96 research outputs found

    PELAKSANAAN FUNGSI ORGANISASI KARANG TARUNA DI DESA TAPUHAKA KECAMATAN KABAENA TIMUR

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan fungsi organisasi Karang Taruna Damalawa dalam menyelenggarakan kesejahteraan sosial. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah informan tokoh masyarakat, Kepala Desa, dan responden anggota Karang Taruna. Teknik pengumpulan data terdiri dari Observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa dalam pelaksanaan fungsi organisasi Karang Taruna Damalawa melakukan berbagai kegiatan atau aktivitas dalam berupaya menyelenggarakan kesejahteraan sosial yang meliputi: rehabilitasi, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial dan diklat setiap anggota masyarakat terutama generasi muda dirangkai dalam berbagai kegiatan diantaranya rapat terbuka, bakti sosial, pengembangan objek wisata, kesenian dan olahraga, pelatihan dan pembinaan, kegiatan peringatan hari-hari besar dan terlibat langsung dalam memberikan bantuan langsung. Kesimpulan pelaksanaan fungsi organisasi Karang Taruna Damalawa sudah terlaksana dengan baik dengan diadakannya kegiatan  rutin diantaranya rapat terbuka, kesenian dan olahraga yang berhasil mencegah dan mengurangi kenakalan remaja hinggah melahirkan prestasi. Mendukung program pemerintah desa dalam mengambangkan desa wisata, membantu pemerintah Desa dalam menyukseskan berbagai Pelatihan dan pendidikan, melakukan kegiatan Bakti sosial, dan terlibat langsung dalam memberikan bantuan langsung pada masyarakat yang membutuhkan.Kata Kunci: Fungsi, Organisasi Karang Taruna, Pelaksanaan Fungsi Organisasi Karang Taruna

    MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, PEMBELAJARAN, DAN HASIL BELAJAR PPKn SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BINONGKO MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran PPKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. 2) Untuk meningkatkan hasil belajar PPKn siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Binongko dapat ditingkatkan melalui  model pembelajaran kooperatif tipe  Jigsaw. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Binongko.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Prosedur penelitian ini meliputi:perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, dan evaluasi tes siklus. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu menghitung presentase aktivitas guru, aktivitas siswa dan ketuntasan hasil belajaar siswa selama proses pembelajaran.Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman siswa pada pelajaran Pkn di kelas VIII SMP Negeri 1 Binongko. Halini dilihat dari tercapainya indikator keberhasilan baik dari segi proses maupun hasil dalam penelitian ini. Aktivitas guru pada siklus I pertemuan pertama sebesar 80% dan pertemuan kedua sebesar 86,66% meningkat pada siklus II menjadi 87% pada pertemuan pertama dan 93,33% pertemuan kedua. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan pertama sebesar 60% dan pertemuan kedua sebesar 66,66%meningkat pada siklus II menjadi 80% pada pertemuan pertama dan 86,66 pada pertemuan kedua. Dari segi hasil yaitu hasil belajar siswa, rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 77,09 meningkat pada siklus II menjadi 81,46%.                  Hasil kesimpulan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pkn pada kelas VIII SMP Negeri 1 Binongko

    PENYEBAB PERBEDAAN JUMLAH MAHAR DALAM KAWIN PINANG (PIKA BHEKA-BHEKA) PADA MASYARAKAT ETNIS CIA CIA (STUDI DI DESA WABULA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA)

    Full text link
    Abstrak: Tujuan dari  penelitian ini yaitu: a. untuk mengetahui alasan terjadinya perbedaan Jumlah mahar dalam kawin pinang (pika bheka-bheka) pada masyarakat etnis Cia Cia di Desa Wabula Kecamatan Wabula Kabupaten Buton; b. untuk mengetahui proses penyelesaian perbedaan jumlah mahar dalam kawin pinang (pika bheka-bheka). penelitian ini dilaksanakan di Desa Wabula Kecamatan Wabula Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis peneltian yang digunakan adalah jenis penelitian berdasarkan taraf penelitian yaitu penelitian deskriptif yang hanya menggambarkan keadaan objek dengan analisis kualitatif . Subyek penelitian ini terdiri dari 5 (lima) orang yang terdiri dari 2 (dua) orang tokoh ada Wabula sebagai orang yang mengatur tata cara adat dalam pelaksanaan perkawinan pinang (pika bheka-bheka), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wabula, 1 (satu) orang Imam/Khatib dan 1 (satu) orang Pegawai Pencatat Nikah (PPN). Teknik pengumpulan data yaitu: wawancara dan dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkawinan adat etnis Cia Cia menurut praktek hukum adat Wabula yang  didasarkan pada stratifikasi sosial masyarakat etnis Cia Cia terdiri dari golongan Kaomu, Awalaka, dan Maradika. Adapun jumlah mahar dalam setiap golongan tersebut sangatlah berbeda-beda. Keturunan Sultan dan Sapati akan masuk dalam Kaomu (bangsawan) yang memiliki mahar 150 bhoka untuk jabatan Sultani dan 125 bhoka untuk jabatan Sapati. Golongan Awalaka merupakan golongan yang berasal dari keturunan Bontotoa (jabatan untuk kepala kampung) yang memiliki mahar sebanyak 100 bhoka.  Sementara golongan maradika memiliki mahar 12 bhoka 4 kupa. Cara penyelesaian jumlah mahar untuk perkawinan berbeda golongan dapat diselesaikan dengan cara maradika manadikana (kesepakatan adat berdasarkan yang ditetapkan oleh tokoh adat) berdasarkan hukum adat yang berlaku. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa perbedaan jumlah mahar yang terjadi pada masyarakat etnis Cia Cia menurut praktek hukum adat yang tidak tertulis disebabkan oleh stratifikasi yang terjadi di dalam suatau masyarakat tersebut yakni golongan Kaomu, golongan Awalaka, dan golongan maradika. Perbedaan jumlah mahar pada masyarakat etnis Cia Cia dapat diselesaikan dengan cara mardika manadikana.Kata Kunci: Perbedaan Jumlah Mahar, Penyelesaian Jumlah Mahar, dan  Perkawinan Pinan

    PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN MOTIVASI TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK TELKOM KENDARI

    Full text link
    Abstrak: Perkembangan  IPTEK menuntut pembinaan sumber daya manusia yang berkualitas. Daya saing Indonesia dalam menghadapi persaingan antar negara maupun perdagangan bebas sangat ditentukan oleh outcome dari pembinaan sumber daya manusianya. Salah satu upaya negara dalam pemenuhan sumber daya manusia level menengah yang berkualitas adalah pembinaan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pengaruh pengalaman praktik kerja industri terhadap Kesiapan Kerja Siswa, (2) untuk mengetahui pengaruh Motivasi terhadap Kesiapan Kerja Siswa, dan (3) untuk mengetahui pengaruh pengalaman praktik kerja industri dan motivasi kerja dan kesiapan kerja Siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Telkom Kendari yang berjumlah 91 orang. Teknik Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) peningkatan pengalaman praktik kerja industri (prakerin) dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK Telkom Kendari. (2) pengalaman praktik kerja industri (prakerin) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK Telkom Kendari. (3) motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja, menemukan bahwa semakin baik motivasi dalam lingkup SMK Telkom Kendari, maka kesiapan kerja juga akan semakin baik. Kata Kunci : Pengalaman Prakerin, Motivasi, Kesiapan Kerj

    UPAYA GURU PKN DALAM MENANAMKAN DISIPLIN SISWA TERHADAP TATA TERTIB SEKOLAH (STUDI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1KENDARI)

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis peran guru PKn dalam menanamkan disiplin siswa terhadap tata tertib sekolah (studi Madrasah Aliyah Negeri 1 Kendari). Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang sifatnya menggali informasi yang berhubungan dengan judul penelitian ini, Penelitian ini deskriptif kualitatif  penulis memberikan gambaran atau penjelasan dengan mengutamakan fakta-fakta data dan informasi secara detail mengenai upaya guru Pkn dalam menanamkan disiplin  siswa terhadap tata tertib sekolah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kendari. Hasil penelitian ini menemukan bahwa disiplin siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kendari  dipengaruhi oleh faktor psikologis berupa motivasi dan integensi, faktor sikap dan karakter orang tua, ekonomi kelurga dan latar belakang dan keharmonisan keluraga. Adapun upaya dilakukan dalam menanamkan disiplin pada siswa mencakup pembiasaan, keteladanan, peringatan, pemberian hukuman kepada siswa yang tidak disiplin dan penyadaran kepada siswa tentang pentingnya kedisiplinan terhadap tata tertib yang berlaku di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kendari. Kesimpulan dalam penelitian ini upaya yang dilakukan guru PKn dalam menanamkan kesadaran siswa tentang disiplin terhadap  tata tertib sekolah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kendari secara umum sudah cukup baik dan perlu dilakukan secara kontinyu dan dioptimalkan. Kata Kunci : Menanamkan, Disiplin  Siswa Madrasah Aliya

    PENERAPAN KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN PPKn DI KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 1 LOGHIA KABUPATEN MUNA

    Full text link
    Abstrak: Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui apa saja yang dilakukan guru dalam menerapkan keterampilan memberi penguatan dalam proses pembelajaran PPKn di kelas XI IPA 1 SMA N egeri 1 Loghia Kabupaten Muna. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Loghia Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Responden dan informan dalam penelitian berjumlah 4 orang yang terdiri dari 1 orang guru PPKn, kelas XI dan 3 orang siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Loghia Kabupaten Muna. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan keterampilan memberi penguatan dalam proses pembelajaran PPKn di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Loghia Kabupaten Muna memiliki kemampuan dalam menguasai aspek-aspek keterampilan memberi penguatan yaitu keterampilan memberi penguatan secara verbal dan keterampilan memberi pemguatan secara non verbal. Dalam menguasai aspek-aspek keterampilan memberi penguatan secara verbal guru PPKn mampu melakukan penguatan dalam bentuk pujian dengan kata-kata dan penguatan dalam bentuk pujian. Selain itu, dalam keterampilan penguatan secara non verbal guru PPKn mampu melakukan penguatan berupa mimik dan gerak badan (gestural), penguatan dengan cara mendekati, penguatan dengan sentuhan, penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, penguatan berupa simbol atau benda, dan penguatan tak penuh (partical) kepada siswa dalam proses belajar mengajar. Kata Kunci: Penerapan, Keterampilan Memberi Penguata

    PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT PADA PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2019 (Studi Pada Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia)

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tahap Partisipasi Politik Masyarakat Pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yakni wawancara mendalam (indepth interviews), dokumentasi. Responden pada penelitian ini berjumlah 16 orang masyarakat di Kelurahan Anggoeya dan 3 orang informan yaitu, anggota KPU, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat Partisipasi Politik Pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019, di Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia sangat rendah ini tergambar dari aktivitas mereka mengikuti tahapan pemilihian calon presiden dan wakil presiden yakni tahap Sosialisasi, tahap Kampanye, tahap Pemilihan di TPS, tahap perhitungan suara di TPS. Simpulan penelitian yaitu Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilihan Presiden dan Wakil presiden Tahun 2019 di Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia sangat rendah, indikasi rendahnya partisipasi ini ditujukan oleh rendahnya keikutsertaan mereka dalam kegiatan sosialisasi, kegiatan kampanye, tahap pemilihan di TPS , tahap perhitungan suara di TPS, kegiatan-kegiatan tersebut sebagian besar tidak di ikuti oleh masyarakat di Kelurahan Anggoeya. Kata Kunci: Partisipasi Politik Masyarakat, Pemilihan Presiden dan Wakil Preside

    PELAYANAN PUBLIK E-KTP DI DESA TIRONGKOTUA KECAMATAN KABAENA KABUPATEN BOMBANA

    Full text link
    Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui sikap masyarakat terhadap pemerintah desa dalam memberikan pelayanan publik, (2) Untuk mengetahui hambatan  pemerintah desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, (3) Untuk mengetahui upaya pemerintah desa dalam mengatasi hambatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.  Pendekatan penelitian ini adalan deskriptif kualitatif. Informan  penelitian  berjumlah 7 orang, yaitu kepala desa tirongkotua, sekretaris desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat lainnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan publik di Desa Tirongkotua pada pelayanan administrasi kependudukan (e-KTP) dalam memberikan pelayanan publik belum berjalan secara maksimal hal ini di sebabkan karena masih ada aparat pemerintah Desa yang kurang disiplin, belum adanya kecepatan dalam memberikan pelayanan dan belum adanya keadilan dalam memberikan pelayanan  oleh pemerintah Desa Tirongkotua. Hal ini terlihat dari indikator penelitian ini yang meliputi : prosedur pelayanan, kejelasan petugas pelayanan, kedisiplinan petugas pelayanan, tanggung jawab petugas pelayanan, kemempuan petugas pelayanan, kecepatan pelayanan, keadilan dalam pelayanan, kesopanan dan keramahan petugas, kepastian, kepastian jadwal pelayanan. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) prosedur pelayanan publik di Desa Tirongkotua Kecamatan Kabaena dalam hal pelayanan administrasi penduduka e-KTP belum berjalan secara maksimal. (2) Faktor yang menghambat pemerintah Desa Tirongktoa dalam memberikan layana kepada mesrakat adalah faktor sumber daya aparatur , faktor kesadaran masyarakat, dan  faktor sarana dan prasaran. (3) Upaya yang dilakukan aparat pemerintah Desa untuk mengatasi hambatan dalam melekukan pelayanan kepada masyarakat, Memberikan pelatihan kepada aparat Desa, meningkatkan kedisiplinan, dan pengajuan pengadaan fasilitas pelayanan publik. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Sikap Masyarakat

    UPAYA PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGEMBANGKAN TAMBANG ASPAL UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (PAD) DI DESA NAMBO KECAMATAN LASALIMU KABUPATEN BUTON

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui usaha pemerintah dalam mengembangkan pertambangan aspal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) di Kabupaten Buton. 2. Untuk mengetahui  dampak pertambangan aspal pada kehidupan masyarakat di Kabupaten Buton. Pendekatan yang di gunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dari unsur kariyawan PT. Karya Mega Buton. Informan Penelitian berjumlah 2 orang terdiri  dari Kepala Desa dan Manager PT. Karya Mega Buton. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam rangka mengembangkan pertambangan aspal,dalam rangka otonomi daerah adalah dengan membuat kebijakan pertambangan  yang dapat memberikan manfaat yang begitu besar bagi pemerintah daerah dan juga memberikan dampak yang begitu besar bagi kehidupan masyarakat yang ada di Desa Nambo,khususnya dampak sosial ekonomi, termasuk terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat yang tinggal di daerah pertambangan selain dapat menambah pendapatan masyarakat juga dapat menunjang fasilitas pendidikan. Dampak kegiatan pertambangan aspal dapat di lihat dari dua aspek yaitu aspek positif dan aspek negatif. Dampak positif dari adanya pertambangan aspal yaitu dapat membuka lapangan pekerjaan dan dapat menambah sumber pendapatan ekonomi masyarakat, serta menunjang fasilitas umum yang ada di Desa Nambo. Sedangkan dampak negatif dari kegiatan petambangan ini yaitu adanya polusi udara yang di bawah oleh truk-truk pengangkut aspal yang melintasi jalan umum yang dapat mengganggu saluran pernapasan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu upaya yang di lakukan oleh pemerintah dalam mengembangkan tambang aspal. Selain menambah sumber pendapatan asli daerah juga menambah pendapatan sosial ekonomi masyarakat, meskipun ada dampak positif dan negatif yang di timbulkan bagi lingkunga

    KETAATAN HUKUM PEDAGANG DALAM MEMBAYAR RETRIBUSI PASAR DI PT. SABHO KARYA ALAM KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON

    Full text link
    Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitiian ini adalah: 1.Untuk mengetahui ketaatan hukum terhadap  pedagang dalam membayar Retribusi pasar di pasar  Sabho Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton. 2. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam meningkatkan ketaatan hukum terhadap Pedagang dalam membayar retribusi pasar di pasar Sabho Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mixmethode (Campuran) atau kualitatif/kuantitatif.Responden dalam penelitian ini berjumlah 45 orang dari unsur Pedagang. Informan penelitian berjumlah 4 orang. Terdiri dari Manajer pasar sabho, petugas akuntansi, 2 orang petugas penagih retribusi berjumlah. Teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Tehnik analisis data sebagaimana yang dikemukakan oleh miles Huberman terdiri pengumpulan data, reduksi data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, ketaatan hukum pedagang dalam membayar retribusi pasar sudah cukup baik, hal ini dipengaruhi oleh tiga ketaatan hukum yaitu: (1)  ketaatan yang bersifat Compliance artinya pedagang taat dalam membayar retribusi disebabkan karena takut diberikan sanksi oleh petugas pengelola pasar. (2) ketaatan yang  bersifat Indentification yaitu taat karena adanya penghargaan yang diberikan oleh pengelola pasar dan takut hubungan dengan pihak pengelola pasar menjadi rusak. (3) ketaatan yang bersifat Internalizationyaitu pedagang taat dalam membayar retribusi pasar karena adanya kesadaran dalam diri sendiri. Upaya yang selalu diterapkan di pasar Sabho untuk meningkatkan ketaatan hukum pedagang dalam membayar retribusi pasar diantaranya yaitu: (a) Pengelolaan Manajemen yaitu dilakukanoleh seorang manager pasaryang tugasnya memimpin, mengarahkan,dan menetapkan jadwal pembayaran retribusi pasar, baik itu pembayaran yang ditetapkan perhari maupun perbulan, agar pedagang membayar retribusi pasar sesuai dengan waktu yang ditentukan. (b) Pengawasan, yaitu para petugas penagih melakukan pengawasan,dan penagihan untuk meningkatkan pembayaran rteribusi pasar. Kesimpulan penelitian ini yaitu pedagang taat dalam membayar retribusi pasar, karena takut diberikan sanksi oleh petugas pengelola pasar.Upaya yang dilakukan petugas pengelola pasar yaitu melakukan Pengelolaan Manajemen dan pengawasan agar semua pedagang taat membayar retribusi pasa

    94

    full texts

    96

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SELAMI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇