IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Materi Bentuk Aljabar Kelas VII SMPN 14 Banjarbaru Tahun Ajaran 2024/2025
Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih sangat rendah,
hal ini disebabkan berbagai macam faktor, diantaranya anggapan bahwa pelajaran
matematika sangat sulit dan kurangnya kebiasaan siswa dalam menyelesaikan
masalah non-rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Keterlaksanaan
pembelajaran matematika dengan menggunakan Pendekatan Matematika Realistik
(2) Hasil posttest kemampuan pemecahan masalah matematis di kelas kontrol (3)
Hasil posttest kemampuan pemecahan masalah matematis di kelas eksperimen (4)
Pengaruh pendekatan matematika realistik terhadap kemampuan pemecahan
masalah matematis siswa pada materi bentuk aljabar kelas VII SMPN 14
Banjarbaru.
Penelitian
ini
menggunakan metode eksperimen yakni Quasi
Eksperimental yang melibatkan 68 siswa sebagai sampel. Pengambilan sampel
menggunakan Purposive Sampling. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII C
sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Materi yang
diajarkan adalah Bentuk Aljabar. Teknik pengumpulan data dengan tes, observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis
data kuantitatif, nilai rata-rata dan standar deviasi hasil posttest siswa, uji
prasyarat analisis data, dan uji hipotesis.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Keterlaksanaan pembelajaran
matematika dengan menggunakan Pendekatan Matematika Realistik dengan
kategori sangat baik yaitu 100% (2) Hasil posttest di kelas kontrol pada materi
bentuk aljabar menggunakan pembelajaran konvensional memiliki rata-rata hasil
tes 74,70 (3) Hasil posttest di kelas eksperimen pada materi bentuk aljabar setelah
menggunakan pendekatan matematika realistik memiliki nilai rata-rata hasil tes
83,38 (4) Terdapat pengaruh yang signifikan dari pembelajaran matematika
dengan menggunakan Pendekatan Matematika Realistik terhadap kemampuan
pemecahan masalah matematis pada materi bentuk aljabar kelas VII SMPN 14
Banjarbar
Strategi Idarah Masjid Ziyadatul Abrar di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manajemen masjid sebagai
pusat ibadah dan kegiatan sosial-keagamaan. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai
tempat salat, tetapi juga sebagai pusat transformasi sosial, pendidikan, dan
pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan masjid yang profesional
dan terstruktur menjadi kebutuhan yang penting. Penelitian ini secara khusus
tertarik pada masjid ziyadatul abrar, yang lebih dikenal sebagai masjid apung,
karena keunikan letaknya yang berada di tepi pantai, sehingga memiliki daya tarik
tersendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi
implementasi aspek idarah, yang mencakup perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, dan pengawasan dalam manajemen masjid serta mengetahui faktor
pendukung dan faktor penghambat dalam melaksanakan strategi idarah tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan turun
langsung kelapangan.
Data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik wawancara, observasi
serta pengumpulan dokumentasi, kemudian data tersebut diolah dengan teknik
analisis data, dengan melibatkan ketua umum, pengurus harian, dan pengelola
Masjid sebagai informan utama. Hasil menunjukkan bahwa penerapan aspek idarah
di masjid ziyadatul abrar telah berjalan dengan optimal, mencakup manajemen fisik
(idarah binail maadiy) dan manajemen fungsional. Dalam hal fisik, fasilitas masjid
dikelola secara teratur dan sistematis, meliputi kebersihan, keamanan, serta
pemeliharaan sarana dan prasarana. Sementara itu, dari sisi fungsional, masjid aktif
mengadakan kegiatan keagamaan seperti pengajian, majelis taklim, dan berbagai
program sosial yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Temuan ini
menegaskan bahwa efektivitas pengelolaan masjid sangat ditentukan oleh sinergi
antar pengurus, sistem administrasi yang tertata dengan baik, serta dukungan
partisipatif dari jemaah. Adapun faktor-faktor pendukung dan penghambat yang
menjadi tantangan terbesar bagi masjid ziyadatul abrar sebaiknya dievaluasi secara
menyeluruh agar dapat diperbaiki, ditingkatkan, dan dikembangkan lebih lanjut.
Hal ini penting guna menunjang optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat ibadah,
dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainny
Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Mendukung Terwujudnya Profil Pelajar Pancasila di SMAN 1 Sungai Loban
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah bagian penting dari
Kurikulum Merdeka yang bertujuan membentuk peserta didik Indonesia yang
beriman, bertakwa, berakhlak baik, mandiri, berpikir kritis, menghargai
perbedaan, dan suka bekerja sama. Dalam hal ini, pelajaran Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti punya peran besar karena membantu membentuk karakter
dan nilai-nilai keagamaan peserta didik. Program P5 menjadi jembatan yang
menghubungkan ajaran agama dengan kehidupan nyata peserta didik, baik di
sekolah maupun di lingkungan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menget
ahui implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada pembelajaran
PAI dan budi pekerti dalam mendukung terwujudnya Profil Pelajar Pancasila di
SMAN 1 Sungai Loban serta untuk mengetahui faktor yang mendukung dan
menghambat dalam menerapkan P5 pada Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan
kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah guru PAI, kepala sekolah, dan
peserta didik, sedangkan fokus penelitiannya adalah implementasi Proyek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada pembelajaran PAI dan budi pekerti dalam
mendukung terwujudnya Profil Pelajar Pancasila di SMAN 1 Sungai Loban.
Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi P5 pada
pembelajaran PAI dan Budi Pekerti yaitu dengan mengaitkan dan
mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila atau karakter P5 ke dalam pembelajaran
PAI dan Budi Pekerti, adapun strategi yang diterapkan proyek, diskusi kelompok,
tanya jawab, dan juga problem based learning serta juga memberikan nasihat
mengenai larangan-larangan agama Islam dan dampak negatif nya. Setelah itu
mereka bekerjasama, gotong royong mendiskusikan dengan teman sejawat
mereka. Faktor pendukungmya adalah fasilitas sekolah yang memadai, serta
adanya kerjasama antar pendidik dan peserta didik. Adapun faktor
penghambatnya adalah kurangnya sumber daya yang kompeten di bidangnya, rasa
malas dan kurangnya semangat peserta didik, dan waktu yang terbata
Pengembangan Booklet Tumbuhan Paku Epifit Pada Batang Kelapa Sawit Di Desa Sepan
Tumbuhan paku epifit merupakan tumbuhan yang hidupnya menumpang pada
tumbuhan lain salah satunya yaitu pada batang kelapa sawit. Tujuan penelitian ini untuk
mengidentifikasi tumbuhan paku epifit apa saja yang ditemukan pada batang kelapa sawit dan
validitas booklet tumbuhan paku epifit pada batang kelapa sawit di Desa Sepan Kabupaten
Penajam Paser Utara.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan desain pendidikan atau
Educational Design Research (EDR) dengan 3 tahapan yaitu tahap pendahuluan, tahap
pengembangan, dan tahap penilaian, yang dikembangkan oleh Tjeed Plomp & Nieveen (2007).
Pada penelitian ini dibatasi sampai tahapan pengembangan. Penelitian ini menghasilkan
produk berupa booklet yang dikembangan dari hasil penelitian lapangan (field research)
tumbuhan paku epifit pada batang kelapa sawit. Booklet diuji validitasnya dengan evaluasi
formatif Tessmer (1993) yang dibatasi sampai uji pakar. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi penelitian adalah tumbuhan paku epifit pada
batang kelapa sawit di Desa Sepan Kabupaten Penajam Paser Utara, sedangkan sampel
penelitian adalah tumbuhan paku epifit pada batang kelapa sawit yang ditemukan pada 10 plot
penelitian berukuran 10×10 m yang ditentukan dengan teknik quadrat sampling. Teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan angket. Analisis data
menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 10 jenis tumbuhan paku epifit yaitu
Nephrolepis exaltata L., Nephrolepis bisserata L., Davallia trichomanoides Bl., Christella
dentata (Forsk.), Pyrrosia lanceolata L., Microsorum scolopendria, Blechnum minus,
Stenochlaena palustris Burm. f., Drymoglossum piloselloides L., Asplenium nidus L. Hasil uji
validitas booklet diperoleh persentase rata-rata sebesar 81% dengan kategori cukup valid
artinya dapat digunakan dengan revisi sesuai saran
Representasi Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Novel Langit Goryeo Karya Berliana Kimberly (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)
Novel islami merupakan salah satu karya sastra yang merepresentasikan
ajaran Al-Qur’an melalui narasi-narasi untuk membangun cerita novel, misalnya
dengan memuat ayat-ayat Al-Qur’an. Salah satunya novel Langit Goryeo karya
Berliana Kimberly yang menyajikan narasi cerita dengan memasukkan ayat-ayat
Al-Qur’an sebagai pembangun alur cerita. Sehingga novel sebagai karya sastra
tidak hanya menjadi sebuah hiburan semata, melaikan salah satu wadah untuk
menyampaikan kepada pembaca nilai-nilai ajaran yang ada dalam ayat-ayat Al
Qur’an. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pembahasan
terkait representasi ayat-ayat Al-Qur’an dalam novel Langit Goryeo berdasarkan
analisis semiotika Charles Sanders Peirce, dan bagaiamana relevansi pemahaman
penulis novel terhadap ayat dengan pemahaman dalam kitab-kitab tafsir.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.
Teknik pengumpulan data dengan studi dokumentasi, yaitu dengan menyelidiki
serta menganalisis data dari novel Langit Goryeo karya Berliana Kimberly dan
ayat-ayat Al-Qur’an, serta kitab-kitab tafsir yang menjadi objek material penelitian.
Selanjutnya data-data tersebut dianalisis melalui teori semiotika Peirce.
Penlitian ini menemukan bahwa terdapat 12 ayat Al-Qur’an yang
direpresentasi dalam novel Langit Goryeo karya Berliana Kimberly, yaitu Q.S. al
Isrâ’/17: 32, Q.S. al-Ankabût/29: 1-2, Q.S. al-Baqarah/2: 255, Q.S. al-Fîl /105: 1
5, Q.S. al-Taubah/9: 84 dan 113, Q.S. al-Nûr/24: 3, Q.S. al-Zumar/29: 10, Q.S. al
Nûr/24: 30, Q.S. al-Baqarah/2: 216, Q.S. al-An’âm/6: 162, Q.S. al-Raḥmân/55: 13,
dan Q.S. al-Insyirah/94: 5. Representasi ayat-ayat tersebut dianalisis dari semiotika
Charles terkait hubungan antara representamen dengan objek terbagi kepada tiga
kategori, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Ikon yaitu representasi dengan
menyebutkan langsung lafadz arab, atau terjemahan ayat. Indeks yaitu representasi
dengan menyebutkan kandungan ayat. Simbol yaitu representasi berupa nama dan
nomor ayat yang dimaksud. Selain itu, satu ayat dalam novel Langit Goryeo ada
yang direpresentasikan dalam satu bentuk (representamen hanya bentuk indeks) dan
ada yang dalam beberapa bentuk (representamen bentuk ikon dan simbol).
Sedangkan relevansi antara pemahaman penulis novel dengan pemahaman dalam
kitab tafsir terhadap ayat kedanya sejalan, meskipun kontekstualisasi pemahaman
berbeda namun pemahaman terhadap ayat tersampaikan dengan baik sesuai
pemahaman dasar kitab tafsir
Kepercayaan Masyarakat Terhadap Kembar Mayang dalam Perkawinan Adat Jawa di Desa Durian Bungkuk Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut
Kembar mayang merupakan salah satu ornamen tradisional khas dalam
budaya Jawa yang terbuat dari rangkaian janur (daun kelapa muda), batang
pisang, bunga, dan daun-daunan tertentu. Kembar mayang tidak hanya
digunakan sebagai elemen dekoratif, melainkan juga mengandung nilai filosofis
dan spiritual. Kembar mayang menjadi simbol transisi seseorang dari masa
lajang menuju kehidupan rumah tangga yang baru. Bagi masyarakat Desa
Durian Bungkuk Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut, kembar
mayang adalah bagian yang wajib ada dalam prosesi perkawinan adat Jawa,
khususnya dalam ritual temu manten. Keberadaan kembar mayang dipandang
sebagai wujud doa dan harapan agar kedua mempelai mendapatkan keberkahan,
keselamatan, kelancaran prosesi, dan keharmonisan dalam kehidupan rumah
tangga mereka. Lebih dari sekadar simbol tradisional, masyarakat setempat
memiliki kepercayaan bahwa kembar mayang mampu memberikan perlindungan
dari gangguan gaib dan energi negatif yang dapat mengganggu jalannya acara
pernikahan.
Tujuan penelitian ini untuk menggali makna dan kepercayaan
masyarakat terhadap kembar mayang dalam perkawinan adat Jawa di Desa
Durian Bungkuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
dengan pendekatan Antropologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian in adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek yang
menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah tokoh agama, tokoh adat, tokoh
masyarakat, tokoh pemuda, orang tua pengantin, hingga pengantin itu sendiri.
Berdasarkan hasil temuan penulis, menunjukkan bahwa setiap unsur
dalam kembar mayang memiliki makna simbolik tersendiri. Daun puring
melambangkan kedamaian, bunga pinang bermakna menjaga nama baik, daun
andong sebagai pengingat doa kepada keluarga, janur kuning melambangkan
cahaya petunjuk Tuhan, daun beringin simbol kekuatan suami, dan batang
pisang melambangkan harapan akan keturunan. Kepercayaan masyarakat
terhadap kembar mayang diwariskan turun-temurun sebagai bagian dari nilai
adat dan spiritual. Simbol ini dipercaya tidak hanya sebagai hiasan, tetapi
sebagai perlindungan dari gangguan negatif dan sarana doa agar rumah tangga
pengantin diberi keberkahan dan keselamatan
Tinjauan Eksistensialisme Soren Kierkegaard Terhadap Tokoh Mada dalam Novel Haji Backpacker Karya Aguk Irawan MN
Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang dapat memberi individu suatu
jalan berpikir mengenai kehidupan yang menekankan pada pilihan hidup,
kebenaran subjektif, dan tindakan konkret manusia sebagai makhluk hidup dengan
segala pergumulannya sebagaimana yang dialami tokoh Mada dalam novel Haji
Backpacker. Pada umumnya pengalaman eksistensial manusia modern berhenti
pada satu titik yang menimbulkan berbagai problem lain, namun tokoh Mada
berhasil melewatinya dan sampai pada taraf eksitensial relegius sehingga
penelitian ini perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
gambaran tokoh Mada dalam novel Haji Backpacker karya Aguk Irawan MN
yang dianalisis menggunakan pemikiran eksistensialisme Soren Kierkegaard.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang
bersifat kualitatif. Penulis menggunakan analisis data dengan teknik konten
analisis dan interpretasi data dalam menguraikan data sehingga berbentuk
deskriptif. Objek material dari penelitian ini adalah eksistensi tokoh Mada dan
objek formalnya adalah teori eksistensialisme Soren Kierkegaard. Teknik
pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara membaca buku, jurnal,
artikel, dan sebagainya, serta mengklasifikasikan temuan-temuan dari novel Haji
Backpacker yang berkaitan dengan eksistensialisme Soren Kierkegaard.
Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa tokoh Mada sebagai individu yang
mengalami penderitaan batin karena penolakan atas cinta, persoalan kematian, dan
ketidakterimaannya pada takdir. Dalam pengembaraannya ke sembilan negara,
Mada mengalami transformasi diri. Menurut analisis Soren Kierkegard, diketahui
bahwa tokoh Mada menjalani tiga tahap eksitensial, yaitu tahap estetis, yaitu
bermula dari pencarian kenikmatan duniawi seperti minuman keras dan seks
bebas, beralih ke tahap etis, yaitu bertindak secara moral dan menunjukkan
komitmen untuk berubah dilihat dari tindakan Mada membantu sesama dan
bekerja dengan jujur. Sampai di tahap religius, Mada menyadari keterbatasan
dirinya sebagai manusia dan menyerahkan sepenuhnya hidupnya kepada Tuhan.
Mada mengalami transformasi eksistensial dan spiritual. Ia menyempurnakan
pengembaraannya dengan melaksanakan ibadah haj
Upaya Guru dan Konseling Mempersiapkan Peserta Didik Dalam Memilih Sekolah Lanjutan Di MTsN 1 Banjarmasin
Pendidikan merupakan hak asasi manusia yang mana dalam menuntut ilmu
pendidikan tersebut, manusia perlu bimbingan dan arahan oleh orang-orang yang
lebih ahli dan memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi terkait minat dan
bakat seseorang agar dapat mencapai ilmu yang dikehendaki. Sekolah lanjutan
adalah pendidikan lanjutan setelah lulus dari SD, SMP, SMA/SMK/MA.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru bimbingan dan konseling
mempersiapkan peserta didik kelas IX dalam memilih sekolah lanjutan dan untuk
mengetahui faktor pendukung serta penghambat guru bimbingan mempersiapkan
peserta didik kelas IX di MTsN Banjarmasin dalam memilih sekolah lanjutan.
Penelitian
ini
menggunakan jenis penelitian lapangan dengan
menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru
bimbingan dan konseling dan peserta didik kelas IX dan objek penelitian adalah
upaya guru Bimbingan dan Konseling mempersiapkan peserta didik dalam
memilih sekolah lanjutan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa guru bimbingan dan konseling sangat
membantu peserta didik dalam memilih sekolah lanjutan, melakukan bimbingan
karir, membantu mencari informasi sekolah lanjutan, melaksanakan tes minat dan
bakat juga melakukan diskusi konseling. Faktor pendukung dalam mempersiapkan
sekolah lanjutan yaitu dukungan dari pihak sekolah, kerjasama orang tua dan
fasilitas
yang mendukung pelaksanaan kegiatan BK. Adapun Faktor
penghambatnya yaitu keterbatasan sumber daya, kurangnya motivasi peserta
didik, pengaruh lingkungan dan keterbatasan pilihan sekola
Students’ Perceptions Towards the Ethical Issues of Using AI Tools for English as a Foreign Language Writing Assignments
The increasing use of artificial intelligence (AI) tools in education has
significantly transformed academic writing practices, especially among English as a
Foreign Language (EFL) students. This study investigates students’ perceptions of the
ethical issues surrounding the use of AI tools such as ChatGPT, Grammarly, and
QuillBot in writing assignments. The research was conducted at UIN Antasari
Banjarmasin, using a qualitative method with interviews involving four students who
had experience using AI in academic contexts. The findings indicate that students
perceive AI tools as helpful in improving grammar, vocabulary, and writing structure.
However, ethical concerns emerge related to dependency, originality, transparency,
and academic honesty. To address these challenges, students adopt responsible
strategies such as selective use, revising AI outputs, and verifying information. The
study highlights the need for institutional guidelines and AI literacy to ensure the
ethical integration of AI in academic writing
Pengaruh Teaching Techniques dan Lecturers’ Character Terhadap Kinerja Akademik Mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Kinerja akademik mahasiswa sangat penting dalam proses pendidikan. Baik
tidaknya proses pendidikan yang dilalui oleh individu dilihat dari pencapaian
akademik. Beberapa riset terdahulu ditemukan bahwa kinerja akademik mahasiswa
dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, diantaranya adalah teknik mengajar dosen
(teaching techniques) dan karakter yang dimiliki oleh dosen (Lecturers’ character).
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh teaching techniques dan
Lecturers’ character terhadap kinerja akademik mahasiswa Universitas Islam
Negeri Antasari Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan
pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan secara langsung dari mahasiswa UIN
Antasari Banjarmasin. Proses pengumpulan data dilakukan secara daring
menggunakan Google Form. Teknik penarikan sampel menggunakan tabel Krejcie
dan Morgan dengan jumlah sampel 375 mahasiswa. Adapun data dianalisis dengan
menggunakan program SmartPLS versi 4.0.9.9.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji hipotesis variabel
Teaching Techniques diketahui nilai T-statistik sebesar 2,526 dengan T-tabel 1,96.
Nilai tersebut lebih besar dari T-tabel (2,526 > 1,96). Kemudian, nilai P-value
sebesar 0,012 dimana nilai tersebut kurang dari 0,05 (0,012 < 0,05) maka
disimpulkan bahwa Teaching Techniques berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja akademik mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin. Sementara untuk
hasil uji hipotesis variabel Lecturers’ Character diperoleh nilai T-statistik sebesar
9,405 dimana nilai tersebut lebih besar dari T-tabel (9,405 > 1,96). Nilai P-value
diperoleh sebesar 0,000 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05).
Maka disimpulkan bahwa Lecturers’ Character berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja akademik mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin. Sehingga H1 dan
H2 diterima dan H0 ditolak