%. Kata Kunci : Keaktifan, Organisasi Kemahasiswaan, Indeks Prestasi Semeste

    94

    full texts

    96

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SELAMI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇