96 research outputs found

    PERAN GURU PPKn DALAM MEMBINA KARAKTER SISWA SMP NEGERI 1 LASALEPA DESA BONEA KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1. Bagaimana peran guru PPKn dalam membina karakter siswa di SMP Negeri 1 Lasalepa Desa Bonea Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna, 2. Untuk mengetahui nilai-nilai karakter yang ditanamkan pada siswa di SMP Negeri 1 Lasalepa Desa Bonea Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Reponden dalam penelitian ini yaitu guru PPKn sebanyak 2 orang dan informannya itu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Lasalepa Desa Bonea Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna, Wakil Kepala Sekolah dan siswa SMP Negeri 1 Lasalepa sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data yaitu : wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1.Peran guru PPKn dalam membina karakter siswa di SMP Negeri 1 Lasalepa Desa Bonea Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna sudah terealisasi dengan baik sesuai indikator menjadi model yang baik bagi siswa, membimbing sikap dan perilaku siswa, menjadi agen moral yang baik dalam membentuk kepribadian siswa, serta menjadi komunikator bagi siswa, sedangkan 2. Nilai-Nilai Karakter Yang Ditanamkan Pada Siswa di SMP Negeri 1 Lasalepa sudah ada beberapa nilai karakter  yang terlaksana seperti nilai religious, disiplin, jujur, jiwa kompetensi, cinta tanah air, kreatif dan peduli lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1.Peran guru PPKn dalam membina karakter siswa SMP Negeri 1 Lasalepa sudah terlaksana sesuai indikator peran guru PPKn sebagai model/contoh bagi anak, sebagai pembimbing, sebagai agen moral, dan sebagai komunikator. 2. Dari 18 nilai karakter yang harus dimiliki siswa, yang peneliti teliti hanya 7 nilai karakter yang dimiliki yakni nilai religius, disiplin, peduli lingkungan, jujur, jiwa kompetensi, kreatif dan cinta tanah air. Kata Kunci: Peran, Guru, Karakte

    KINERJA GURU PKN YANG BERSERTIFIKAT DALAM PELAKSANAAN TUGAS PEMBELAJARAN (STUDI PADA SMK NEGERI 4 KENDARI)

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui dan menganalisis kinerja guru PKn yang bersertifikat dalam pelaksanaan tugas pembelajaran di SMKNegeri 4 Kendari; dan 2) untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru PKn yang bersertifikat dalam pelaksanaan tugas pembelajaran di SMKNegeri 4 Kendari. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kendari. Jenis atau sifat penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Responden penelitian sebanyak 3 orang guru PKn, dan Informan penelitian sebanyak 3 orangyang terdiri Kepala sekolah SMKNegeri 4 Kendari, wakil Kepala Sekolah (SMK) Negeri 4 Kendari dan Pengawas guru PKn SMK Negeri 4 Kendari. Teknik Pengumpulan data terdiri dari observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja guru PKn yang bersertifikat dalam pelaksanaan tugas pembelajaran SMK Negeri 4 Kendari sesuai Per-Menpan No. 16 tahun 2009 yaitu perencanaan pembelajaran sudah sangat baik, sedangkan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan penilaian atau evaluasi pembelajaran masuk dalam kategori baik. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru PKn terbagi 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari kemampuan (ability), motivasi (motivation), tingkat pendidikan guru, kondisi fisik (kesehatan). Sedangkan faktor eksternalterdiri dariiklim sekolah, kepemimpinan kepala sekolah dan sarana dan prasarana. Kata Kunci : Kinerja Guru, Bersertifikat, Pembelajara

    INTERAKSI SOSIAL ANTARA PENDUDUK LOKAL DENGAN PENDUDUK PENDATANG DI DESA TAWAMELEWE KECAMATAN UEPAI KABUPATEN KONAWE

    Full text link
    Abstak: Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui: (1) interaksi sosial antara penduduk lokal dengan penduduk pendatang; dan (2) aspek-aspek interaksi sosial yang terjadi pada Desa Tawamelewe Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi masyarakat pada daerah penelitian antara masyarakat lokal dan pendatang berjalan dengan baik melalui interaksi sosial asosiatif dan disosiatif. Hubungan baik tersebut ditunjukkan oleh para masyarakat dengan sikap antusias masyarakat pendatang yang selalu aktif dalam mengikuti dan melestarikan berbagai bentuk acara keagamaan khusunya yang berhubungan dengan kegiatan hari-hari besar Islam. Proses interaksi asosiatif dan disasosiatif  juga dikatakan baik, selajutnya aspek-aspek interaksi sosial yang terdiri dari kontak sosial dan komunikasi ditanggapi baik. Dengan demikian  disimpulkan bahwa Interaksi sosial antara penduduk lokal dengan penduduk pendatang yang terjadi di Desa Tawamelewe Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe adalah asosiatif dan disosiatif dan Aspek-aspek interaksi sosial apa yang terjadi di Desa Tawamelewe Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe adala aspek sosial dan aspek komunikasi. Kata Kunci: Penduduk Lokal, Penduduk Pendatan

    PERANAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR DALAM PEMBELAJARAN PPKn STUDI DI SMPN 2 BOMBANA

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) peranan guru sebagai motivator dalam pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Bombana dan (2) kendala yang dihadapi guru PPKn dalam pelaksanaan pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Bombana. Manfaat penelitian ini adalah (1) secara teoritis dan (2) secara praktis. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek dan responden penelitian ini adalah guru PPKn sebanyak 3 orang dan siswa sebanyak 5 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitaif. Fokus penelitian ini adalah peranan guru sebagai motivator dan kendala guru dalam pembelajaran.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) peranan guru sebagai motivator diantaranya menjelaskan tujuan belajar kepada peserta didik, memberi hadiah kepada peserta didik, mengadakan saingan/kompetisi, memberi hukuman, membangkitkan dorongan siswa, menggunakan metode bervariasi dan menggunakan media yang baik, (2) kendala yang dihadapi guru PPKn dalam pelaksanaan pembelajaran PPKn di sekolah diantaranya kendala yang berasal dari siswa, kendala yang disebabkan oleh waktu pembelajaran dan kendala yang disebabkan oleh sarana dan prasarana pembelajaran.Kata Kunci: Peranan Guru, Motivator, Pembelajaran PPK

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR PPKn KELAS VIII (Studi di SMPN 2 Sampolawa Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan )

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar PPKn kelas VIII di SMPN 2 Sampolawa Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan, 2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru dan orang tua siswa dalam meningkatkan motivasi belajar kelas VIII di SMPN 2 Sampolawa Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan.Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini yaitu 15 orang siswa kelas VIII, kepala sekolah, guru PPKn, guru BK, wali kelas, dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar PPKn kelas VIII di SMP Negeri 2 Sampolawa dipengaruhi oleh dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi faktor jasmani (keadaan fisik), faktor psikologi, dan faktor kelelahan (mencatat, dan jalan kaki). Sedangkan faktor eksternal terdiri dari faktor sekolah dan faktor keluarga, faktor sekolah meliputi guru (metode pembelajaran, alat pengajaran/media pembelajaran, hubungan guru dan siswa), fasilitas (keadaan gedung, fasilitas belajar); adapun faktor keluarga meliputi perhatian, cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga dan keadaan ekonomi keluarga. Upaya guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII yaitu : menyesuaikan pengajaran dengan bakat dan kemampuan siswa, memberikan penguatan, melengkapi sumber dan peralatan belajar, dan mempelajari hasil belajar yang di peroleh. Upaya yang dilakukan orang tua/keluarga dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu : mengontrol wakttu dan cara belajar anak, memantau perkembangan akademik anak, memantau efektifitas jam belajar di sekolah, dan menyiapkan fasilitas belajar.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar PPKn yaitu faktor internal dan faktor eksternal.  Keluarga dan sekolah harus menjadi elemen yang mampu bekerja sama dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Kesadaran baik dari guru maupun keluarga sangat diperlukan. Membangkitkan motivasi belajar siswa adalah hal yang penting. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Pelajaran PPK

    KESADARAN HUKUM DALAM MEMBAYAR RETRIBUSI (Studi Kasus Di Pasar Mandonga Kota Kendari)

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian adalah: (1) mengkaji kesadaran hukum pedagang tentang retribusi di Pasar Mandonga Kota Kendari, (2) mengetahui faktor yang mempengaruhi kesadaran pedagang dalam membayar retribusi. Lokasi penelitian ini di Kecamatan Mandonga Kota Kendari. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Responden adalah Sekretaris Pengelola Pasar dan 15 orang pedagang Pasar Mandonga Kota Kendari. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan 3 cara, yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan mengambil kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah (1) kesadaran hukum pedagang dalam membayaran retribusi di Pasar Mandonga Kota Kendari dapat diketahui dari pengetahuan, pemahaman dan perilaku. Pedagang kurang memiliki pengetahuan tentang isi Perda Pemerintah Kota Kendari tentang retribusi. Walaupun demikian, pemahaman membayar retibusi diperoleh berdasarkan tagihan staf Kantor Pengelola Pasar bahwa pembayaran retribusi adalah wajib yang dinilai sudah cukup baik diterapkan di Pasar Mandonga, walaupun ada beberapa catatan beberapa pedagang yang masih menunda pembayaran pada keesokan harinya atau bulan berikutnya. Perilaku disiplin pedagang dalam membayar retribusi pasar tersebut dapat mengakibatkan dampak positif terhadap kelancaran kegiatan ekonomi dan pembangunan Pasar Mandonga Kota Kendari, (2) kesadaran membayar retribusi di Pasar Mandonga Kota Kendari dipengaruhioleh penerapan staf Kantor Pengelola Pasarberupa sosialisasi dan denda. Kesimpulan penelitian ini adalah :pengetahuan pedagang di pasar Mandonga dan Mall Mandonga masih kurang, banyak yang belum mengetahui isiperaturan daerah Pemerintah Kota Kendari mengenai proses dan mekanisme retribusi pasar.Pemahaman hukum pedagang di Pasar Mandonga dan Mall Mandonga masih rendah, karena pengunjung hanya sekedar membayar, serta tidak memahami fungsi dari retribusi itu sendiri. Sedangkan pengetahuan dan pemahaman pedagang tidak berpengaruh cukup besar terhadap perilaku pedagang dalam membauar retribusi. Kata kunci: Kesadaran Hukum Pedagang, Wajib Retribusi

    PENGGUNAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH ( BOS ) DI SMP NEGERI 1 KONTUKOWUNA DESA KONTUKOWUNA KECAMATAN KONTUKOWUNA KABUPATEN MUNA

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah di SMP Negeri 1 Kontukowuna Desa Kontukowuna Kecamatan Kontukowuna Kabupaten Muna. Metodedalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian sebanyak  9 orang, kepala sekolah, bendahara, komite sekolah, guru PNS 3 orang dan guru honorer3orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data model Milles dan Huberman. Keabsahan data menggunakan triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)di SMP Negeri 1 Kontukowuna Desa Kontukowuna Kecamatan Kontukowuna Kabupaten Muna terdiri dari 11 komponen yaitu pengembangan perpustakaan, Kegiatan Penerimaan siswa baru, Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, Kegiatan evaluasi pembelajaran, Pengelolaan sekolah, Pengembangan profesi Guru dan Tenaga Kependidikan, Langganan Daya dan Jasa, Pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah, Pembayaran Honorer, Pembelian/ Perawatan alat multi media Pembelajaran dan Biaya lainya jika Komponen 1s/d 10 Telah terpenuhi, belum terlaksana dengan baik karena ada beberapa komponen penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah belum sepenuhnya dilaksanakan  dengan maksimal yaitu sarana dan prasarana sekolah. Kesimpulan dalam penelitian bahwa penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Kontukowuna Kecamatan Kontukowuna Kabupaten Muna masi ada beberapa komponen dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah belum terlaksana dengan maksimal yaitu pembiayaan sarana dan prasarana sekolah, berupa kerusakan jendela sekolah dan kerusakan lantai sekolah

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN SISWA KELAS V SD NEGERI 87 KENDARI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas VI SD Negeri 87 Kendari melalui model pembelajaran kontekstual. Manfaat penelitian ini adalah: 1) bagi siswa, meningkatkan kemampuan menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan, 2) bagi guru, meningkatkan kemampuan menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif sesuai dengan keterampilan menulis, 3) bagi sekolah, dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi peningkatan kualitas pendidikan yang mengarah pada peningkatan kompetensi lulusan dan prestasi siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SD Negeri 87 Kendari Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu72,72% dengan rata-rata sebesar 74,2 dan pada siklus II ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 90,90% dengan rata-rata sebesar 79,5.Aktivitas belajar siswa siklus I mencapai persentase sebesar 70% dan pada siklus II sebesar 90%. Aktivitas mengajar guru siklus I mencapai persentase sebesar 70% dan pada siklus II mencapai 90%. Kesimpulan penelitian adalah: 1) penerapan pendekatan kontekstual dalam mengajarkan bahasa Indonesia pada materi menulis karangan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yakni rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 74,2 dengan persentase ketuntasan 72,72% meningkat pada siklus II yakni rata-rata hasil belajar siswa mencapai 79,5 dengan persentase ketuntasan 90,90%; 2) persentase kegiatan siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat dari siklus I sebesar 70%  menjadi 90% pada siklus II; 3) Persentase kegiatan guru dalam melaksanakan pembelajaran pada siklus I sebesar 70% meningkat menjadi 90% pada siklus II. Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual, Kemampuan Menulis Karangan

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN WAHA KECAMATAN TOMIA KABUPATEN WAKATOBI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Waha Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi, (2) Untuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Waha Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Waha Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi selama 7 hari pada bulan Februari sampai dengan Maret 2020. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Kelurahan Waha sebanyak 7 orang yang ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sedangkan informan dalam penelitian ini yaitu 3 Aparat Kelurahan, 1 orang Kepala Lingkungan, dan 1 orang Tokoh Masyarakat. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu memberikan gambaran/deskripsi mengenai partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Waha Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Waha Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi yaitu partisipasi secara langsung dan partisipasi secara tidak langsung. (2) Tingkat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Waha adalah sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Secara teoritis bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan yaitu partisipasi secara langsung dan partisipasi secara tidak langsung. Akan tetapi, di Kelurahan Waha Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan yaitu bentuk partisipasi secara langsung seperti menyepakati pengambilan keputusan dalam kebersihan lingkungan karena kebersihan itu berada dalam sekitar kita. Dengan adanya di setiap rumah yang memiliki tempat sampah, masyarakat dengan mudah terbantu dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Sedangkan Tingkat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan yaitu tinggi, sedang dan rendah. Akan tetapi, di Kelurahan Waha Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi tingkat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan yang dominan adalah pada tingkat yang sedang.

    PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) DALAM MENAGGULANGI PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA DI SMP NEGERI 3 SAMPOLAWA

    Full text link
    Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui peran guru PPKn dalam menanggulangi pelanggaran tata tertib siswa. 2) Upaya apa saja yang dilakukan guru PPKn dalam menanggulangi pelanggaran tata tertib siswa di sekolah SMP Negeri 3 Sampolawa. Metode dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi,wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunkan dalam penelitian ini adalah merangkum data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam Menanggualangi Pelanggaran Tata tertib Siswa di SMP Negeri 3 Sampolawa dilakukan melalui 1) Peran guru sebagai pembimbing yaitu, melalui pembimbingan sikap yang di arahkan pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka, mengadakan pengayaan, solat berjamaah, datang tepat waktu. 2) Peran sebagai model, dilakukan dengan memberikan contoh ajakan  yang baik kepada siswa, baik dalam hadir lebih awal, berpakaian rapi, bertingkah laku yang sopan, dan bertutur kata baik 3) Peran sebagai agen moral yaitu melalui mata pelajaran PPKn  dengan mengintegrasikan nilai-nilai kesederhanaan dengan nilai demokratis 4) Peran sebagai komunikator yaitu dengan cara menjadi orang tua dan sahabat bagi siswa sehingga memudahkan dalam berkomunikasi dengan siswa dalam mencari tau masalah atau penyebab siswa melakukan pelanggaran. 2. Upaya guru PPKn dalam menaggulangi pelanggaran tata tertib siswa di SMP Negeri Sampolawa yaitu melalui 1) upaya preventif dengan cara menanamkan kedisiplinan, memberikan motivasi, dan memberikan nasehat. 2) upaya kuratif dengan cara memberikan peringatan, ancaman dan hukuman. Kata Kunci: Peran Guru, Pelanggaran Siswa

    94

    full texts

    96

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SELAMI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇