96 research outputs found

    PARTISIPASI PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN DESA (Studi Di Desa Kasimpa Jaya Kecamatan Tiworo Selatan Kabupaten Muna Barat)

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi pemuda dalam pembangunan Desa Kasimpa Jaya Kecamatan Tiworo Selatan Kabupaten Muna Barat? (2) untuk mengetahui Faktor-faktor apa yang mepengaruhi partisipasi pemuda dalam pembangunan Desa Kasimpa Jaya Kecamatan Tiworo Selatan Kabupaten Muna Barat. Penelitian dilakukan di Desa Kasimpa Jaya Kecamatan Tiworo Selatan Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini bersifat kualitatif yaitu menggambarkan bentuk-bentuk dan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pemuda dalam pembangunan Desa Kasimpa Jaya Kecamatan Tiworo Selatan Kabupaten Muna Barat. Responden dalam penelitian ini adalah pemuda berjumlah 16 orang. Sedangkan  Informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari; 1 orang Kepala Desa, 1 orang Tokoh Masyarakat dan 1 orang Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kasimpa Jaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk-bentuk partisipasi pemuda dalam pembangunan desa yaitu a. Partisipasi dalam pembangunan pengerasan jalan usaha tani, partisipasi dalam pembangunan masjid, dan partisipasi dalam kegiatan pemugaran masjid. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pemuda dalam pembangunan desa adalah faktor kemauan, faktor kemampuan, faktor kesempatan. Kesimpulan penelitian ini yaitu bentuk partisipasi pemuda dalam pembangunan pengerasan jalan usaha tani,  kegiatan pembangunan masjid dan kegiatan pemugaran masjid di Desa Kasimpa Jaya Kecamatan Tiworo Selatan Kabupaten Muna Barat baik bentuk pikiran, tenaga ataupun uang/material dapat dilihat pada tahap pelaksanaan kegiatan pembangunan. Pada tahap pelaksanaan partisipasi pemuda sudah cukup baik. Akan tetapi pemuda dalam kegiatan pembangunan baik bentuk pikiran, tenaga ataupun uang/material pada tahap perencanaan dan evaluasi masih kurang berpartisipasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pemuda dalam pembangunan di Desa Kasimpa Jaya Kecamatan Tiworo Selatan Kabupaten Muna Barat yaitu faktor kemauan, kemampuan dan kesempatan. Dengan demikian faktor yang dominan yang mempengaruhi partisipasi pemuda adalah faktor kesempatan.              Kata Kunci: Partisipasi Pemuda, Pembangunan Desa        

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DI BIDANG PENDIDIKAN NON FORMAL PADA ANAK JALANAN DI KOTA KENDARI

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk menganalisis implementasi kebijakan pemerintah daerah di bidang pendidikan Nonformal pada anak jalanan di Kota Kendari; 2). Untuk menganalisis hambatan implementasi kebijakan pemerintah daerah di bidang pendidikan Nonformal pada anak jalanan di Kota Kendari; 3). Untuk menganalisis upaya pemerintah daerah dalam mengatasi hambatan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan Nonformal pada anak jalanan di Kota Kendari. Penelitian ini dilakukan di Kota Kendari, yakni Kantor Dinas Sosial, Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga dan di tempat pelaksanaan pendidikan Nonformal anak jalanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan Penelitian adalah anak jalanan, Pegawai Dinas Sosial, Pegawai Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga dan Tutor pendidikan Nonformal. Kategori anak jalanan yang di teliti dalam penelitian ini yakni berusia 6 sampai 18 tahun, tidak bersekolah, berkerja sebagai pengamen, mengemis, memulung dan menjual. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi kebijakan pemerintah daerah Kota Kendari di bidang pendidikan Nonformal pada anak jalanan belum berjalan dengan maksimal dari tiga aspek pembinaan berdasarkan peraturan daerah nomor 9 tahun 2014. Tidak semua pemerintah daerah Kota Kendari melaksanakan Peraturan Daerah tersebut. Di bidang pendidikan Nonformal berdasarkan pasal 12 (ayat 1 dan ayat 3)  pemerintah daerah menyediakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Program pelaksanaan pembelajaran diantaranya: 1) Program Kesetaraan (Paket A, Paket B dan Paket C), dengan bentuk pembelajarannya adalah a) Pembelajaran Tatap Muka; b) Pembelajaran Mandiri; dan c) Pembelajaran Tutorial. 2) Program Keterampilan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan anak jalanan atau peserta didik. Program keterampilan yang diajarkan adalah pembuatan kerajinan, membuat origami, membuat lampu-lampu hiasan dan lain-lain. Hambatan Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah di Bidang Pendidikan Nonformal Pada Anak Jalanan di Kota Kendari diantaranya: 1) terbatasnya dana; 2) tidak adanya rumah singgah; 3) partisipasi dan kesadaran masyarakat yang kurang dan 4) lingkungan pekerjaan yang terbatas. Upaya Mengatasi Hambatan Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Pendidikan Nonformal Pada Anak Jalanan di Kota Kendari diantaranya mengusulkan penambahan dana; 2) mengusulkan pendirian rumah singgah; 3) Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat; dan 4) peningkatan fasilitas sarana dan prasarana. Kata Kunci : Anak Jalanan, Pemerintah Daerah dan Pendidikan  Nonforma

    PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN BOMBANA TAHUN 2017 DI KELURAHAN TAUBONTO

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bentuk partisipasi politik pemilih pemula pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2017 di Kelurahan Taubonto (2) untuk mengetahui faktor penghambat  Partisipasi Politik Pemilih Pemula pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2017 di Kelurahan Taubonto. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Taubonto, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana dengan menggunakan analisis kualitatif. Informan penelitian adalah Lurah Taubonto, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama dan  responden  adalah  pemilih  pemula  sebanyak  18  orang  yang  terdaftar  pada pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2017. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  bentuk  partisipasi  yang  dilakukan pemilih pemula adalah (1) Pemberian suara (voting), pemilih pemula antusias menggunakan  hak  pilihnya  karena  ini  merupakan  pemilihan  pertama  mereka  (2) diskusi politik, pemilih pemula secara berkelompok terlibat dalam diskusi kecil untuk menentukan siapa calon kandidat pilihan mereka (3) kegiatan kampanye, memberikan dukungan pada kadidat calon kepala daerah menjadikan pemilih berpartisipasi dalam kampanye, dan (4) Membentuk dan bergabung dalam kelompok kepentingan, pemilih pemula di Kelurahan Taubonto belum ada yang tergabung dalam kelompok kepentingan contohnya bergabung dalam kepengurusan partai politik. Ada beberapa faktor penghambat parisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Taubonto seperti kesibukan kegiatan sehari-hari pemilih pemula yang harus bersekolah, perasaan tidak mampu, adanya larangan dari pihak keluarga untuk mengikuti kegiatan kampanye karena jarak tempuh yang jauh. Simpulan penelitian ini adalah partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Taubonto relatif rendah hal ini dilihat dari rendahnya keikutsertaan mereka dalam berbagai kegiatan politik. Kesibukan sehari-hari, larangan dari pihak keluarga dan perasaan tidak mampu menjadi faktor penghambat partisipasi pemilih. Kata Kunci: Partisipasi Politik dan Pemilih Pemul

    PERANAN TOKOH ADAT DALAM PERKAWINAN PINANG DI DESA WAODE BURI KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA

    Full text link
    Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan bagaimana peranan tokoh adat Kulisusu, dalam perkawinan pinang di Desa Waode Buri Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang hanya mengambarkan keadaan objek dengan analisis kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari 5 orang , 2 orang tokoh adat, 2 orang tokoh agama dan 1 orang kepala kantor urusan agama yang berada dilokasi studi. Teknik pokok pengumpulan data dengan cara wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa peranan tokoh adat yang terdiri dari toko adat mediator, dinamisator dan stabilisator. Pada saat perkawinan pinang adat Kulisusu sangat menentukan keterlaksanaan kegiatan yang akan dilakukan dalam perkawinan, artinya peranan toko adat dalam perkawinan pinang akan menentukan kesuksesaan kegiatan Perkawinan pinang tersebut

    FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH (Studi di Desa Mapila Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana)

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab anak putus sekolah di desa mapila kecamatan kabaena utara kabupaten bombana, 2) Untuk mengetahui upaya orang tua dan sekolah dalam mengatasi anak putus sekolah studi di desa mapila kecamatan kabaena utara kabupaten bombana. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan campuran (Mix Method). Responden penelitian ini sebanyak 14 orang anak yang putus sekolah, dan informan penelitian yaitu berjumlah 10 orang.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor penyebab anak putus sekolah terbagi dua yaitu faktor internal yaitu rendahnya minat atau kemauan anak untuk bersekolah, sekolah dianggap tidak menarik dan ketidakmampuan dalam mengikuti pelajaran sedangkan faktor eksternal yaitu ekonomi keluarga, kurangnya perhatian orang tua, lingkungan bermain anak dan jauhnya jarak antara rumah dan sekolah. Upaya untuk mengatasi anak putus sekolah dilakukan dengan cara: 1) Upaya orang tua adanya perhatian akan pentingnya pendidikan formal dengan memberikan dukungan dan  motivasi baik dari segi moral maupun material, rasa peduli, menjalin kedekatan dengan anak, mendampingi anak ketika berada di rumah  dan mengontrol pergaulan anak, 2) Upaya sekolah dengan menjalin kedekatan dengan siswa dan orang tua siswa, pemanggilan orang tua siswa,  untuk kemudian mencari solusi agar anak tetap melanjutkan pendidikan formal. Kesimpulan penelitian ini yaitu: faktor penyebab anak putus sekolah di desa Mapila terdiri dari dua faktor yaitu faktor internal yang mendominasi yaitu rendahnya minat dan kemauan anak untuk bersekolah dan faktor eksternal yang mendominasi yaitu adalah kurangnya perhatian orang tua sedangkan upaya orang tua dalam mengatasi anak putus sekolah di desa mapila yaitu:sadar akan pentingnya pendidikan anak, memberikan dukungan dan motivasi baik dari segi moral maupun material serta mengontrol pergaulan anak. Upaya pihak sekolah dengan menjalin kedekatan dengan siswa dan orang tua siswa, pemanggilan serta mengunjungi orang tua siswa untuk bersama mencari solusi agar anak tetap melanjutkan pendidikan formal. Kata Kunci: Putus Sekolah, Faktor Penyebab, Upaya Orang Tua Dan Sekola

    UPAYA GURU DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN ZAT ADIKTIF DI KALANGAN SISWA (Studi Pada Guru Bimbingan dan Konseling SMPN 17 Kendari)

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru bimbingan dan konseling dalam mencegah penyalahgunaan zat adiktif di kalangan siswa di SMP Negeri 17 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang akan menggambarkan berbagai upaya yang dijalankan oleh guru bimbingan dan konseling dalam mencegah penyalahgunaan zat adiktif di kalangan siswa SMP Negeri 17 Kendari. Informan dalam penelitian ini adalah satu orang guru bimbingan dan konseling , Kepala Sekolah, satu orang Wali Kelas serta 4 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif versi Miles dan Hubberman yang terdiri: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data serta 4) penarikan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mencegah penyalahgunaan zat adiktif di kalangan siswa, guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 17 Kendari melakukan tindakan preventif serta  tindakan represif. Tindakan pencegahan dilaksanakan dengan memberikan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan zat adiktif kepada siswa, baik pada saat kegiatan apel pagi, pemberian layanan informasi serta pemberian layanan bimbingan kelompok. Tindakan represif dilakukan dengan pelaksanaan razia, pemberian poin sanksi berupa surat pernyataan, pelaksanaan konferensi kasus hingga pemberian hukuman (punishment) berupa skorsing dan dikeluarkan dari sekolah. Kata Kunci: Guru BK, Penyalahgunaan Zat adikti

    PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) TEPULE DESA TUDUNGANO KECAMATAN SAWA KABUPATEN KONAWE UTARA

    Full text link
    Abstrak: Masalah penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tepule Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara; 2) Faktor penghambat apa saja yang dihadapi badan usaha milik desa (Bumdes) dalam pengelolaan Bumdes Tepule Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara; dan 3) Upaya apa saja yang dilakukan pengurus badan usaha milik desa (Bumdes) dalam mengatasi hambatan yang dihadapi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tepule Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara.Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk  mengetahui bagaimanakah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tepule Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara; 2) Untuk  mengetahui Faktor penghambat apa saja yang dihadapi badan usaha milik desa (Bumdes) dalam pengelolaan Bumdes Tepule Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara; dan 3) Untuk mengetahui Upaya apa saja yang dilakukan pengurus badan usaha milik desa (Bumdes) dalam mengatasi hambatan yang dihadapi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tepule Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara, dengan  menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu mendeskripsikan data dan informasi hasil penelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa badan  usaha  milik desa mempunyai dua unit usaha yaitu penambangan batu gunung, dan usaha sewa barang yaitu kursi, yang dijalanakan  mulai dari tahun terbentuknya Bumdes Tepule yaitu tahun 2016 yang terbentuk berdasarkan hasil musyawarah desa, akan  tetapi  kesenjagan yang  terjadi di Badan usaha milik Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara antara dimulai dari pembentukan unit-unit usaha yang tidak melibatkan masyarakat sebagai objek Bumdes ini, sumber daya manusia pengurus Bumdes yang kurang, transparansi anggaran kepada masyarakat termasuk pemerintah desa tidak dilakukan, terjadinya kerugian bumdes diakibatkan karena tidak adanya pemasaran dari hasil penambangan batu gunung sebagai program utama Bumdes Tepule, tidak terjalinnya komunikasi yang baik antar pengurus Bumdes, pemerintah dan pengurus Bumdes.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Faktor penghambat Bumdes Tepule di Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara, upaya telah dilakukan pemerintah bersama masyarakat. Kata Kunci: Bumdes, Peningkatan dan Ekonom

    PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2019 (Studi di Desa Langku-Langku Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat)

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bentuk partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan umum tahun 2019 dan (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan umum tahun 2019 di Desa Langku-Langku Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yakni penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research) yaitu wawancara dan dokumentasi. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 15 orang, dan informan yaitu, Kepala Desa, KPPS, PPS, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan umum tahun 2019 di Desa Langku-Langku Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat masih rendah ini terlihat pada kegiatan kampanye, dan perhitungan suara di TPS. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat yakni faktor ekonomi, faktor pendidikan, dan faktor lingkungan. Kesimpulan penelitian ini yaitu (1) bentuk partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan umum tahun 2019 di Desa Langku-Langku Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat sangat rendah, indikasi rendahnya partisipasi ini ditujukan oleh rendahnya keikutsertaan mereka dalam setiapa tahapan pemilihan Legislatif dan Presiden dan Wakil Presiden. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan Legislatif dan Presiden dan Wakil Presiden adalah faktor ekonomi, faktor pendidikan, dan faktor lingkungan. Kata Kunci: Partisipasi Politik Masyarakat, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi                       Partisipas

    POLA REKRUTMEN POLITIK (Studi pada DPD II Partai Golkar dalam Menetapkan Calon Legislatif pada Pemilu Legislatif Tahun 2019 di Kabupaten Muna)

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola rekrutmen politik Partai Golkar dalam menetapkan calon legislatif pada pemilu legislatif tahun 2019 di Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 7 orang yang terdiri dari Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Muna, Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Muna, 3 orang pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Muna dan 2 orang calon legislatif DPD II Partai Golkar Kabupaten Muna. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penelitian lapangan dengan teknik: (1) wawancara, (2) dokumenter, (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola rekrutmen DPD II partai Golkar dalam menetapkan calon legislatif pada pemilu legislatif tahun 2019 di Kabupaten Muna cenderung dilakukan secara tertutup yaitu baik melalui cara koopsi. DPD II partai Golkar dalam proses seleksi calon legislatif membentuk koordinator calon legislatif di setiap dapil yang kemudian ditugaskan membantu merekrut kader-kader lain untuk menjadi calon legislatif di masing-masing dapilnya.Kata Kunci: Calon Legislatif, Pola Rekrutmen Politik

    KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM MEMPEROLEH SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH DI KELURAHAN TONGANO TIMUR KECAMATAN TOMIA TIMUR KABUPATEN WAKATOBI

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui (1) Kesadaran hukum masyarakat dalam memperoleh sertifikat hak atas tanah, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum masyarakat dalam memperoleh sertifikat hak atas tanah di Kelurahan Tongano Timur Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tongano Timur Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi selama 1 bulan pada bulan Maret sampai dengan April 2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara, dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data. Responden dan informan dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Kelurahan Tongano Timur sebanyak 10 orang  yang belum memiliki sertifikat dan 10 orang yang sudah memiliki sertifikat hak atas tanah dan 2 pihak pemerintah yaitu Lurah dan pegawai kecamatan bidang pembangunan. Jenis penelitian ini deskriptif kualitati. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)Kesadaran hukum masyarakat dalam memperoleh sertifikat hak atas tanah di Kelurahan Tongano Timur Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi belum memenuhi empat indikator kesadaran hukum atau dikatakan rendah. Hal ini dapat dilihat kurangnya beberapa aspek indikator yaitu pengetahuan hukum masyarakat, indikator pemahaman hukum masyarakat, indikator sikap hukum masyarakat dan, indikator pola perilaku hukum. Masyarakat Kelurahan Tongano Timur terkhusus kepada masyarakat yang belum memiliki sertifikat benar-benar tidak mengetahui eksistensi pentingnya memperoleh sertifikat hak atas tanah. Sedangkan masyarakat Kelurahan Tongano Timur khususnya yang sudah memiliki sertifikat telah mengetahui dampak negatif dari ketiadaannya memiliki sertifikat hak  atas tanah. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum masyarakat dalam memperoleh sertifikat hak atas tanah di Kelurahan Tongano Timur Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi yaitu (a) Faktor pengetahuan hukum masyarakat Kelurahan Tongano Timur Mengenai bukti-bukti kepemilikan hak atas tanah, (b) Faktor pemahaman hukum masyarakat dalam mengurus sertifikat hak atas tanah, (c) Faktor ekonomi, (d) Faktor peningkatan kesadaran hukum, dan (e) Waktu pembuatan sertifikat hak atas tanah. Kesimpulan penelitian ini yaitu kesadaran hukum masyarakat dalam kegiatan memperoleh sertifikat hak atas tanah di Kelurahan Tongano Timur Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi masih belum memenuhi empat indikator kesadaran hukum tergolong rendah dilihat dari masih kurangnya beberapa aspek indikator-indikator kesadaran hukumnya. Kata Kunci: Kesadaran Hukum, dan Sertifikat Hak Atas Tana

    94

    full texts

    96

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SELAMI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇