96 research outputs found

    ADAT PEMBAGIAN WARISAN PADA MASYARAKAT SUKU BAJO DI DESA TERAPUNG KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH

    Full text link
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1) objek yang menjadi warisan yang tidak dapat dibagi dan warisan yang dapat dibagi, 2) bagaimana mekanisme pembagian warisan menurut aturan adat pada masyarakat suku Bajo di Desa Terapung Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan analisis kualitataif, Subjek penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari 1 orang tokoh adat, 1 orang tokoh agama, kepala desa dan 3 orang masyarakat yang menjadi ahli waris. Tehnik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara dan dokumenter. Kesimpulan adat pembagian warisan pada masyarakat suku Bajo di Desa Terapung Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah dalam penelitian ini adalah: 1) objek warisan yang tidak dapat dibagi adalah bendera ula-ula, gendang, gong, gecong, jabatan adat dan ilmu ghaib. Objek warisan yang dapat dibagi berupa tanah, hewan ternak, sebagian dasar penghidupan seperti perhiasan emas, perabotan  rumah, alat perlengkapan memancing. 2) mekanisme pembagian waris yang berlaku menggunakan cara musyawarah, waktu pembagian warisan tidak ditentukan, warisan dibagikan ketika kedua orang tua meninggal dunia, terlebih dahulu dilakukan penyelesaian utang-utang pewaris, warisan antara laki-laki dan perempuan sama besarnya, anak angkat dan anak tiri mendapatkan warisan berdasarkan kesepakatan antara ahli wari

    KAWIN LARI BERSAMA (POFELEI AO) PADA MASYARAKAT ADAT BUTON (STUDI DI KELURAHAN GU TIMUR KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH)

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kawin lari bersama (pofelei ao) dan proses penyelesaian kawin lari bersama (pofelei ao) pada masyarakat Gu Timur Kecamatan Lakudo. Adapun faktor penyebab kawin lari bersama (pofelei ao) pada masyarakat Gu Timur Kecamatan Lakudo adalah orang tua dari salah satu pihak menolak lamaran dari pihak laki-laki, menghindarkan diri dari berbagai keharusan-keharusan dalam perkawinan pinang dan menghindarkan diri dari rintangan-rintangan dari pihak orang tua atau pihak saudara. Sedangkan proses penyelesaian kawin lari bersama (pofelei ao) pada masyarakat Gu Timur adalah pihak laki-laki mengutus salah seorang keluarga terdekatnya untuk menyampaikan terjadinya kawin lari bersama kepada orang tua/ keluarga perempuan, keluarga pihak laki-laki dan pihak perempuan berunding untuk menyelesaikan adat pofelei ao, membayar uang ka’alanolalo kamokula hobhine, dan membicarakan pelaksanaan prosesi perkawinan. Kata kunci: Kawin lari bersama, Pofelei A

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI HARGA DIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS III SD NEGERI 8 TONGKUNO KABUPATEN MUNA

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian adalah: 1) Untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa pada materi pokok Harga Diri melalui penerapan model pembelajaran interaktif Kelas III SDN 8 Tongkuno Kabupaten Muna, 2) Untuk meningkatkan aktivitas mengajar guru melalui penerapan model pembelajaran interaktif Kelas III SDN 8 Tongkuno Kabupaten Muna, 3) Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran interaktif Kelas III SDN 8 Tongkuno Kabupaten Muna. Berdasarkan analisis hasil penelitian, pada siklus I hasil belajar siswa yang tuntas berjumlah 9 siswa atau sebesar 64,3% dan yang tidak tuntas berjumlah 5 siswa atau sebesar 35,7% dengan nilai rata-rata 71,4 sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa yang tuntas berjumlah 12 siswa atau sebesar 85,7% dan yang tidak tuntas berjumlah 2 siswa atau sebesar 14,3% dengan nilai rata-rata 81,1. Aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama sebesar 63,6% dan pertemuan kedua sebesar 81,8% sedangkan pada siklus II sebesar 90,9%. Aktivitas mengajar guru pada siklus I pertemuan pertama sebesar 72,7% dan pertemuan kedua sebesar 81,8% sedangkan pada siklus II sebesar 100%.  Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Interaktif dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas III SDN 1 Munse Kabupaten Konawe Kepulauan. Kata kunci: Pembelajaran Interaktif, Harga Diri, Hasil Belaja

    IMPLEMENTASI KOMPONEN KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI PADA PEMBELAJARAN PPKn DI KELAS VIII MTs AL-MUSTAQIM MABODO

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui komponen keterampilan mengadakan variasi diimplementasikan pada pembelajaran PPKn di kelas VIII MTs Al- Mustaqim Mabodo, dan (2) untuk mengetahui hambatan dalam mengimplementasikan keterampilan mengadakan variasi pada pembelajaran PPKn di kelas VIII MTs Al-Mustaqim Mabodo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan  pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data sebagaimana yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang terdiri dari: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) komponen keterampilan mengadakan variasi pada komponen variasi gaya mengajar masih terlihat cukup baik, pada proses pembelajaran PPKn di kelas VIII MTs Al-Mustaqim Mabodo, sedangkan   komponen media pembelajaran masih sangat minim, terutama terlihat pada langkah-langkah kegiatan pembelajaran mengadakan variasi media pembelajaran. (2) hambatannya terlihat pada keterampilan mengadakan variasi dan pada pola interaksinya, terlihat masih lemahnya kemampuan guru dalam mengemas media pembelajaran yang menarik minat belajar siswa serta pada  sarana dan prasarana terlihat masih sangat terbatas. Kata Kunci: Keterampilan Mengadakan Variasi, Pembelajaran PPK

    NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM BUDAYA KATOBA PADA MASYARAKAT MUNA (STUDI DI DESA MATAINDAHA KECAMATAN PASIKOLAGA KABUPATEN MUNA)

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui proses pelaksanaan budaya Katoba pada masyarakat Muna di Desa Mataindaha Kecamatan Pasikolaga. (2) Untuk mengetahui nilai-nilai apa yang terkandung dalam budaya Katoba pada masyarakat Muna di Desa Mataindaha Kecamatan Pasikolaga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mataindaha kecamatan Pasikolaga Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 5 orang, terdiri dari 1 orang tokoh Agama yaitu imam desa Mataindaha, 1 orang modhi, 1 orang tokoh adat, dan 2 orang tokoh masyarakat yang mengetahui tentang katoba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, dengan teknik observasi pengamatan, dan wawancara mendalam kepada 5 informan serta dokumentasi yang berhubungan dengan budaya katoba. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pelaksanaan budaya katoba di Desa Mataindaha Kecamatan Pasikolaga terdiri atas tiga tahapan yaitu: (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan (3) penutup (pembacaan doa). Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya katoba di Desa Mataindaha yaitu: (a) nilai religius, (b) nilai etika moral, (c) nilai budaya, (d) nilai gotong royong, (e) nilai ekonomi. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanaan budayakatoba di Desa Mataindaha meliputi: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, penutup (pembacaan doa). Sedangkan Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya katoba di Desa Mataindaha yaitu: (a) nilai religius, (b) nilai etika moral, (c) nilai budaya, (d) nilai gotong royong, (e) nilai ekonomi. Kata Kunci: Nilai, Budaya, Katob

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKAKAN HASIL BELAJAR PPKn SISWA KELAS VIII.A SMP NEGERI 2 TONGKUNO PADA MATERRI SUMPAH PEMUDA DALAM BINGKAI BHINEKA TUNGGAL IKA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini: (1) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing pada siswa kelas VIII.A SMP Negeri 2 Tongkuno materi Sumpah Pemuda Dalam Bingkai Bhineka tunggal ika. (2) Untuk meningkatkan Aktivitas mengajar guru melalui penerapan model  penerapan model pembelajaran Snowball Throwing pada siswa kelas VIII.A SMP Negeri 2 Tongkuno materi Sumpah Pemuda Dalam Bingkai Bhineka tunggal ika. (3) untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing pada siswa kelas VIII.A SMP Negeri 2 Tongkuno materi Sumpah Pemuda Dalam Bingkai Bhineka tunggal ika. Jenis penelitian, yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) subjek penelitian adalah guru PPKn 1 orang, dan seluruh siswa kelas VIII.A SMPN Negeri 2 Tongkuno berjumlah 22 orang siswa yang terdiri dari 11 orang perempuan dan 11 orang laki-laki. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan  kualitatif. Data kuantitatif adalah tes hasil belajar siswa pada setiap aktivitas siklus, sedangkan data kualitatif berupa hasil observasi aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa kelas VIII.A SMPN Negeri 2 Tongkuno yang ditunjukkan dari setiap siklus. Siklus I sebesar 60% dan pada siklus II sebesar 80%, peningkatanya sebesar 20%. (2) terjadi peningkatan aktivitas mengajar guru kelas VIII.A SMPN Negeri 2 Tongkuno. siklus I sebesar 70% dan siklus II sebesar 90% penigkatanya meningkat sebesar 20%. (3) Hasil belajar siswa kelas VIII.A SMPN Negeri 2 Tongkuno peningkatanya meningkat. Hasil tes  tindakan  dari siklus I diperoleh hasil belajar siswa secara klasikal 68,18% dan  hasil tes pada  siklus II maka diperoleh hasil belajar siswa secara klasikal dengan persentase 86.36% diperoleh selisih persentase ketuntasan belajar pada siklus  I ke sikulus II sebesar 18.88% dengan  ketuntasan belajar siswa secara klasikal adalah 80% siswa telah memenuhi nilai KKM yaitu sebesar 64. Kesimpulan penelitian dengan penerapan model model pembelajan Snowball  Throwing pada materi pokok Sumpah Pemuda dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, aktivitas mengajar guru dan meningkatkan hasil belajar siswa.

    ETOS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT TONGKUNO KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

    Full text link
    Abstrak: Masalah penelitian ini adalah: 1) bagaimana etos kerja pegawai pada kantor Camat Tongkuno Kabupaten Muna; dan 2) faktor-faktor apakah yang mempengaruhi etos kerja pegawai pada kantor Camat Tongkuno Kabupaten Muna. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui etos kerja pegawai pada kantor Camat Tongkuno Kabupaten Muna; dan 2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi etos kerja pegawai pada kantor Camat Tongkuno Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 17 orang pegawai dan 2 orang informan yang terdiri dari Sekretaris Camat dan 1 orang Tokoh Masyarakat. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan dengan teknik: (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Etos kerja pegawai pada kantor Camat Tongkuno cukup tinggi yaitu para pegawai cukup menghargai waktu, memiliki sikap pantang menyerah, memiliki keinginan untuk mandiri dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dalam hal ini kepada atasan dan sesama pegawai. Faktor yang mempengaruhi etos kerja pengawai adalah adanya dukungan dari segi materil berupa gaji yang memadai serta non materil berupa penghargaan, rasa nyaman dalam menjalankan tugas dan adanya dukungan dari rekan kerja, baik itu dari atasan maupun sesama pegawai. Kesimpulan penelitian yaitu:1) Etos kerja pegawai pada kantor Camat Tongkuno Kabupaten Muna sudah  cukup tinggi yang indikatornya dapat dilihat dari penghargaan mereka terhadap waktu, memiliki sikap pantang menyerah, keinginan mandiri para pegawai serta dapat menyesuaikan diri dengan rekan kerja baik kepada atasan maupun sesama pegawai, 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi etos kerja pegawai pada Kantor Camat Tongkuno Kabupaten Muna adalah adanya dukungan dari segi materil berupa gaji yang memadai serta non materil dengan adanya penghargaan, rasa nyaman dan adanya dukungan dari lingkungan kerja Kata kunci: Etos kerja, faktor materil dan non materil

    KEMAMPUAN GURU-GURU EKONOMI DALAM MENYUSUN DAN MENGIMPLEMENTASIKAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Suatu Tinjauan Kemampuan Guru-guru SMA di Sulawesi Tenggara)

    Full text link
    Abstrak: Kemampuan Guru-guru Ekonomi dalam Menyusun dan Mengimplementasikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Suatu Tinjauan Kemampuan Guru-guru SMA di Sulawesi Tenggara). Kemampuan guru dalam menyiapkan siswa untuk berprestasi seperti kemampuan menyusun persiapan mengajar  (RPP) yang mencakup perumusan SK, KD, Tujuan Instruksional, penyusunan tes pengukur keberhasilan (evaluasi), pemilihan materi mengajar, pemilihan model dan metode mengajar, pemilihan dan pengembangan media mengajar, merupakan masalah-masalah yang sangat penting, karena hal-hal tersebut akan menjadi pedoman guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalis: (1) kemampuan guru-guru ekonomi dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada SMA di Sulawesi Tenggara, (2) Kemampuan guru-guru ekonomi dalam melaksanakan pembelajaran berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun  pada SMA-SMA di Sulawesi Tenggara, dan (3) Pengaruh antara kemampuan guru-guru  ekonomi dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan kemampuan melaksaksanakan pembelajaran pada SMA-SMA di Sulawesi Tenggara  Penelitian ini termasuk  penelitian terapan, tingkat eksplanasi asosiatif dengan hubungan variabel kausal, dan jenis data kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah semua guru SMA di Sulawesi Tenggara yang berjumlah 199 orang dengan sampel penelitian sebanyak 80 orang (40% dari populasi).Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemampuan guru-guru ekonomi di Sulawesi Tenggara dalam membuat  rencana pelaksanaan pembelajaran masih belum optimal atau dengan perkataan lain masih rendah, (2) kemampuan guru-guru ekonomi di Sulawesi Tenggara dalam melaksanakan pembelajaran juga belum optimal, belum direncanakan dengan baik, masih mengejar target penyelesaian kurikulum yang ada, dan (3) Hipotesis penelitian ini tidak diterima atau ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan guru dalam merencanakan pelaksanaan pembelajaran tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran ekonomi oleh SMA di Sulawesi Tenggara. Dengan demikian disarankan agar (a) kepala dinas pendidikan, pengawas dan para kepala sekolah SMA dapat mewajibkan para guru agar memilki kemampuan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan (b) diperlukan penelitian yang mendalam tentang hal yang berkaitan dengan kemampuan guru dalam menyusun satuan pelajaran   terhadap pelaksanan pembelajaran. Kata Kunci: Kemampuan Guru, perencaraan dan pengimplementasian Pembelajaran

    NILAI ETIKA DAN KESANTUNAN DALAM SYAIR NYANYIAN TRADISIONAL (Studi Pada Kearifan Lokal Masyarakat Etnis Tolaki Di Kabupaten Konawe)

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini merupakan studi dalam memahami nilai etika dan kesantunan  dalam bentuk kearifan lokal masyarakat etnis Tolaki. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan kearifan lokal dalam bentuk kesenian syair nyanyian tradisional dan nilai etika dan kesantunan yang terkandung dalam syairnya. Pendekatan penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui metode observasi, wawancara dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan terdapat nilai etika dan kesantunan yang diungkapakan dalam berbagai bentuk nyanyian rakyat yang telah diterapkan dalam berbagai aktifitas kehidupan masyarakat, yakni Sua-Sua, O’anggo, Huu huu dan Moide. Perwujudan nilai moral dan kesantunan merupakan bentuk penghargaan terhadap orang lain dan harapan pada Tuhan yang Maha Esa secara literal terdapat dalam ungkapan syair nyanyian tersebut. Kata Kunci : Nilai etika, kesantunan, Nyanyian dan Etnis Tolak

    KEMAMPUAN APARAT KELURAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DI KELURAHAN ANGGABERI, KECAMATAN ANGGABERI KABUPATEN KONAWE

    Full text link
    Abstrak: Wilayah desa/kelurahan menjadi sasaran penyelenggaraan aktifitas pemerintahan dan pembangunan, mengingat pemerintahan desa dan kelurahan merupakan basis pemerintahan terendah dalam struktur pemerintahan Indonesia yang sangat menentukan bagi berhasilnya ikhtiar dalam Pembangunan nasional yang menyeluruh.Mengingat   kompleksnya   aspek   atau   bidang   yang   hendak   dibangun   ditingkat pemerintahan terendah tersebut, maka salah satu aspek yang terlebih dahulu perlu dibangun adalah peningkatan kemampuan aparat pemerintah kelurahan dalam pelaksanaan tugas-tugas administrasi  pemerintahan,  disamping  memperkuat  partisipasi  masyarakat  dan kelembagaannya serta aspek   lainnya. Aparat Kelurahan Anggaberi, Kecamatan Anggaberi Kabupaten Konawe, sebagai tempat penelitian ini, dari pengamatan awal penulis,  menunjukkan  bahwa  kemampuan aparat  Kelurahan Anggaberi dalam  pelaksanaan tugas terutama dalam menyiapkan bahan dan informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan perencanaan pembangunan, hasilnya masih minim atau belum terlaksana secara optimal. Dari hal tersebut penelitian ini mengangkat judul tentang kemampuan aparat kelurahan dalam pelaksanaan tugas administrasi. Dari hasil penelitian terbukti bahwa kemampuan aparat dalam pengadministrasian masih rendah dan mempengaruhi kinerja instansi tersebut Kata Kunci: Aparat kelurahan, Administrasi Pemerintahan

    94

    full texts

    96

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SELAMI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇